Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan

Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan
No tidak dikenal


__ADS_3

"Mas, aku siapin sarapan dulu ya." ucap Ayuna segera beranjak meninggalkan Ziko yang masih ingin bermanja-manja dengan nya.


"Sebaiknya, aku masak nasi goreng saja. selain membuatnya praktis, mas Ziko juga sangat menyukainya."


Ayuna mulai sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk menu masakan yang dianggap nya paling sederhana. dia mulai memotong bawang, mengocok telur dan sedikit sayuran. Ziko memperhatikan Ayuna dari balik pintu kamar. dia merasa Ayuna sengaja ingin menghindar dari cumbuan nya barusan. karena gadis itu terlihat masih belum siap untuk diajak berhubungan lebih jauh lagi.


"Baiklah Ayuna, aku akan mencoba bersabar sedikit lagi. sampai kamu benar-benar siap dan ketagihan dengan permainanku, nantinya." gumam Ziko tersenyum simpul. Ayuna tidak menyadari jika suaminya tengah asyik memperhatikan nya.


Setelah selesai menyiapkan menu sarapan pagi mereka dimeja, saat hendak berbalik Ayuna menabrak tubuh Ziko yang ternyata sudah berdiri dibelakangnya.


"Brrungg..., mas Ziko ngagetin aja."


"Masakanmu wangi banget, membuatku merasa lapar dan ingin memakannya, sama sepertimu yang membuat ku selalu bergairah." goda Ziko yang ampuh membuat Ayuna tersipu malu, bahkan wajahnya langsung bersemu merah.


Ayuna makan dalam diam, bahkan dia tidak berani mengangkat wajahnya, dia sangat malu. apalagi jika teringat bagaimana nakalnya tangan Ziko bermain ditubuhnya.


"Ayuna, kamu kenapa diam?" tanya Ziko sambil menatap intens Ayuna.


"Aku ngak kenapa-napa kok mas." berusaha bersikap biasa-biasa saja.


"Tapi aku melihat mu sedang resah, apa kamu masih teringat ciumanku barusan, lalu menginginkan nya lagi." ucap Ziko santai, tapi tidak dengan Ayuna yang kesekek oleh air ludahnya sendiri.


"Uhuuck.... uhuchk...."


"Ayuna, hati-hati dong sayang, ini minum lah dulu." Ziko membantu meminumkan air putih sambil mengusap pelan punggung Ayuna.


"Sudah cukup mas, aku ngak papa kok."


"Benar nggak papa?" tanya Ziko ingin memastikan kembali.


"Ya."


"Kalau kamu belum siap, lupakan saja kejadian barusan. aku akan menunggumu sampai kamu selesai ujian." ucap Ziko yang sebenarnya sudah mengetahui jika Ayuna sudah selesai ujian Nasional, tapi melihat Ayuna yang seperti ini dia jadi ngak tega.


"Apa mas Ziko ngak keluar hari ini?"

__ADS_1


"Ngak, diluar lagi musim hujan dan musim kawin. kalau aku kedinginan gimana. sedangkan kamu sepertinya keberatan untuk berbagi kehangatan dengan suamimu sendiri." goda Ziko.


"Maafkan aku, mas. aku tidak bermaksud seperti itu."


"Aku mengerti kok Ayuna, santai saja. gimana kalau habis ini, kamu mau ngak lanjutkan untuk memijidku lagi, karena tubuhku rasanya pegal-pegal semua."


"Ba.... baiklah mas."


Perlakukan manis Ziko, semakin hari membuat Ayuna mulai nyaman. bahkan dia sudah mulai senyum sendiri jika teringat Ziko yang terkadang bersikap sangat dewasa dan memanjakan dirinya.


Bahkan sekarang mereka hampir tiap malam tidur bareng, dibantal dan selimut yang sama juga. meskipun hubungan mereka masih dalam tahap pelukan dan ciuman.


***


"No siapa ini?"


Ayuna memperhatikan sebuah panggilan masuk dari No ponsel yang tidak dia ketahui pemiliknya, sehingga dia lebih memilih mengabaikannya. karena Ziko selalu berpesan seperti itu, demi keselamatan Ayuna atau dari orang-orang yang ingin merusak hubungan mereka.


Notifikasi pesan video masuk, membuat rasa penasaran Ayuna, sehingga mau tidak mau dia akhirnya membuka pesan Vidio tersebut.


"Astagfirullah, ternyata ini Vidio mesum. tapi jika diperhatikan seksama. wajah laki-laki dalam Vidio ini sama persis dengan mas Ziko dan mbak Khanza. bahkan kejadian ini juga belum lama. dimana status mas Ziko sudah menjadi suamiku."


"Aku sudah salah berharap lebih padamu mas, ternyata kamu memang tidak bisa menahan hasrat mu untuk menungguku sebentar lagi. bahkan kamu masih berhubungan dengan Khanza dan melakukan itu dengan nya." ucap Ayuna menahan perih.


"Ayuna, kamu kenapa?"


Rara yang duduk disampingnya langsung menatap Ayuna yang semula ceria, tapi tiba-tiba berubah melow.


Ayuna segera memalingkan wajahnya, mengusap air mata. dia tidak ingin Rara mengetahui kesedihan hatinya yang hancur saat ini.


"Aku ngak papa kok Ra." kembali bersikap ceria.


"Kita pulang yuk, lagian disekolah cuma classmeeting. dan udah selesai juga." ajak Rara menarik tangannya.


"Ra, kita ngak usah pulang bareng ya hari ini." tolak Ayuna memakai helm nya.

__ADS_1


"Kenapa, apa aku ngak boleh nebeng kamu lagi?" ucap Rara.


"Bukannya begitu Ra, tapi hari ini aku ingin pergi ke suatu tempat dulu."


"Baiklah, hati-hati ya Ayuna." Rara melambaikan tangannya pada Ayuna yang sudah bersiap meninggalkan lokasi gedung sekolah.


"Kenapa Ayuna tiba-tiba berubah aneh ya?" gumam Rara.


Sorenya, setelah pulang dari kantor, Ziko tidak melihat Ayuna dikamarnya. dia memeriksa disetiap sudut ruangan juga tidak ada Ayuna.


"Ayuna, kamu kemana sayang. kenapa tidak meminta izin dan memberitahu ku jika ingin kemana-mana?" Ziko mulai cemas, bahkan dia menghubungi kedua orang tuanya, namun Ayuna tidak berkunjung ke sana.


"Pasti Ayuna kerumah Rara?"


Ziko menyambar kembali kunci mobilnya, melajukan kerumah Rara. karena cuaca yang buruk dan tidak bersahabat akhir-akhir ini membuat jalanan licin, bahkan Ziko sempat terjebak macet.


Dia memukul stir mobilnya cemas, dengan rasa bercampur aduk ketika sampai dirumah Rara dan tidak mendapati Ayuna yang tidak berada di sana.


"Apa Ayuna tidak memberitahukan jika dia ingin pergi kemana?"


"Tidak mas, Ayuna cuma bilang ingin pergi ke suatu tempat." terang Rara ikutan cemas.


"Aku takutnya dia kenapa-napa, apalagi dia mengendarai sepeda motor di musim penghujan seperti sekarang ini." ucap Ziko.


"Apa mungkin Ayuna pergi ke makam orang tuanya, atau pulang kerumah dia yang dulu. karena aku melihat wajah Ayuna yang tiba-tiba sedih gitu." terang Rara.


"Kamu benar, terimakasih ya Ra." ucap Ziko yang kembali masuk kedalam mobilnya, Menuju arah rumah orang tua Ayuna.


"Kenapa Ayuna tidak memberitahukan aku, jika dia ingin pulang dan merindukan rumah orang tuanya, aku tidak pernah melarang nya. bukanya seperti ini. bahkan dia juga mematikan ponselnya."


***


Ditempat lain, Aldo dan Khanza tengah bersulang. mereka berdua tertawa bahagia. membayangkan hubungan Ziko dan Ayuna yang sudah berhasil mereka rusak.


"Aku yakin, saat ini Ziko pasti kelabakan untuk membujuk dan mengembalikan kepercayaan Ayuna." terang Khanza.

__ADS_1


"Ayuna itu masih sangat polos, meskipun Ziko menepis jika orang dalam Vidio ini bukan dirinya. tapi tidak dengan Ayuna. aku yakin gadis itu lebih percaya dengan apa yang dia lihat dalam Vidio ini, ketimbang penjelasan Ziko yang panjang lebar, mengingat dia juga mantan seorang playboy dimata Ayuna." terang Aldo.


"Ide siapa dulu." balas Khanza senang.


__ADS_2