Terra Online

Terra Online
26. Pertempuran Selesai!


__ADS_3

"Bagaimana kita akan membagi ini?" Ares menunjukkan item drop yang ia ambil ke Ran dan Sadawira yang sedang mengobrol berdua.


"Aku tidak memerlukannya, kalian bisa membaginya berdua," Sadawira merespon dengan tersenyum ramah.


"Terimakasih tuan Sadawira!" Ares dan Ran berucap bersamaan, melihat kembali ke arah Sadawira yang masih tersenyum Ares menghela napasnya, ia sekali lagi merasa jika NPC di Terra Online sangat mirip seperti manusia nyata.


"Bagaimana Ran?" Ares melihat ke arah Ran yang sedang mengamati kelima benda yang ada dihadapannya dengan sangat serius.


"Aku akan mengambil ini saja," Ran mengambil staff yang ada dihadapannya dan memberikan yang lain kepada Ares yang tersenyum.


"Terimakasih, kebetulan aku memang kekurangan skill untuk menyerang," Ares berterimakasih kepada Ran karena yang ia ambil bukan Skillbook melainkan staff, karena dari semua barang ia memang paling tidak tertarik dengan staffnya.


"Tapi dua dari itu kan skillbook sihir untuk mage," Ran sedikit bingung dengan ucapan Ares dan bertanya.


"Ah itu, aku memiliki skill khusus yang membuatku bisa mempelajari sihir," Ares dengan cepat memikirkan alasan yang masuk akal tanpa memberitahu jika ia mempunyai Special-Class Job.


"Oh kalo begitu, aku harus menemui teman temanku dulu," Ran berpamitan lalu berjalan menjauh dari Ares dan Sadawira untuk mencari teman temannya dan membantu mereka, karena walaupun Goblin Chief sudah mati, masih ada beberapa goblin yang melawan.


"Kita juga harus mengumumkan kemenangan ini," Sadawira menghela napas lega dan mengajak Ares untuk naik ke atas tembok Desa Goblin untuk mengumumkan kemenangan dan mengakhiri raid yang telah mereka lakukan.


Ares mengganguk lalu mengikuti Sadawira untuk naik ke atas tembok Desa Goblin, sebelum itu Ares telah mempelajari ketiga skillbook yang merupakan item drop dari Goblin Chief, ia juga telah memeriksa jubah yang ia terima.


{Skill Sight dipelajari!


Skill Fire Executed dipelajari!


Skill Lightning Ball dipelajari!


Sight (aktif)


Uncommon


Level 1


Mengungkapkan lokasi monster maupun player dalam jarak 5 meter jika diaktifkan.


Penggunaan mana : 25/ 1 menit


Cooldown : 10 menit

__ADS_1


Fire Executed (aktif)


Uncommon


Level 1


Mengeluarkan api yang berkobar dan membakar semua yang ada didepan pengguna, bisa menyebabkan efek Burnt.


Penggunaan mana : 100


Durasi : 1 menit


Cooldown : 25 menit


Lightning Ball (aktif)


Common


Level 1


Mengeluarkan tiga bola petir di sekitar pengguna yang bisa digunakan untuk menyerang.


Cooldown : 15 menit}


{ Goblin Black Cloak(Uncommon)


Requirement: Level 70


Jubah hitam yang digunakan oleh para petinggi goblin


Ketahanan terhadap api +25


Ketahanan terhadap dingin +15.}


Saat melihat ketiga skill baru miliknya, Ares sebenarnya merasa sangatlah senang, tetapi setelah melihat jubahnya Ares menjadi lebih senang lagi, karena cukup jarang menemukan peralatan yang bisa memberikan efek ketahanan terhadap suatu elemen. Apalagi setelah Goblin Chief terbunuh levelnya meningkat dari yang 68 menjadi 71 yang berarti ia bisa langsung menggunakan jubahnya.


Di atas tembok Desa Goblin, Ares dan Sadawira berdiri saling berbelakangan, Ares menghadap ke luar desa sedangkan Sadawira menghadap ke dalam desa.


"Perang telah usai! Kita menang!" Sadawira berteriak dengan penuh kegembiraan, Ares yang berada tepat dibelakangnya bisa merasakan kebahagiaan Sadawira yang meluap.

__ADS_1


Melihat kedepannya, tepatnya ke arah hutan, Ares bisa melihat orang orang yang bergabung dengan pasukan raid bersorak dan mulai keluar dari hutan, diantara mereka juga ada beberapa NPC yang menurut Ares merupakan korban para goblin itu.


"Tuan Sadawira, aku permisi dulu, ada yang harus aku cari di tim penyelamat," Ares berbalik dan melihat ke arah Sadawira saat ia berbicara dengan senyum kecilnya yang biasa.


"Tentu saja, silahkan Ares," Sadawira menjawab dengan tersenyum ramah dan mulai mengamati wilayah didepannya lagi, ia masih bisa melihat beberapa orang yang masih bertarung melawan goblin, disisi lain banyak yang sudah bersorak untuk Kemenangan mereka.


"Terimakasih, Napoleon ayo!" Setelah berterimakasih, Ares menaiki Napoleon yang langsung bergerak menuju tim penyelamat yang masih berada di perbatasan hutan.


"Kuro!" Sampai disana, nama yang pertama ia panggil adalah Kuro, ia ingin menanyakan apakah Kuro tahu cucu kakek Wasa diantara orang yang diselamatkan atau tidak.


"Oh, Ares!" Kuro melambaikan tangannya setelah mendengar namanya dipanggil oleh Ares, saat ini ia sedang dikerumuni oleh beberapa anak perempuan yang kira kira berumur 8-10 tahun.


"Kau sudah tahu yang mana cucu kakek Wasa?" Ares bertanya dengan khawatir pada Kuro, Kuro yang ditanya hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia belum tau yang mana cucu kakek Wasa, terlebih lagi ia sedang tidak bisa bergerak sekarang.


"Semuanya! Tolong dengarkan aku! Apa diantara kalian ada cucu Kakek Wasa?" Ares yang merasa tidak punya pilihan lain berteriak untuk bertanya pada semua orang yang berada di tempat itu.


"Kakak mengenal kakekku?" Sebuah suara kecil masuk ke telinga Ares, ia langsung berbalik kearah sumber suara untuk melihat seorang gadis kecil yang sekiranya berusia 11 tahun dengan rambut pirang yang sedang digendong oleh Lysa.


"Kamu cucu Kakek Wasa? Syukurlah kamu selamat," Ares terduduk, ia awalnya memang sempat berpikir jika ini hanya quest biasa yang diberikan NPC, tapi lama-kelamaan ia bermain Terra Online, ia menjadi tidak bisa mengganggap NPC hanya sekedar penghias dalam game saja. Karena hal itu, Ares bersyukur cucu Kakek Wasa selamat, ia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Kakek Wasa jika sampai cucunya gagal diselamatkan.


"Iya aku Adya cucu kakek Wasa," Adya yang melihat Ares terduduk sempat terkejut sebelum ia menjawab dengan berusaha tetap tenang.


"Kakekmu pasti senang," Ares tersenyum kecil dan menghela napas lega saat memikirkannya.


"Area kamu mengenal keluarga Adya?" Lysa yang masih mengendong Adya bertanya pada Ares dengan nada tajam, ia sudah terlanjur akrab dengan Adya dan merasa seperti memiliki adik jadi ia tidak begitu saja percaya pada orang lain.


"Lysa tenanglah, aku serius, jika kamu tidak percaya setelah sampai Kota Loka ikut aku menemui kakeknya," Ares menghela napas melihat Lysa, merasa ternyata bukan hanya dia yang menganggap NPC sebagai makhluk hidup bukan hanya sebagai penghias game.


Setelah berbincang-bincang sejenak dengan yang lain, Ares meminta tim penyelamat dan orang-orang yang diselamatkan agar bergabung dengan kelompok yang ada di depan Desa Goblin untuk bersiap kembali ke Kota Loka.


Ares sendiri setelah meminta Lysa kembali memimpin mereka, ia menaiki Napoleon dan pergi ke tempat Sadawira berada.


"Tuan Sadawira!" Ares berteriak untuk memanggil Sadawira yang terlihat sedang berdiri di pintu masuk Desa Goblin.


"Ada apa Ares?" Sadawira yang melihat Ares merasa cukup bingung, karena Ares tadi bilang ingin melakukan sesuatu, ia mengira Ares baru akan berkumpul kembali saat tim penyelamat tiba.


"Apa ada korban?" Dengan suara kecil dan terdengar khawatir, Ares bertanya pada Sadawira yang masih tersenyum dengan sangat ramah.


"Tiga prajuritku tewas, tapi aku bangga mereka karena telah berkorban demi kebaikan semua orang dan mereka pasti akan sangat bahagia karena pengorbanan mereka tidak sia sia" Sadawira melihat kearah langit dan berbicara dengan senyum lembut diwajahnya.

__ADS_1


Ares yang melihatnya menggigit bibir bawahnya mencoba menahan tangis, ia benar benar bisa merasakan kesedihan Sadawira walaupun ia menutupinya menggunakan senyumnya, saat memikirkan emosi emosi yang para NPC keluarkan, Ares benar benar tidak bisa mengganggap mereka hanya sebagai peramai di game, ia bahkan bisa bilang jika mereka adalah makhluk hidup.


__ADS_2