Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan

Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan
Yang jomblo pada iri


__ADS_3

Ziko ketagihan, apalagi sikap Ayuna yang sekarang sudah pasrah. tidak ada penolakan lagi darinya. dia sudah iklas menjalani perannya sebagai istri yang baik bagi Ziko. Ayuna juga iklas menerima takdirnya jika dia harus hamil diusianya yang masih sangat muda.


"Mudah-mudahan, aku bisa segera hamil." gumam Ayuna sambil memejamkan matanya, ketika Ziko kembali menyatukan tubuh mereka berdua untuk yang kesekian kalinya.


Semua terasa indah, bahkan Ayuna sekarang semakin yakin dengan perasaannya yang benar-benar sudah jatuh cinta pada suaminya, begitu juga sebaliknya dengan Ziko. sehingga tidak ada lagi keraguan di hati mereka masing-masing.


Sehabis bercinta Ayuna merasa tubuh sangat capek dan lelah, bahkan dia menolak mentah-mentah ajakan Rara yang mengajak nya untuk ikut menyaksikan konser musik band favorit mereka.


Beberapa hari ini Ziko sangat jarang masuk kerja, dia hanya ingin menikmati momen masa-masa pengantin baru mereka yang indah, untuk urusan pekerjaan terpaksa Tia dan Rey dibuat sibuk. bolak-balik mengantarkan berkas yang harus ditandatangani ataupun diperiksa secara langsung kerumah nya.


Sikap Ziko sekarang memang terkesan egois, tapi dia tidak peduli, toh Tia dan Rey malah senang dengan hal ini, mengingat bonus yang diberikan Ziko setengah dari gaji bulanan yang akan mereka terima nantinya.


"Tia, aku malah berharap bos Ziko bucin terus-terusan pada Ayuna, sehingga kita bisa kaya mendadak. dengan bonus yang dia berikan." ucap Rey tersenyum senang.


"Iya, aku setujui sekali dengan pendapat mu ini." balas Tia sambil menerawang membayangkan sejumlah uang gajinya lebih banyak dari biasanya.


Sampai dirumah sang bos, Tia dan Rey dibuat terpana. melihat penampilan Ziko yang terlihat berseri-seri dengan senyuman mengembang lepas.


"Sepertinya ada yang senang ni." goda Rey.


"Iya, bahkan rambut Ayuna dan bos Ziko masih terlihat basah, aku yakin mereka berdua pasti habis bertempur habis-habisan, sebelum kedatangan kita." balas Tia.


"Maklum saja, mereka berdua sedang ketagihan dan masih hangat-hangatnya."


"Mmmmhh.." Ziko sengaja mendehem agak keras, ketika melihat kedua orang kepercayaannya itu saling berbisik-bisik, sambil sesekali tertawa.


Tia dan Rey langsung kembali bersikap biasa-biasa saja, agar tidak memancing kemarahan dari Ziko yang biasa sering marah tanpa sebab, namun kali ini dugaan mereka salah, malah Ziko balik tersenyum kearah mereka.


"Berhubung suasana hatiku sedang membaik, kalian bebas ngobrol-ngobrol santai. termasuk menikmati makanan dan minuman dirumahku ini " balas Ziko yang meminta pelayan segera menyuguhi Tia dan Rey, yang masih terpana menatap kearah Ziko.


"Terimakasih bos, anda memang baik. semoga tetap seperti ini untuk seterusnya. jika perlu bonusnya sering-sering ya bos. berhubung cicilan ku sedang banyak." balas Rey sambil nyengir.


"Mau mu, kerja dulu yang bener."


"Ha....ha....ha..." mereka tertawa serempak, seolah-olah tanpa beban diantara mereka.

__ADS_1


Ditengah-tengah keseruan bos dan bawahan, Ayuna tiba-tiba ikut bergabung. sambil membawa nampan berisi minuman segar.


"Sayang, mana bibi? kok kamu yang bawa minuman ini?" bisik Ziko.


"Ngak papa kok mas, kebetulan bibi sedang sibuk masak buat makan siang kita. jadi aku sekalian aja ikut bantu bawa ini." balas Ayuna santai.


"Mbak Tia, dan mas Rey silahkan diminum." tawar Ayuna.


"Ter...te. terimakasih."


Tia dan Rey tiba-tiba merasa gugup dan sungkan, karena dilayani oleh nyonya besar mereka.


"Minumlah, kalian tidak perlu canggung. sekarang kalian dirumahku bukan dikantor." ucap Ziko yang bisa melihat keraguan kedua bawahannya.


***


Minggu pagi yang cerah, Ziko sengaja mengajak Ayuna untuk jalan-jalan keluar rumah. dia sengaja mengunakan motor kesayangan nya. karena menurut Ziko perjalanan akan jauh terasa lebih indah jika menaiki motor, duduk sambil dipeluk dari belakang. sehingga suasana akan terasa romantis.


"Mas, memangnya kita mau kemana?"


"Terserah, hari ini kamu bebas menentukan kemanapun kamu inginkan." balas Ziko.


"Ya."


Ziko sesekali mengelus sayang, punggung tangan Ayuna yang melingkar dipinggangnya.


"Mas gimana kalau kita pergi ke kawasan puncak gitu, disana pemandangan nya sangat indah dan udaranya juga bersih."


"Baiklah."


Ziko segara melajukan kendaraannya, menuju kawasan puncak. sepanjang perjalanan mereka berdua ngobrol sambil sesekali tertawa lepas. Ayuna merasa sangat bahagia, dia merasa seperti pacaran setelah menikah.


Ayuna berdiri sambil merentangkan kedua tangannya, menikmati hembusan angin yang berhembus dengan udara segar dan bersih khas pegunungan, melihat hal itu. Ziko memperlambat laju kendaraannya.


"Mas, aku bahagia sekali, terimakasih karena sudah mengajakku ketempat yang paling indah ini." bisik Ayuna kembali duduk sambil memeluk erat tubuh Ziko dari belakang. Ziko tersenyum sambil mengganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Ketika motor yang dikendarai Ziko sudah memasuki area puncak, yang dikelilingi hamparan luas kebun teh yang menghijau. disana juga terdapat kawah danau yang semakin membuat keindahan alam.


"Kita berhenti dulu, ya."


"Boleh mas."


Ziko membelokan motor nya menuju sebuah kafe, yang merupakan tempat berhenti para wisatawan untuk sekedar istrahat sejenak sambil menikmati makan dan minum panas khas daerah tersebut.


Mereka mencari posisi tempat duduk, yang langsung menghadap kearah danau, sehingga bisa memanjakan mata dan sambil melihat para layangan dan balon udara yang dinaiki para wisatawan.


"Mas sepertinya seru kali ya, jika kita mencoba menaiki nya." ucap Ayuna takjub sambil menunjuk kearah orang-orang yang suka menaiki olahraga ekstrim tersebut.


"Jangan sayang, aku takut ketinggian." balas Ziko.


Tidak lama menunggu, pesanan makanan mereka sudah sampai. suasana dingin dan sejuk membuat selera makan mereka meningkat. sehingga Ayuna dan Ziko sama-sama menghabiskan makanan mereka.


"Sayang, gimana kalau kita menyewa villa disini." ajak Ziko yang tiba-tiba kepikiran untuk menikmati suasana indah ini untuk beberapa malam.


"Tapi kita tidak membawa apa-apa mas, termasuk pakaian kita." balas Ayuna.


"Semuanya bisa diatur, karena aku ingin memanfaatkan suasana dingin ini. agar kita terus saling berbagi kehangatan." ucap Ziko sambil tersenyum mesum kearah Ayuna.


"Mas, kamu ketagihan terus ya."


"Tentu dong sayang, karena sudah sekian lama aku menunggu-nunggu saat seperti ini."


"Mas, dini deh." Ayuna menarik tangan Ziko, mengajak keluar area kafe.


"Kemana sayang."


"Taman ini sangat indah ya mas, aku ingin kita berdua berfoto mesra disini. agar suatu saat bisa kita kenang." ucap Ayuna.


Ziko mengeluarkan hp, dia memotret Ayuna dengan rambut panjang tergerai. sehingga terlihat sangat cantik dan anggun.


"Mas, aku maunya kita berdua foto Selfi." jawab Ayuna memajukan bibirnya, sehingga terlihat semakin menggemaskan. tanpa sadar Ziko mencium dan ******* bibir Ayuna.

__ADS_1


"Mas, jangan. kamu lupa ya jika kita sedang berada ditempat umum." Ayuna melepaskan pagutan Ziko, yang seolah-olah ingin menempel terus ditubuhnya.


"Biarin, paling yang jomblo pada iri melihat kemesraan kita." balas Ziko dengan santai nya.


__ADS_2