Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan

Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan
Dianggap Tua


__ADS_3

"Mmmmhh....... Aaagggh.."


Ayuna mengeliat pelan, terbangun dari tidur nyenyak yang sudah mengantarkan dia pada mimpi indah.


"Astaga, sudah malam. aku ketiduran dan belum masak untuk makan malam kami, mana perutku keroncong lagi." Ayuna mengelus perutnya yang mulai berbunyi minta untuk segera diisi.


Ayuna membuka pintu kamar, bertepatan dengan Ziko yang baru saja membayar pesanan makanan yang baru saja sampai, untuk mereka berdua. Ziko tersenyum berjalan kearah Ayuna sambil menenteng dua bok kotak makanan yang tercium begitu wangi dan lezat.


"Ayo makan Ayuna, aku tahu kamu juga pasti kelaparan sekarang?"


"Iya mas."


Ayuna mengikuti langkah Ziko Menuju ruang tengah, mereka makan dalam diam dan sambil menyaksikan acara televisi.


Sedang asyik makan, tiba-tiba ponsel Ayuna kembali berdering, dia terlihat ragu untuk mengangkat panggilan tersebut, mengingat Ayuna yang tidak mengenali sipemilik No tersebut.


"Dari siapa?"


"Ngak tahu mas, ini no baru dan tidak ada dalam daftar kontak." balas Ayuna yang juga penasaran dengan sipenelpon yang kembali mengulangi panggilan nya.


"Coba diangkat saja, siapa tahu penting."


"Baiklah, Ayuna angkat panggilan ini dulu." Ayuna hendak pergi menjauh dari Ziko, namun Ziko segera menarik tangannya.


"Angkat telponnya disini saja."


Ayuna menggangguk, dia menggeser icon berwarna biru dilayar ponsel nya.


"Hallo, ini siapa ya?"


"Aku Reno, pasti kamu penasaran khan. karena aku berhasil mendapatkan no hp kamu." jawab Reno sangat bahagia karena bisa bebas menghubungi Ayuna setelah ini.


"Iii iya." Ayuna mulai merasa serba salah karena ada Ziko didekat nya yang sedang ikut menguping pembicaraan mereka.


"Ayuna, maaf sebelumnya jika aku lancang. tapi aku penasaran banget sama om-om yang tadi siang bersamamu, memangnya dia siapa kamu?"

__ADS_1


Ayuna hampir tertawa mendengar Reno menyebut Ziko dengan panggilan om-om. terkesan tua sekali. sedangkan wajah Ziko mulai memerah karena kesal. Ziko merasa dan dianggap tua oleh teman-teman istri kecilnya itu.


"Hey, aku belum tua. tapi kalian-kslianya aja yang kelewat muda." Ziko tiba-tiba bersuara, membuat Reno jadi serba salah. pemuda itu tidak menyangka jika Ziko saat ini ternyata sedang bersama Ayuna.


"Ma...maaf om, aku tidak bermaksud seperti itu." Reno merasa tidak enak. apalagi sekarang Ziko mengambil alih ponsel Ayuna.


"Untuk apa kamu menghubungi Ayuna malam-malam begini, seharusnya pelajar seperti kalian itu belajar yang benar biar jadi orang sukses. bukannya main telponan."


"Maaf om, tapi aku masih penasaran. jika om ini sebenarnya siapanya Ayuna?"


"Kamu tidak perlu tahu aku siapanya Ayuna, tapi aku peringatkan jangan mencoba-coba untuk mendekati Ayuna lagi, karena dia harus fokus belajar. berhubung sebentar lagi kalian akan ujian kelulusan sekolah."


"Iya, saya mengerti om."


Setelah menutup panggilan begitu saja, Ziko kembali meletakkan ponsel Ayuna disebelah nya. namun terlebih dahulu dia mematikan ponsel itu.


"Kamu kenapa begong, ayo lanjutkan makanmu, tidak baik keseringan main HP apalagi telponan dengan laki-laki lain saat sedang bersama suamimu, meskipun hubungan kita tidak seperti rumahtangga normalnya."


Mereka berdua kembali makan, namun kali ini ponsel Ziko yang berdering, tertera nama kekasihku Khanza. seketika Ziko menyambar ponselnya ingin segera mengangkat.


Ziko meletakkan kembali ponselnya, dan lanjut makan, namun ponselnya kembali berdering. Ayuna mematikan ponsel Ziko. sehingga tidak terdengar lagi panggilan masuk dari Khanza yang terus menerus.


Baru kali ini seorang Ziko yang berkuasa dan sesuka hati. menurut perkataan seorang gadis kecil. dia tidak marah saat Ayuna mematikan ponselnya dengan berani.


Ziko mempercepat makannya, dan langsung segera Menuju kamarnya.


"Pasti mas Ziko buru-buru ingin menghubungi si nenek lampir itu, dasar egois. dia bebas berhubungan dengan perempuan lain. tapi giliran aku, jangan kan pacaran. dekat dengan teman cowok sekelas saja dia sangat marah dan kesal. bahkan ngancam ingin memindahkan aku sekolah." gerutu Ayuna. namun terdengar jelas oleh Ziko.


"Ayuna, ingat papamu menitipkan dan mempercayai aku untuk menjagamu, dan sekarang aku adalah suamimu. yang akan bertanggungjawab atas diri dan keselamatanmu."


"Iya mas, Ayuna minta maaf."


Ayuna menundukkan kepalanya, tiba-tiba hatinya sangat sedih. apalagi setelah Ziko menyebut papanya. tanpa terasa air mata Ayuna menetes.


"Ayuna, kamu kenapa. apa kamu tersinggung dengan kata-kata ku barusan."

__ADS_1


"Tidak mas, tapi aku merindukan kedua orang tuaku."


"Ayuna, mereka sudah tenang disurga. jadi kamu jangan sedih lagi ya." Ziko kembali melunak, dia berbalik dan kembali duduk disebelah Ayuna.


Ziko tiba-tiba merasa ikut sedih, dia menarik tubuh Ayuna kedalam pelukannya. mengelus pelan rambut Ayuna yang terasa sangat wangi dan masih segar tercium aroma shampoo yang dikenakannya.


"Apa ada tugas sekolah?"


"Ada mas, tapi sudah selesai Ayuna kerjakan. setelah ini Ayuna mau sholat Isa dan kembali tidur."


"Ya udah, masuk kamar lagi. mas juga masih ada pekerjaan kantor yang harus diselesaikan sekarang."


Ayuna menggangguk, dan membersihkan bekas makan mereka. setelah itu lanjut masuk kedalam kamar nya sendiri, begitu juga dengan Ziko. sampai dikamar dia membuka laptop melanjutkan rapat online dengan kantor cabang perusahaan nya yang sedang lembur malam ini. Ziko juga melupakan Khanza yang masih berusaha menghubunginya, bahkan ziko juga lupa untuk menghidupkan ponselnya kembali setelah dimatikan oleh Ayuna barusan.


***


"Kenapa Ziko mengabaikan panggilanku, bahkan dia juga mematikan ponselnya sekarang, apa semua ini gara-gara Ayuna. dasar pelakor, semenjak kehadiran nya hubunganku dengan Ziko tidak pernah membaik. bahkan semakin hari perubahan Ziko makin terlihat." Khanza mondar-mandir didepan pintu kamarnya.


"Nona Khanza, apakah anda sudah siap. sebentar lagi kita akan mengadakan sesi pemotretan." tiba-tiba asisten pribadi Khanza masuk untuk mengingatkan nya.


"Aku lagi badmood, apakah pemotretan nya bisa ditunda dulu."


"Tidak bisa Nona, kita sudah melakukan tanda tangan kontrak dengan mereka, bahkan untuk tiga bulan kedepannya."


"Oh my God, aku bahkan melupakan hal ini. jadi intinya aku tidak bisa pulang barang beberapa hari saja ketanah air."


"Tidak bisa, nona Khanza bukankah ini keinginanmu dari dulu, kenapa sekarang terlihat ragu dan tidak bersemangat lagi."


"Aku tidak ingin kehilangan Ziko."


"Tapi kita juga tidak bisa membatalkan kontrak kerja ini secara sepihak, mereka akan menuntut kita. belum lagi bayar ganti rugi nya."


Khansa akhirnya hanya bisa melongos kesal, dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain pasrah. bahkan saat pemotretan berlangsung harus kembali diulangi beberapa kali, karena dia tidak bisa tersenyum lepas seperti biasanya.


"Kali ini kamu boleh menang Ayuna, tapi tidak setelah aku kembali nantinya. aku akan merebut Ziko darimu. karena sesungguhnya dia hanya kekasihku sampai kapanpun, dia tambang emas Bagiku." Ayuna menggertak giginya kesal. dia benar-benar tidak bisa fokus pada pekerjaannya. sehingga dia harus menjadi bahan Omelan dari yang lain.

__ADS_1


"Khansa, kamu bisa kerja secara profesional ngak sih?"


__ADS_2