
Sepanjang perjalanan, Ayuna lebih banyak diam. namun rasa penasaran, membuat nya mau tidak mau kembali bersuara.
"Mas, kita mau kemana. dan ini sepertinya bukan arah jalan keapartemen?" tanya Ayuna melirik Ziko yang fokus dibelakang stir kemudi.
"Aku masih banyak kerjaan, makanya aku bawa kamu sekalian kekantor perusahaanku dulu, setelah itu kita akan pulang kerumah mama, dari tadi dia nanyain kamu terus." terang Ziko
"Iya mas, aku juga udah kangen ketemu dan ngobrol-ngobrol bareng mama. semenjak kita pindah keapartemen, aku dan mama tidak pernah bertemu lagi." balas Ayuna merasa beruntung mendapatkan mertua yang sangat menyayangi nya, layak anak kandung sendiri.
"Ingat Ayuna, didepan kedua orang tuaku nanti, pandai-pandai lah bersikap manis. seolah-olah kita ini adalah pasangan serasi dan saling mencintai." ucap Ziko, sambil membayangkan jika malam nanti dia kembali berkesempatan untuk merasakan hangatnya memeluk tubuh Ayuna yang semakin montok, apalagi bisa kembali menikmati dan mencium bibir Ayuna yang manis dan kenyal.
"Rasanya, aku tidak sabar lagi menunggu malam." ucap Ziko tanpa sadar.
"Mas, apa maksudmu dan kenapa kamu tidak sabaran lagi?"
"OOO itu, masalah tender perusahaan. aku sudah tidak sabar untuk memenangkan nya." Ziko serba salah dan mencari-cari alasan.
Ayuna terpana, menatap gudung perusahaan pencakar langit milik keluarga Ziko, yang berdiri megah ditengah-tengah pusat perkotaan.
"Ayo Ayuna, kita masuk kedalam."
"Iya...iya, mas."
Ayuna merasa sangat gugup, apalagi tatapan orang-orang yang tertuju memperhatikan dirinya. Ayuna berjalan disamping Ziko, seolah-olah paham apa yang tengah dirasakan Ayuna, Ziko membibing mesra sebelah tangan Ayuna memasuki lift khusus langsung menuju ke ruangan kerjanya yang mewah dan luas.
"Kenapa mereka menatapku seperti itu, apa karena seragam abu-abu yang masih aku kenakan, atau menurut mereka, aku kurang cantik dibandingkan Khanza yang tentunya juga sering diajak mas Ziko datang kesini." gumam Ayuna sambil menatap pantulan wajahnya di pintu kaca yang dilewatinya.
"Mas, apa ada yang aneh denganku. aku merasa semua mata tertuju ke arahku." bisik Ayuna.
"Biarkan saja, toh mereka juga tidak akan berani berkata macam-macam. karena disini aku yang berkuasa." ucap Ziko membuka pintu ruangan kerjanya.
"Wah tempat ini sangat bersih dan juga rapi." gumam Ayuna mengedarkan pandangannya.
"Kamu silahkan duduk di sofa dulu, aku mau memeriksa beberapa berkas kerjasama perusahaan." ucap Ziko duduk di kursi kebesarannya sambil menyalakan laptop.
__ADS_1
Ayuna merasa haus, karena begitu pulang sekolah dia langsung dijemput Ziko dan dibawa ke sini.
"Tenggorakan ku rasanya kering, karena biasanya pulang sekolah aku dan Rara beli minuman dikantin sambil ngobrol dan tertawa bahagia, astaga...aku melupakan Rara, dia marah ngak karena aku langsung pulang begitu saja saat dia ketoilet." gumam Ayuna.
Ayuna langsung menghubungi no hp Rara, namun sudah panggilan ke-tiga belum juga diangkat. akirnya Ayuna mengirimkan pesan singkat, yang berisikan permintaan maaf nya, dan terburu-buru pulang saat melihat Ziko datang menjemputnya.
Ditengah kesibukan nya, Ziko sesekali melirik Ayuna, dia tahu jika gadis itu pasti haus dan igin minum yang segar-segar dan makanan enak. Ziko memencet tombol yang terhubung langsung dengan sekretaris nya. meminta Dita untuk segera menyiapkan makanan ringan, minuman termasuk beberapa ice cream beraneka rasa.
Tidak begitu lama, pintu ruangan kerja Ziko diketuk dari luar, setelah dipersilakan untuk masuk, nampak seorang wanita yang terlihat elegan dengan stelan pakaian kerja, Tersenyum manis kearah Ayuna, sambil membawa nampan berisi minuman dan makanan.
"Silakan dimakan, nona." ucap Dita yang merupakan Sekretaris Ziko.
"Terimakasih mbak,"
Ayuna menatap makanan dan minuman segar itu, Rasanya sudah tidak sabaran untuk mencicipi nya. namun dia masih enggan minum duluan, sehingga dia mendekati Ziko.
"Mas, ngak minum dulu."
"Ngak, semua itu untuk kamu. nikmatilah, Oya jika merasa bosan, kamu bisa menyalakan televisi. karena sebentar lagi aku akan memimpin rapat, jadi kamu harus menungguku diruangan ini dulu, sampai aku kembali."
Setelah Ziko pergi meninggalkan ruangan kerjanya, Ayuna menyalahkan televisi berukutab besar tersebut, sambil rebahan di sofa yang terasa sangat empuk. suasana dingin karena ruangan AC membuat Ayuna merasa sangat ngantuk hingga dia beberapa kali menguap.
Semakin Ayuna menahan rasa ngantuk, semakin berat matanya untuk dibuka kembali. hingga tanpa sadar gadis itu tertidur di sofa dengan televisi yang masih menyala.
Cukup lama Ayuna tertidur, hingga dia tidak sadar jika Ziko sudah selesai rapat dan duduk di kursi kerjanya sambil memeriksa beberapa berkas ditangan nya.
"Sudah sore, aku juga mulai gerah dengan seragam sekolahku ini, mas Ziko marah ngak ya. jika aku minta dianterin pulang duluan."
Ayuna kembali menguap, sambil menutup mulutnya dengan punggung telapak tangannya. perlahan dia bangkit berjalan menghampiri Ziko.
"Mas, kita pulang nya jam berapa. sekarang sudah sangat sore dan kita juga mau kerumah mama." ucap Ayuna hati-hati takut Ziko marah dengan permintaan nya ini.
Ziko tidak menjawab, namun dia langsung menutup berkas-berkas tersebut lalu menyusun dengan rapi diatas meja kerjanya, setelah itu dia berdiri mengambil jas kerja yang tergantung pada sandaran kursi. dan segera bersiap meninggalkan ruangannya, sedangkan Ayuna hanya menatap sambil melonggo.
__ADS_1
"Ayok, kok malah bengong. katanya pengen pulang." ucap Ziko.
Ayuna segera berdiri, berusaha berjalan mengimbangi langkah Ziko yang kencang dan cepat. meninggalkan ruangannya.
"Mas jalanya pelan-pelan dong." rengek Ayuna, melihat hal itu Ziko akhirnya berusaha mengimbangi langkah Ayuna yang semakin hari semakin membuat nya gemas, tapi Ziko masih berusaha menapik perasaannya.
"Apa kita langsung pulang kerumah mama?"
"Tapi aku masih mengunakan seragam sekolah mas." Ayuna segera melirik pakaiannya yang masih melekat
"Tidak masalah, kita singgah dulu diousar perbelanjaan untuk membeli beberapa stel pakaian untuk mu, lagian besok hari Minggu. jadi kita bisa santai dirumah mama."
"Baiklah mas, aku setuju saja."
***
Mobil Ziko sudah memasuki gerbang rumah mewah yang ditempati oleh kedua orang tuanya. Ziko memarkir kan mobilnya bersebelahan dengan motor gede kesayangannya. mereka langsung turun berjalan menuju pintu masuk.
"Assalamualaikum."
Ayuna mengucapkan salam sambil mengetuk pintu, sedangkan Ziko masih memeriksa beberapa email yang masuk ke ponselnya.
"Waalaulikumsallam."
Terdengar suara mama mertua yang terlihat sangat bahagia menyambut kedatangan anak dan menantunya.
Ayuna segera menyalami dan mama mertua nya, begitu juga dengan papa yang langsung menghampiri mereka.
"Ayuna, mama sangat merindukan mu. anak nakal ini tidak macam-macam khan terhadap mu." todong mama dengan berbagai pertanyaan.
"Ya nggak lah ma, aku dan Ayuna selalu akur kok. ya kan sayang." ucap Ziko sambil merangkul Ayuna dihadapan ke-dua orang tuanya.
"Syukurlah, sayang kenapa kamu masih memakai seragam. ayo cepat mandi dan berganti pakaian. mama akan siapkan makan malam spesial untuk kalian berdua."
__ADS_1
" Iya ma, Ayuna juga udah gerah."
"Ziko, ajak dong Ayuna kekamar kamu. mulai sekarang itu kamar kalian berdua. setiap kali berkunjung kerumah mama, yang juga merupakan rumah kalian juga." ucap mama Tersenyum senang.