Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan

Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan
Suami mesumku


__ADS_3

Selesai sholat subuh, Ayuna merapikan peralatan sekolah nya. beruntung untuk bersih-bersih, cuci baju sudah dikerjakan oleh asisten rumah tangga mama Ziko, yang datang sekali dua hari keapartemen mereka.


Ayuna hanya perlu masak untuk makan mereka berdua, namun jika Ayuna tidak sempat. maka Ziko akan memesan makanan untuk mereka berdua diluar.


Ayuna sengaja Bagun pagi-pagi sekali, setelah mencuci muka dia pergi ke dapur.


"Aku ingin masak nasi goreng. sepertinya mas Ziko sangat menyukai nasi goreng buatanku, mengingat dia selalu menghabiskan nya tanpa sisa."


Ayuna menyiapkan semua bahan-bahan, mengiris bawang, termasuk dua butir telur ceplok. dan sayuran untuk pelengkap nasi goreng buatannya hingga terlihat cantik dan mengugah selera makan.


"Yah, akirnya siap juga masakanku."


Ayuna menyalin kedalam dua porsi, lalu meletakkan dimeja makan. termasuk segelas susu untuk dirinya, dan kopi hitam untuk Ziko.


Setelah semua selesai, Ayuna kembali ke kamarnya untuk mandi dan siap-siap berangkat kesekolah.


"Kenapa mas Ziko belum bagun ya, apa dia ketiduran?"


Ayuna segera menuju kamar Ziko dilantai dua, dia ingin membangunkanya.


"Tok...tok...mas Ziko....mas....mas Ziko."


Tidak ada jawaban dari dalam, mengingat Ziko yang masih berada di dalam kamar mandi. bersiul-siul kecil sambil membilas rambutnya. selesai mandi Ziko mengambil handuk kecil melilitkan pada bagian intinya dan satu lagi dia gunakan untuk mengeringkan rambutnya.


Diluar Ayuna masih mengedor-ngedor pintu, karena tidak ada jawaban. gadis yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya itu memberanikan diri nya untuk masuk kedalam kamar. bertepatan dengan Ziko yang juga baru keluar dari dalam kamar mandi.


"Ayuna, kamu kok disini?"


Tidak jawaban, keluar dari bibir gadis yang masih tercekat melihat kearah Ziko, Ayuna tidak mampu mengeluarkan kata-kata nya untuk saat ini.


"Aduuuuuh, mataku yang polos. Jantungku yang selama ini selalu berdetak normal, kenapa kalian sekarang sudah tidak seperti biasa lagi, mataku sadarlah, jangan terpesona pada laki-laki ini, dia sudah mempunyai kekasih. Jantung sadarlah jangan engkau terus berdebar tidak menentu seperti ini.” gumam Ayuna antara malu namun juga tergoda melihat ketampanan Ziko luar dalam. 


Sedangkan Ziko dengan santai berjalan menuju lemari, mencari-cari pakaian kerja nya. seolah-olah tidak terganggu dengan keberadaan gadis yang masih belia ini.


"Aaaagghhh... tidak"

__ADS_1


Ayuna yang masih terpesona dengan ketampanan Ziko, tiba-tiba berteriak histeris sambil menutup mata nya, antara rasa malu dan ketakutan. dia benar-benar syok melihat penampakan yang baru kali ini dia lihat seumur hidupnya.


"Ayuna, kamu kenapa."


Ziko berjalan mendekati Ayuna seperti tidak ada kejadian. bahkan dia dengan santai nya ingin menarik tangan Ayuna yang masih menutup matanya.


"Jangan dekat....jangan dekat. please mas, Ayuna belum siap dengan hal ini. aku masih kecil dan masih ingin sekolah." teriak Ayuna mundur beberapa langkah.


"Ayuna apa maksudmu."


Ziko yang belum menyadari jika handuknya terlepas, masih saja berusaha untuk mendekati Ayuna.


Pikiran Ayuna mulai melebar kemana-mana, dia yakin saat ini, pasti Ziko akan menuntut haknya sebagai suami, atau malah akan memperkosa nya pagi ini.


"Ya Tuhan, tolong selamatkan aku. bahkan benda besar panjang itu bisa saja memaksa masuk ke tubuh ku." doanya dalam hati.


Ziko berhasil mengunci pergerakan Ayuna, saat tubuh gadis yang masih menutup matanya. terbentok ke didinding kamar.


"Ayuna, buka matamu."


Bisik Ziko, gairahnya selalu naik setiap berduan dengan Ayuna dengan jarak yang begitu dekat. bahkan kecantikan dan wangi gadis ini sudah membuat nya tergila-gila. meskipun Ziko terkadang masih menapik perasaannya tersebut.


Ziko baru tersadar dengan maksud Ayuna, ketika melihat pantulan tubuhnya dicermin besar yang terdapat dalam kamar nya. bahkan Ziko sempat terlonjak kaget melihat dirinya sendiri, termasuk penampakan adik kecilnya yang sudah sangat siap untuk bertempur.


"Baiklah aku berpakaian dulu ya."


Niat iseng dan ingin mengerjai Ayuna yang masih polos membuat Ziko tersenyum-senyum sendiri.


"Ayuna, aku sudah siap berpakaian. sekarang bukalah matamu."


"Tidak mahu, mas Ziko pasti bohong." tolak Ayuna. sebenarnya dia ingin kabur keluar, tapi dia tidak mengetahui posisi pintu jalan keluar dengan posisi masih menutup mata seperti ini. sedangkan Ziko berdiri tepat dihadapannya.


"Kalau ngak percaya, sini sebelah tanganmu."


Ayuna menutup dengan sebelah matanya, saat satu tangannya ditarik. namun diluar dugaan gadis polos ini. Ziko malah mengarahkan pada area pribadinya. yang membuat Ayuna benar-benar berteriak histeris sambil berlari keluar, tidak peduli apapun lagi.

__ADS_1


"Dasar laki-laki mesum, berani nya sama anak kecil." teriak Ayuna ketika sudah berada diluar pintu kamar.


"Mesum sama istri sendiri kan ngak dosa." balas Ziko tertawa puas melihat wajah merah Ayuna.


Sampai dibawah, Ayuna langsung menyambar tas sekolahnya. dia tidak ingin berlama-lama dengan Ziko yang semakin hari semakin menunjukkan sikap nya yang sesungguhnya.


"Syukurlah, motorku sekarang sudah keluar dari bengkel. sehingga aku tidak perlu diantar jemput mas Ziko lagi jika ingin pergi dan pulang dari sekolah." Ayuna mulai melajukan motornya, dengan pesanan was-was dia takut terlambat. karena insiden yang dibuat suami mesumnya pagi ini.


Sampai disekolah, Rara sudah menunggu nya didepan gerbang. sambil tersenyum melambaikan tangannya kearah Ayuna.


"Ayuna, kenapa wajahmu terlihat tegang seperti habis lihat si kuntilini yang belum sisiran saja."


"Ya, memang begitulah yang aku alami pagi ini."


"What, serius Lo."


"Benaran Ra."


"Aku yakin, kamu bukan lihat kuntilini, tapi punya Ziko ya Khan?" goda Rara asal tebak, yang juga mempunyai pikiran ngeres apalagi kalau itu soal cowok tampan. namun ucapan Rara yang spontan, membuat Ayuna terbatuk-batuk oleh air ludah nya sendiri.


"Kenapa kamu bisa tahu, Ra?"


Kali ini justru Rara yang oleng, gadis itu hampir pingsan tidak percaya mendengar penuturan Ayuna barusan, dia tahu Ayuna selama ini sangat jujur dan polos. sebisa mungkin dia kembali menguasai keadaannya.


"Jadi itu benaran Ayuna? wah aku juga kepengen Gimana rasanya ya?"


"Astagfirullah Rara, ngak Ziko ngak kamu. sama saja." gerutu Ayuna kesal.


***


Ziko yang sudah rapi melangkah turun, tapi tidak ada Ayuna yang seperti biasa menunggunya untuk sarapan. Ziko mencari Ayuna kedalam kamarnya, kosong termasuk tas sekolah, ponselnya juga sudah tidak ada diatas meja belajar.


"Apa Ayuna sudah berangkat duluan."


Ziko mengecek cctv, nampak Ayuna yang sudah berangkat duluan. bahkan gadis itu terlihat tergesa-gesa sekali. timbul rasa bersalah dihati Ziko, bahkan dia tidak bersemangat untuk menghabiskan sarapannya.

__ADS_1


"Ayuna, maafkan aku."


Ziko mengambil kotak makan, memasukkan nasi goreng kedalam dua kotak. satu untuk dibawa kekantor dan satu lagi akan dia antarkan kesekolah Ayuna.


__ADS_2