
Ayuna membuka pintu depan, saat melihat mobil suaminya memasuki perkarangan rumah. dia mengerutkan keningnya bingung
karena baru jam setengah sepuluh pagi, Ziko sudah kembali pulang dari kantornya.
Saat turun dari mobil, senyum Ziko mengembang melihat Ayuna yang berdiri didepan pintu menunggu nya, dengan tatapan penasaran.
"Istri yang baik, melihat suami pulang kerja langsung membukakan pintu dan menunggu nya. tapi senyumnya jangan seperti ini dong. usahain lebih manis lagi." goda Ziko yang sudah berdiri didepan Ayuna. sehingga Ayuna langsung memberikan senyum terbaiknya, membuat Ziko klepek-klepek semakin jatuh cinta karena wajah imut dan lucu ini.
"Mas, kok cepat banget pulang kerjanya. apa ada yang ketinggalan?" tanya Ayuna penasaran, karena tidak biasanya Ziko seperti ini.
"Iya, ada Sayang."
"Apa mas, biar aku bantu nyambilin nya."
"Emangnya itu..? udah ngak sakit lagi?" tunjuk Ziko memastikan, lalu memperhatikan cara berjalan Ayuna yang sudah terlihat normal.
"Udah agak mendingan, mas." menjawab santai tanpa curiga maksud pertanyaan dari suaminya.
"Oke, kalau gitu. kita bisa memulai untuk beberapa ronde lagi." Ziko refleks memangku tubuh Ayuna menuju kamar mereka.
"Mas, turunin. aku takut jatuh." teriak Ayuna melihat kebawah, karena Ziko memangku tubuhnya sampai lantai dua kamar mereka, lalu menidurkan Ayuna diranjang.
Kali ini Ziko tidak ingin terlewatkan sedikitpun, dia benar-benar sudah ketagihan dengan kenikmatan dunia, bersama istri tercinta.
"Kalau aku tahu bercinta dengan mu seindah ini, mungkin dari dulu, aku tidak akan menunda-nunda lagi untuk menikah dengan mu sayang." gumam hati Ziko.
"Mas, Tunggu."
"Apalagi sayang."
"Pelan-pelan saja."
"Mmmmhh..." jawab Ziko yang tidak mampu berkata-kata lagi. satu persatu pakaian Ayuna sudah berhasil dia singkirkan, begitu juga dengan pakaian nya sendiri yang dibuka secara tergesa-gesa.
Ziko memperdalam ciumannya, hingga perlakuan manis dan lembut ini. membuat Ayuna terhanyut perasaan, meskipun masih agak malu-malu meong, dia mulai ikut merespon pergerakan Ziko yang jauh lebih agresif dibandingkan Ayuna.
Cukup lama mereka bercinta, bahkan Ziko sengaja mematikan ponselnya. agar tidak ada yang menggangu mereka yang tengah merajut asmara cinta.
__ADS_1
Hingga ******* panjang Ayuna, terdengar merdu ditelinga Ziko, membuatnya bertambah bergairah, sampai beberapa kali mencapai puncak keindahan yang tiada tarra. sampai akhirnya mereka tertidur dengan wajah lelah namun terpancar kepuasan dari kedua pasangan ini.
Ayuna terbangun, ketika merasakan perutnya sangat lapar, perlahan dia mengusap-usap perutnya itu, sambil melirik Ziko yang masih tidur dengan pulas nya memeluk dari posisi samping.
"Sudah jam setengah tiga sore, pantasan aku lapar banget karena sudah melewati jam makan siang." gumam Ayuna yang berinisiatif membangun Ziko, mengingat suami nya yang juga belum makan.
"Mas...mas Bagun." Ayuna menguncang pelan bahu Ziko.
"Apa sayang, mas masih ngantuk." Ziko kembali memperbaiki selimutnya.
"Sudah setengah tiga sore, mas. kita belum makan siang." ucap Ayuna kembali mengguncang lengan Ziko agar benar-benar terbangun.
"Apa sudah sore?" memastikan pendengaran nya.
"Iya mas."
"Baiklah, kita mandi bareng ya. setelah itu kita langsung makan." Ziko merasa perutnya ikutan lapar, karena paginya dia dan Ayuna cuma sarapan dikit. itupun karena dipaksa oleh istri nya itu, mengingat pagi moodnya sempat memburuk, tidak seperti sekarang ibarat daya yang sudah terisi penuh.
"Ngak usah mas, aku mandi duluan." Ayuna turun dari ranjang, berjalan agak cepat sambil menahan sesuatu yang masih sedikit ngilu. tapi tidak seperti kemaren.
"Kok gitu sih, yang."
Ziko tersenyum, karena Ayuna sudah membaca niat terselubung nya. tidak dapat dipungkiri Ziko, dia akan selalu bergairah setiap melihat tubuh polos Ayuna, yang terlihat begitu menggoda dan menantang kekelakian nya.
Tidak butuh lama, bagi Ayuna yang hanya mandi kilat, setelah itu dia keluar dengan jubah mandi yang menutupi tubuh yang sudah banyak terdapat bekas tanda cinta dari Ziko.
"Mas cepat mandi, biar kita segera makan."
"Iya." balas Ziko langsung masuk kekamar mandi, sedangkan Ayuna yang sudah tidak tahan lagi, meminta pelayan Dio, untuk mengantarkan saja makanan kedalam kamarnya.
Permintaan Ayuna, membuat bi yam sempat mengulum senyum. dia sudah menduga pasangan muda ini melewati jam makan siang karena tengah dimabuk asmara.
Selain menyiapkan makanan, bi yam juga membuat kan dua gelas jamu untuk Ayuna dan Ziko. jamu kuat yang dikirimkan secara diam-diam oleh mama Ziko sendiri, dia sangat berharap mendapatkan cucu segera. setelah itu meminta Dio untuk segera mengantarkan kedalam kamar Ayuna.
"Tok...tok...non Ayuna, ini makanan nya."
"Tarok disini saja Dio, terimakasih ya."
__ADS_1
"Iya non."
Setelah menutup pintu kamar, Ayuna yang masih mengenakan jubah mandi. tidak dapat menahan lagi.
"Mas, ayo cepat mandi nya." mengetuk pintu kamar dari luar.
"Iya sayang," jawab Ziko yang tengah membilas cepat tubuh dengan guyuran shower. dia segera menyambar handuk dan melilit ketubuhnya, yang satu lagi digunakan untuk mengeringkan rambut.
Begitu keluar, dia melihat Ayuna yang sudah menikmati makan nya. karena tidak tahan menunggu Ziko lebih lama lagi.
Ziko duduk disebelah Ayuna, yang tengah asyik makan.
"Sayang, suapin ya."
"Ngak, makan sendiri Kan bisa, mas." tolak Ayuna.
Ayuna melirik wajah memelas suaminya yang kelaparan, menjadi tidak tega. sehingga dia akhirnya menyuapi Ziko.
"Wah makanan ini terasa jauh lebih enak, karena disuapi oleh orang yang disayangi." ucap Ziko, tanpa sadar mereka berdua. makan banyak, karena saling suap-menyuapi.
Selesai makan, Ayuna melihat dua cangkir jamu, dia memperhatikan gelas berisi jamu tersebut, mencium aromanya.
"Mas sepertinya ini jamu, untuk apa bi yam menyiapkan nya untuk kita?" memberikan ketangan Ziko. yang ikut mencium aroma jamu.
"Ini jamu kebugaran sayang, dan sangat banyak manfaatnya. ayo diminum."
"Aku ngak biasa minum jamu, mas."
"Coba dulu, ini rasanya enak."
Melihat Ziko menghabiskan gelas jamunya, Ayuna akirnya ikut-ikutan juga. dia meminum jamu buatan bi yam.
Satu jam berlalu, efek jamu baru terasa. capek-capek yang dirasakan pasangan ini tidak terasa lagi. tubuh terasa bugar, diikuti dengan gairah mereka berdua. sehingga keinginan untuk bercinta kembali membuat mereka berdua mengulangi.
"Mas, apa bi yam membuat kan kita jamu kuat ya?"
"Ngak mungkin, tapi aku pernah mencium aroma jamu ini." balas Ziko berusaha untuk mengingat-ingat. hingga akhirnya dia baru tahu jika ini pasti ulah mamanya.
__ADS_1
"Ini jamu yang sering diminum papa dan mama, tapi aku melihat mereka minum nya dihari-hari tertentu saja." ucap Ziko.
***