
Kirana mengerjapkan mata untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina. Wanita itu lalu melirik jam dinding di kamarnya. Sudah jam 9 pagi. Ia tidur lagi tadi, setelah sholat shubuh karena masih dini hari.
Kirana menggeliat di atas ranjang. Terdiam lagi dengan memejamkan mata. Teringat bahwa sudah dua hari sejak permintaan Raga agar menggugat cerai suaminya. Wanita itu masih belum bicara. Akbar seolah sengaja menghindar. Mengalihkan perhatiannya pada apapun juga, dan sialnya ia memang terbuai saja.
Wanita itu bangun ketika mencium aroma lezat yang menggugah selera. Seketika itu juga rasa lapar menyerang Kirana. Ia melangkah ke dapur dan benar dugaannya. Akbar memasak dan masih tak menyadari kehadirannya.
Kirana duduk dekat meja pantri. Menatap Akbar yang masih sibuk memasak. Punggungnya yang kokoh begitu menggoda di mata Kirana. Ia jadi teringat ketika Akbar berada di atasnya tanpa memakai busana. Tubuh Akbar memang tak terlalu berotot tapi cukup kekar dan besar.
"Dek!"
Kirana tersentak dan mengerjap gugup saat menyadari Akbar sudah di hadapannya.
"Kok ngelamun pagi pagi?" tanya Akbar lembut dengan terkekeh pelan. Wanita itu terdiam.
Akbar lalu menyajikan nasi goreng buatannya. Membuat Kirana jadi mengingat hari di mana ia memasak pertama kali untuk suaminya. Kirana merasa tak nyaman dan menatap sang suami dengan sorot mata sendu.
"Ayo dimakan sayang," ucap Akbar lembut dengan senyuman yang menenangkan.
"Makasih Bang, maaf aku jam segini baru bangun," sahut Kirana yang membuat Akbar menatapnya. Ini benaran bini gue? pikirnya. Tumben sekali Kirana berucap seperti itu.
"Gak papa, udah biasa," sahut Akbar lembut yang membuat Kirana menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Lelaki itu membulatkan matanya dengan sempurna.
"Eh? Dek kenapa sih?" tanya Akbar panik sembari mengusap puncuk kepala istrinya.
__ADS_1
"Gak papa," sahut Kirana pelan lalu mulai melahap nasi goreng yang ada di hadapannya. Wanita itu memasang raut wajah kesal.
Setelah selesai, Akbar berdehem pelan dan menatap sang istri dengan sorot mata penuh arti. Kirana mengerjap bingung. Sorot matanya seolah bertanya pada suaminya.
"Oh kopi?" tanya Kirana yang paham maksud suaminya. Akbar menganggukkan kepala dengan semangat dan mata berbinar. Kirana menggelengkan kepala. Aneh! pikirnya
Kirana pun segera membuatkan sang suami secangkir kopi hingga merasakan sebuah sentuhan. Akbar memeluknya dari belakang.
"Abang ...." erang Kirana pelan saat lelaki itu mulai menggerayangi tubuhnya.
Akbar diam karena ia tak bisa menahan. Melihat Kirana dari belakang yang tengah membuatkannya kopi entah mengapa terlihat sangat seksi.
"Aku belum mandi bang," ucap Kirana sembari mengerjap gugup. Selalu saja, saat Akbar mulai menyentuhnya. Kirana merasakan debaran yang luar biasa di dada.
Kirana tersentak ketika Akbar membalikkan tubuhnya. Wanita itu mengerjapkan mata dengan kedua pipi yang sudah merona. Hingga detik selanjutnya Kirana mulai memejamkan mata saat benda basah itu menyentuh bibirnya. Memagutnya mesra dan lembut seolah takut bibirnya terluka.
Akbar memperdalam pagutannya dengan menekan tengkuk Kirana. Meraup bibir manis yang sudah menjadi candunya. Hingga pagutan itu terlepas saat mereka sudah kehabisan napas.
"Abang, kopinya?" tanya Kirana sembari menatap sang suami. Laki-laki itu tersenyum dan mengangkat tubuh Kirana ke kamar mereka. Istrinya mengerjap kaget.
"Nanti aja," sahut Akbar sembari mengecup pipi Kirana dan membawanya ke atas ranjang mereka. Kembali melakukan apa yang biasa Akbar sebut 'olahraga'.
***
__ADS_1
Kirana baru saja keluar kamar mandi dan duduk di meja riasnya. Wanita itu membulatkan mata ketika melihat lehernya di pantulan cermin.
"Abang! yaa ampuun!" teriak Kirana histeris. Akbar menatapnya datar seperti biasa tanpa berkata.
"Abang tuh banyak banget astaghfirullah! aku malu. Ini gimana? Ya Allah ...." keluh Kirana dengan wajah yang gusar. Akbar menatap sang istri dengan menautkan kedua alisnya
"Bukannya hari ini masih belum ada kerjaan yaa?" tanya Akbar sembari menatap istrinya. Jika Kirana ada pemotretan, istrinya akan berganti-ganti pakaikan dan kemungkinan memang ada orang yang melihat tanda kepemilikannya di leher Kirana meskipun tak semua. Karena wanita itu berhijab dan yang melihatnya pasti hanya beberapa wanita sesama model atau petugas di ruang ganti. Bisa jadi pula MUA.
"Iya, tapi aku ada janji sama Nila dan Mia siang ini! kami mau ke spa abang! pasti nanti aku diejekin ngeliat nih merah! ini juga merah!" omel Kirana sembari menunjuk beberapa kissmark dari suaminya.
Akbar bangun dari rebahan. Mendekati istrinya lalu berkata, "Oh gitu yaa?" ejeknya. Lelaki itu mencuri ciuman kilat di bibir Kirana dan langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Di iringi teriakan dari sang istri.
"Abaaaaang!!"
Bersambung
Duh abang 😐 gemess aku tuu 😁 pen punya suami yang suka masak buat istri. Ada gak si?😭😍
Jangan lupa likenya 😙
Kalau banyak komentarnya, Zaraa bakalan up lagi nanti malam 😌 Tambahin yaa votenya. 10 aja sangat berarti bagi Zaraa.
Makasih banyak atas
__ADS_1
dukungan kalian semua ❤