
Reno memperhatikan wajah cantik Ayuna lekat, dan terus merapat kan tubuhnya, hingga tidak ada jarak lagi diantara mereka berdua.
Reno mengambil sebuah bungkusan berbentuk pil, dan memasukanya kedalam minuman Ayuna.
"Dengan obat perangsang ini, akan membuatmu begitu lihai menari dan meliuk- liukan tubuh mu nantinya," seringai jahat dan mesum terpancar dari bibir Reno, tawanya tiba-tiba pecah saat melihat Ayuna meneguk habis minuman itu.
"Panas....panas." ceracau Ayuna. Dion segera memapah tubuh Ayuna.
"Ayo sayang, aku akan mengjakmu bersenang-senang, dan kita akan terbang melayang bersama-sama." bisik Reno.
"Apa terbang, ya....aku ingin terbang," ucap Ayuna sambil memutar kan tubuhnya dan tertawa senang.
Tidak ada penolakan dari Ayuna lagi, karena kesadarannya sudah tida ada lagi, Reno memapah tubuhnya hendak menuju kamar yang biasanya dia tempati.
Diluar klub, Ziko berjalan tergesa-gesa. nampak kekawathiran dari wajah nya.
"Ayo....kalian ikuti aku, kita harus bertindak cepat, sebelum terjadi sesuatu pada istri ku. karena ini pertama kalinya dia pergi dan memasuki tempat seperti ini, aku yakin seseorang pasti sudah menjebaknya." ucap Ziko.
Begitu sampai didalam, dia melihat Reno yang tengah memapah Ayuna.
"Ternyata bocah tengil itu yang sudah menculik istriku, lalu membawanya ketempat ini."
Dengan sigap Ziko yang diikuti orang-orang nya, dari belakang mereka langsung berlari menuju kamar dimana Reno tengah berjalan santai, memapah tubuh Ayuna.
"Hentikan," teriak Ziko tidak suka saat melihat laki-laki lain menyentuh tubuh Ayuna.
Reno terkaget dan menoleh kebelakang, dia tidak menyangka bakal ketahuan secepat ini.
"Ternyata om-om tidak tahu diri, untuk apa sih kamu selalu menghalangi hubunganku dan Ayuna." tantang Reno dengan tatapan tajam kearah Ziko.
"Aku suaminya, jadi kamu tidak berhak menyentuh istriku sembarangan." ucap Ziko yang sudah terbakar api cemburu, tanpa pikir panjang lagi dia maju handak menarik tubuh Ayuna dari dekapan Reno namun dengan gesit Reno menghalangi hingga pegangan tangannya ketubuh Ayuna, terlepas hingga membuat gadis itu terjatuh dilantai.
"Ayuna," Ziko kaget melihat Ayuna yang jatuh, segera dia ingin menarik tangan Ayuna, namun Reno langsung menghadang, membuat kemarahan Ziko tanpa kendali, menghantam lalu menghajar Reno tanpa ampun.
Tia langsung membantu Ayuna, sementara Ziko masih terlibat baku hantam dengan Reno, Tia langsung ternganga tidak menyangka sama sekali jika CEO mereka, memilki ilmu bela diri yang sangat hebat. tidak butuh waktu lama bagi Ziko melumpuhkan seorang pecundang seperti Reno.
__ADS_1
***
"Pak Ziko , tolong hentikan. dia bisa terbunuh nantinya jika anda terus menghujam anak remaja ini, dengan pukulan keras." teriak Tia cemas melihat kondisi Reno yang sudah babak belur.
Seketika Ziko tersadar, dia melepaskan dengan kasar, cengkraman tanganya pada kerah baju Reno yang terlihat sudah tidak berdaya.
Ziko segera berjalan mendekati istri kecilnya, yang terlihat sudah mabuk berat. sesekali Ayuna berusaha untuk melepaskan pakaiannya.
"Panas,....aku kepanasan....," ceracau Ayuna.
Melihat situasi dan kondisi yang seperti itu, Tia. segera mengambil inisiatif, untuk mengajak Ziko segera mengajak Ayuna, pergi meninggalkan tempat itu segera.
"Pak, kita harus segera menolong Nona Ayuna. termasuk memberi pertolongan pada anak remaja yang sudah babak belur ini."
"Baiklah, kalian urus bocah tengil ini. dan aku akan membawa istriku segera pulang."
Ziko segera mengangkat tubuh Ayuna, lalu membawanya segera pulang.
Ziko kewalahan untuk mengangkat tubuh sang istri, karena gadis itu tidak mau diam. bahkan Ayuna terus berusaha untuk mencumbui Ziko, dengan ******* bibirnya.
Ziko merebahkan tubuh Ayuna, duduk disebelahnya, tanpa membuang waktu lagi asisten pribadi nya. segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan lokasi club. suasana malam yang sudah mulai sepi membuat mereka bisa leluasa mengendarai mobilnya.
Tiba-tiba ponsel Ziko berdering, dia segera mengangkat panggilan masuk dari sang mama tersebut.
"Hallo mama,"
"Ziko, bagaimana dengan Ayuna sekarang. apa kalian sudah berhasil menemukannya?" terdengar suara mama Qanita yang Kawatir.
"Sudah, ma." jawab Ziko tenang.
"Bagaimana kondisi Ayuna, apa dia baik-baik saja?"
"Iya, ma. Ayuna cuma baru terpengaruh minuman. gara-gara teman satu sekolahnya yang iseng."
"Apa? benar-benar keterlaluan teman Ayuna itu, kita harus membuat perhitungan denganya." teriak nyonya Qanita syok dan khawatir sekali, serta takut sesuatu yang buruk sudah terjadi pada menantu kesayangannya.
__ADS_1
"Apa pria berengsek itu telah melakukan sesuatu yang buruk terhadap Ayuna?"
"Belum ma, karena kami segera datang tepat waktu.
karena aku, telah melumpuhkan dan mengalahkan pria itu."
Ujar Ziko sambil melirik Ayuna, yang terus berusaha melepaskan diri, sebagian kancing bajunya sudah terlepas oleh aksi agresif Ayuna.
"Syukurlah, mama lega mendengarnya." setelah menutup Panggilan, Ziko segera pulang. lalu menghubungi dokter keluarga. untuk segera menolong Ayuna dari pengaruh obat, sebab dia terus menceracau kepanasan dan mencumbui Ziko.
Ziko mondar-mandir tidak sabaran menunggu kedatangan Dokter pribadinya.
Ziko kembali duduk disebelah Ayuna, namun saat akan berdiri, dengan sigap Ayuna menarik tubuh Ziko, hingga jatuh menindih tubuh Ayuna yang ternyata sudah polos dibagian atasnya.
Wajah tampan Ziko jatuh tepat diantara dua buah gundukan besar dan indah, dengan gerakan cepat Ayuna memaksa memasukanya ke mulut Ziko yang berusaha untuk bangkit kembali.
"Cepat sayang, puaskan aku." rengek Ayuna.
"Aku tidak bisa. Ayuna saat ini sedang terpengaruh obat dan minuman keras, aku tidak ingin melakukan itu. yang mungkin akan membawa penyesalan panjang bagi Ayuna saat dia tersadar." Ziko mencoba kembali lepas, meskipun area dibagian bawahnya sudah meronta-ronta minta dibebaskan. ditambah lagi saat menyaksikan penampilan Ayuna sekarang.
Alea tidak menghiraukan penolakan Ziko, hal itu semakin membuatnya lebih agresif dan bergairah "
"Ayo suamiku sayang, mendekatlah."
"Bagaimana ini, aku sendiri juga sudah tidak tahan lagi menyaksikan penampilan istri cantikku yang seperti orang primitif ini, berkeliaran mengejar ku yang nyaris bugil dengan kedua gunungnya yang ikut memanggilku untuk mendekati nya." batin Ziko sambil menarik tangan dan berusaha untuk menghindar, bahkan Ziko sedikit memaksa memperbaiki kembali pakaian Ayuna. mengingat dokter sebentar lagi akan sampai.
Tidak begitu lama, dokter sampai. dia langsung diajak Ziko masuk dalam kamar Ayuna, untuk memeriksa kondisi Nya.
"Bagaimana dokter, kondisi istri saya?"
"Sebaiknya, tuan dan nona melakukan hubungan intim. toh bagaimana pun juga dia istri tuan." terang dokter.
"Apa tidak ada cara lain lagi, selain melakukan hubungan ini?"
"Ada, saya akan memberikan obat. tapi sebaiknya tuan juga bisa membantu, dengan merendam tubuh nya dalam bactub. sehingga akan membuat rasa panas dan gejolak dari pengaruh obat tersebut bisa diatasi secepatnya."
__ADS_1
"Baiklah, akan saya lakukan segera."
Setelah memberi Ayuna obat, Ziko melaksanakan apa yang diperintahkan dokter barusan.