Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan

Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan
Pantai pasir putih


__ADS_3

"Aku peringatkan pada kalian berdua, untuk kedepannya. aku tidak ingin kalian mengusik kehidupan rumahtanggaku dengan Ayuna lagi, jika tidak kalian berdua akan menerima sendiri konsekuensinya dariku." ucap Ziko penuh dengan kemarahan.


"Aku tidak takut dengan ancamanmu." Aldo tertawa meremehkan.


"Tidak masalah, tapi aku punya bukti yang kuat tentang kejahatan dan hatimu yang busuk terhadapku selama ini. bahkan aku seolah-olah tidak percaya jika memiliki seorang saudara penghianat seperti dirimu." Ziko menatap geram Aldo yang terlihat tenang dengan wajah tanpa bersalah nya.


"Ziko, aku mohon. maafkan kesalahan ku ini. aku hanya korban disini. semua ini gara-gara Aldo yang sudah menjebaku." bujuk Khanza tidak berhenti menangis.


"Tidak ada yang perlu diluruskan lagi, bahkan sebelum masuk keruangan ini. aku sudah merekam video perbuatan kotor kalian sebagai barang bukti, sekarang kamu tidak akan bisa mengelak lagi Khanza. aku tidak ingin kamu muncul dan mengaku-ngaku sebagai kekasih ku lagi, hubungan kita sudah berakhir detik ini juga." Ziko menekankan ucapannya sebelum meninggalkan apartemen Aldo.


Khanza tidak bisa mencegat langkah Ziko, gadis itu sekarang hanya bisa menangis sambil tertunduk lemah dilantai. sedangkan Aldo mengepalkan tangannya geram melihat langkah Ziko menjauh.


***


"Mas, aku dan Rara mau jalan-jalan. boleh ya?" Ayuna mengirimkan pesan singkat ke HP Ziko, dia sengaja tidak menghubungi suaminya. mengingat disana mungkin saat ini tengah malam, karena selisih waktu.


Ziko yang belum tidur, membalas pesan singkat Ayuna.


"Boleh, tapi jangan pulang malam-malam. ingat untuk selalu hati-hati, sayang."


"Iya mas, terimakasih karena udah ngizinin untuk aku jalan-jalan."


Setelah mendapatkan izin dari Ziko, Ayuna dan Rara segera melajukan mobil mereka menuju pantai pasir putih. ini semua karena permintaan Rara yang tiba-tiba ngotot ingin menikmati suasana pantai dihari Minggu yang cerah.


"Kok kepantai sih Ra, katanya mau kemall?"


"Kita udah biasa ke mall, udah bosan juga. mendingan sekali-kali kita kepantai, tukar suasana biar ngak jenuh."


"Ra, kenapa ya. aku tiba-tiba merasa ngeri gitu melihat ombak." ucap Ayuna yang enggan untuk keluar dari mobil Rara.


"Ngeri kenapa, ini sangat indah sekali Ayuna. lihat tuh sedang banyak-banyak nya pengunjung." menarik tangan Ayuna untuk segera turun.


Ayuna pasrah, meskipun bibirnya terlihat berat untuk sekedar tersenyum. dia memilih duduk disebuah kafe mewah yang sengaja disediakan untuk pengunjung.


"Kita tidak perlu pesan makanan dan minuman, karena semua sudah tersedia dan menunya enak-enak lagi."

__ADS_1


"Boleh juga."


Dua gadis cantik ini mulai sibuk menikmati menu minuman dan makanan masing-masing, kebanyakan pengunjung kafe ini terdiri dari pasangan muda, beda sekali dengan Ayuna dan Rara. sehingga menarik perhatian para pengunjung lainnya.


"Ra, kamu ngerasa diperhatiin ngak sih?" Ayuna merasa risih, sambil memaksakan senyum pada mereka yang melirik kearah mereka.


"Iya sih, tapi aku malah bangga. berarti mereka mengagumi kecantikan kita." ucap Rara dengan bangganya.


"Bukan masalah cantiknya, karena disini masih banyak yang jauh lebih cantik dari kita." bisik Ayuna.


"Terus apa?"


Mereka berdua memperhatikan penampilan mereka masing-masing, takutnya jika mereka ada kesalahan atau cara berpakaian mereka yang salah sehingga menarik perhatian lainya.


"Sepertinya, kita tidak melakukan kesalahan. dan penampilan kita ngak ada yang salah dan aneh." mereka berdua lanjut makan.


Tidak lama, seorang pembawa acara maju kedepan dan mulai memandu acara dan tema acara yang sedang berlangsung, membuat dua gadis ini merasa malu laku menghentikan makannya. saat menyadari jika mereka berdua sudah salah memasuki ruangan khusus yang sudah disewa.


Mereka memasuki sebuah pertemuan acara keluarga besar, yang sengaja diadakan ditepi pantai ini.


"Iya, terus gimana ini. kita udah ikut-ikutan makan dan minum menu hidangan mereka lagi." balas Ayuna sambil menundukkan kepalanya.


"Kita kabur yuk."


"Kamu gila Ra, lihatlah disini rame. dan kita juga duduk ditengah-tengah lagi." mereka berdua terus berbicara sambil berbisik-bisik. membuat yang mempunyai acara berjalan mendekati ke-dua gadis ini.


"Aku tahu kalian berdua salah masuk ruangan, santai saja. aku malah senang diacara keluarga besar kami ini. juga didatangi dua bidadari yang merupakan tamu tidak diundang, tapi malah membuat aku merasa bahagia dan tertolong." ucap seorang laki-laki tampan yang masih seusia mereka.


"Kami berdua minta maaf, kami tidak sengaja." balas Rara teringat dia langsung menarik tangan Ayuna begitu saja untuk masuk.


"Tidak masalah, perkenalkan aku Arya." mengulurkan tangannya kearah Ayuna dan Rara.


"Ayuna."


"Rara."

__ADS_1


"Senang sekali bisa berkenalan dengan kalian berdua." balas Arya.


"Iya, bahkan jiwa jomblo ku langsung meronta-ronta melihat ketampanan mu." ucap Rara tanpa sadar, sehingga Ayuna langsung memberi kode pada sahabatnya, agar bisa menjaga sikap.


Arya tertawa lepas saat mendengar penuturan Rara yang polos, bahkan baru kali ini dia bertemu gadis yang suka berbicara apa adanya.


"Ngomong- ngomong salah satu dari kalian berdua, ada yang bisa membantuku ngak?" ucap Arya menatap Ayuna dan Rara secara bergantian.


"Membantu bagaimana maksudmu, Arya?"


"Aku ingin salah satu dari kalian, ada yang mau menjadi pacar pura-puraku, untuk hari ini saja."


"Kenapa begitu?"


"Aku tidak mau dijodohkan, bahkan jika aku tidak bisa membawa salah satu cewek diacara ulang tahun adikku ini, maka ke-dua orang tuaku akan segera menjodohkan aku. lihatlah dusana keluarga ku mereka sedang berkumpul, dan aku dengan berani mengatakan jika kamu adalah kekasih ku." menunjuk kearah Ayuna.


Ayuna kaget, dan langsung memperlihatkan cincin kawin nya dengan Ziko, dia ingin memberitahukan status nya.


"Maaf Arya aku tidak bisa membantu mu, aku sudah menikah. bagaimana dengan Rara saja." balas Ayuna.


"Boleh Juga, Rara apa kamu bersedia membantu ku." ajak Arya, padahal tanpa dimintapun, sebenarnya Rara sudah sangat bersedia. dia langsung tertarik melihat ketampanan Arya pada pandangan pertama nya.


"Ya, aku bersedia." balas Rara mantap.


"Syukurlah, aku merasa berterimakasih sekali. kalian datang tepat waktu. seperti dewa penolong bagiku. aku akan membayar mahal pertolongan kalian ini " ucap Arya.


"Tidak.... tidak perlu, aku ikhlas membantu mu, Arya." balas Rara antusias.


"Apa kamu bersedia untuk berkenalan dengan keluarga besar ku, yang duduk diruangan paling depan itu?" tunjuk Arya.


"Aku bersedia."


"Baiklah, sekarang kita kesana dulu ya."


Arya berdiri, sambil meregangkan tangannya, seolah-olah meminta Rara untuk mengandeng tangannya, sambil berjalan kearah keluarga besar Arya. sedangkan Ayuna masih duduk memperhatikan keberanian sahabatnya Rara yang mau saja menjadi pacar pura-pura Arya, padahal mereka berdua baru saja berkenalan.

__ADS_1


"Rara....Rara..." gumam Ayuna menggelengkan kepalanya pelan.


__ADS_2