Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan

Terpaksa Menikahi Gadis Ingusan
Kecelakaan


__ADS_3

"Apa, kamu dan om itu sudah menikah?"


Rara spontan terlonjak kaget mendengar Ayuna yang berterus terang, dia terlihat syok sehingga tanpa sadar dia berbicara dengan nada keras, membuat para pengunjung restoran Jepang mewah ini melirik kearah mereka berdua.


"Rara, please pelankan nada suaramu."


"Oke, tapi aku masih seakan tidak percaya. jika om-om ganteng itu ternyata suami mu."


"Ini permintaan terakhir papaku, aku tidak bisa menolak nya. malahan aku merasa lega karena sudah bisa mewujudkan keinginan terakhir papa dengan melihat ku menikah dengan anak sahabatnya."


"Jadi perempuan yang bernama Khanza itu, siapa?"


"Dia wanita yang dicintai mas Ziko, mereka sudah lama berpacaran, tapi kedua orang tua mas Ziko tidak merestui dan memilih aku untuk menjadi menantu mereka."


"Wah, berarti kamu udah ngerasain wekwek dong dengan om tampan itu, ayo kasih tahu aku gimana sih rasanya, pasti nikmat banget ya, ditambah lagi om nya ganteng baget lagi. bikin penasaran." ucap Rara sambil menerawang membayangkan wajah tampan Ziko kembali.


"Dasar kamu Ra, pikiran mesummu ngak pernah berubah-berubah dari dulu."


"Pokoknya, kamu harus cerita gimana rasanya?" ucap Rara antusias.


"Rara temanku yang mempunyai pikiran mesum tingkat dewa, aku dan mas Ziko belum melakukan apa-apa dan kami juga tidur dikamar yang terpisah. paham."


"Kenapa bisa begitu."


"Ya, pernikahan kami sangat mendadak, dan kami belum mencintai satu sama lain. bahkan aku malah senang, dengan begini berarti aku masih bisa menjaga kesucian ku."


"Kalau aku diposisi kamu, aku bakal pindah kekamar mas Ziko malam-malam ngerayu dia buat wekwek." ucap Rara penuh semangat.


"Parah kamu Ra, mending sekarang kita makan. setelah itu kita langsung pulang saja."


"Oke."

__ADS_1


Selesai makan, mereka langsung menuju parkiran, namun Ayuna kaget karena Ziko sudah berdiri menantinya didepan mobil sambil melipat tangannya kedada.


Ayuna berpura-pura cuek, dan berjalan menuju mobil Rara, dia masih kesal dengan Ziko dan perbuatan Khanza yang telah mempermalukan nya barusan.


"Ayuna, cepat masuk mobil." perintah Ziko. tapi Ayuna terus berlagak cuek, sehingga membuat Ziko kesal, tanpa banyak bicara lagi, dia berjalan dan langsung Mengendong tubuh mungil Ayuna dan memasukkan kedalam mobilnya.


"Mas Ziko, apa-apaan sih, cepat turunkan aku, aku malu dilihatin orang-orang." Ayuna memukul-mukul dada Ziko, namun tenaganya kalah banyak dari Ziko yang tegap dan kekar.


"Oh....so sweat." ucap Rara dengan mata membulat.


Ayuna hanya bisa pasrah, ketika Ziko mendudukkannya dalam mobil, yang melaju kencang meninggakan pusat perbelanjaan. setelah kepergian mobil Ziko yang membawa sahabatnya Ayuna, Rara kembali tersadar dan masuk kedalam mobilnya sendiri melaju pulang kerumahnya.


"Kamu kenapa diam, apa kamu cemburu pada Khanza."


"Cemburu, atas dasar apa aku harus cemburu padanya, mas."


"Ooo syukurlah, jadi kamu tahu sebatas apa hubungan pernikahan kita." ucap Ziko.


Setelah selesai makan malam, Ziko menghabiskan waktu diruang kerjanya. memeriksa laporan pekerjaan perusahaannya, sedangkan Ayuna duduk disofa di ruang tamu sambil menyaksikan siaran televisi, dan memakan cemilan kesukaannya. beberapa buku-buku pelajaran nya masih berserakan dimeja.


Tanpa sadar, Ayuna tertidur begitu saja. dengan televisi yang masih menyala. Ziko yang turun kebawah ingin mengambil minuman, menghampiri Ayuna.


"Benar-benar imut dan lucu, dengan sifat nya yang sangat polos." gumam Ziko tersenyum.


Seketika tangan terjulur menganggakat tubuh Ayuna kedalam gendongannya, Ziko membawa Ayuna kedalam kamar menidurkan nya dengan sangat perlahan, lalu menyelimuti hingga batas dada.


Hembusan nafas Ayuna dan wangi tubuhnya nya yang sangat menggoda, membuat sesuatu yang ada dalam celana Ziko seketika menegang. perlahan bibir Ziko mendekati bibir Ayuna, menciumnya dengan sangat pelan dan perlahan sekali, sangat manis dan memabukkan, Ziko merasa berciuman dengan Ayuna benar-benar berbeda rasanya dengan pacar-pacar nya sebelum ini.


Berlama-lama berduan dikamar bersama Ayuna, membuat Ziko bisa khilaf, sehingga dia berdiri berjalan keluar kamar, sambil menutup pintu secara perlahan. saat melewati sofa, nampak buku-buku Ayuna yang berantakan sehabis mengerjakan PR. Ziko membantu menyusun buku-buku tersebut lalu memasukkan nya kedalam tas sekolah Ayuna.


Setelah semua rapi, Ziko kembali menuju kamarnya sendiri. dia tidak memeriksa ponselnya. yang terdapat begitu banyak Panggilan masuk dari Khanza yang ingin bertemu dengan Ziko malam ini. Ziko yang lelah langsung tertidur pulas ikut menyusul mimpi indahnya bersama Ayuna.

__ADS_1


Dalam mimpinya, Ziko bercinta dengan Ayuna. bahkan mimpi ini terasa begitu nyata. hingga pagi harinya Ziko merasa celananya benar-benar basah. hingga membuat dia senyum-senyum sendiri teringat mimpi nya.


Setelah selesai mandi dan rapi, Ziko turun kebawah. nampak dimeja makan sudah tersedia menu sarapan pagi untuk mereka berdua.


"Ternyata Ayuna sangat cekatan dari apa yang aku pikir." ucap Ziko tersenyum.


"Mas, sarapan yuk." ajak Ayuna keluar dari kamar dengan pakaian sekolah yang sudah sangat rapi.


"Ayuna, aku hari ini ada rapat besar, maaf ya nggak bisa nganterin kamu kesekolah."


"Ngak papa mas, lagian aku sudah terbiasa pergi kesekolah dengan mengunakan motor."


Pagi ini Ayuna harus menjemput Rara kerumah nya, karena sahabatnya itu, ingin nebeng naik mator bersama nya kesekolah. sepanjang perjalanan kedua sahabat ini terlihat sangat bahagia sambil sesekali bercanda dan tertawa lepas. mereka tidak sadar jika sebuah mobil berusaha mengikuti mereka dari belakang.


"Awas kalian berdua, karena sudah berani macam-macam denganku, bahkan kalian sudah memperlakukan aku dihadapan Ziko. dengan mengatakan dan memanggilku dengan sebutan Tante. yang terdengar begitu menyakitkan aku. awas kalian bocah ingusan." ucap Khanza penuh kebencian dan dendam yang menggebu sehingga dia kalap mata, ingin mencelakai dua gadis remaja dihadapannya ini.


Ayuna yang sedang fokus mengendarai motor nya, tiba- oleng dan hilang keseimbangan, saat sesuatu yang menghantam dari arah belakang motornya.


" Aaaauuuu bruuuaggk......"


"Bbruunggk."


Ayuna dan Rara jatuh saling berhimpitan dan motornya terpental jatuh kedalam selokan, sedangkan Khanza langsung menambah laju kecepatan mobilnya, melaju cepat meninggalkan lokasi kecelakaan, sebelum orang-orang datang mengerumuni kedua gadis cantik itu.


"Tolong.... tolong..."


"Astagfirullah...ada kecelakaan tolong cepat bantu gadis-gadis ini" orang-orang mengerumuni Rara dan Ayuna yang masih meringis kesakitan.


Tiba-tiba Ayuna semakin panik, saat melihat sahabatnya Rara yang tiba-tiba pingsan, meskpun Ayuna juga merasakan sakit di bagian kepala dan kakinya, ditambah lagi rata yang menindih tubuhnya dari atas.


Orang-orang segera memberikan pertolongan, dan ada juga yang marah dan mengumpat mobil yang sudah menabrak kedua gadis itu. sebelum kesadarannya ikut hilang menyusul Rara, Ayuna masih sempat melihat wajah panik Ziko yang turun dari mobil berlari kearahnya.

__ADS_1


" Ayuna....Ayuna.... bagun."


__ADS_2