Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan

Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan
Villa


__ADS_3

Setelah puas, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju villa. menempati kamar yang paling luas dan mewah, bahkan Ayuna bisa melihat pemandangan lepas secara langsung dan juga orang-orang yang menunggangi kuda, untuk berkeliling dikawasan puncak atau sekedar di lokasi villa saja.


"Sayang, aku sudah tidak sabar lagi untuk berbagi kehangatan dengan mu."


"Sabar dong mas." tolak Ayuna yang masih ingin menikmati memandang suasana diluar villa.


Ziko menarik Ayuna naik keatas pangkuan nya, bahkan dia langsung melepas satu persatu kancing kemeja tersebut. tidak ada penolakan lagi, karena Ayuna juga sudah basah setiap mendapatkan sentuhan penuh gairah dari suaminya.


Melihat Ayuna yang polos, Ziko langsung melahap bukit kembar yang selalu membuat nya ketagihan, sehingga ******* lembut keluar dari bibir Ayuna. bahkan dia ikut membalas dan merangkul tubuh Ziko agar memperdalam ciumannya.


Ziko tersenyum, dia sangat menyukai sikap Ayuna yang tanpa canggung dan malu-malu lagi. mereka berdua terlena dengan permainan sendiri dan tidak menyadari jika Tia dan Rey sudah sampai di lokasi villa.


Rey dan Tia, yang mendapatkan tugas untuk mengantarkan semua kebutuhan pribadi sang bos dan istrinya, segera menuju kamar Ziko. mereka yang sudah capek selama perjalanan langsung membuka pintu kamar yang tidak terkunci erat dari dalam. mereka lupa untuk mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Aaaooohhh, mataku yang polos dan jiwa jomblo ku langsung meronta." ucap Rey tanpa sadar, mata Rey melotot seakan ingin copot, begitu juga dengan Tia yang lebih mengusap dadanya sendiri.


Ziko dan Ayuna, lansung tersadar akan kedatangan kedua asistennya yang tiba-tiba, saat mendengar suara Rey barusan. refleks Ziko berbalik untuk segera melindungi tubuh polos istrinya, lalu melempari Rey dan Tia dengan bantal sehingga membuat keduanya segera tersadar.


"Cepat keluar, dan segera tutup pintunya. awas jika kalian berani masuk lagi atau coba-coba ngintip." ancam Ziko.


"I...iya bos."


Rey segera menutup pintu, dan mengajak Tia duduk diruang tunggu.


"Kamu sih, coba tadi diam-diam. kita kan bisa nonton ngratis." balas Tia sewot.


"Iya juga ya, kenapa aku ngak kepiran hal ini sedari awal." Rey merutuki dirinya, yang ingin kembali menikmati tontonan gratis tersebut.


Didalam kamar, wajah cantik Ayuna masih bersemu merah. dia sangat malu karena insiden barusan.


"Sayang, santai saja. kenapa kamu menjadi kaku seperti ini." bujuk Ziko.


"Ini gara-gara kamu mas, ngapain ngak nutup pintu rapat-rapat dulu. ini malah langsung nyosor begitu kita sampai. sehingga kedua asisten mu bisa memergoki kita."


"Sudahlah, Kita lupakan saja, ayo dilanjutkan lagi sayang. aku yakin sekarang kamu juga pasti sudah basah baget." bisik Ziko mesum sambil mengigit pelan daun telinga Ayuna.


"Aww....sakiiit mas." mendorong pelan tubuh Ziko, namun hal ini membuat Ziko semakin bersemangat untuk mengerayangi istri nya yang hanya bisa pasrah menikmati, udara yang dingin membuat gairahnya juga meningkat. sehingga dia juga tidak ingin melewatkan kehangatan yang diberikan Suami kesayangannya ini.

__ADS_1


Capek bercinta, Ziko mengajak Ayuna mandi bareng. setelah selesai. dengan hanya menggunakan jubah mandi. Ziko berjalan keluar kamar. mengambil pakaian dan kebutuhan pribadi mereka yang sudah diantarkan oleh dua orang asisten kepercayaanya.


"Ini bos."


"Ya,"


Ziko mengambil dan membawanya ke kamar, namun sebelum menutup pintu. Ziko kembali melirik kearah Rey dan Tia.


"Kalau kalian ingin jalan-jalan keliling villa ini, silahkan. nanti aku akan menghubungi kalian saja jika butuh apa-apa." ucap Ziko.


"Baik, terimakasih bos." ucap mereka serempak, karena senang bisa ikut-ikut menikmati liburan.


"Tia, apa kamu sudah pernah menunggangi kuda?"


"Belum, Rey."


"Tidak salahnya jika kamu mencobanya Tia, karena menurutku ini sangat seru." ajak Rey.


"Baiklah, aku juga penasaran untuk segera mencobanya." balas Tia antusias.


"Ternyata menaiki kuda, tidak seseram yang aku bayangkan selama ini." ujar Tia.


"Tentu, bahkan ini merupakan seperti sebuah tantangan," balas Rey sambil mengikuti arah laju kuda Tia.


Dikamar villa, Ziko dan Ayuna sudah siap berpakaian. mereka juga keluar dari kamar. Menuju taman villa. karena Ayuna protes jika terus berada dikamar, Ziko nantinya akan terus mengajak nya untuk bercinta, sehingga Ayuna tidak bisa menikmati liburan disini.


"Mas, lihatlah ikan-ikan dibawah air mancur ini. mereka sangat lucu dan unik."


"Tentu sayang, karena ini adalah anak ikan berkualitas dan tidak sembarangan." puji Ziko tersenyum senang melihat istrinya yang bahagia.


"Mas, aku juga ingin menunggangi kuda seperti Tia dan Rey." tunjuk Ayuna, dia melihat Tia yang tertawa bahagia diiringi oleh Rey dari samping.


"Boleh, tapi aku ingin kita menunggangi nya bersama-sama."


"Baiklah."


Ziko membibing mesra tangan Ayuna, mereka memilih kuda yang berukuran paling besar dan berwarna putih bersih.

__ADS_1


"Hati-hati ya mas."


"Makanya pelukannya lebih dieratkan lagi." ucap Ziko yang melihat keraguan diwajahnya Ayuna yang baru pertama kalinya.


"Mas, ternyata begitu indah dan seru." ucap Ayuna ketika Ziko mulai menambah laju lari kuda tersebut untuk mengejar Tia dan Rey.


Besoknya, mereka kembali memutuskan untuk segera kembali pulang kerumah. karena Ziko sudah harus masuk kekantor. mengingat banyak pekerjaan nya yang ikut terbengkalai selama proses malam pertamanya yang berlarut-larut.


Perjalanan jauh membuat Ayuna tertidur, karena mereka pulang mengunakan mobil. sedangkan untuk motor kesayangannya, terpaksa harus dikendarai oleh Rey.


"Beginilah nasip bekerja sebagai seorang asisten pribadi, dimana semuanya harus siap untuk dilakoni." gumam Rey.


***


"Sayang, Bagun."


Ziko menguncang pelan bahu Ayuna, namun bukannya terbagun. Ayuna malah memperbaiki posisi tidur nya. sehingga Ziko akhirnya memilih untuk mengendong Ayuna menuju kamar.


Dia merebahkan perlahan tubuh Ayuna, menyelimuti hingga batas dada. Ziko yang merasa gerah langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah itu dia ikut berbaring tidur disebelah Ayuna.


Pagi harinya, Ayuna terbangun lebih dahulu. diliriknya Ziko yang masih pulas. dia tidak berani membangun kan.


"Sebaiknya, aku buatkan sarapan untuk mas Ziko dulu. baru setelah itu aku bangunkan."


Ayuna ingin membuat sarapan spesial, untuk suami tercinta. melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah Ayuna. membuat bi jah ikut-ikutan tersenyum bahagia.


"Akirnya beres juga." menata menu sarapan dengan bangga, mengingat sukses mengerjakan resep pertama yang baru dipelajarinya.


Ziko melangkah menuju meja makan, dengan stelan pakaian kantor yang sudah rapi. dia langsung memeluk Ayuna dari belakang.


"Pagi istriku sayang."


"Pagi juga mas."'


"Wah, kelihatannya enak. siapa yang bikin?" tanya Ziko melihat menu sarapannya yang beda dari biasanya.


"Aku yang bikin dengan hati dan penuh cinta, mas. mudah-mudahan rasanya ngak mengecewakan kamu, mas." Ziko tersenyum, dan mulai makan dengan lahapnya.

__ADS_1


__ADS_2