
"Ayuna, apa kamu udah pulang sekolah?"
"Sudah, mas."
"Kamu datang kekantor ya. mas ingin makan siang bareng kamu."
"Baiklah, Ayuna akan segera kesana."
"Oke, mas akan tunggu kedatangan mu."
Hari ini, Ziko ingin Ayuna kembali datang keperusahaan nya, rasanya semangat dan energi Ziko terletak pada istri kecilnya itu. Sehingga jika mereka berjauhan. Ziko mulai resah dan energinya seakan-akan hilang. termasuk semangat dan gairah nya untuk memulai pekerjaan.
"Kenapa aku selalu ingin berada didekat Ayuna, aku tidak berselera makan, jika tidak makan bareng dengan nya."
"Besok aku akan mendatangkan guru les bahasa asing, untuk Ayuna. tapi diadakan diperusahaan saja, mudah-mudahan Ayuna tidak menolaknya."
Tidak begitu lama, Ayuna sudah sampai diruang kerja Ziko. mereka makan bareng sambil sesekali bercanda kayaknya seorang sahabat.
"Ayuna, kamu mau ngak ikut les bahasa asing."
"Boleh mas, karena aku sangat ingin suatu saat berjalan-jalan keluar negeri dengan bahasa Inggris yang aku bisa dan mengerti."
"Baiklah, besok aku akan meminta sekretaris Tia mencarikan guru les yang tepat untuk mengajarimu."
"Memangnya dimana mas, datang ketempat les atau diapartemen?"
"Tidak keduanya, aku ingin kamu mengikuti les diruangan yang bersebelahan dengan ruangan kerjaku ini, nantinya."
"Terimakasih ya mas, kamu begitu pengertian."
“Aku tidak ingin orang-orang diluar sana, akan memandang rendah istri cantik ku ini.” itulah salah satu alasan utamaku menyuruh Ayuna mengikuti les bahasa asing ini.
“Tia, apa kamu sudah menyiapkan semua yang ku perintah kan barusan?” Ucap Ziko disela-sela kesibukannya.
“Sudah pak."
***
Besoknya, Ayuna sudah bisa mengikuti les bahasa asing. Ziko menunda pekerjaannya sementara, dan berjalan mendekati Ayuna yang tengah duduk disofa sambil memainkan ponselnya.
“Yuk sayang, hari ini akan dimulai dengan les bahasa Inggris. Agar nanti kamu sudah mahir mengucapkan bahasa itu, ketika tiba saatnya. kita berbulan madu keluar negeri.” Bisik Ziko sambil menggigit pelan daun telinga Ayuna yang membuat gadis itu terpekik kegelian akibat kejahilan suaminya.
“Apa bulan madu keluar negeri.” jawab Ayuna akirnya, Mata Ayuna terlihat berbinar-binar bahagia, mengingat dia yang belum pernah pergi keluar negeri. paling jauh perjalanan Ayuna adalah pergi ke kampung halaman papanya, itupun sebelum dia meninggal dunia.
“Ya, tapi setelah kamu berhasil menguasai dan mengucapkan bahasa Inggris dengan benar.” terang Ziko.
__ADS_1
“Ya aku akan semangat belajar mas, karena sedari kecil aku sudah penasaran banget dengan negara lain.” Ayuna antusias sekali bergelayut manja mengikuti langkah kaki sang suami menuju ruangan tempat dia belajar.
Ziko ikut menemani Ayuna yang sedang les bahasa Inggris, sesekali dia tertawa lepas melihat tingkah lucu dan gaya mengucapkan istri nya yang lain dari yang lain.
“Ya udah sayang, kamu lanjutkan lagi ya belajarnya. Aku tinggal rapat dulu.” Ucap Ziko mencium sekilas kening Ayuna, kemesraan Ziko membuat guru les yang terlihat aneh itu memasang wajah penuh misteri terutama terhadap Ayuna.
Setelah kepergian Ziko, guru les itu ternyata salah seorang suruhan Reno. Dia bekerja untuk laki-laki tersebut.
“Nona Ayuna, untuk lebih mempermudah agar bisa mengucapkan dengan lancar, Anda harus praktek langsung diluar ruangan ini.”
“Maksud mis?”
“Kita keluar dari area perusahaan ini, dan pergi menemui salah satu teman buleku, kebetulan dia orang Inggris.” Berusaha membujuk Ayuna.
“Ngak usah, kita tunggu mas Ziko dulu. Aku takut dia tidak mengizinkan nya nanti.” tolak Ayuna.
“Dia tidak akan marah, malah tuan Reno pasti mersa senang. Jika mengetahui Nona sudah bisa mengucapkan dengan pasih nanti.”
“Baiklah.” Ucap Ayuna. Mereka berdua pergi tanpa diketahui Ziko.
Guru yang menyamar itu mengajak Ayuna memasuki sebuah kafe, disana sudah ada Reno yang menunggu sambil tersenyum senang.
“Apa-paan ini.” Ayuna terlihat kebingungan. Dia mundur beberapa langkah kebelakang.
“Ayuna aku menyukai mu, dan aku tidak perlu kamu membalas perasaanku yang salah ini. Tapi aku hanya ingin kamu tahu apa yang aku rasakan. Dan tidak menjaga Jarak apalagi menghindari ku.” Ucap Reno.
Sedangkan diruang rapat, Ziko tidak konsentrasi dalam memimpin rapat besar itu, pikiran nya tertuju pada Ayuna. Tiba-tiba sekretaris Tia mendekati Ziko, nampak wajahnya terlihat cemas. Ziko, meminta izin, rapat ditunda sementara waktu. Dia dan Tia mencari posisi yang pas untuk berbicara.
“Ada apa Tia?”
“Maaf pak, ternyata kita salah. Barusan tim pengajar bahasa asing untuk mengajari Ayuna, meminta maaf karena tidak bisa datang hari ini.” Terang Tia mulai cemas.
“Terus siapa wanita yang telah mengajari Ayuna barusan?” Ziko dan Tia sama-sama kaget dan langsung berlari menuju ruangan tempat Ayuna. Namun sudah terlihat kosong. Mereka memutar kembali tayangan cctv ruangan itu. Nampak Ayuna berjalan santai dengan wanita itu pergi meninggalkan kantor.
Ziko langsung panik, perasaan takut, cemas . Membuat nya kebingungan harus berbuat apa.
“Cepat Tia, aku takut sekali terjadi sesuatu yang buruk pada istri ku.” Bentak Ziko.
“Ya Tuhan, ponsel Ayuna juga sudah tidak aktif.” Ziko berulang-ulang mencoba menghubungi Ayuna.
Sedangkan asisten pribadi Ziko, Rey. langsung menghubungi orang-orang nya, agar melacak keberadaan Ayuna. Ziko terlihat begitu panik. Dia seakan tidak mampu berfikir jernih lagi saat ini.
Ziko terus melakukan mobilnya, tiba-tiba Ziko tersadar dari lamunan ketika mendengar dering ponselnya.
“Ayuna” ucapnya cemas, berharap yang menelpon itu adalah istri nya. namun harapan Ziko sia-sia, bahkan orang-orang suruhannya belum berhasil menemukan keberadaan Ayuna.
__ADS_1
“Sial, Ayuna sayang mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa padamu. kalau tidak aku akan merasa bersalah sekali, terutama pada orang tuamu. aku sudah berjanji untuk terus menjagamu dengan baik." gumam Ziko merasa gagal.
***
"Tuan, cepat datang ke lokasi ini. kami sudah berhasil melacak keberadaan nona Ayuna."
"Baiklah, aku akan segera kesana."
Ziko langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dia tidak sabaran lagi untuk bertemu Ayuna, dia terus berpacu dengan waktu. begitu juga dengan orang-orang nya.
Sementara itu, disebuah club malam ternama dan terbesar dikota itu, Ayuna sudah tidak sadar karena terpengaruh oleh minuman keras, hasil dari perbuatan Reno.
"Menarik dan cantik sekali kamu, Ayuna, kulitmu begitu bening dan halus. ini kesempatan untukku mencicipi tubuhmu, agar Ayuna tidak bisa menolakku lagi."
Reno menarik salivanya berkali-kali, gairahnya langsung memuncak saat Ayuna, meneguk kembali minuman nya, memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus. ditambah lagi Ayuna membuka jacket kulit yang semula dia gunakan untuk menutup tubuh indahnya yang hanya mengunakan you can see di dalamnya.
Reno bangkit dari ruangan khusus yang biasanya dia tempati dengan para wanita penghibur.
__ADS_1