Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa

Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa
Pertemuan Dengan Raga


__ADS_3

Kirana masuk ke apartemennya dengan raut wajah kecewa. Meski ia berhasil melewati kegelapan dan berteman dengan malam, pada akhirnya tetap terlambat mengejar sang mantan.


Wanita itu menendang beberapa paket dari Raga yang ada di ruang tamu. Untuk melampiaskan rasa kecewa dan kesal pada barang-barang itu. Lalu melangkah menuju kamarnya.


Melepas hijab dan jaket, Kirana lantas membaringkan tubuhnya. Meraih bantal yang dulu milik sang suami. Memeluk benda tersebut dan menghirup aroma laki-laki itu. Menyadari bahwa dirinya kian merindu dan sejenak terpaku.


Kirana menggelengkan kepala dan mendengus kesal. Menatap langit-langit kamar. Berdecak heran mengapa Akbar langsung mengucap talak sedemikian rupa. Namun menyadari, bahwa dengan dirinya yang saat ini. Akbar begitu kehilangan jati diri. Lelaki itu tak percaya diri sama sekali. Apalagi setelah dirinya menghina dan memaki serta mencaci sang suami.


"Maaf Bang ...." gumamnya pelan sembari memejamkan mata. Bulir bening jatuh di sudut matanya.


Menyeka air matanya, Kirana kemudian bangun saat teringat cemilan dan junkfood yang ia beli tadi. Wanita itu menuju sofa dan berbinar ketika menatap cemilan di atas meja. Kirana langsung melahapnya hingga tak tersisa. Sesekali menyeka air mata, tatkala teringat suaminya.


"Lapar banget," gumamnya bermonolog sendiri.


***


"Pengen cake cokelat, 'kan?" tanya Raga lembut sembari tersenyum lebar. Kirana menatapnya datar. Mereka sedang berada di salah satu meja cafe tempat biasa bertemu saat SMA.


Menarik napas panjang, wanita itu lantas berucap, "Ga, aku tau yang kemaren itu rencana Kamu." Kirana tak ingin berbasa-basi lagi.

__ADS_1


Raut wajah Raga berubah menegang namun ia berhasil menguasai diri. Kemudian menatap Kirana dengan sorot mata penuh arti. Raga Berucap dengan percaya diri, "Maaf Na, caraku emang salah. Aku mau dia tau diri dan gak nganggu Kita lagi."


Mata Kirana membulat sempurna. Wanita itu menatap tajam laki-laki di hadapannya. "Ganggu?!"


Raga berjengit kaget kemudian menatap Kirana dengan sorot mata yang sama tajamnya. "Iya! dari dulu sampai sekarang. Kamu itu milikku Na! Dia datang dan ganggu hubungan kita!"


"Hubungan?" Kirana berdecih pelan. Menurunkan nada ucapan, wanita itu lantas melanjutkan. "Saat Aku menerima pernikahan itu meski dalam keadaan terpaksa. Aku merasa gak ada hubungan sama siapapun. Termasuk pada seorang Raga Fatah Lesmana."


"Na ...."


"Maaf Ga ... aku baru sadar kalau aku sudah jatuh cinta padanya. Dia manis dan lembut Ga, baik dan menerimaku apa adanya. Aku ingin bersamanya." Kirana berucap dengan mata berbinar.


"Yakin cinta? gak cuma sebatas rasa kasihan?" lanjut Raga yang membuat Kirana membulatkan matanya..


Wanita itu menarik napas panjang. Bertekad harus menyelesaikan segalanya sekarang, Kirana lantas berucap dengan penuh keyakinan. "Ini cinta Ga, rasa ini ... aku gak pernah menduga sebelumnya."


Kirana menatap cangkir kopi di hadapannya sembari mengangkat kedua sudut bibirnya hingga sempurna. "Maaf Ga ...."


Wanita itu berdiri dan melangkahkan kaki. Hingga tarikan pada lengannya membuat langkahnya terhenti. Kirana berbalik dan menatap Raga.

__ADS_1


"Gak! lo milik gue Na!"


Bersambung


Mohon maap dikit yaa, ini dulu ^_^


Aku lagi sibuk soalnya ;) Gak papa ngegantung yaa😂


Sampai jumpa minggu depan, eh?😐


Banyakin komentarnya, Zaraa suka.


Jangan lupa likenya ....


Tambahin votenya kalau ada 😌


Terimakasih atas apresiasi


dari kalian semua❤

__ADS_1


__ADS_2