Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa

Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa
Hubungan Berakhir


__ADS_3

Kirana tertegun dengan sorot mata kosong dan Akbar langsung membalikkan tubuhnya. Bergegas mengambil koper dan sesaat menatap sebuah benda di atas nakas. Sebuah pil penunda kehamilan yang ia temukan di laci nakas kamar. Satu bulir bening jatuh di sudut mata laki-laki itu.


Akbar berjalan keluar kamar sembari mengusap air matanya. Suara langkahnya menyadarkan Kirana.


"Tunggu!" Akbar berhenti tepat di depan pintu kamar yang sudah terbuka. Laki-laki itu berusaha keras menahan diri agar tak membalikkan tubuhnya dan menatap sang mantan istri.


"Gue gak minta Raga beliin semua itu," ucap Kirana dengan nada angkuh. Ia terdiam beberapa saat lalu kembali berucap. "OK, gue terima kalau itu kemauan lo."


"Tentang pemindahan kepemilikan apartemen dan perceraian akan diatur pengacara keluarga Bratajaya," sahut Akbar datar. Tanpa menunggu respon Kirana, ia langsung melangkahkan kaki keluar apartemennya.


Lelaki itu kemudian masuk mobil dan menatap Randy yang duduk di belakang kemudi.


"Ayo," ucapnya datar. Randy menginjak pedal gas dan mengemudi dengan kecepatan sedang.


Akbar menatap ke luar jendela mobil. Matanya kembali berkaca-kaca. Andai wanita itu menahannya, mungkin ia tak akan pergi tapi Kirana ternyata benar-benar tak menginginkannya. Sesuai dugaannya.


Mata lelaki itu menerawang ke beberapa menit lalu. Saat Kirana menerima paket dan membuka isinya dengan mata berbinar serta kedua sudut bibir terangkat sempurna.

__ADS_1


Akbar masuk ke kamarnya. Marah tentu saja. Tas mahal yang baru saja Kirana buka pasti pemberian dari Raga. Akbar sudah bisa menebaknya. Hingga telepon Kirana berdering di atas nakas. Kamar yang kedap suara tentu membuat Kirana yang berada di ruang tamu tak mendengarnya.


Akbar langsung mengangkat telpon itu saat melihat nomor yang tak dikenal. Sebelumnya, Akbar sudah memblok nomor lelaki gila itu. Jadi, ia sudah menduga bahwa telpon itu dari Raga. Namun, tak pernah menduga apa yang diucapkan lelaki itu membuat matanya membulat sempurna.


"Halo sayang? ini aku Raga. Gimana rencana kita? ingat yaa kamu udah janji ceraikan tuh buruk rupa hari ini!"


Akbar memutuskan sambungan dengan bahu yang merosot jatuh tanda kekecewaan. Jadi, Kirana sudah merencanakan semua? bahkan hinaannya di hadapan semua orang? Apa permintaan maaf tadi hanya bualan belaka? karena takut seluruh keluarga dan para fansnya di luar sana menganggap dirinya jahat karena membuat Akbar terhina serta terluka?


Lelaki itu menendang nakas di hadapannya dan membuat laci nakas terbuka. Akbar menatap sebuah benda yang ada di dalamnya. Sebuah pil penunda.


Saat itu pula, Akbar menyadari bahwa dirinya memang tak berarti apa-apa di bandingkan Raga. Ia hanya seorang lelaki buruk rupa dan tak punya banyak harta. Namun Kirana tak boleh menghinanya. Sudah cukup kesabarannya. Saatnya mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan ini.


Akbar juga langsung membeli tiket untuk menuju rumah Papa. Ia harus menenangkan dirinya di sana, kemudian lelaki itu menelpon adiknya untuk mengantarnya ke bandara. Saat selesai segala urusan, dengan tergesa Akbar mengemas baju dan barang-barangnya.


"Bang!"


Lamunannya buyar. Akbar tersentak dan menatap Randy. Baru ia sadari, sang adik memiliki raut wajah tak nyaman pada dirinya.

__ADS_1


"Maaf Bang, karena aku sama Puspa. Abang-"


"Udah!" potong Akbar dengan nada tegas lalu kembali berucap. "Fokus aja bawa mobilnya ke bandara."


"Tapi tinggal di rumah Papa sebentar aja, 'kan?" tanya Randy. Akbar diam. Entahlah, bagaimanapun caranya ia harus menenangkan diri dan berusaha melupakan Kirana.


Karena wanita itu bisa jadi bukan takdirnya. Semua pernikahan yang terpaksa dan berakhir saling menerima serta jatuh cinta juga bukan takdir dirinya. Memang ada pernikahan yang sebenarnya harus diakhiri karena hanya membuat keduanya saling melukai.


Bersambung


Hadeh Kirana. Masih aja keangkuhannya. Kejar dong si abang😭😂 Gimana kisah selanjutnya?


Jangan lupa likenya. Banyakin komentarnya dan tambahin votenya. Karena itu penyemangat Zaraa😌


Terima kasih atas apresiasi


dari kalian semua ❤

__ADS_1


__ADS_2