Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan

Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan
Pindah rumah


__ADS_3

Malam ini, Ziko dan Ayuna melewati dinginnya malam dengan tidur sambil berpelukan saja, Ayuna terlihat masih belum nyaman karena cumbuan yang dilakukan Ziko barusan. sehingga dia masih sedikit was-was, meskipun Ziko sudah beberapa kali meminta maaf dan berjanji tidak akan seperti itu lagi.


"Selamat tidur sayang, moga mimpi indah." bisik Ziko, Ayuna tersenyum menanggapi ucapan suaminya. dia mulai kembali merasa lega dan nyaman. hingga akhirnya mereka tidur dengan pulas nya. menyongsong pagi hari yang cerah.


Setelah membersihkan tubuh, dan kembali berpakaian rapi. Ziko dan Ayuna melangkah turun menuju meja makan, Ayuna tidak perlu menyiapkan sarapan lagi, karena sudah disiapkan terlebih dahulu oleh Bi yam.


"Selamat pagi tuan, non Ayuna." sapa bi yam seraya menata sarapan dimeja makan.


"Pagi juga bi." balas Ayuna duduk bersebelahan dengan Ziko.


Mereka sarapan dengan lahapnya, mengingat semalam pasangan ini melewati makan malam mereka dengan sedikit drama. sehigga pagi ini begitu melihat makanan, mereka tidak menyia-nyiakan lagi.


"Mas, aku boleh ngajuin permintaan ngak?" tanya Ayuna agak hati-hati, takut Ziko marah atau menolak keinginannya tersebut.


"Permintaan apa Ayuna?" Ziko menatap Ayuna serius, karena tidak biasa Ayuna seperti ini.


"Mas, aku ingin kita tinggal dirumah ini saja, aku merasa nyaman dan selalu merindukan suasana rumahku, bahkan aku merasa kehangatan semasa kedua orang tua ku madih ada, mereka serasa ikut menemaniku, meskipun itu tidak mungkin lagi, mas." ucap Ayuna mengatup kedua tangannya kearah Ziko.


Ziko terdiam beberapa saat mendengar permintaan Ayuna, kemudian dia menganggukkan kepalanya setuju.


"Baiklah Ayuna, aku akan selalu mendukung apapun keinginanmu, asalkan kamu bahagia dengan keputusan mu itu." terang Ziko seraya mengelus Sayang rambut bergelombang Ayuna yang selalu menarik perhatian Ziko untuk terus mengelus nya.


Siangnya, Ziko membantu Ayuna untuk berkemas-kemas kembali pakaian dan barang-barang pribadinya. mengingat Ayuna yang sudah memutuskan untuk menempati rumah peninggalan kedua orang tuanya. dibandingkan tinggal dan menetap diapartemen Ziko yang mewah yang juga terletak dipusat kota.


"Sudah siap?"


"Sudah mas."


Sebelum pergi meninggalkan apartemen, Ayuna mengedarkan pandangannya keseliking ruangan, beberapa bulan tunggal bareng Ziko berdua dalam apartemen ini, sedikit banyak sudah melukiskan banyak kenangan manis disini.

__ADS_1


"Mas, meskipun kita sudah pindah tinggal dirumah orang tuaku, aku ingin sesekali kita tetap mengunjungi dan menginap diapartemen ini." ucap Ayuna.


"Tentu, karena banyak kenangan kita disini, Ayuna." balas Ziko seolah-olah mengerti dengan apa yang sedang dipikirkan oleh istri kecilnya saat ini.


***


Ziko sudah membulatkan tekad nya untuk menyusul Khanza keluar negeri, bahkan dia semakin geram mendapati fakta jika kekasihnya itu sudah tinggal bareng dengan Aldo selama berada diluar negeri. Ziko tidak cemburu, tapi dia lakukan tidak suka kebohongan dan penghianatan. tapi disisi lain, Ziko juga bersyukur karena mendapatkan alasan yang tepat untuk memutuskan hubungan mereka.


"Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, Aldo dan Khanza benar-benar sudah keterlaluan. bahkan mereka berdua dengan sengaja ingin merusak hubungan ku dengan Ayuna, dengan mengirimkan Vidio yang sudah mereka edit dengan Wajahku. sungguh keterlaluan kalian. apa kalian pikir aku tidak tahu tujuan kalian berdua. dasar perempuan dan laki-laki murahan." gumam Ziko geram.


Ziko menyambar kunci mobilnya, dia ingin pulang untuk memberitahu Ayuna jika dia akan pergi keluar negeri beberapa hari ini, dan memerintahkan Rey dan sekretaris Tia untuk menghandle semua pekerjaan nya untuk sementara waktu.


Ayuna yang sedang asyik merawat tanaman hias kesayangan mama nya dulu, menghentikan kesibukan begitu melihat mobil Ziko memasuki perkarangan rumah nya.


"Mas tumben pulang cepat?"


Ayuna berjalan menghampiri Ziko, merek berdua lalu duduk saling berhadapan dikursi taman.


"Memangnya, mas ingin pergi kemana?"


"Keluar negeri."


"Berapa hari, mas?"


"Tidak lama, begitu urusan kekar. aku akan langsung kembali pulang segera."


"Apa mas ingin menemui Khanza?" tanya Ayuna harap-harap cemas, bahkan pikiran buruk kembali membuat dada nya sesak, meskipun Ayuna berusaha untuk bersikap biasa-biasa saja.


"Ya, tapi kamu jangan salah paham dulu. aku sengaja ingin menemuinya karena meluruskan permasalahan dan mengakhiri hubungan kami, aku ingin dia tidak menunggu dan mengharapkan aku lagi." jelas Ziko.

__ADS_1


"Apa mas sudah yakin untuk mengakhiri hubungan mas dengan mbak Khanza?" Ayuna ingin memastikan keputusan Ziko.


"Sudah."


Ziko menjawab mantap, terlihat tidak ada keraguan dari tatapan matanya. senyum mengembang dibibir Ayuna. dia bahagia mendengar keputusan Ziko yang akan memutuskan hubungan nya dengan Khanza.


"Kenapa mas?"


"Karena aku sudah menikah, dan istri ku jauh lebih cantik dan suci dari pada Khanza. bahkan aku tidak bisa mencintai wanita lain, selain kamu Ayuna." ucap Ziko sungguh-sungguh dengan ucapannya.


"Pergilah mas, aku menunggumu disini."


"Apa kamu ingin dirumah mama untuk sementara waktu ini, agar kamu tidak kesepian disini?"


"Ngak usah mas, lagian ada bi yam dan cucunya dirumah ini." jawab Ayuna, dengan bibir bergetar, dia sudah terbiasa dengan Ziko, sehingga dia merasa sangat berat untuk berpisah.


"Jangan sedih, aku tidak akan lama disana.". Ziko membelai sayang pipi Ayuna.


Ayuna yang sudah terbawa perasaan, langsung menghambur kepelukan Ziko. mereka berpelukan cukup lama, seakan berat bagi mereka masing-masing untuk berjauhan.


"Pergilah mas, jujur aku bahagia mendengar jika kamu dan Khanza tidak memiliki hubungan lagi setelah ini, karena aku juga berharap, hanya aku, wanita satu-satunya dihatimu, mas." ucap Ayuna mengeratkan pelukannya.


"Ya Ayuna, aku sudah yakin dengan perasaanku sendiri. karena sudah tidak ada Khanza lagi disini." Ziko menunjuk dadanya sendiri.


Sebelum pergi, Ziko mencium hangat kening Ayuna. bahkan dia sengaja tidak menoleh lagi kebelakang. saat melihat air mata menetes membasahi pipi Ayuna. yang masih berdiri mematung menatap mobil Ziko yang sudah menjauh, hingga sudah hilang dari pandangan nya, barulah Ayuna kembali masuk kedalam rumahnya.


Malamnya, Ayuna tidak bisa memejamkan mata. dia terus resah dan mencoba mencari posisi yang nyaman untuk memejamkan matanya, namun tidak bisa. dia sangat merindukan Ziko. tanpa sadar Ayuna mencium piyama tidur Ziko yang masih melekat aroma tubuh Ziko yang menurutnya sangat wangi. bahkan ampuh membuat Ayuna bisa tertidur pulas.


Pertengahan malam Ayuna terbangun, dia menuju kamar mandi untuk mengeluarkan sesuatu yang terasa sangat mendesak. setelah itu dia kembali melanjutkan tidurnya, dengan kembali memeluk pakaian tidur Ziko.

__ADS_1


"Mudah-mudahan mas Ziko ngak tahu, jika aku seperti ini karena sangat merindukan nya. padahal belum sehari dia pergi meninggalkan aku." gumam Ayuna.


__ADS_2