
"Wah, apartemenmu, ternyata bagus dan mewah babget ya." ucap Rara kagum, sambil mengedarkan pandangan keseliling ruangan yang sangat rapi dan bersih.
"Ya, tapi ini bukan milikku. tapi mas Ziko."
"Ayuna, kalian berdua sudah resmi menikah. jadi milik suamimu adalah milikmu juga." balas Rara mengikuti langkah Ayuna masuk kedalam menuju sofa yang terlihat empuk dan nyaman banget, karena langsung menghadap kearah taman kota dan sejajar dengan gedung bertingkat pencakar langit.
"Mau minum apa Ra."
"Ngak usah Ayuna, kita kan baru saja selesai makan dan minum dikafe."
"Nanti kalau kamu mau sesuatu bilang saja ya, biar aku ambilin."
"Emangnya apartemen seluas ini ngak ada pelayan nya?"
"Ngak Ra, aku dan mas Ziko saling membantu saja. bahkan terkadang dia ikut memasak untuk kami berdua."
"Romantis banget ya, tapi apa kamu ngak kewalahan dalam membagi waktu untuk bersih-bersih." Rara masih tidak puas dengan Jawaban Ayuna.
"Kalo untuk bersih-bersih, sekali dua hari pelayan rumah mama mertuaku datang kesini, untuk mengerjakan semuanya."
"OOO begitu ya, kamu beruntung sekali Ayuna, aku juga berharap nantinya menemukan jodoh sama seperti dirimu." ucap Rara ikut terbawa perasaan.
Rara tiba-tiba menyalakan televisi berukuran besar yang terdapat diruangan itu sambil bersantai, dia lupa akan tujuannya semula yang ingin belajar bareng.
Ayuna yang sudah berganti pakaian, dan mengeluarkan buku-buku menggelengkan kepalanya pelan, melihat tingkah sahabatnya itu.
"Ra, katanya mau belajar bareng, kok malah asyik nonton televisi sih?"
"Lagi seru Ayuna, bentar lagi ya mulai belajarnya." ucap Rara yang masih asyik melanjutkan nonton.
Ayuna akirnya melanjutkan belajar sendiri, mengabaikan Rara yang tidak melirik buku pelajaran nya sama sekali. cukup lama dia nonton sampai akhirnya dia tersadar dan menoleh kearah Ayuna yang sudah fokus belajar sedari tadi.
"Ayuna...Ayuna," memangil-mangil Ayuna.
"Apa sih Ra?"
"Aku lapar lagi, kamu ada makanan ngak."
"Aku belum masak Ra, kalau lapar kamu masak sendiri ya. didapur banyak stok makanan. " jawab Ayuna tanpa menoleh.
__ADS_1
"Baiklah."
Rara berjalan Menuju dapur, melihat stok makanan Ayuna, pilihan nya jatuh pada mie instan. karena cara buatnya yang praktis.
"Mendingan buat mie instan saja, ini sudah tersedia semua. cuma tinggal siram dengan air panas langsung beres."
Ayuna mengambil dua buah mie instan, satu untuk nya dan satu lagi buat Ayuna. tidak butuh lama makanan buatan Rara siap dinikmati.
"Udah jangan belajar mulu, sekarang kita makan mie instan uang yang super enak dan lezat." ucap Rara sambil memberikan satu mangkuk untuk Ayuna.
Ayuna meletakkan buku yang dipegangnya, aroma mie instan membuatnya ikut tergoda. sehingga mereka langsung makan menikmati mie tersebut.
"Rara, pokoknya habis makan kita langsung belajar ya."
"Iya, kali ini aku janji bakal langsung belajar."
Selesai makan, Rara membersihkan bekas makan. setelah itu dia ikut belajar bareng Ayuna. namun itu berlangsung tidak lama. mengingat hari yang sudah sangat sore, dan Ziko juga sudah kembali dari perusahaan.
"Saat masuk keruangan, Ziko melihat dua gadis tengah asyik belajar bersama. Keduanya juga langsung menoleh saat melihat kedatangan Ziko.
"Mas Ziko, udah pulang ya."
"Ayuna, sudah sore. sebaiknya aku balik pulang dulu ya." ucap Rara mengemasi Kembali buku-bukunya.
"Baiklah, Ra. tapi nanti kamu lanjut belajar lagi ya." pesan Ayuna yang sangat peduli dengan sahabat baiknya.
"Oke."
Ayuna mengantarkan sahabatnya sampai lobby Apatermen, setelah mobil Rara menghilang dari pandangan matanya, Ayuna kembali masuk menuju unit apartemen.
Ayuna masuk kamar, lanjut mandi dan bersih-bersih.
"Ah, capek juga belajar terus." Ayuna merebahkan tubuhnya di ranjang, tanpa sadar dia tertidur.
Saat mangrib menjelang, Ziko turun. namun saat melihat suasana ruangan yang sepi, dia pun mengetuk pintu kamar Ayuna, tidak terdengar jawaban dari dalam. sehingga Ziko langsung membuka pintu, nampak Ayuna yang tertidur pulas sambil memeluk guling.
Ziko menghampiri, sebenarnya dia tidak tega membangun Ayuna yang terlihat kecapean. tapi kata orang pamali jika tidur saat magrib menjelang, lagian Ayuna akan melaksanakan sholat. sehingga mau tidak mau Ziko menguncang pelan bahunya.
"Ayuna... Ayuna... Bagun." ucap Ziko.
__ADS_1
Perlahan Ayuna membuka mata, dia masih sangat ngantuk.
"Mas Ziko."
"Ayuna bangunlah, apa kamu ngak sholat Maghrib dulu."
"Iya mas." Ayuna duduk sehingga posisi mereka saling berhadapan dengan jarak yang sangat dekat.
Melihat Ayuna yang sangat rajin Sholat, membuat Ziko mulai ingin sholat. sesuatu yang sudah lama tidak dilakukannya lagi.
"Ayuna, kehadiran mu membawa perubahan besar dalam hidup ku." gumam Ziko tersenyum kearah nya.
"Ayuna, kita sholat berjamaah ya. biar kamu aku imami."
"Benarkah mas." ucap Ayuna dengan mata berbinar-binar, semangatnya kembali bangkit.
Selesai sholat, Ziko berdoa agar menjadi laki-laki yang jauh lebih baik lagi kedepannya, dia ingin menjadi suami dan iman yang baik bagi Ayuna. dia tersentuh dengan perlakuan manis Ayuna, yang mengulurkan tangannya, menyalami dan mencium punggung tangan Ziko. setelah Sekadau sholat dan berdoa.
"Setelah ujian selesai, aku ingin segera mengurus surat nikah kita di KUA. agar pernikahan kita sudah sah dimata hukum dan agama, dan tentunya kamu sudah menjadi istri ku yang sesungguhnya, Ayuna. jadi mulai sekarang tutup mata dan hatimu terhadap laki-laki lain."
"Mas, baru kamu laki-laki pertama."
"Aku tahu dan percaya pada mu Ayuna,"
Selesai sholat bareng, Ayuna lanjut belajar. tapi konsentrasi nya sedikit terpecah. mengingat sebentar lagi Ziko Akan meresmikan pernikahan mereka. yang tentunya Mereka akan tidur sekamar.
"Apa nantinya, mas Ziko akan melakukan hubungan layaknya suami istri?" gumam Ayuna merasa sedikit takut. apalagi Ziko adalah laki-laki Dewasa yang cukup sabar menunggunya selama ini. Ayuna melamun dimeja belajar nya, bertepatan dengan Ziko yang membuka pintu kamar ingin mengajak Ayuna makan malam.
Melihat Ayuna melamun, Ziko segera menghampiri istri imutnya itu.
"Ayuna, kamu sedang mikirin apa." Ziko merengkuh bahu Ayuna dari belakang, seolah-olah ingin memeluk nya.
"Eh nggak mikirin apa-apa kok mas " berusaha menyembunyikan perasaan gugup nya yang teringat bagaimana Ziko akan memulai hubungan yang lebih jauh lagi terhadap nya nanti.
"Bicara lah Ayuna." Ziko semakin berani, bahkan sekarang dia sudah memeluk erat tubuh Ayuna dari belakang. membuat Ayuna bertambah gugup dengan detak jantung yang tidak menentu.
"Apa setelah pernikahan kita sah secara hukum, apa mas juga akan meminta hak mas, maksud ku melakukan hubungan layaknya suami istri?" Ayuna langsung menutup mulutnya dengan punggung tangannya dengan wajah memerah.
Ziko tersenyum lepas saat mendengar penuturan polos Ayuna.
__ADS_1
"Tentu aku akan melakukannya, Karna sudah cukup lama aku menunggu momen indah ini. sebagai laki-laki dewasa aku memiliki gairah, dan aku tidak ingin melakukan dengan perempuan manapun selain kamu istri ku. aku akan senang hati menyerahkan keperjakaanku untuk mu."