Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa

Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa
Rencana Raga


__ADS_3

"Tuan muda ...."


Tok!


Tok!


Tok!


Raga mendesah frustasi. Masih bergeming di tempatnya berbaring. Merasakan sesak di dada ketika menelpon Kirana justru mendengar percakapan sensual wanita itu dan suaminya.


"Sialan!" pekik Raga dengan teriakan. Membuat orang di luar pintu panik dan yang terdengar bukan lagi ketukan tapi gedoran.


"Tuan Muda!"


"Tuan! apa yang terjadi!"


"Tuan, are you OK?"


"Tuan Muda!"


"Tuan!"


Raga turun dari ranjang dengan amarah yang membuncah di dada. Membuka pintu ketika kepanikan melanda pelayan dan pengawal di rumahnya.


"Apaan coba!" teriak Raga dengan menatap tajam semua orang di sana yang membungkam seketika.


"Bisa gak sik, gak perlu pake teriak-teriak di pintu kamar orang hah!!" sungutnya kesal.


"Malam ini malam jum'at kenapa gak sunah Rosul aja kalian!" geram Raga dengan dada yang turun naik karena emosi.

__ADS_1


Semua pelayan dan pengawal di sana saling menatap dengan bingung. Kemudian menunduk dalam lagi ketika merasakan aura sang tuan muda yang kian mencekam.


"Pergi sana! bubar!" teriak Raga yang langsung membuat semua orang di sana pergi. Yang hanya tertinggal satu orang lelaki. Pengawal pribadi Raga yang nampaknya masih bergeming di tempatnya.


"Lo ngapain?!" bentak Raga yang membuat lelaki berotot itu berjengit kaget.


"Ada info tuan muda. Tentang-"


"Gue bilang pergi!" potong Raga dengan nada bentakan. Namun lelaki itu nampaknya tak gentar.


"Tentang keluarga Bratajaya dan Cakrawangsa."


Raga membulatkan matanya dengan sempurna lalu masuk ke kamarnya. Di ikuti pengawal pribadinya. Saat sang tuan muda duduk di sofa. Lelaki itu mengulurkan beberapa lembar kertas berisi info dua keluarga yang diminta Raga.


"Apa yang lo dapat?" tanya Raga tanpa lebih dulu membuka map yang berisi kertas-kertas di tangannya.


"What!?" Raga membuka kertas itu dan matanya membulat sempurna. Tak pernah menyangka bahwa Puspa, adik Kirana yang lebih kalem dan lembut dari Kirana justru bisa seperti itu. Padahal Raga tau, bagaimana kerasnya didikan Haris Purwa Cakrawangsa tapi ternyata masih kecolongan juga.


"Dan Kirana Purwa Cakrawangsa terpaksa menikahi kakak dari Randy. Akbar Giandra Bratajaya," lanjut sang pengawal yang membuat Raga menatapnya dengan tatapan kesal. Pengawal bertubuh kekar itu menelan saliva. Tapi tetap melanjutkan ucapannya.


"Terpaksa karena alasan kedua suami istri Bratajaya yang ingin menikahkan putra sulungnya lebih dulu. Sudah berusia kepala tiga."


"Gimana rupa atau kepribadian lelaki itu? tampan? seorang model juga? hafal 30 Juz Al-Qur'an? atau hafal setengahnya?" tanya Raga bertubi-tubi.


Pengawal itu menggelengkan kepala lalu berkata, "Akbar Giandra Bratajaya seorang penulis yang cukup terkenal dengan nama pena malam tapi mengalami kecelakaan pada usia 20 tahun. Saat kuliah semester dua. Menyebabkan wajahnya hancur dan bisa dikatakan ... buruk rupa."


Raga mengerjap tak percaya dengan rahang yang hampir jatuh ke lantai kamarnya. Kemudian tersadar dengan raut wajah bahagia. Ia mengibaskan tangannya pelan. Meminta pengawal itu pergi dari kamarnya.


"Tunggu!" ucapnya yang membuat pengawal terdiam di tempatnya.

__ADS_1


"Jangan sunah Rosul kalau belum nikah yaa bilangin sama yang lainnya! Itu namanya zina. Jangan kayak netizen Indonesia yang biasanya ngomong sunah Rosul padahal berzina!" ucap Raga panjang lebar. Pengawal itu menganggukkan kepala patuh.


"Permisi Tuan Muda." saat berbalik dari hadapan Raga ia mencebikkan bibirnya. Padahal dulu, Tuan muda sendiri yang sering berzina di kamarnya, pikirnya. Saat pintu kembali tertutup. Raga tertawa bahagia dan bergulung-gulung di ranjangnya.


"Astaga Kirana! nakal banget ternyata!" gumamnya dengan gelengan kepala.


Raga berpikir bahwa Akbar sangat jauh dari kata 'suami' yang diinginkan Kirana. Wanita itu sangat angkuh dan memiliki tipe suami yang sangat sempurna.


Raga masih mengangkat kedua sudut bibirnya hingga terangkat dengan sempurna. Ia yakin bisa mendapatkan Kirana. Sebelumnya berpikir saat mendengar percakapan lewat telepon tadi bahwa Kirana memang sudah jatuh cinta pada suaminya.


Kepercayaan dirinya langsung menurun secara tiba-tiba Tapi mendengar kabar gembira yang baru saja di terimanya. Raga yakin bahwa hubungan suami istri Kirana dan suaminya hanya kesenangan sesaat tanpa adanya cinta.


Hubungan intim terjadi bukan berarti kedua orang itu saling mencintai. Kirana sama sepertinya dulu. Raga dulu bermain di atas ranjang bersama mantannya meskipun tak memiliki cinta di antara mereka.


Pemuda itu kemudian memilih menyusun rencana untuk merenggangkan hubungan kedua suami istri yang sekarang tengah memenuhi pikirannya. Agar Kirana setidaknya tak bisa lagi berhubungan dengan suaminya sendiri. Hingga kantuk menyerang Raga dan Lelaki itu terlelap nyaman dengan raut wajah bahagia.


Bersambung


Mohon maaf cuma sedikit yaa 😐


Ntar diusahain up lagi hari ini😙


Jangan lupa likenya


Tambahin komentarnya


Banyakin votenya


Zaraa sayang kalian semua❤

__ADS_1


__ADS_2