Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan

Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan
Rasa penasaran Aldo


__ADS_3

“Aku tidak habis dengan sikap mas Ziko, dia mengatakan tidak memiliki perasaan lebih terhadap ku. Dan membuat kesepakatan dengan poin-poin panjang. Tapi kenapa dia begitu marah saat melihatku yang hanya ngobrol dengan adik sepupunya Aldo. Bahkan disana ada juga mama dan bukan kami berdua saja.”  Ayuna duduk sambil melamun memainkan ponselnya.


“Keringkan rambut ku.”


Ziko tiba-tiba muncul dari arah belakang, menghentikan Omelan Ayuna yang tanpa suara bibirnya manyun beberapa centi kedepannya. Ziko melemparkan handuk kecil ketangan Ayuna, hampir saja ponsel yang dipegang Ayuna jatuh kelantai, kalau dia tidak sigap segera menangkap ponselnya tersebut.


“Mas Ziko hati-hati dong, ntar ponsel baruku ini jatuh kelantai dan rusak gimana.” sambil menaruh ponsel diatas meja. dan mengambil handuk kecil dan mendekati Ziko.


“Kalau rusak, besok aku ganti dengan yang lebih bagus, sepuluh buah malah.” Duduk disebelah Ayuna, dengan handuk kecil melilit dipinggang. Sehingga membuat penampilan Ziko benar-benar seksi dan gagah dengan bentuk otot-ototnya serta perut yang sispec.


Ayuna seketika terpesona, namun segera dia mengendalikan keadaan. Dan kembali bersikap biasa-biasa. Agar Ziko tidak tahu, jika dia mulai begitu mengagumi suaminya.


“Aku harus belajar membentengi diriku sendiri, dan menjaga perasaanku. Agar saatnya tiba, dimana Khanza kembali ke kehidupan mas Ziko. Aku tidak terlalu merasakan sakit di hatiku." Bathin Ayuna merasa sedih karena akan kehilangan Ziko.


Tanpa sadar, tangan Ayuna yang malah mengusap-usap wajah Ziko, dengan handuk kecil yang semula durambut, Karena keasyikan melamun.


“Ayuna, kamu ngapain sih.” Ziko menarik tangan Ayuna kedepannya, hingga hilang keseimbangan Ayuna jatuh dipangkuan Ziko.


Ayuna terpana, saat wajah jatuh di dada bidang Ziko, pandangan mereka bertemu, bahkan Ayuna dengan jelas mendengar detak jantung Ziko.


“Ayuna, kamu sengaja ya main-main dengan handuk kecil itu, atau kamu ingin memancing gairahku.” Menatap wajah Ayuna dengan jarak yang begitu dekat.


“Ma... maaf mas, aku ngak sengaja.” Ucap Ayuna gugup.


“Memangnya kamu kenapa hingga tidak fokus seperti ini. Kamu lagi mikirin si Aldo barusan?”


“Bukan mas,” elak Ayuna sambil berusaha untuk bangkit dari pangkuan Ziko.


“Lalu kamu lagi mikirin apa?”


“Aku Cuma merasa ngak enak saja kita seperti ini?”

__ADS_1


“Kita sudah sah menikah, jadi aku rasa tidak salah kamu melihat bagian terpenting dari tubuh ku. Atau kamu pengen merasakannya juga, ayo dengan senang hati aku akan menyerahkan keperjakaanku kepadamu.” Tersenyum mesum menatap Ayuna yang bertambah gugup.


"Tidak...aku benar-benar belum siap untuk hal itu, mas."


Sontak Ayuna meronta-ronta melepaskan dirinya, dan duduk disofa yang berjarak dari posisi Ziko.


“Mas sudah lupa ya pada poin-poin yang tertulis pada kesepakatan kita saat awal-awal pernikahan dulu?” Ucap Ayuna.


“Bisa jadi, karena aku sering mengalami Amnesia dadakan sekarang, apalagi jika melihatmu kembali ngobrol dengan laki-laki lain, aku akan benar-benar hilang ingatan dengan kesepakatan itu." Ucap Ziko acuh, lalu mengenakan pakaian yang telah disediakan Ayuna.


Tok.....tok.....tok....,, Terdengar pintu kamar mereka diketuk dari luar.


Ayuna berdiri ingin membuka pintu, namun dicegah oleh Ziko.


“Biar aku saja.”


Ayuna mundur dan kembali duduk, sementara Ziko berjalan menuju pintu. Ceklek.... membuka sedikit pintu, nampak seorang pelayan berdiri.


“Apa Aldo masih disini?” Tanya Ziko yang malas bertemu adik sepupunya itu.


“Masih Tuan, dia sedang menunggu bersama Nyonya dan Tuan. kedatangan Tuan muda dan Nona Ayuna dibawah, untuk ikut makan malam bersama.” Terang Tuti.


“Katakan pada mama dan papa, jika malam ini kami tidak ikut makan dibawah, karena Ayuna lagi kecapean, jadi kamu bawa makanan kesini ya.” perintah Ziko.


“Baik Tuan.”


Ziko menutup kembali pintu kamar, bahkan menguncinya dari dalam. dia tidak ingin Aldo masuk dan mengacaukan suasana hatinya lagi.


“Siapa mas?”


 “Pelayan, mereka mengingat kan makan malam sudah siap, tapi aku menyuruh mereka membawa kekamar saja. Karena malam ini, aku hanya ingin makan berdua denganmu Ayuna ku...” Ziko lebih menekankan kalimat Ayunaku.

__ADS_1


“Kenapa mas Ziko, hari ini aneh banget ya?” Gumam Ayuna.


Pintu kamar diketuk lagi, Ziko kembali membuka pintu. Pelayan masuk sambil membawa troli berisi  makanan lengkap dengan minuman serta buah-buahan segarnya.


“Silahkan Tuan.” Ucap pelayan hormat, sambil pamit meninggalkan mereka.


“Terimakasih.” Balas Ziko, yang mendapat anggukan penuh hormat dari Tuti.


“Ayuna, ayo makan” ajak Ziko.


Ayuna menurut saja, mengingat perutnya yang juga sudah sangat lapar. Mereka makan dengan lahap. sesekali Ziko membantu Ayuna mengupas kulit udang untuk istri nya itu. Selesai makan, pelayan datang kembali. Membersihkan sisa dan bekas makan mereka berdua. Ziko kembali menutup pintu.


“Ayuna aku sudah memilihkan universitas terbaik untukmu nantinya.” Ziko memperlihatkan brosur rekomendasi salah satu universitas terbaik.


Ayuna mengambil brosur itu, dan mulai membaca dan memperlihatkan foto gedung universitas yang sangat megah dan mewah. Karena tidak sembarangan orang bisa kuliah ditempat itu. Perasaan bahagia dan haru menyelimuti hatinya.


Tanpa sadar, Ayuna menghambur memeluk tubuh Ziko. Sambil menangis haru. ternyata meskipun sudah menikah, tidak menjadi penghalang untuk nya belajar dan menggapai cita-cita dan impian Nya.


“Terimakasih mas, aku sangat bahagia. Impianku untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Akirnya dapat diwujudkan, meskipun aku sudah menikah denganmu.” Bisik Ayuna disela tangisnya.


“Ini sudah termasuk tugasku selaku suami, serta janjiku untuk selalu melindungi dan menjagamu dengan baik.” Ucap Ziko sambil membalas pelukan Ayuna.


Dimeja makan, Aldo masih ngobrol-ngobrol dengan kedua orang tua Ziko. sambil sesekali menoleh keatas. Dia masih penasaran dengan sosok wanita cantik yang bernama Ayuna. Namun Aldo ragu untuk menanyakan lebih jauh lagi mengenai Ayuna.


“Kenapa mereka belum juga turun, bahkan tadi sore, Ziko terlihat begitu cemburu dan tidak suka melihat aku dekat dan ngobrol dengan Ayuna. Meskipun ada mamanya juga disana. Apa Ziko dan Ayuna memiliki hubungan khusus, bukan sebatas adik angkatnya saja.” Gumam Aldo penasaran.


“Aldo, kamu terlihat sedang resah, seperti memikirkan sesuatu?" Tanya Qanita karena melihat wajah dan tingkah keponakannya yang aneh dan resah terus.


“Iya Tante, dan ini sangat menganggu pikiran ku. tapi aku juga tidak berani menanyakan secara langsung.” Aldo mengusap wajahnya.


“Apa itu Aldo jika boleh Tante tahu, sapa tau Tante juga bisa bantu kamu untuk menyelesaikan nya.” Tawar Qanita sambil tersenyum menatap keponakannya itu.

__ADS_1


“Tante sebenarnya aku masih penasaran dengan Ayuna. dan tentang kedekatan nya dengan Ziko?” ucap Aldo ragu, tapi dia berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja.


__ADS_2