Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa

Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa
Raga Fatah Lesmana


__ADS_3

Kirana berjalan dengan tergesa karena ia yakin sudah terlambat jauh dari jam yang Raga tentukan. Wanita itu masuk ke mobilnya. Saat pernikahan Puspa, Kirana meminta ayah dan bunda untuk sekaligus membawa mobilnya ke hotel Bratajaya.


Kirana tak ingin merepotkan Akbar lagi, lagi pula kebersamaan mereka hanya beberapa bulan lagi. Wanita itu menghela napas pelan kemudian mengetik sebuah pesan.


Aku otw Ga


Tak sampai semenit, Raga membalas pesannya.


Hati-hati, jangan ngebut Na ....


Kirana tersenyum dan setelah membalas pesan Raga dengan dua huruf OK. Wanita itu mulai menginjak pedal gas dan membawa mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sesekali, semburat merah terlihat di pipi Kirana saat mengingat kebersamaannya dulu bersama Raga. Tapi tak berlangsung lama. Wanita itu memikirkan hubungan mereka ke depannya. Tentu saja Kirana sudah bertekad untuk memberitahukan pernikahannya yang terpaksa kepada Raga.


Lalu dengan tiba-tiba. Ingatan malam tadi terlintas jelas di kepala Kirana. Wanita itu mengerjap gugup dengan kedua pipi merona. Mengusap kasar wajahnya, Kirana lantas mempercepat laju mobilnya agar segera sampai di hadapan Raga.


***


Sementara itu, di sebuah cafe dengan gaya desain elegan dan interior khas Eropa terlihat seorang lelaki memainkan sebuah kotak beludru berwarna hitam di tangannya.


Lelaki itu tersenyum saat tangannya membuka apa yang ada di sana. Sebuah cincin yang berharga miliaran juta hanya untuk cintanya. Kirana.


Raga tersenyum dengan mengerjapkan mata. Mengingat kembali saat dulu bagaimana kebersamaanya bersama Kirana. Pernah suatu hari, Raga tertawa terpingkal-pingkal di buatnya ketika Kirana menolak seorang lelaki kakak kelas dengan mempermalukan kakak kelas mereka itu di hadapan hampir seluruh siswa.


Semua yang tak tau sebenarnya hanya terperangah menatap Kirana dengan tatapan tak percaya. Gadis itu memang di kenal angkuh tapi tak ada yang menyangka. Kirana memiliki keberanian menolak dan mempermalukan lelaki yang merupakan anak kesayangan seorang pejabat negara.


Hal itu ada sebabnya. Kirana berani menolaknya karena tau lelaki itu hanya ingin memainkannya. Lalu mengapa Kirana mempermalukannya? karena Kirana tau, lelaki itu bukan hanya mempermainkan perasaan wanita tapi juga kehormatan mereka.


Setelah menidurinya, ia biasanya akan membuang wanita yang menjadi kekasihnya. Kirana kesal dan tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mempermalukan lelaki itu. Kirana berucap dengan gaya angkuh khasnya bahwa dia tak sudi menjadi kekasih lelaki yang jelek dan tak berbudi pekerti.


Raga tertawa kecil ketika mengingat hal itu. Kirana wanita yang berbeda. Sulit jatuh cinta. Angkuh tapi mempesona. Wanita itu begitu berbeda dan juga makhluk yang bisa di sebut hampir sempurna. Sebagai lelaki yang dekat dengannya setelah kejadian yang membuat Kirana trauma. Raga semakin jatuh pada pesona Kirana. Tapi ia tau, tak mudah untuk mendapatkan seorang wanita seperti Kirana.

__ADS_1


Raga lelaki yang peka. Bahkan saat sudah bersama-sama selama tiga tahun lamanya Kirana tak memiliki gerak-gerik seolah menyukainya. Wanita itu acuh saja jika Raga bercerita mengenai seorang wanita. Hingga ia tak bisa lagi menahannya.


"Raga!"


Teriakan itu membuat Raga tersentak lalu menatap asal suara. Cepat tangannya menyembunyikan kotak kecil tadi lalu tersenyum pada Kirana yang baru sampai di meja mereka.


"Maaf yaa ... udah lama?" tanya Kirana dengan raut wajah tak enak. Raga menatapnya sesaat. Memperhatikan setiap inci wajah Kirana yang terpahat sempurna. Wanita itu memakai make up sekarang dan ingatan Raga justru membawanya ketika ia pernah melihat Kirana tanpa polesan apapun. Cantik yang alami dan sayangnya jarang ia temui. Kirana seringkali memakai make up sejak SMA.


"Raga!" Kirana mengibaskan tangannya di depan wajah Raga dengan alis yang bertaut.


"Kenapa sih? siang-siang gini ngelamun. Ntar kesambet lagi," gerutunya saat Raga sudah menatapnya. Lelaki itu tertawa.


"Aku gak ngelamun Kirana," elak Raga lalu kembali berkata, "Aku terpesona," imbuhnya dramatis sembari menopang dagu di tangannya yang ada di atas meja. Kirana menganga lalu kedua pipi itu merona.


"Mulai deh!" sungutnya kesal. Raga tertawa lagi.


Mereka berdua kemudian memesan makan siang. Kirana mengerjap gugup. Ia bingung harus memberitahu Raga dari mana. Bagaimana menceritakannya. Kirana meremass ujung tuniknya dengan erat sembari menghela napas berat. Hingga Raga menyodorkan sebuah paper bag. Kirana menatap lelaki itu dengan alis yang bertaut.


"Kado. Maaf kemaren gak bisa dateng di pernikahan Puspa. Aku lagi ada urusan soalnya," ucap Raga dengan senyuman khasnya. Kirana tersenyum dan membuka isi kadonya.


"Suka gak?" tanya Raga dan di balas anggukan cepat oleh Kirana. Wanita itu kembali menatap tas yang bernama Gadino Bag.


"Ini beneran Gadino Bag?" tanya Kirana masih dengan menatap tas itu.


"Iya sayang beneraaaan ...." sahut Raga yang membuat Kirana merona.


"Apaan sih Ga, kamu juga kenapa kasih kado ini sih? gak kemahalan yaa?" itu hanya basa-basi Kirana. Kenyataannya, dirinya sangat bahagia di beri kado tas yang masuk 10 tas termahal di dunia.


Gadino Bag dirancang oleh seorang perancang tas terkenal asal Norwergia yang bernama Hilde Palladino. Dengan bahan yang terbuat dari kulit buaya asli, dihiasi dengan 39 buah berlian putih dan dilengkapi dengan jepitan emas putih pada bagian depannya, Memiliki harga USD 38 ribuan atau sekitar Rp 490 jutaan. Kirana tau, karena ia memang sangat menginginkan tas itu.


"Gak papa Kirana. Aku seneng banget malahan kalau kamu suka," ucap Raga dengan senyum lebar.

__ADS_1


"Bahkan aku bisa beli Mouawad 1001 Nights Diamonds Purs kalau kamu mau!" imbuhnya lagi dengan terkekeh pelan. Kirana mencebikkan bibirnya. Mencibir Raga tanpa suara.


Mouawad 1001 Nights Diamonds Purs merupakan tas keluaran The House of Mouawad. Berhasil tercatat sebagai tas termahal di dunia dalam Guinnes Book of Word Record. Dibuat dengan 4.515 berlian (105 warna kuning, 56 merah muda, dan 4.356 tidak berwarna) dengan berat total 381,92 karat dengan harga USD 3 juta atau jika dirupiahkan seharga Rp 39,25 milyar.


Kirana tau, Raga dapat membeli apapun itu. Raga Fatah Lesmana adalah putra tunggal seorang pengusaha yang terkenal di seluruh dunia. Ayahnya Tuan Lesmana masuk dalam jajaran 20 orang terkaya di dunia. Iya, dalam urutan dunia!


"Udah dong ngeliatinnya!" ucap Raga dengan tersenyum geli. Kirana terus menatap tas pemberiannya sejak tadi. Entah apa yang di pikirkannya Raga tak tau pasti.


"Iya," sahut Kirana malu malu. Ia menggigit bibir bawahnya. Tanda bahwa ada keraguan di kepalanya.


"Ada yang mau aku omongin juga Na," ucap Raga dengan mengerjap gugup. Perlahan, tangan itu menaruh sebuah kotak dan membukanya secara langsung.


Kirana terperangah menatap cincin itu. Berlian di cincin itu sangat mewah dan memiliki kilauan yang sangat sempurna. Ia menelan saliva. Bukan hanya karena harga cincin itu yang sudah pasti mahal tapi juga menebak apa yang akan di lakukan Raga.


"Dulu, kamu pernah bilang mau nikah di usia 26 tahun," ucap Raga pelan dengan menghela napas. Ia tak pernah tau, bahwa melamar seorang wanita akan membuatnya segugup ini.


"Aku nerima keputusan Papa agar sekolah ke luar negeri karena kamu juga Na. Aku takut kalau kita terus sama-sama nanti aku malah ngerusak bukan menjaga." Raga berucap dengan terkekeh pelan. Lalu menatap Kirana dalam-dalam. Wanita itu masih diam tanpa suara.


"Aku juga nahan rindu yang luar biasa Na, aku takut kalau kita terus komunikasi yang ada aku gak tahan buat datangin kamu ke sini." Akbar menghela napas. Itulah penyebabnya memilih lost contact dengan Kirana.


"Kamu ngira aku punya perempuan lain yaa?" tebak Raga dengan terkekeh pelan. Kirana terdiam. Matanya berkaca-kaca. Dan Raga mulai panik di buatnya.


"Jangan nangis Na, aku beneran gak punya perempuan lain. Cuma kamu Na yang ada di kepala dan hatiku," ucap Raga sembari menatap tangan Kirana di atas meja. Ia ingin menggenggamnya tapi entah mengapa tak bisa. Seolah ada sekat tak terlihat di antara mereka.


"Na ... aku cinta sama kamu. Rasa ini masih sama kayak dulu. Di sana aku terus belajar biar dapat nilai sempurna. Biar Papa gak kecewa dan setelah segalanya selesai. Raga akan menikahi Kirana." Raga masih menjelaskan karena berpikir air mata Kirana adalah kekesalan sikapnya yang aneh dan tak masuk akal bagi Kirana. Menjauh dan sekarang melamarnya? Tapi Raga tak berbohong. Ia bersungguh-sungguh.


Namun, Tuan Muda Raga Fatah Lesmana tak tau apa yang sebenarnya terjadi pada Kirana. Wanita itu sekarang sesenggukan di hadapannya dan mengatakan sesuatu yang membuat matanya membulat sempurna.


"Aku udah nikah Ga ...."


Bersambung

__ADS_1


jangan berharap chapter selanjutnya karena ini cuma satu-satunya. Zaraa ngambek karena kalau post banyak chapter yang di like cuma yang terakhir 😔


Zaraa cuma minta like sama komentarnya aja lho :v Ya udahlah, mau sibuk dulu. Mau ngitungin debu di kamar dulu 😑


__ADS_2