
Saat meningkatkan ke level 50, Ares terkejut Dragon Fang yang ada digenggamannya tiba tiba bergetar dengan sangat kuat yang membuat Ares menggertakan giginya.
"Apa... yang...ingin...kau...lakukan... Dragon Fang?!" Ares melihat Dragon Fang dengan sorot tajam dan berusaha menahan Dragon Fang agar tidak lepas dari genggamannya.
"Grrruaaarghh!!!" Suara raungan yang sangat keras terdengar dari Dragon Fang yang membuat Ares sekali lagi sangatlah terkejut, ia bahkan hampir melepaskan Dragon Fang dari tangannya.
Bertahan hampir dua menit, Ares yang bercucuran keringat menghela napas lega saat Dragon Fang sudah mulai tenang, Ares yang sedikit penasaran juga memutuskan untuk mengecek statusnya setelah ditingkatkan.
{Dragon Fang(Magic Weapon)
Level 50(bisa ditingkatkan)
Req: -Level 50
- Str 250
- Dex 180
Dragon Fang merupakan senjata sihir yang diciptakan dari taring Magic Dragon. Dalam penciptaannya roh dari Magic Dragon masuk kedalam pedang dan mengubahnya menjadi pedang sihir.
Kekuatan serangan +50
Kecepatan serangan+15%
All Stat +20
Abaikan penindasan level sebanyak 7.
Serangan memiliki kesempatan 15% untuk critical.
Peluang 10% untuk menyebabkan efek fainted.
Peluang 15% menyebabkan damage dua kali lipat.
Ketrampilan tambahan:
Dragon Breath(aktif)
Menyerang musuh menggunakan semburan api dan memiliki kesempatan untuk memberikan efek terbakar pada musuh. Setiap 10 Vit meningkatkan 1% damage.
__ADS_1
Cooldown: 10 menit
Dragon Protection(aktif)
Memberikan efek kebal selama 10 detik terhadap serangan musuh dan membalikkan serangan sihir musuh.
Cooldown : 3 menit
Fly
Menumbuhkan sayap di punggung untuk terbang dan mendapatkan perlindungan dari gangguan angin.
Meningkatkan 10% damage serangan sihir yang dilakukan saat terbang
Penggunaan mana : 50/menit}
"A-apa apaan ini?!" Ares menahan teriakannya dengan usaha keras saat melihat status Dragon Fang yang menjadi jauh lebih kuat. Ares merasa sangat senang walaupun ia sempat terkejut dengan status baru Dragon Fang ditambah lagi dengan adanya ketrampilan tambahan baru yang akan sangat berguna menurut Ares.
"Sekarang waktunya kembali, ayo Napoleon," Ares berjalan kembali menuju ke tempat pasukan beristirahat dengan Napoleon yang ada dalam mode chibi ada di atas kepalanya.
Masuk ke dalam tempat peristirahatan, Ares merasa agak bingung karena hampir semua orang bersikap sangat waspada dan terlihat sangat serius.
"Tadi ada suara raungan yang sangat keras, jadi Shira menyuruh semua orang untuk waspada," Archer yang ditanya menjawab pertanyaan Ares tentang apa yang sebenarnya terjadi, sedangkan Ares yang mendengarnya menjadi merasa bersalah.
'Jadi suara itu sampai sini? Untungnya tidak ada yang bergerak kesana,' Ares menggigit ibu jarinya dan berpikir tentang suara raungan. Ia benar benar harus mencari tempat dan waktu yang tepat untuk meningkatkan Dragon Fang.
Berjalan hingga ke tempat para ketua party berada, Ares tersenyum kikuk dan duduk di salah satu batang pohon yang telah dijadikan tempat duduk.
"Shira, lebih baik tarik saja perintah sebelumnya dan biarkan mereka istirahat," Ares yang merasa bertanggung jawab berbicara pada Shira untuk membiarkan yang lain istirahat dan tidak bersikap terlalu waspada, tentu saja kecuali regu yang memang bertugas untuk berjaga.
"Tapi Ares, suara raungan itu terdengar sangat keras, dan lagi aku tidak bisa memastikan itu suara apa," Shira yang sedang membetulkan posisi kacamatanya menjawab dengan santai dan sorot mata tajam yang terlihat mengintimidasi.
"Ah, itu tadi Napoleon yang sedang kusuruh berlatih kemampuannya," Ares mencoba menjawab denfan selogis mungkin supaya permasalahan ini tidak menjadi besar.
"Begitu? Baiklah, tapi kenapa tidak kau sendiri yang menyuruh mereka agar berhenti? Kau kan pemimpinnya Ares," Shira yang paham memberikan perintah agar yang lain kembali beristirahat.
"Yah, karena kau yang tadi memberi perintah," Ares yang sedang memanggil Wolfshef menjawab Shira dengan asal.
Sejak terluka sebelumnya Wolfshef belum pernah ia panggil lagi supaya dapat memulihkan diri, karena baru kali ini Wolfshef terluka sangat parah dan hal itu sempat membuat Ares menjadi khawatir.
__ADS_1
"Aku akan kembali ke partyku," Ares berdiri dan pergi menuju ke tempat partynya berada meninggalkan para ketua party yang kebanyakan tidak peduli.
"Hay," Sampai di tempat partynya beristirahat Ares menyapa dengan senyum kecil saat ia duduk dan bersandar pada pohon.
"Haayy," Suara seorang gadis ya g terdengar sangat dingin dan menusuk masuk ke telinga Ares yang membuatnya sempat bergidik. Melihat siapa yang berbicara, Ares melihat Iris yang sedang mengangkat staff miliknya dan terlihat siap untuk menyerang.
Sedangkan anggota party yang lain hanya diam, tidak ada yang bersuara sama sekali untuk menjawab sapaan Ares, mereka seperti berusaha untuk membuat diri mereka sesibuk mungkin.
"Eeh? Iris kenapa?" Melihat Iris yang berjalan mendekatinya Ares menelan ludah ia merasa ini lebih menakutkan ketimbang disaat ia bertarung melawan Hob-Goblin.
"Wo-Wo-Wolfshef!" Ares mencoba memikirkan solusi terbaik, ia memanggil Wolfshef yang tadi berjalan dibelakangnya dengan khawatir, Wolfshef yang mendengar panggilan Ares berlari sambil melolong dengan keras dalam mode chibi.
Iris yang mendengar lolongan Wolfshef menjadi berbinar-binar dan berlari untuk memeluknya,"Wolfshef! Aku kira kamu terluka parah gara gara orang bodoh ini huuu," memeluk Wolfshef dengan erat Iris terlihat sangat senang.
"O-orang bodoh?" Ares bergumam dengan lirih dan memanggil Napoleon untuk menemaninya.
"Kuro pasti dia yang bilang," menggigit ibu jarinya Ares bergumam setelah memikirkan apa yang baru saja terjadi.
"Jadi, kalian semua baik baik saja kan?" Ares yang ingat tujuan awalnya ke tempat peristirahatan partynya bertanya.
"Yah! kita sangat baik!" Di atas pohon, Kuro yang sedang tertawa menjawab dengan sangat riang.
"Tapi dimana Minerva?" Ares yang telah melihat ke sekelilingnya dan tidak menemukan Minerva bertanya.
"Dia tadi bilang mau menemui Shira beberapa saat sebelum kau datang," Jedi menjawab Ares saat ia sedang mengecek busur miliknya.
"Begitu?" Ares yang tidak terlalu peduli memutuskan beristirahat dengan Napoleon disampingnya.
---
"Shira! Tuan Sadawira! Ada sebuah kelompok dengan jubah Danadyaksa yang datang dari arah kota," Thief yang bernama Otty melaporkan pada Shira dan Sadawira dengan cepat saat ia baru saja melihat kedatangan kelompok Danadyaksa.
"Baiklah, bawa mereka kemari dan tolong panggilkan Ares!" Shira menatap dua orang yang ada di hadapannya memberikan perintah setelah memikirkan beberapa hal, ia menyuruh untuk memanggil Ares, karena Ares adalah salah satu pemimpin tertinggi disini yang ditunjuk langsung oleh Count.
"Ares! Danadyaksa datang," Minerva yang baru saja tiba di tempat peristirahatan party mereka berkata kepada Ares.
"Begi-" belum selesai berbicara, Minerva kembali memotong ucapan Ares,"kamu disuruh kesana oleh Shira, hi...shi...shi...shi..."
"Ah, aku akan kesana," Walaupun ia sebenarnya tidak terlalu peduli, tetapi mengingat ia adalah salah satu pemimpin, ia harus kesana untuk bertemu orang orang yang baru tiba.
__ADS_1