
"Aku selalu bereaksi, jika tidur dalam posisi sambil berpelukan bersama Ayuna." gumam Ziko ketika merasakan adik kecilnya yang sudah mulai menegang, sesekali meronta ingin dibebaskan.
Perlahan tangan Ziko menelusup masuk kedalam piyama tidur yang dikenakan Ayuna, meskipun sangat perlahan sekali, tapi Ayuna langsung menepis tangan Ziko yang mengelus-elus gundukan yang belum berkembang sempurna.
"Jangan mas." tolak Ayuna, berharap Ziko tidak tersinggung dengan penolakan nya.
"Kenapa Ayuna, aku adalah suamimu. yang berhak atas tubuhmu sayang." bisik Ziko ditelinga Ayuna, bahkan dengan berani Ziko mengigit daun telinga gadis tersebut.
" Geli mas." mengelinjang dan berusaha untuk lepas, sambil mengusap telinganya.
Ziko yang sangat bergairah, mengunci setiap pergerakan Ayuna. dia mencium lama bibir yang bergetar dan masih kaku, ketika Ziko memperdalam ciumannya yang sama sekali tidak mendapatkan balasan dari istri kecilnya itu.
"Balas ciuman ku, Ayuna."
"Aku tidak bisa mas, dan ini yang pertama bagiku."
Ziko mengulum senyum, ada rasa bangga dihatinya bisa mendapatkan Ayuna yang masih suci dan sangat polos.
"Ayuna, kamu hanya perlu mengikuti pergerakanku dan naluri mu saja, jangan tahan terus nafasmu, takutnya kamu lupa caranya untuk bernafas kembali." ucapan Ziko membuat Ayuna semakin gugup dan takut, jika itu benaran akan terjadi.
Saat Ziko ingin mengulang mencium kembali, Ayuna menahan tubuh Ziko.
"Mas, aku belum siap untuk lebih jauh lagi." berusaha mengeluarkan tangan Ziko yang masih menempel di dada nya. seiring dengan air mata Ayuna yang ikut-ikutan menetes.
"Ayuna, aku laki-laki Dewasa yang mempunyai nafsu, selama ini aku sudah cukup bersabar menunggumu. jika bukan pada istri, terus aku harus melampiaskan nya pada siapa lagi, apa kamu ingin aku melakukannya dengan perempuan seperti Khanza?"
Gairah Ziko yang memuncak, membuatnya seketika terbawa emosi. bahkan kepalanya ikut berdenyut-denyut. Ziko melepaskan tubuh Ayuna, dan tidur agak menjauh dengan menenggelamkan seluruh tubuhnya kedamaian selimut, saking kesalnya.
__ADS_1
"Sabar....sabar... Ziko, dia tidak sama dengan Khanza yang selalu pasrah saat kamu ajak bercumbu, Ayuna masih polos dan bersih. kamu harus lebih banyak bersabar untuk mendapatkan berlian seperti Ayuna." gumam Ziko dibalik selimut, sambil berusaha untuk mengendalikan emosi dan gairahnya.
Sedangkan Ayuna masih menatap Ziko, dengan rasa bersalah karena sudah membuat suaminya itu marah bahkan ngambek.
"Kenapa aku masih belum bisa menerima setiap sentuhan mas Ziko, padahal sebelumnya aku sudah mulai nyaman dengan hal itu. tapi ketika mas Ziko mencoba lebih jauh. aku selalu menolak. padahal ini sudah kewajiban ku selaku istri nya, mas Ziko tidak boleh melakukannya dengan perempuan lain, bagaimana pun, aku istrinya tidak rela jika suamiku berselingkuh, meskipun Khanza masih berstatus pacarnya."
Ayuna menggeser tubuhnya sedikit demi sedikit, hingga posisi nya sudah terbaring dekat disebelah Ziko. saling dekatnya, Ziko bisa merasakan deru nafas Ayuna.
"Mas maaf ya, Ayuna. janji nggak bakal seperti tadi lagi," bujuk Ayuna.
Ayuna berusaha untuk membujuk Ziko, bahkan dia berusaha untuk menyibak selimut dan masuk kedalam, Ziko masih tetap tidak bergeming, dia ingin melihat sejauh mana usaha Ayuna untuk membujuknya kembali.
"Mas, maafin Ayuna." kali ini gadis itu merengek, seakan ingin menagis. bahkan dia sudah berani memeluk tubuh Ziko yang masih membelakangi nya.
"Begini amat ya punya istri ABG, dikit-dikit nangis. diajak untuk ehem-ehem dan ***-*** malah takut dan nangis, giliran dicuekin malah tambah pengen nangis lagi. lihat aja ntar jika udah coba kejantanan Ziko, aku yakin kamu nakal ketagihan terus Ayuna." gumam Ziko mengulum senyum.
Ziko akhirnya tidak tega melihat Ayuna, dia menyibak selimut hingga jatuh kesembarang arah. berbalik menatap istri nya dari dekat, kedua bola mata bulat dan terlihat sangat indah, tidak ada kebohongan disana.
"Buktikan Ayuna, jika kamu sudah benar-benar siap."
"Baiklah mas, tapi bagaimana caranya?" ucap Ayuna dengan polos nya, sehingga ampuh mengembalikan kembali mood Ziko.
"Ha...ha...Ayuna, kamu lucu sekali sayang. aku ingin kamu mempraktekkan apa yang sudah aku perbuat barusan." goda Ziko.
"Apa mas?" ucap Ayuna dengan kedua bola matanya yang membulat sempurna, sehingga wajah nya terlihat semakin imut dan cantik, membuat Ziko semakin gemas dan ingin memakan istri kesayangannya.
"Pejamkan matamu!"
__ADS_1
Perintah Ziko, Ayuna mengikutinya dengan memejamkan matanya perlahan.
"Siapa yang kamu lihat, saat memejamkan mata?"
"Aku melihat dirimu, mas." jawab Ayuna jujur.
"Aku senang mendengarnya Ayuna, berarti kamu juga sudah mulai mencintaiku, sama seperti diriku yang juga sudah sangat mencintaimu, istri ku." ucap Ziko.
Saat ingin membuka matanya kembali, ciuman hangat dan lembut bibir Ziko sudah mendarat bibirnya kembali. sehingga Ayuna memejamkan matanya, dia ingin merasakan sentuhan Ziko, karena dengan mata terpejam seperti ini. bisa mengurangi rasa grogi dan takutnya bahkan dia mulai berani menggerakkan bibirnya sedikit demi sedikit.
"Aku harus bisa melewati ini semua, mas Ziko adalah suamiku, dan hanya mas Ziko dan ke-dua orang tuanya lah yang aku miliki didunia ini. setelah kepergian kedua orang tua ku. aku yakin mas Ziko tidak akan menyakitiku." gumam Ayuna saat merasakan satu persatu kancing piyama tidur nya ikut terlepas.
Ayuna berusaha mengendalikan bahasa tubuh nya, yang mulai bertolak belakang dengan hati dan pikirannya yang gugup dan ingin menolak permainan ini. namun tubuh polosnya seakan-akan ikut merespon cumbuan Ziko yang terus turun kebawah. bahkan ******* lembut yang terus Ayuna tahan akhirnya keluar.
"Aaagggh....mm mmmas."
"Mendesahlah sayang." bisik Ziko. yang membuat Ayuna benar-benar merasa sangat malu, bahkan dia ingin bersembunyi jauh kekutup Utara, agar Ziko tidak melihat mukanya yang sudah memerah seperti kepiting rebus saat ini.
Ziko semakin berani, tubuh Ayuna yang putih mulus membuat nya ingin melanjutkan cumbuan nya lebih dalam lagi, namun suara ponsel yang terus menerus berdering membuat nya mau tidak mau mengangkat panggilan masuk. yang tertera nama mama tercinta nya Qanita.
"Hallo ma."
"Ziko, apa kamu sakit nak?"
"Ngak ma, cuma kurang enak badan. ntar juga sembuh."
"Syukurlah, barusan mama melihat mu. dia sebuah acara berita kejadian banjir semalam. kamu ikut turun membantu hingga kehujanan." ucap mama khawatir, mengingat dia sangat hafal dengan kondisi kesehatan Ziko yang tidak bisa terkena hujan.
__ADS_1
"Iya ma, tapi Ziko cuma sebentar disana, setelah itu Ziko menyerahkan tugas Ziko pada orang-orang kita yang ikut membantu secara sukarela."
"Mama bangga melihatmu yang rendah hati dan suka membantu, nak."