
Ayuna sudah bisa bernafas lega, setelah keluarga Reno memindahkan teman satu kelasnya itu, sekolah kedaerahan lain, yang tentunya mereka tidak akan bertemu lagi, mengingat Reno juga masuk kesebuah pesantren, yang merupakan keinginan terbesar papanya, yang ingin Reno benar-benar berubah setelah kejadian ini.
Sebelum pergi, meskipun tidak mempunyai muka lagi untuk bertemu dengan Ayuna. namun Reno memberanikan diri nya untuk meminta maaf secara langsung pada Ayuna, meskipun itu masih dalam pengawasan Ziko.
Seminggu berlalu, Ayuna maupun Ziko sudah menjalani kehidupan mereka yang normal kembali. dengan segala aktivitas mereka masing-masing. bahkan Ayuna sudah kembali ceria karena sahabatnya Rara selalu berhasil menghibur nya.
Sepulang sekolah, Ayuna lebih memilih menghabiskan waktu didalam kamar nya.
"Ayuna, kamu bisa temani mama nggak hari ini?" ucap mama mertua yang tiba-tiba menghubungi Ayuna.
"Bisa, emangnya mama mau kemana?"
"Belanja, hari ini. mama mau masak yang spesial untuk Ziko."
"Masak spesial ma?"
"Iya nak, karena hari ini Ziko ulang tahun." ucap mama antusias. Ayuna tercekat, mengingat dia sendiri tidak ingat jika suaminya sendiri ulang tahun.
"Istri macam apa aku, suami sendiri ulang tahun saja aku ngak tahu." gumam Ayuna.
"Ya udah, kamu bersiap ya nak, sebentar lagi sopir mama kesana untuk menjemput mu."
Ayuna segera bersiap, dia juga sangat senang mendengar jika hari ini Ziko ulang tahun, Ayuna ingin membelikan kado spesial untuk suaminya tersebut. namun karena semangat dan terburu-buru, Ayuna melupakan ponselnya yang tertinggal dimeja rias begitu saja.
***
Sorenya, Ziko kembali pulang dari perusahaan. dengan langkah panjang dia segera masuk kedalam apartemen mereka.
"Ayuna...."
Suasana Apatermen yang sepi, membuat Ziko seketika kembali panik. dia masih trauma dengan apa yang menimpa Ayuna kemaren.
"Ayuna, kamu dimana sayang." Ziko memeriksa setiap ruang demi ruang. bahkan dia menemukan ponsel Ayuna tergeletak dimeja rias.
Ziko mencoba membuka ponsel Ayuna, namun terkunci. rasa cemas dan kawathir membuat nya panik. tiba-tiba Ziko tersadar dari lamunan ketika mendengar dering ponselnya sendiri.
“Mama” ucapnya cemas.
"Apa yang harus aku jelaskan pada mama, jika dia tahu Ayuna menghilang lagi. tamat riwayat ku." mau tidak mau Ziko akhirnya menganggakat panggilan masuk dari Mama nya. meskipun dengan suasana hati yang sangat memburuk.
“Halo ada apa ma?”
“Cepat pulang kerumah mama nak, kami semua menunggu mu, dirumah."
“Tidak bisa ma, Ziko lagi pusing nyari Ayuna sekarang.” Ucap cemas dan berfikir jika Reno masih belum kapok berhadapan dengan dirinya.
__ADS_1
“Tapi nak, kamu harus pulang dulu, ini sangat penting.!” Mama langsung memutuskan panggilannya begitu saja. Membuat Ziko bertambah panik.
Ziko mengusap kasar wajahnya, dia benar-benar kalut.
"Sebaiknya, aku temui mama dulu. siapa tahu mereka bisa membantu menemukan Ayuna."
Ziko, langsung putar balik mobilnya pulang. kerumah orang tuanya, yang hanya menempuh dua puluh menit perjalanan dari apartemen nya.
Ziko melajukan kencang mobil nya, seakan ingin menebus ruang dan waktu agar segera sampai dirumah mama, aksi Ziko hingga membuat pengemudi lain ribut mengumpat padanya.
Ziko menghentikan mobilnya, tepat dihalaman utama rumah mewah yang ditempati ke-dua orang tuanya. Ziko segera melangkah masuk kedalam rumah yang suasananya terlihat sangat sepi dari biasanya.
"Ada apa ini, kenapa lampu dimatikan?" membuat Ziko semakin khawatir.
“Mama, papa....” teriak Ziko lantang. Namun tidak ada jawaban. Tiba-tiba lampu menyala sempurna. menyorot wajah tampan Ziko yang masih terlihat bingung.
“Happy birthday to You....” terdengar nyanyian dan tepuk tangan yang meriah. ditengah-tengah ruangan keluarga itu, sudah tersedia sebuah kue ulang tahun berukuran besar, disana ada Ayuna yang tersenyum manis kearah Ziko, juga mama dan papanya, termasuk kerabat mereka yang lain. Salah satu musuhnya dari kecil yaitu Aldo, yang tersenyum kearahnya.
Ayuna tersenyum, dengan mengenakan gaun yang sangat indah. berjalan kearah Ziko yang masih terpaku.
“Selamat ulang tahun suamiku, maaf karena telah membuatmu panik dengan kejutan ini, ini semua ide mama. maaf juga karena aku, tidak mengetahui hari jadi mu sebelumnya.” Ujar Ayuna.
Ziko merengkuh pinggang Ayuna, menarik tubuh nya kedalam pelukannya.
"Selamat ulang tahun anakku, semoga bertambah nya umurmu ini. kamu semakin dewasa dan bisa menjadi suami yang baik untuk Ayuna." ucap mama.
"Terimakasih ya, ma." Ziko memeluk dua orang wanita yang sangat disayangi nya itu.
“Lain kali jangan buat aku panik lagi ya, aku hampir lupa caranya bernafas saat tidak menemukan mu diapartemen. bahkan ponselmu tergeletak begitu saja dimeja rias.” Bisik Ziko.
"Iya mas, aku sangat bersemangat sehingga melupakan ponsel ku yang ketinggalan."
“Selamat ulang tahun anakku, kamu akhir-akhir ini selalu sibuk. sehigga melupakan hari jadimu sendiri. tapi papa bangga, karena perusahaan kita semakin maju dibawah pimpinanmu."
"Terimakasih, pa "
Ziko masih syok dengan kejutan ini, dia masih mengatur pernafasan nya yang tersa sesak, dia menatap Ayuna yang masih tersenyum manis kearahnya.
Acara pesta ulang tahun dimulai, Ziko menyuapi Ayuna, kedua orang tuanya secara bergantian, tepuk tangan pun memeriahkan kan suasana pesta.
"Mas, ini jadi spesial dariku. maaf ya aku ngak bisa nyariin barang-barang yang kamu sukai. hanya bisa memberikan ini." Ayuna menyerahkan ketangan Ziko.
"Tanpa kado ini pun, kamu sudah menjadi hadiah yang paling spesial dalam hidupku, Ayuna." ucapan Ziko barusan membuat pipi Ayuna bersemu merah.
“Ziko, ini kado dari mama, tapi bukanya pas lagi berdua sama Ayuna ya." bisik Mama sambil mengulum senyum penuh arti.
__ADS_1
Ziko memperhatikan kotak kecil itu, sambil menimbang-nimbang penasaran dengan isi kado tersebut, tidak mungkin berbentuk harta atau sejenisnya. Karena Ziko sudah memiliki semua nya.
Aldo ikut mendekati Ziko, sambil mengangkat tangannya, menyalami kakak sepupu nya.
“Selamat, ulang tahun kakak sepupuku." Tersenyum sinis.
“Aku yakin, kamu pasti punya rencana busuk dibalik ini semua.” Bisik Ziko.
“Tida kak, aku tidak seperti dulu lagi. alasanku datang kepestamu ini cuma satu. Ingin memperbaiki hubungan kita yang pernah rusak. Ketika tante Qanita bercerita tentang kesibukanmu dan melupakan hari jadi mu sendiri, aku dan Tante mengatur acara ini, dengan mengajak serta istri mu, Ayuna” Ujar Aldo.
Selama pesta berlangsung, Ziko terus mengandeng tangan istri nya. dia tahu jika Aldo sering mencuri-curi pandang kearah Ayuna, sehingga membuat nya merasa kesal.
Sedangkan Aldo juga tidak bisa mendekati Ayuna, sehingga dia hanya bisa mencuri-curi pandang. dan mencintai dalam diam.
"Kamu beruntung Ziko, mendapatkan istri yang baik dan sangat cantik. aku selalu kalah olehmu." gumam Aldo.
__ADS_1