Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa

Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa
Kesalahan Besar


__ADS_3

"Tuan Muda!"


Suara berat bernada kemarahan itu membuat ketiga wanita yang bersama Raga terperanjat kaget. Pengawal pribadi sang tuan muda ternyata sangat panik melihat wajah Raga yang penuh lebam dan luka.


"Kita harus ke rumah sakit Tuan!" Raga berdecak kesal. Berlebihan memang, pikirnya.


"Gak perlu, gue baik-baik aja," sahut Raga dengan gelengan kepala. Matanya menatap Kirana yang masih menundukkan wajah. Mereka tengah berada di sebuah cafe tak jauh dari tempat tadi.


"Kirana ...." gumam Raga pelan. Sementara Mia memicik tajam.


"Ayo kita pergi Na," ucap Mia sembari menarik kedua sahabatnya. Nila juga memegang lengan Kirana yang satunya.


"Eh tunggu!" teriak Raga sembari memegang sudut bibirnya yang berdarah.


"Tuan, ayo kita pergi. Ini harus di obati." lelaki itu menjeda ucapannya sesaat lalu kembali berkata, "Saya sudah menurut saja saat Tuan meminta saya diam ketika Tuan sendiri dipukuli." pengawal itu memaksa Raga dengan semampunya. Sementara sang tuan muda mencoba meronta tapi tetap kalah tenaga. Hingga akhirnya pasrah saja


***


Saat sampai di apartemen Dita, Mia dan Nila serta Kirana yang masih diam tak bersuara duduk di ruang tamunya. Dita yang baru saja datang memicik tajam pada ketiga sahabatnya.


"Na ... beneran cowok itu tadi suami lo?" tanya Nila memecah keheningan. Lalu kembali melanjutkan ucapan, "Kok lo gak kasih tau kita sih kalau udah nikah?"

__ADS_1


"Kirana terpaksa menikahi Akbar." sahutan dari Dita membuat Nila dan Mia tersentak.


"Akbar? kakaknya Randy Giandra Bratajaya gak sih?" tanya Nila sembari mengerjap kaget.


"Lo udah tau?" Mia berucap dengan tajam. Lalu kembali berkata, "Dan nyembunyiin ini semua dari kita berdua?" gadis itu berdecak kesal. Matanya terlihat memerah.


"Gue paham kalau emang ada privasi tertentu yang gak perlu dikasih tau. Tapi tindakan Kirana kali ini ngebuat Raga menjebak kami," ucap Mia yang membuat Kirana mengangkat kepala. Menatap sahabatnya dengan sorot mata bertanya.


"Iya, dia nyuruh kita bawa Kirana ke spa. Terus tadi pengawalnya kok baru dateng yaa? bukannya dia biasanya selalu ada deket Raga?" tutur Nila yang membuat Kirana membulatkan matanya dengan sempurna.


"Raga gak mungkin gitu," bela Kirana dengan nada pelan. Mia mengepalkan tangannya dengan erat.


"Lo gila yaa Na!" bentak Mia yang membuat ketiga sahabatnya berjengit kaget.


"Gue gak pernah paham sama jalan pikiran lo!" ucap Mia lagi.


"Gue kesel sama dia yang mukulin Raga. Dia juga-"


"Na!" sentak Mia dengan suara tertinggi. Kirana terdiam sembari memegang dadanya yang berdegup kencang.


"Coba gue tanya sama lo! di mana ada suami yang diam aja kalau cowok lain meluk istrinya tepat di hadapannya!!" Kirana terdiam. Ia tertegun saat Raga merangkulnya tadi. Belum sempat melepaskan, Akbar sudah melayangkan pukulan.

__ADS_1


"Terlepas ini rencana Raga atau jebakannya. Lo gak sepantasnya kayak gitu Na! lo salah besar!" ucap Dita sembari menyodorkan ponselnya. Video Kirana sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Bahkan sudah masuk akun gosip yang terkenal di seluruh tanah air.


Kirana menatap video itu dengan mata berkaca-kaca. Terlihat jelas bagaimana dirinya memaki suami sendiri.


"Gue ... kelepasan," ucap Kirana dengan isakan. Lalu kembali melanjutkan ucapan, "Gue kesel sama dia yang nahan gue nampar Bella. Padahal gue istrinya ditampar di hadapannya."


Kirana menutup wajahnya dengan telapak tangan. Nila mendekat dan memeluknya. Sementara Dita menghela napas kasar dan Mia terdiam seketika.


"Maksudnya suami lo itu bukannya gak belain lo Na," ucap Dita dengan lembut. Melihat Kirana yang menangis sesenggukan, membuatnya tak tega. Ia lalu kembali berkata, "Dia cuma gak mau istrinya jadi tontonan di hadapan banyak orang. Apalagi main pukul-pukulan. Itu bukan lo Na ...."


Bersambung


Dalam sebuah cerita selalu ada pemeran yang nyebelin dan ngeselin. Terlepas dari fisiknya, penampilan atau agama.


Gue heran banget dah sama orang yang masih berpikir bahwa perempuan berjilbab gak seharusnya bersikap kayak Kirana. 😂


Lo anak rumahan yaa? akhlak seseorang dan hijabnya adalah dua hal yang sangat berbeda. Terlepas dari penampilan atau agama, Kirana atau perempuan berhijab yang di luar sana juga manusia. Ada salah juga. Mainnya lo kurang jauh 😂 silahkan coba berbaur dalam lingkup masyarakat yang lebih luas dan lihat apa yang gue bilang bener apa kagak?


Yang tau baik atau gak nya orang itu kalau menurut gue sih cuma Allah sendiri. Orang yang di luar baik juga bisa jadi menyimpan iri hati dan dengki


Dikit dulu yaah, Kapan up selanjutnya tergantung kalian juga.

__ADS_1


Banyakin komentar dan jangan lupa likenya. Makasih udah apresiasi novel Zaraa yang gak ada apa-apanya ini 😌


__ADS_2