Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa

Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa
Luka


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Kirana harus mengundur jadwalnya ke tempat spa bersama Nila dan Mia menjadi hari ini. Awalnya setelah hari di mana Akbar membuatnya kesal, Kirana ingin ke spa keesokan hari tapi ternyata jadwal pemotretannya begitu padat. Dan di sinilah ia sekarang.


"Kita kemana?" tanya Kirana saat mendaratkan pantatnya di mobil Mia. Kedua temannya yang duduk di depan menoleh ke arahnya.


"Kan udah dikasih tau ke spa?" tanya Nila sembari mengerjap polos. Mia tertawa. Nila memang satu-satunya teman mereka yang lemot. Atau bisa juga di sebut lola. Loading lama!


"Iya gue tau! maksudnya ke tempat spa yang mana? tempat gue biasanya atau kalian punya rekomendasi yang bagus," ucap Kirana gemas.


"Gue punya. Tempat baru tapi udah terkenal di seluruh kota. Hampir semua muslimah di kota ini kesana," sahut Mia sembari tetap memperhatikan jalannya. Ia mengemudi dengan kecepatan sedang.


"Lo kenapa sih Na sama Raga?" tanya Mia lagi yang membuat Kirana menatapnya.


"Emang lagi ada masalah yaa?" tanya Mia lagi saat tak mendapati jawaban dari sahabatnya. Kirana menautkan kedua alisnya. Sudah seminggu, Raga tak pernah menghubunginya. Kirana berpikir bahwa laki-laki itu memang sibuk karena tugas dari ayahnya mengenai perusahan keluarga Lesmana. Raga pernah mengatakan itu padanya.


"Gak, maksud lo apaan?" Kirana mengalihkan tatapan ke Nila yang tengah menatapnya.


"Iya, jadi kami itu ngajakin lo ke spa karena disuruh-hmphh ...." Nila tak bisa melanjutkan ucapan saat Mia membekap mulutnya. Membuat Kirana semakin curiga.


"Kalian lagi nyembunyiin sesuatu yaa?" tebaknya dengan tatapan mengintimidasi.


"Gak, bentar lagi kita nyampe. Lo pasti suka deh sama tempatnya," sahut Mia yang jelas terlihat mengalihkan pembicaraan. Namun Kirana memilih menghiraukan. Ia yakin, kedua sahabatnya tak akan melakukan sesuatu yang berbahaya bagi dirinya.


Ketiga wanita itu mulai memasuki tempat salon sekaligus spa khusus muslimah yang memang sudah sangat berpengalaman dan memiliki reputasi yang bagus dalam dunia kesehatan, kebugaran, dan kecantikan. Juga menawarkan beragam perawatan rambut dan tubuh yang menarik untuk wanita seperti mereka.


Aneka layanan spa yang bisa dinikmati di sana,antara lain, body massage, body scrub, body mask, wedding spa, dan layanan kebugaran serta kecantikan tubuh yang tentu akan sangat mampu membuat para wanita mendapatkan tubuh yang segar, fit, bugar, dan cantik mulus.


Perawatan lainnya yakni manicure, pedicure, pijat rekleksi, lulur, spa ******, dan perawatan payudara. Tersedia pula paket hemat perawatan pra nikah.


"Semua ketegangan otot-otot syaraf bisa langsung pudar kalau masuk sini," ucap Mia sembari tersenyum. Kirana dan Nila lalu mengikutinya.


"Di tempat ini, Suasana juga bertambah mendukung ketika musik rileksasi diputar. Benar-benar memanjakan. Mereka juga selalu menggunakan produk-produk herbal alami mereka sendiri," lanjut Mia seperti orang marketing saja, pikir Kirana.


***


Setelah hampir dua jam di dalam, mereka bertiga keluar dari tempat spa. Wajah Kirana begitu terlihat rileks dan bahagia. Begitu pula Nila dan Mia. Saat berjalan sembari bercanda dan tertawa Kirana tak sengaja menabrak seseorang.


"Kirana!"


Belum sempat ia melihat siapa yang dirinya tabrak, Kirana spontan menatap asal suara yang ternyata adalah Raga.


"Kamu di sini Ga?" tanya Kirana dengan mengerjap kaget.


"Wow! kalian masih sama-sama?"


Suara yang terdengar familiar membuat Kirana kembali membalikkan tubuhnya. Mata kecokelatan Kirana membulat sempurna menatap wanita di hadapannya. Raut wajahnya berubah tak ramah. Wanita yang berasal dari masa lalu Kirana. Yang mengunci di gudang dan membuatnya trauma.

__ADS_1


"Bella?" ucap Raga dengan mengerjap kaget.


"Siapa sih mereka?" tanya salah satu teman wanita bernama Bella. Mereka bertiga yang datang bersama Bella untuk ke tempat spa juga begitu heran saat melihat Kirana yang nampaknya tak ramah dengan Bella, wanita itu juga tak meminta maaf padahal baru saja menabrak Bella.


"Ini namanya Kirana," ucap Bella santai sembari menunjuk wanita di hadapannya lalu kembali berkata, "Kalian pasti tau siapa dia 'kan?"


"Terus ini pacarnya Raga," lanjut Bella dengan nada ejekan lalu kembali melanjutkan ucapan. "Sang pangeran yang menyelamatkan princess Kirana."


"Dan ini Bella!" ucap Mia dengan nada tinggi yang membuat semua orang berjengit kaget. Ia berjalan mendekat hingga di hadapan Bella dan menunjuk hidung wanita itu dengan seringai ejekan. "Bella yang dikeluarkan dari sekolah karena kasus pembullyan. Perempuan gila dan juga ... murahan!"


Semua orang terkesiap. Kirana menarik tangan Mia agar segera cepat pergi dari sana. Ia tak ingin membuat keributan apalagi di tempat banyak orang seperti sekarang.


"Mulut lo di jaga yaa!" bentak Bella yang membuat Mia dan Kirana kembali menghentikan langkah. Nila hanya diam santai seolah akan melihat pertunjukan yang menarik.


"Kenapa? lo mau apa?" tantang Mia dengan seringai ejekan.


"Lo itu yaa-"


"Cukup!" potong Kirana dengan teriakan. Membuat beberapa orang mulai berdatangan melihat mereka semua. Tapi Kirana tak menyadari, ia berdiri di tengah Mia dan Bella.


"Udah cukup!" ucap Kirana sembari menatap Bella. Lalu berkata pada Mia, "Ayo kita pulang ya," lanjutnya dengan nada tegas seperti perintah. Mia menurut.


"Kirana!"


Mia berbalik dan menganga ketika melihat Bella menarik kerudung Kirana. Kirana terlihat tak bisa mengimbangi kuatnya tarikan Bella dan diserang juga secara tiba-tiba. Di tengah ketertegunan mereka. Seorang lelaki dengan kemeja hitam dan celana berwarna senada menghempaskan tangan Bella dari kerudung Kirana.


"Kamu gak papa Dek?" tanya Akbar lembut sembari membantu membenarkan kerudung Kirana. Wanita itu menatap sang suami dengan kedua mata yang membulat sempurna.


"Lemah emang! dikunci di gudang aja takut! sekarang punya bodyguard."


"Diem lo!" bentak Kirana sembari menatap tajam Bella. Wanita itu melangkah maju namun ditahan suaminya.


"Udah ...." ucap Akbar lembut sembari menarik tangan Kirana. Tapi istrinya menghempaskan tangan sang suami. Ia tak akan kalah lagi. Ia sudah menjadi Kirana yang berani.


PLAKK!


Bella memegang pipinya yang terasa perih dan kebas karena tamparan Kirana. Matanya memerah karena amarah


PLAKK!


Giliran Kirana yang memegang pipinya. Saat tangannya kembali melayang, Akbar menahannya.


"Apaan sih!" bentak Kirana sembari meronta. Hingga Raga melepaskan cekalan Akbar di lengan Kirana.


"Jangan sentuh Kirana!" ucapnya yang membuat Akbar menatapnya.


"Jangan ikut campur masalahku dan istriku," sahut Akbar yang membuat semua orang terkesiap termasuk Kirana. Wanita itu menelan saliva. Bukankah sudah ia katakan jangan pernah mengatakan sebagai suaminya apalagi di hadapan banyak orang?

__ADS_1


"Oh yaa?" tanya Bella dengan seringai ejekan. Ia tertawa terbahak-bahak.


"Suami lo cowok aneh kayak gini?" ejek Bella sembari menatap Kirana di sela tawanya. Kirana terdiam karena bingung harus apa.


"Yaa gaklah!" sahut Raga dengan lantang.


"Gak mungkin Kirana nikah sama cowok kayak gini," ejeknya sembari menatap Akbar dari kepala hingga ujung kaki.


"Yaa 'kan sayang?" tanya Raga sembari menatap Kirana. Akbar mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Hingga ia tak bisa menahan lagi ketika Raga merangkul sang istri.


Bugh!


Bugh!


Kirana terkesiap menatap Akbar yang sedang memukuli Raga dengan bertubi-tubi.


"Udah cukup!" teriak Kirana sembari menarik Raga menjauh dari suaminya. Di bantu beberapa orang juga yang menahan Akbar.


"Kamu gak papa?" tanya Kirana sembari menatap Raga dengan sorot mata khawatir. Wajahnya penuh lebam dan sudut bibirnya juga berdarah. Raga menggelengkan kepala.


"Raga nyuruh kita bawa Kirana kesini. Terus ada Bella. Ada laki-laki yang juga ngaku suami Kirana. Kok gue ngerasa ada sesuatu yaa?" bisik Nila pada Mia. Mia terdiam kaeena berpikir ucapan Nila benar. Hingga suara lelaki yang mengaku suami Kirana membuatnya kembali tersadar.


"Dek, a-"


"Cukup!" sentak Kirana dengan kesal. Akbar yang masih marah juga ikut tersulut emosi.


"Kamu lebih bela dia daripada suamimu sendiri?!" bentak Akbar dengan nada tinggi.


"Iya, kenapa?!" bentak Kirana dengan nada tinggi.


"Kamu itu istriku Kirana!" bentak Akbar dengan kesal. Bagaimana mungkin ia diam saja ketika istrinya dirangkul laki-laki lain?


"LO EMANG SUAMI GUE! TAPI GAK BERARTI APAPUN! KITA MENIKAH KARENA TERPAKSA! GUE BENCI SAMA LO! GUE KIRANA EMANG PUNYA TAKDIR SIAL KARENA PUNYA SUAMI KAYAK LO YANG BURUK RUPA!" Kirana berucap dengan teriakan emosi.


Raga menyeringai penuh kemenangan. Ia tau, bahwa yang memblokir nomornya di ponsel Kirana pasti suaminya. Ia bisa saja menghubungi Kirana dengan segala macam cara. Tapi Raga membiarkan Akbar merasa menang sementara ia menyusun rencana.


Sedangkan Akbar menatap sang istri dengan mata berkaca-kaca. Bahunya merosot jatuh menandakan kekecewaan yang luar biasa. Tanpa berkata, ia pergi dari sana dengan sorot mata terluka.


Bahkan setelah hubungan mereka seminggu ini yang sangat mesra. Kirana masih saja tak menginginkannya dan menganggap kesialan karena sudah menikah dengannya. Apa benar-benar tak ada rasa yang tersisa untuknya?


Akbar sudah lelah, haruskah dirinya menyerah?


Bersambung


Bang😭 kecewa berat yaaa 😭 Dipersilakan mengumpat sepuasnya pada Kirana atau Raga tapi jangan ke Zaraa yaa 😐


Jangan lupa likenya, Komentar sebanyak-banyaknya dan tambahin votenya kalau ada. Biar Zaraa semangat up-nya 😌

__ADS_1


Terima kasih atas


apresiasi dari kalian semua❤


__ADS_2