
"Dari ketiga ronde yang diadakan, pemenang dari grup ke 16 adalah kelompok New Olympus!"
"Bagi kelompok pemenang silahkan beristirahat di tempat yang telah disediakan!"
Ares yang sudah kembali ke tempat kelompoknya, mereka berjalan menuju tempat istirahat yang disediakan, setelah diberitahu oleh wasit dimana letaknya.
Tempat istirahat yang dimaksud adalah di dekat tembok kota. Dari sana para peserta yang sudah lolos bisa melihat pertarungan grup lain sambil beristirahat.
"Hah, aku lelah," Kuro berbaring di rumput sambil mengeluh saat mereka baru saja sampai di tempat istirahat.
Ares yang berusaha mengabaikannya melihat ke arah grup-grup yang masih bertanding untuk mengamati kemampuan orang yang mungkin akan menjadi lawannya saat lomba nanti.
"Kalian sudah selesai?" Sebuah suara terdengar dari samping Ares saat ia melihat pertarungan yang membuatnya menengok ke samping.
"Ya! Tentu saja! Kiniro!" Kuro melakukan kip up dan berdiri saat ia menjawab pertanyaan Kiniro.
Kiniro dengan muka mengantuk tersenyum tipis melihat Kuro yang bersemangat.
"Kau juga sudah selesai Kin?" Ares bertanya pada Kiniro dengan senyum kecil khas-nya.
"Yah, musuh kami tidak terlalu kuat," Kiniro menjawab saat ia duduk bersandar pada tembok kota.
"Dimana yang lain?" Kuro bertanya dengan penasaran karena ia tidak melihat teman-temannya yang lain di sekitar Kiniro.
"Mereka akan kesini, tunggu saja," Kiniro menjawab Kuro dengan ketidakpedulian yang sangat terlihat di wajah mengantuknya.
"Uahahaha, kalian berkumpul disini ya?" dengan tawa keras, Shiro yang membawa Nodachi miliknya diatas pundaknya berjalan mendekati kelompok Ares dan Kiniro.
"Kuro-kun!!!" Saat mendengar suara yang meneriakinya, Kuro sesaat merasa merinding di sekujur tubuhnya, saat ia melihat ke arah suara itu, Aoi sudah berlari ke arahnya dan memeluknya yang membuat ia memerah karena malu.
Di belakang Aoi, Guree dan Noukon yang sedang bercanda berjalan bersamaan menuju ke tempat kelompok.
"Guree!!! Noukon!!!" Kuro berteriak saat ia melihat Guree dan Noukon dengan niat untuk minta tolong supaya Aoi menyingkir darinya untuk saat ini, tapi apa yang diharapkan Kuro tidak terjadi, Guree dan Noukon sudah lebih dulu berlari ke samping Kiniro.
__ADS_1
"Jangan pacaran disini, tidak enak dipandang," Jedi dengan suara ketus berbicara pada Kuro dan Aoi yang masih menempel pada Kuro.
"He! Aku tidak pacaran!"
"Walaupun kau bilang begitu tidak akan ada yang percaya padamu," Jedi berbicara saat ia berdiri dan berjalan untuk menjauh dari tempat Kuro dan Aoi.
"Ah, benar juga sih," saat Kuro melihat Aoi yang menempel padanya, Kuro bergumam secara tidak sadar.
"Aoi, bisa lepas sebentar?" Kuro bertanya pada Aoi dengan lembut, Aoi yang mendengar pertanyaan Kuro menggelengkan kepalanya dan berkata,"Tidak, nanti Kuro-kun kabur."
"Uh," Kuro terdiam mendengar ucapan Aoi, tapi ia merasa tidak nyaman bukan karena Aoi yang menempel padanya tapi karena hampir semua mata disini saat ini memandangi ia dan Aoi.
"Kuharap kita bertemu di lomba ini," Ares mendekati Kiniro dan berbicara pada Kiniro yang sedang bersandar.
"Hem?" Kiniro melihat ke arah Ares dan tersenyum tipis untuk menanggapinya.
"Kau mau kalah lagi?" Kiniro bertanya pada Ares dengan wajah yang terlihat mengantuk.
"Tidak, kali ini aku akan menang," Ares berucap dengan senyum kecil yang terlihat di bibirnya.
Saat mereka saling berbicara ruang disekitar mereka terasa lebih berat yang bisa dirasakan semua orang yang berada disana.
"Oi! Santai dong kalian berdua," Jedi dengan suara kecil berbicara saat ia dan Shiro berjalan mendekati Ares dan Kiniro.
"Kami santai," Ares dengan santai melambaikan tangannya dan duduk.
"Yah," Kiniro menimpali saat ia baru saja selesai menguap dan membenarkan posisi duduknya.
"Terserahlah," Jedi menghela napas panjang melihat kelakuan keduanya, sedangkan Shiro hanya tertawa senang.
Hampir setengah jam telah berlalu, kompetisi awal yang dibuat untuk mengeliminasi 48 tim telah selesai yang menyisakan 16 tim untuk bertanding di lomba ini.
"Baiklah, tanpa perlu basa-basi. Di lomba ini, aku akan memberikan masing-masing tim bola biru yang harus dijaga. Lomba akan berlokasi di hutan di belakang kalian, 16 tim yang bertanding akan dikirim oleh para penyihir kerajaan ke wilayah acak di hutan."
__ADS_1
"Disana, kalian harus mempertahankan diri dan melindungi bola biru, sekaligus berusaha mengeliminasi lawan dengan menghancurkan bola biru mereka. Kalian akan diberi waktu 15 jam, kalian bebas melakukan apapun. Bagi yang masih bertahan setelah 15 jam akan menjadi pemenang di babak ini."
Laks menyeringai lebar saat ia menjelaskan yang membuat banyak peserta merinding melihat Laks.
"Baiklah, sekarang! Mulai!" Laks berteriak dengan suara lantang saat tas yang berisi bola biru muncul di hadapan para pemimpin tim, yang segera mengambil tas untuk dibawa.
Bersamaan dengan itu, para penyihir kerajaan mulai mendekati tim-tim yang akan bertanding dan mulai mengirim mereka satu persatu menuju hutan.
"Semoga kita bertemu," Ares dan Kiniro saling berhadap-hadapan dan saling tatap dengan tajam sebelum masing-masing dibawa oleh penyihir kerajaan.
"hutan ini sunyi," Jedi bergumam saat ia melihat situasi di sekitar lewat batang-batang pohon yang ada.
"Apa ada tempat yang enak untuk pertahanan?" Iris bertanya saat ia mencoba melihat sekelilingnya.
"Disana ada gua!" Kuro yang tadinya pergi entah kemana kembali dan menunjuk ke arah barat dengan binar di matanya.
"Kita kesana," mendengar Kuro, Ares segera memutuskan dan mereka berjalan menuju gua yang diberitahu oleh Kuro.
---
Di suatu tempat di Kekaisaran Sakura, setelah kekalahan Sunrise dari Underworld, kekacauan yang terjadi disana menjadi cukup besar bukan hanya untuk Sunrise tapi untuk semua orang.
"Sialan si Joker itu!" Seorang pria dengan bekas luka di mata kirinya berteriak dengan kemarahan.
"Bagaimana dengan Kiniro?! Di dunia nyata aku tidak bisa menemuinya karena ada ayah! Tapi disini? Kenapa aku juga tidak bisa menemukannya?!" Samurai dengan luka di mata kirinya itu berteriak pada bawahannya yang berada di depannya.
"Maaf tuan Benjiro, terakhir saya dengar tuan Kiniro menuju Kerajaan Nusantara bersama teman-temannya, tapi karena hubungan anda dan Red Captain cukup buruk kami tidak bisa menyusul kesana," dengan keringat dingin yang menetes, ia mencoba memberi penjelasan pada Benjiro yang sedang sangat marah.
"Kalo begitu kita serang saja!!!" Benjiro mengerutkan kening dan berteriak dengan marah.
"Maaf tuan Benjiro, tapi itu tidak bisa. Setelah kekalahan kita dari Underworld banyak kekuatan guild agak menurun dan belum stabil, jadi kita tidak bisa berperang sekarang," sambil menundukkan kepalanya dengan keringat dingin mengucur deras ia memberitahu Benjiro masalah yang sedang mereka alami.
"Aaaahhhh, terserah deh, yang penting jika anak itu kembali kesini urus dia Saito," berusaha menenangkan dirinya sendiri, Benjiro berbicara pelan dan pergi dari tempatnya.
__ADS_1
"Sepertinya tuan Benjiro sangat tertekan karena kekalahan itu," salah satu bawahan Benjiro mendekati Saito dan berbicara dengan suara rendah.
"Ya, karena itu kita juga harus menjadi lebih kuat," Saito berbicara dengan tekad yang terlihat jelas pada dirinya.