Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa

Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa
Terucap


__ADS_3

"Abang ...." lirihnya.


Kirana berjalan cepat ke arah suaminya. Lalu menahan lengan kekar itu untuk menutup koper besar, tapi yang tak pernah di diduga sebelumnya, Akbar menyentakkan tangan lentik Kirana dengan kasar hingga wanita itu terjungkal ke belakang.


Akbar menutup kopernya lalu menatap Kirana yang sudah berdiri lagi dan kembali memegang lengannya. Wanita itu sudah menitikkan air mata sembari menggelengkan kepala.


"Abang dengerin aku dulu, aku gak- hmmh" ucapan Kirana terputus saat Akbar menyatukan bibir mereka. Melumatt bibir sang istri dengan kasar. Meski berlinang air mata, Kirana tetap membalasnya.


Tautan itu terlepas sebentar dan Kirana melepas hijabnya. Saat akan melepas jaket kain yang menutupi lengan terbuka Kirana, Akbar menahannya. Wanita itu pikir Akbar ingin menyentuhnya dan tentu akan menerima. Bukankah saat bertengkar beberapa orang mengatakan solusinya adalah hubungan di atas ranjang? Tapi Akbar tak menginginkannya sekarang.


Lelaki itu membawa Kirana ke depan meja rias di kamar mereka. Mengambil posisi di belakang istrinya. Kirana membalikkan tubuh dan memegang lengan sang suami.


"Aku gak-hmhh" Lagi, Akbar melumatt bibir Kirana dengan kasar bahkan semakin lama menjadi brutal. Tautan itu terlepas saat Kirana memukul dada Akbar. Napasnya tersengal-sengal.


"Kali ini, aku aja yang boleh ngomong!" seru Akbar dengan sorot mata tegas. Menaikkan dagu Kirana untuk memaksa menatapnya.


Lelaki itu kembali membalikkan tubuh istrinya. Menatap pantulan mereka berdua di cermin yang ada di hadapannya. Akbar mendekap leher Kirana dengan tangan kanannya.


"Lihat!"


Kirana menegang saat Akbar mulai melepas topengnya. Wanita itu memejamkan mata sembari menggelengkan kepala. Akbar mengeratkan dekapannya dan membuat sang istri hampir tercekik tangan kekarnya.


"Lihat Kirana!!"


Kirana membuka mata dengan tetesan bulir bening yang membasahi netra. Wanita itu memegang lengan Akbar dengan kuat. Berharap lelaki itu melepaskannya karena Kirana tak ingin melihat wajah Akbar yang sebenarnya. Ia takut tak bisa menerima atau bahkan lebih buruk ketakutan karenanya.

__ADS_1


Akbar menurunkan topengnya dan tepat saat itu Kirana memejamkan mata dengan isakan pelan. Lelaki itu menatap wajahnya sendiri dengan mata berkaca-kaca. Baru kali ini, ia benar-benar mengamati wajahnya sendiri.


Dahi Akbar sudah tak rata seperti orang lain pada umumnya. Terdapat benjolan berukuran sedang dan kerutan dua garis besar di bagian tengah dahinya. Sementara kedua alisnya tak sejajar. Satu agak ke bawah dan satu agak ke atas. Sementara pipi sebelah kirinya terdapat benjolan sangat kecil karena beberapa kulit mengkerut di sekitarnya menciptakan benjolan daging biasa itu. Sementara hidungnya yang mancung bengkok sedikit. Hanya bibirnya yang utuh dan seperti lainnya. Bibir yang biasa mengecup sang istri.


Akbar tersadar dan menatap Kirana yang ternyata memejamkan mata. Lelaki itu menatap sang istri yang terus menangis sembari meremass lengannya.


"Lihat Kirana!!" bentakan Akbar membuat Kirana spontan membuka mata dan mata gadis itu membulat sempurna.


"Argh!" jerit Kirana sembari meronta. Akbar melepaskan dekapannya dan memasang topengnya kembali. Kirana kembali mendekat pada sang suami. Ia berteriak karena terkejut bukan ketakutan meskipun ia akui wajah Akbar memang cukup mengerikan.


"Aku memang buruk rupa," ucap Akbar dengan sorot mata terluka menatap istrinya. Kirana menggelengkan kepala.


"Seolah belum puas menghinaku tentang rupa. Kamu juga menghinaku mengenai harta!" seru Akbar dengan nada tinggi. Kirana berjengit kaget lalu memegang lengan sang suami. Akbar menyentakkan tangan lentik itu dengan kasar.


"Aku bisa memberikanmu apapun Kirana. Bahkan nyawa. Karena aku suami. Seorang suami yang memang harus menyenangkan istrinya," ucap Akbar dengan pelan lalu kembali melanjutkan ucapan. "Tapi segala yang kumiliki nyatanya gak pernah berarti apa-apa. Aku selalu berada di bawah Raga. Baik dalam hal rupa atau harta."


Wanita itu meringis dengan isakan yang semakin menjadi. "Bang ...." ucapnya dengan sorot mata memelas.


Akbar melepaskan cengkramannya di bahu sang istri lalu memperbaiki jaket Kirana dan mengancingkan satu kancing piyama yang terbuka. Lelaki itu kemudian mengambil hijab Kirana yang dipakai saat menerima paket dari Raga.


Kirana hanya diam dengan kebingungan saat Akbar memakaikan hijab itu ke kepalanya. Wanita itu kemudian membalas tatapan sang suami yang tengah menatapnya dalam.


Kirana mulai memejamkan mata saat Akbar mengecup dahinya dengan penuh perasaan lalu berkata dengan intonasi pelan. "Aku menceraikanmu Kirana ...."


Tepat saat Kirana membuka mata, Akbar memundurkan tubuhnya. Mengikis jarak antara mereka karena talak sudah terucap dan Kirana bukan lagi muhrimnya.

__ADS_1


Bersambung


Ini alurnya udah gini yaa dari awal gue bikinnya. Setiap chapter selanjutnya akan terbuka alasan apa aja jadi mereka dipisahkan 😌


Tentang wajah Akbar, biar gue jelasin secara rinci yaa.


Bagian pertama, dahinya. Ada benjolan yang pasti gak kelihatan karena pakai topeng dan kerutan kek garis dua gitu. Ini gambarnya. Fokus dahinya aja jangan ke mata. Beda lagi soalnya



Bagian kedua, alisnya. Tapi mata Akbar normal aja gak kaya di foto ini yang agak ke dalam salah satu bola matanya.



Bagian ketiga, hidungnya dan benjolan kecil di bawah mata kiri yaa. Kerutan ini bukan karena tua tapi emang rusak kulitnya.



Kalau kalian ngebayangin ini gak mengerikan berarti anda gagal membayangkan😂 gue gak post satu pict foto orang wajah rusak karena gak enak. Makanya kayak gini.


Semoga paham dan jangan kecewa atas alur yang udah gue atur. Tokoh Akbar itu ada di dunia nyata. Baik dari segi wajahnya atau sikap.


Banyakin komentarnya dan tambahin dong votenya, jangan lupa juga likenya karena itu penyemangat Zaraa 😐


Terima kasih atas apresiasi

__ADS_1


dari kalian semua ❤


__ADS_2