
Setelah sholat isya di apartemen Dita. Kirana diantar Mia dan Nila ke apartemennya. Kedua kakinya lantas langsung menuju kamar dan mendapati Akbar tengah terlelap nyaman. Di atas ranjang.
Wanita itu mendekat pada sang suami. Mengamati wajah Akbar yang masih tertutup topeng. Sempat heran apakah Akbar memang tak pernah melepaskan? Kirana kemudian mengecup pipi sang suami dengan lembut. Berucap dengan bisikan. "Maaf Bang ...."
Tak ingin membangunkan, Kirana lekas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Akbar membuka mata dan menatap punggung sang istri dengan sorot mata penuh arti.
Beberapa saat kemudian Kirana keluar kamar mandi dan mengerjap kaget saat tak melihat sang suami di tempatnya berbaring tadi. Kirana yang sudah memakai piyama lengan pendek bergegas mencari Akbar dan menemukannya di balkon kamar.
Akbar berdiri di sana dan memunggunginya. Kirana mendekat hingga sampai di tempat Akbar berdiri, ia mendekap sang suami. Menempelkan wajahnya di punggung Akbar dan lelaki itu hanya diam tak bersuara sama sekali.
"Maaf Bang ...." ucap Kirana pelan. Ia bingung bagaimana cara meminta maaf atas sikapnya yang memang keterlaluan.
"Aku kesel sama Abang yang nahan Aku buat nampar Bella." Kirana menjeda ucapannya sesaat lalu kembali berkata, "Dia nampar aku di hadapan Abang. Bukannya bantu ngelawan, malah nahan tanganku meskipun niatnya biar aku gak buat keributan, 'kan?"
"Maaf Bang, aku emang salah. Salah banget." Kirana berucap dengan nada gemetar. Akbar masih diam tak menyahuti.
"Abang jawab dong ...." ucap Kirana lagi dengan isakan tertahan. Wanita itu kembali melanjutkan ucapan. "Abang pantes marah sama Aku tapi jangan diemin gini."
__ADS_1
"Abang ...." ucap Kirana dengan isakan. Ia mengeratkan pelukan pada suaminya. Akbar tak bersuara sama sekali dan membuat tangis Kirana semakin menjadi.
Wanita itu menangis sembari memeluk suaminya dari belakang. Ia tak pernah mengerti dengan perasaannya sendiri. Sikap Akbar yang berubah menjadi dingin dan diam saja sejak tadi membuat Kirana semakin menyesali apa yang terjadi. Seharusnya ia bisa menahan diri. Emosi untuk Bella nyatanya justru tersalurkan pada suaminya.
Ting tong!
Ting tong!
Suara bel apartemen menyadarkan Kirana dari lamunannya. Akbar bergerak dan membuat Kirana melepaskan pelukannya. Tanpa berkata, lelaki itu berjalan menuju pintu apartemen mereka.
Dua lelaki masuk dan meletakkan banyak paket kotak di ruang tamu. Kirana mengamati dengan kebingungan yang mendera. Saat bertanya pada mereka, dua lelaki itu mengatakan hanya bertugas mengantar ini semua, tak tau siapa pengirimnya. Hingga saat dua lelaki itu pergi, Kirana membuka salah satu paket, kedua matanya membulat sempurna saat melihat apa yang ada di dalamnya. Saat kedua sudut bibirnya terangkat sempurna, Akbar justru berjalan ke kamar mereka dengan sorot mata yang semakin terluka.
Kirana menatap tas yang merupakan produksi dari brand ternama Hermes. Bernama Hermes Matte Crocodile Birkin yang memiliki harga 262 juta. Tangannya kemudian membuka lagi paket lainnya. Mata Kirana kembali berbinar tatkala menatap tas Prada Saffiano. salah satu tas keluaran Prada yang paling populer dan menjadi favorit para wanita. Harga Prada Saffiano dibanderol sekitar US$2,200 atau sekitar Rp 29 juta.
Tangannya dengan semangat serta bibir yang tersenyum lebar kembali membuka apa isi paket selanjutnya. Tas bernama Chanel Boy Bag. Salah satu tas produksi Chanel yang paling banyak peminatnya. Rata-rata tas chanel dipasarkan mulai dari harga Rp 30 jutaan.
Kirana rasanya begitu bahagia. Menatap semua barang itu. Semua tas dari brand yang memang terkenal di kalangan sosialita karena produknya yang high class, eksklusif dan mewah.
__ADS_1
Hingga wanita itu menautkan alis saat melihat sebuah tas dengan nama Lana Marks Cleopatra. Diproduksi 1 buah saja pertahunnya. Tas cantik mungil yang terbuat dari kulit aligator berwarna metalik silver serta 1.500 buah berlian dan 18 karat emas putih.
Senyuman Kirana sirna seketika saat melihat tas berharga sekitar 3.7 milyar Rupiah itu. Saat melihat semua yang ada di sana, Kirana pikir Akbar yang membelinya. Tapi ternyata tidak. Akbar akan memberikannya tas atau barang lain yang berharga puluhan atau ratusan juta. Tapi berharga milyaran? Kirana rasa tidak. Itu berlebihan. Bukan pelit atau bagaimana, ia tau suaminya tak suka membeli barang terlalu mahal seperti itu.
Mata wanita itu berkaca-kaca lalu berkata, "Raga ...." Kirana berucap dengan memegang dadanya. Ini akan kembali membuat Akbar terluka dan juga salah paham padanya. Kirana berlari ke arah kamar mereka. Matanya membulat sempurna saat melihat apa yang dilakukan Akbar, suaminya.
"Abang ...." lirihnya.
Bersambung
Maaf ngegantung yaa 😐 biar lebih greget😂
Dikit dulu yaa, banyakin komentarnya. Jangan lupa likenya dan tambahin votenya kalau ada ;)
Terima kasih atas segala
apresiasi kalian semua ❤
__ADS_1