Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa

Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa
Jatuh


__ADS_3

Sepeninggalnya Akbar, Kirana merosot jatuh ke lantai. Menangis dalam diam. Wanita itu menunduk dengan air mata yang terus berjatuhan. Sesaat mata itu terkunci pada air matanya yang jatuh. Mengapa dirinya menangis? Bukankah sudah meluruskan tentang paket dari Raga dan sekarang seharusnya menerima keputusan Akbar yang sudah menalaknya.


Kirana beranjak dari tempatnya. Berdiri dan berbalik. Matanya kembali terkunci pada pantulan dirinya yang kacau di cermin. Wanita itu menautkan alisnya sembari memegang dadanya yang terasa sesak.


"Sakit banget ...." gumamnya dalam hati.


Lagi, saat wanita itu mengedipkan mata. Bulir bening kembali membasahi netra. Kirana menyeka air matanya lalu melemparkan kursi di hadapannya. Membanting setiap barang yang ada di meja riasnya.


"Abang!" geramnya dengan nada kesal. Mengingat bagaimana laki-laki itu mengucapkan talak begitu manis dan tanpa beban. Mengecup dahinya dengan penuh perasaan. Bagaimana mungkin ada laki-laki yang mengucap talak sepertinya?!


Kirana menangis lagi lalu berjalan menuju dapur. Rasa lapar dihiraukan tapi ia sangat kehausan. Wanita itu merasa sudah sangat lama tak menangis. Kirana meneguk air dingin di meja pantri dengan cepat. Lalu duduk di sana.


Terlintas bayangan sang suami yang biasa memasak di dapur mereka. Tatapannya, harum tubuhnya, suaranya.


"Dek?"


Kirana mengerjapkan mata lalu kembali menatap lurus ke depan yang ternyata tak ada siapa-siapa. Semua tadi hanya sebuah halusinasi. Wanita itu kemudian menyadari, bahwa ada sesuatu yang tersayat di hatinya sendiri. Sakit sekali.


Kadang tanpa sadar, hal yang tampak biasa saat terjadi, nyatanya menjadi bayangan yang malah sulit dilupakan di kemudian hari.


Karena yang paling di rindukan dari seseorang adalah kebiasaan yang mereka lakukan. Begitu tertancap kuat dalam ingatan.

__ADS_1


Kirana menyadari, bahwa ia sudah jatuh hati. Ia merindukan sang suami padahal hanya beberapa menit yang lalu laki-laki itu pergi. Wanita itu menuju kamarnya dengan berlari. Mengambil ponsel di atas nakas dan menelpon sang mantan suami.


Sayangnya, tak tersambung sama sekali. Kirana ingin menangis lagi namun terhenti saat menatap sebuah benda di atas nakas. Pil penunda. Matanya membulat sempurna. Jadi, Akbar melihat hal ini? Kirana mengambil pil itu dengan mata kembali berkaca-kaca.


Kirana memang membelinya tapi yang tak pernah Akbar tahu, wanita itu tak pernah meminumnya. Karena Kirana juga menginginkan bayi sama seperti sang suami.


Wanita itu kembali mengambil ponselnya lalu menelpon Puspa. Akbar mungkin hanya pulang ke rumah Bratajaya, pikirnya.


"Halo Mbak?" suara Puspa terdengar serak. Kirana melirik jam dinding yang ternyata sudah pukul setengah sebelas malam.


"Abang ada di sana?" tanya Kirana cepat. Puspa terdiam sesaat lalu berucap.


"Bandara yang mana? kapan Randy pamitnya?"


"Sekitar 20 menit tapi aku gak yakin Mbak. Bandaranya yang dekat apartemen Mbak itu lho-"


"Rumah Papa?" potong Kirana cepat.


"Luar Negeri, 'kan?" tanya Puspa balik.


"Iya, tapi negara atau kota apa?!" bentak Kirana sembari menangis. Puspa terdiam lalu menyahut cepat.

__ADS_1


"Paris. Mbak kenapa-"


Sambungan terputus, Kirana mengambil kunci mobil. Lalu berjalan dengan tergesa. Ia harus menahan suaminya untuk ke rumah Papa. Setidaknya sampai ia mengungkapkan perasaannya dan memberitahu bahwa tak pernah meminum pil penunda. Kirana juga ingin Akbar tak pergi darinya. Kelembutannya. Bagaimana manisnya sikapnya. Wanita itu kemudian menyadari saat angin menerpa wajahnya.


Kirana menoleh dan menatap pintu balkon kamar yang terbuka. Cepat Kirana menutupnya kemudian tertegun saat menyadari bahwa di luar sana sedang malam dan penuh kegelapan. Kota memang terang karena lampu-lampu jalan tapi tidak semua terang benderang.


Wanita itu menegang dengan sorot mata ketakutan. Mengumpat dalam hati.


"Phobia sialan!"


Bersambung


Akankah Kirana tetap mengejar Abang?😭


Jangan lupa likenya. Komentarnya banyakin aku suka. Banyak antusias nunggu part selanjutnya. Makanya up lagi nih 😌


Kalau ada poin/koin boleh dong sumbangin ke sini yaa ^_^


Terima kasih atas apresiasi


dari kalian semua ❤

__ADS_1


__ADS_2