
Ayuna dan Ziko sengaja bagun kesiangan pagi ini, setelah keduanya terlihat rapi. mereka sarapan bareng berdua. Ayuna mengambilkan makanan kepiring, lalu menyerahkan pada Ziko, yang tersenyum senang, melihat Ayuna yang melayani dan mengurus dirinya dengan sangat baik.
"Terimakasih ya, cantik." ucap Ziko seraya mengelus dagu Ayuna, yang membuat gadis itu tersipu.
"Mas, besok aku sudah mulai ujian nasional."
"Baguslah, semakin cepat semakin baik. aku sudah tidak sabaran ingin menepati janjiku yang akan menjadikanmu sebagai istriku yang sesungguhnya, setelah kamu menyelesaikan ujian akhir." terang Ziko tersenyum simpul.
Selesai sarapan, mereka berdua langsung pamit kepada mama dan papa, untuk pulang menuju apartemen. sepanjang perjalanan mereka berdua lebih banyak diam, larut dengan pikiran masing-masing.
Sampai diapartemen, Ayuna sengaja mengurung dirinya dikamar. dia benar-benar mempersiapkan dirinya untuk menyambut ujian nasional yang akan dilaksanakan besok pagi.
"Aku harus bisa lulus dengan nilai-nilai terbaik, aku ingin membuat bangga almarhum kedua orang tuaku, mertuaku dan juga mas Ziko." gumam Ayuna menyemangati dirinya sendiri.
Ziko yang mengerti jika Ayuna ingin fokus belajar, dia juga sengaja tidak menghampiri Ayuna, bahkan untuk urusan makanan, Ziko sudah memesan online, sehingga Ayuna tidak perlu masak lagi untuk mereka berdua.
Saat hendak masak untuk makan malam, Ayuna sudah melihat banyaknya makanan yang tersusun rapi dimeja makan. sepertinya baru datang dan masih terlihat panas.
"Kamu tidak perlu masak selama ujian berlangsung, cukup duduk manis saja dan belajar." ucap Ziko yang muncul tiba-tiba dibelakang Ayuna.
"Terimakasih ya, mas. kamu sangat pengertian."
"Tentu Ayuna, karena kamu adalah istri ku."
Ziko duduk disebelah Ayuna, yang sudah memindahkan makanan kepiring Ziko. mereka makan dalam diam. selesai makan Ziko ikut membantu Ayuna merapikan kembali peralatan makan mereka.
"Mas, aku kekamar dulu ya."
"Iya, tapi jika sudah capek belajarnya. jangan dipaksakan."
"Iya mas, Ayuna mau sholat Isa dulu. setelah itu baru istrahat, agar besok mampu menjawab soal-soal dengan baik."
"Amin, mas selalu berdoa yang terbaik untuk mu, Ayuna."
***
Pagi hari yang cerah, Ayuna bagun beres-beres kamar, setelah ini dia ingin menyiapkan sarapan untuk Ziko. namun saat menuju dapur Ziko sudah terlebih dahulu berada disana, nampak dia tengah sibuk mengaduk-aduk nasi goreng yang tercium sangat wangi, membuat perut Ayuna berbunyi nyaring.
Merasa ada yang memperhatikan, Ziko segera menoleh kebelakang. nampak Ayuna berdiri terpaku menatap nya.
__ADS_1
"Ayuna, kenapa melamun. masih ngantuk ya?"
"Ngak mas, tapi ini tugasku selaku istrimu. tapi malah kamu yang melakukan nya semua." ucapan Ayuna membuat Ziko tersenyum.
"Kita itu suami istri, harus saling melengkapi satu sama lain, jadi tidak ada yang namanya tugasku dan tugasmu. " terang Ziko sambil menyalin dua porsi nasi goreng kepiring.
"Cepat mandi dan beres-beres, aku tunggu kamu untuk sarapan."
"Baiklah, mas." Ayuna langsung kembali kekamar nya. mandi dan bersiap-siap untuk segera pergi kesekolah.
Setelah terlihat rapi, Ayuna segera keluar. dimeja makan, Ziko masih menunggunya sambil membolak-balik halaman sebuah berkas.
"Mas Ziko, ngak kekantor hari ini?" tanya Ayuna, saat melihat suaminya masih berpakaian santai.
"Berangkatnya agak siangan, ayok sarapan. biar hari ini mas terlebih dahulu akan mengantarkan kamu langsung kesekolah."
"Iya, mas."
Mereka berdua mulai sarapan, Ayuna menghabiskan nasi goreng buatan Ziko dengan lahap. selain enak Ayuna juga merasa lapar pagi ini.
Selama perjalanan, Ayuna sesekali membolak-balik halaman buku, mencoba mengulang kembali pelajaran nya. sedangkan Ziko sedikit ngebut. agar Ayuna tidak terlambat mengikuti ujian. sesekali tersungging senyuman, Ziko merasa bahagia mendapatkan istri seimut Ayuna.
"Baiklah, selamat ujian ya."
"Iya mas."
Sebelum turun dari mobilnya, Ayuna Salim dengan mencium punggung tangan Ziko. lalu turun sambil melambaikan tangannya saat mobil Ziko berbalik meninggalkan lokasi sekolah.
Rara yang sudah menunggu kedatangan Ayuna, segera menghampiri, untuk melangkah bareng menuju ruangan ujian mereka.
"Ayuna, ntar bagi contekan ya?"
"Ah takut ketahuan sama guru, Emangnya semalam kamu ngak belajar."
"Belajar sih, tapi ngak nyangkut di otak. akirnya aku memilih untuk lanjut tidur aja dari pada dipaksain, hasilnya nol." terang Rara mengandeng tangan Ayuna memasuki kelas.
Sampai dikelas, Rara malah syok saat melihat tempat duduk nya dengan Ayuna berjauhan, tidak memungkinkan untuk Ayuna memberikan nya contekan.
"Mati aku Ayuna, aku pasrah deh bagaimana nasib nilai ujian ku nantinya, yang penting aku lulus. udah cukup. ngak berharap nilai lebih lagi."
__ADS_1
Rara duduk di kursi nya, begitupun Ayuna. mereka membolak-balik halaman buku, sambil menunggu ujian dimulai.
Tidak begitu lama menunggu, guru datang sambil membawa kertas soal-soal ujian yang berlabel rahasia negara.
"Anak-anak, pindahkan semua buku-buku, tas, bahkan tidak ada yang memegang ponsel baik disaku celana nya, mengerti."
"Mengerti Bu..."
Guru mulai membagikan soal materi ujian, wajah-wajah para murid SMA itu beragam, ada yang terlihat santai, ada yang panik, salah satu contoh nya Rara. yang akhir-akhir ini mulai malas belajar.
"Bismillahirrahmanirrahim," doa Ayuna saat akan memulai menjawab satu persatu soal ujian. yang menurutnya sesuai dengan materi yang dipelajarinya semalam.
Tanpa terasa, Ayuna berhasil melewati ujiannya hari ini. mereka pergi meninggalkan kelas dengan wajah lega.
"Ra, aku bareng kamu pulang ya."
"Oke, gimana sebelum pulang kita makan-makanan duku dikafe dekat sekolah. aku lapar sehabis menjawab soal-soal yang membuat aku pusing tujuh keliling itu."
Ayuna nampak berfikir sejenak, setelah itu dia menggangguk setuju.
"Tapi kita ngak lama-lama khan, karena setelah ini aku mau belajar." balas Ayuna.
"Iya janji nggak bakalan lama." balas Rara berjalan bareng Ayuna menuju mobilnya terparkir.
Setelah sampai dikafe, mereka langsung memesan makanan dan minuman segar. sambil sesekali tertawa lepas menikmati makanan.
"Bagaimana saat ujian tadi, apa kamu mampu menjawab soal-soal itu, Ra."
"Sebagian bisa sih, tapi banyak juga yang tidak aku tahu. ya udah aku asal tebak aja lagi, dari pada kosong. sapa tahu aja jawaban ku yang asal tebak itu benar." ucap Rara santai.
"Gimana jika hari ini, kamu belajar bareng di apartemen ku saja." ajak Ayuna.
"Apa suamimu ngak marah, karena sudah mengajak aku kesana."
"Aku yakin mas Ziko ngak marah, dia itu orangnya dewasa dan baik banget."
"Tumben banget kamu mulai muji-muji laki mu, itu sekarang." ucap Rara sambil tertawa.
"Iya, karena mas Ziko sudah sangat jauh berubah dibandingkan awal-awal pernikahan kami dulu, bahkan hubungan kami sangat membaik, layaknya seorang sahabat."
__ADS_1
"So sweat banget ya." goda Rara.