Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa

Terpaksa Menikahi Si Buruk Rupa
Bagas Gerald?


__ADS_3

Kirana mengerang pelan masih dengan mata terpejam. Lelaki yang tengah duduk di belakang kemudi menatapnya dengan kedua sudut bibir terangkat sempurna. Saat Kirana membuka mata, lelaki itu menghela napas lega.


"Randy?" Kirana menatap suami dari adiknya. Lalu matanya berkaca-kaca. Wanita itu menarik napas dalam.


"Maaf Mbak ...." ucap Randy dengan nada kekhawatiran lalu kembali melanjutkan ucapan, "Mbak gak papa?"


Kirana menganggukkan kepala lalu menatap Randy kemudian sekitarnya. Menautkan alisnya, Kirana lantas bertanya.


"Kok kita di rumah sakit? Puspa gak papa, 'kan?"


"Puspa baik-baik aja. Tadi mau bawa Mbak ke dalam. Eh udah sadar duluan," sahut Randy.


"Ya udah, antarin ke apartemen aja," ucap Kirana dengan nada pelan.


"Yakin gak mau periksa dulu Mbak? tadi pingsan lho. Untung aja aku ngeliat."


Kirana menggelengkan kepala. Menatap Randy dengan tatapan memelas. "Gak papa, pulang aja yaa ... tadi cuma pingsan karena kelaparan aja. Mbak belum makan soalnya."


Randy kemudian menghidupkan kembali mobilnya yang berada di parkiran sebuah rumah sakit. Sesekali melirik sang kakak ipar yang nampak kacau. Kemudian menghentikan mobilnya di salah satu restoran.


"Mbak makan dulu yaa?" tanya Randy dan Kirana menggelengkan kepala.


"Mbak mau makan junkfood aja," sahut Kirana pelan. Lelaki itu menautkan alis, tetapi diam saja. Tanpa bertanya lagi, Randy segera melajukan mobilnya untuk membeli apa yang diinginkan Kirana.

__ADS_1


Tak jauh dari tempat restoran tadi, Randy membeli junkfood. Sementara Kirana tetap di dalam mobilnya. Saat sudah selesai, Laki-laki itu masuk ke mobil dan memberikannya pada Kirana. Wanita itu berbinar menatap apa yang di bawakan adik ipar.


Randy menginjak pedal gas menuju apartemen abangnya. Melirik Kirana yang sedang melamun, tatapannya kosong ke luar jendela. Hingga bulir bening jatuh di sudut matanya. Lekas wanita itu menyeka.


Menarik napas dalam dengan mata terpejam. Kirana lalu menyadari. Sedalam apapun menyesali, jarum jam tak akan pernah berputar kembali ke kiri. Namun, ia harus memperbaiki diri dan segala hal yang sudah terjadi.


"Abang bakalan maafin Mbak gak yaa, Ren?" Kirana bertanya tanpa mengalihkan tatapannya. Meski segala yang terjadi tadi karena kesalahpahaman. Tapi mengenai kemarin, bagaimana ia memaki sang mantan suami. Jelas adalah kesalahan besar seperti yang diucapkan Dita dan dua sahabat lainnya.


"Pasti Mbak, Abang orang pemaaf kok." Randy menatap sekilas Kirana lalu kembali mengalihkan tatapannya.


Kirana merogoh saku jaketnya dan menemukan ponselnya. Wanita itu mulai mencari penerbangan menuju Paris. Tak masalah jika Abang pergi, ia akan mengejar kesana bagaimanapun caranya, Kirana tak peduli.


Sesaat kemudian, Kirana menghela napas berat. Meremass ponselnya dengan kuat. Mengepalkan tangannya dengan erat.


"Kenapa Mbak?" tanya Randy dengan nada pelan. Kirana menatapnya.


"Gak papa, dua hari waktu yang pas untuk menyelesaikan segala yang di sini. Ngomong sama Raga terus minta maaf sama Abi dan Umi. Baru habis itu di Paris, bulan madu aja sama Abang." Kirana terkikik pelan dengan semburat merah di pipi.


"Eh, mobilku sama siapa?!" tanya Kirana panik. Baru menyadari.


"Udah sama asistenku Mbak, ntar besok pagi pasti udah dianterin ke apartemen," sahut Randy. Kirana menghela napas lega. Kemudian meminta untuk singgah di minimarket. Kirana turun dan membeli banyak cemilan. Kedua sudut bibirnya terangkat sempurna. Rancangan kehidupan baru ada di kepalanya.


Berhenti menjadi model dan tak perlu diet lagi. Bahagia bersama sang suami dan jika Akbar membolehkan, ia akan bekerja di perusahaan ayahnya. Perusahaan keluarga Cakrawangsa.

__ADS_1


Saat sudah selesai membayar di kasir. Kirana kembali masuk ke mobil. Menautkan alis saat menatap wajah Randy yang kikuk saat ia masuk ketika lelaki itu sedang menelpon seseorang.


Kirana memicikkan mata curiga. Berpikir akan menghabisi malam ini juga jika suami dari adiknya ternyata baru saja menelpon seorang wanita.


Namun, mata Kirana membulat sempurna. Sebelum Randy meletakkan ponselnya di saku celana dan layar itu masih menyala. Sempat dilihat Kirana, nama siapa yang baru ia telpon di layar ponsel adik iparnya.


"Bagas Gerald?"


Bersambung


Ada hubungan apa Randy sama Bagas yaa 😐


Maaf yaa ... Baru up Zaraa ;)


Yang mau tau info kapan up, bisa masuk gc Zaraa ^_^


Banyakin komentarnya aku suka.


Jangan lupa juga likenya


Tambahin votenya kalau ada


Karena itu penyemangat Zaraa😌

__ADS_1


Terimakasih atas apresiasi


dari kalian semua❤


__ADS_2