
Reno melangkah angkuh, memasuki gedung sekolah yang menurut nya tidak ada menariknya sama sekali, Reno tidak habis pikir kenapa kedua orang tuanya ngotot untuk memintanya untuk pindah sekolah dan berpisah dari teman-temannya selama ini.
"Aaagggh, moodku benar-benar buruk. padahal aku baru saja melangkahkan kakiku memasuki area gedung sekolah ini." Reno terus perang bathin sambil mengayunkan langkah kakinya pelan, mengabaikan tatapan para gadis-gadis sekolah ini yang terpesona oleh ketampanan dirinya, yang merupakan blasteran Indonesia-Australia.
"Ternyata pesonaku tidak pernah berubah, meskipun aku sudah ditempat dan sekolah yang berbeda-beda. yah, tidak ada satupun yang mampu menolak cinta ku, bahkan mereka yang menawarkan diri mereka sendiri untuk menjadi pacar yang kesekian kali bagiku."
Hal inilah yang membuat Reno besar kepala, bahkan dia mulai bertindak sesuka hati, dan bergonta-ganti pasangan. meskipun masih tahap batas pacaran yang sehat, namun kedua orang tuanya tidak menyukai pergaulan Reno yang menurut mereka salah, sehingga mereka memindahkan Reno ketempat dan sekolah yang menurut mereka jauh lebih baik.
"Burrrgh..."
Reno terdorong beberapa langkah kedepan, saat tubuhnya ditabrak dari belakang, dengan kesal Reno segera menoleh.
"Maaf...,aku benar-benar tidak sengaja. kamu nggak papa khan?" ucap seorang gadis yang sangat cantik dan terlihat sederhana. menatap Reno dengan rasa bersalah nya.
"Ngak papa kok." jawab Reno tergagap, dimana hal ini belum pernah dirasakan Reno, gagap pada seorang wanita. refleks Reno mengulurkan tangannya.
"Perkenalkan aku Reno."
"Ayuna."
"Namamu sangat unik dan cantik, persis orangnya." pujian pertama untuk seorang wanita, meluncur dari bibir Reno.
"Maaf, aku harus segera ke kelasku."
Ayuna segera pergi, dia tidak ingin terlambat pagi ini. mengingat sudah banyak ketinggalan mata pelajaran, selama kakinya cidera. begitu juga dengan Rara sahabatnya.
"Ayuna, mudah-mudahan kita satu kelas ya."
Teriak Reno, namun tidak mendapatkan balasan dari Ayuna yang sudah menghilang. Reno ingin sekali mengejar langkah gadis itu, namun mengingat dia harus keruang kepala sekolah terlebih dahulu, terpaksa keinginan nya ditunda.
"Aku tidak menyangka, disekolah baru ini ternyata ada bidadari yang sangat cantik. aku benar-benar Beruntung dan tidak jadi menyesal dipindahkan kesini." ucap Reno begitu yakin bakal mampu meluluhkan Ayuna dengan mudah.
Didepan kelas nampak Rara yang sudah menunggu kedatangan Ayuna. sambil tersenyum ceria.
"So sweat banget." sindir Rara sambil senyum-senyum melirik Ayuna.
"So sweat apaan sih?"
__ADS_1
"Itu tuh, tabrakan dengan seorang pangeran tampan. bahkan udah kenalan lagi. aku memperhatikan terus lho dari sini." ucap Rara.
"Ingat Rara, aku sudah menikah. walau bagaimanapun status pernikahan kami. namun aku harus menjaga diriku, apalagi kedua orang tua mas Ziko sangat baik dan sangat menyayangi diriku, tidak mungkin aku akan mengecewakan mereka."
Tidak begitu lama ngobrol dengan Rara, guru sudah terlihat semakin mendekat diikuti Reno dibelakang nya.
"Ayuna, mudah-mudahan dia satu kelas ya dengan kita." ucap Rara antusias sambil melirik Reno yang berjalan mendekati kelas mereka.
"Udahlah, yuk masuk "
Ayuna menarik tangan Rara, untuk segera masuk kedalam kelas. dan duduk manis sambil menunggu guru.
"Selamat pagi anak-anak."
"Pagi Bu."
"Hari ini, sekolah kita kedatangan siswa baru, yang kebetulan akan bergabung dikelas ini, Reno perkenalkan dirimu pada teman-teman barumu."
Reno maju didepan kelas, sebelum memulai berbicara, Reno melirik Ayuna sekilas sambil tersenyum manis. namun Ayuna malah membuang muka pura-pura sibuk dengan buku yang dihadapannya. ketimbang membalas senyuman Reno, sementara Rara sudah kegeeran tingkat dewa. dia mulai salah tingkah dengan tatapan Reno, yang dia pikir tertuju padanya.
Pelajaran berjalan dengan lancar, hingga tanpa terasa bel pulang sekolah sudah berbunyi, membuat mereka tersenyum senang dan keluar dari ruang kelas yang kadang-kadang terasa begitu membosankan bagi sebagian siswanya.
"Ayuna, tunggu."
Reno berusaha mempercepat langkahnya, begitu melihat Ayuna sudah terlebih dahulu keluar dari kelas menuju gerbang utama.
"Pulang bareng yuk, kebetulan aku bawa mobil sendiri." ajak Reno berharap.
"Maaf Reno, tapi aku tidak bisa. hari ini aku sudah dijemput." ucap Ayuna sambil menunjuk mobil Ziko yang sudah terparkir.
Reno menatap mobil mewah dihadapannya, dia mengerutkan keningnya, penasaran dengan siapa laki-laki yang menjemput Ayuna, namun tidak bisa melihat dengan jelas. karena selain kaca yang hitam. Ziko sengaja tidak keluar dari mobil. tapi kedua mata elangnya tidak lepas memperhatikan tingkah Reno yang berusaha mendekati istri kecilnya.
Reno masih menatap Ayuna yang langsung masuk kedalam mobil mewah tersebut, meskipun dia berusaha berfikir positif dan berharap yang menjemput Ayuna adalah sopir pribadi atau papa gadis itu sendiri.
"Ayuna, kamu sangat menarik dan berbeda dari yang lain. baru kamu gadis pertama yang sudah menolak ku secara terang-terangan, Ayuna kamu sudah membuatku semakin penasaran untuk menaklukkan hatimu." gumam Reno masih berdiri mematung.
Rara yang baru keluar dari toilet, celingak-celinguk mencari sosok sahabat nya Ayuna, kali ini dia pengen nebeng pulang bareng Ayuna. tapi hal ini, juga bukan salahnya Ayuna, mengingat Rara tidak memberitahu sebelumnya.
__ADS_1
Rara yang semula kesal, karena ditinggal oleh Ayuna. tiba-tiba tersenyum senang begitu melihat Reno, dia berjalan mendekati Reno.
"Hai Reno, lagi nunggu siapa sih?"
"Ngak, cuma mau keparkiran doang."
"Reno, aku boleh nebeng ngak pulang bareng kamu."
"Maaf ya Rara, aku terburu-buru babget. soalnya mama nelpon minta diantarkan belanja. maaf ya Ra." Reno segera pergi menuju mobil nya.
Mau tidak mau Rara akhirnya menghubungi sopir pribadi papanya, minta segera dijemput. meskipun Reno terkesan mencuekan dirinya, namun tidak membuat semangat Rara patah apalagi mundur, malahan Rara merasa tertantang untuk mendapatkan cinta dan perhatian Reno.
***
Ayuna *******-***** jemarinya yang mendadak terasa dingin, sedingin aura yang terpancar dari wajah tegang Ziko.
"Mas Ziko terlihat marah, ada apa ya? apa aku sudah melakukan kesalahan?" Ayuna bertanya-tanya dalam hatinya sendiri.
"Ayuna, siapa laki-laki yang tadi mengikuti mu sampai digerbang sekolah?"
Ayuna sempat kaget, berarti Ziko sudah melihat semuanya. tentang Reno berusaha untuk mengantarkan nya pulang.
"Kenapa diam, Ayo jelaskan."
"Namanya Reno, dan murid baru disekolah kami, mas." terang Ayuna.
"Murid baru, tapi kenapa kalian berdua sudah terlihat sangat akrab."
"Tidak mas, tapi dia yang ngotot ingin mengantarkan aku pulang." Ayuna Langsung menutup mulutnya, menyesali kecerobohan nya yang sudah berterus-terang, wajah Ziko berubah memerah.
"Ingat Ayuna, untuk kedepannya aku tidak mau melihat mu dekat-dekat dengan laki-laki lain, sebagai perempuan yang sudah bersuami. aku ingin kamu sadar dengan status mu." ucap Ziko meninggikan nada suaranya.
"Tapi kenapa mas, bahkan aku juga tidak pernah melarangmu dengan Khanza selama ini. dan aku juga tidak pernah ikut campur urusan mu dengan Khanza."
"Diam Ayuna, jangan pancing-pancing kesabaranku "
Ayuna langsung terdiam, karena dia melihat Ziko benar-benar marah saat ini.
__ADS_1