
Berjalan sampai ke tempat para ketua party dan Sadawira, Ares kembali duduk di salah satu batang pohon dan menghela napasnya," Sudah ada bantuan yang datang?"
"Ya, tadi Otty bilang ada beberapa orang yang menggunakan jubah Danadyaksa sedang bergerak kemari, aku juga sudah menyuruh Otty untuk mengantarkan mereka kemari,'' Shira memberitahu Ares tentang laporan yang diberikan oleh Otty.
Ares hanya mengganguk untuk merespon apa yang dikatakan oleh Shira dengan tampilan tidak berminat.
'Masih ada sisa dua jam sebelum tengah malam? Mungkin aku akan tidur dini hari, semoga tidak telat ke sekolah,' Ares menggigit ibu jarinya, menghela napas dan menutup matanya, ia benar benar berharap agar tidak terlambat sekolah karena sangat malas jika harus mendengarkan ceramah dari guru tentang kedisiplinan dan lain lain.
Menunggu beberapa saat, beberapa anggota Danadyaksa yang dipimpin seorang Demihuman Jaguar yang memiliki rambut pirang bergelombang dengan sebuah pedang dua tangan yang diletakkan di punggungnya tiba.
Ares dan para ketua yang lain serta Sadawira reflek berdiri untuk menyambut mereka dengan baik, kebanyakan dari mereka sangat kagum dengan Danadyaksa sedangkan untuk Sadawira karena Danadyaksa mempunyai reputasi yang baik di kerajaan ia juga menghormati guild itu. Walaupun Ares tetap bersikap tidak peduli.
"Selamat datang, namaku Ares pemimpin tim raid disini, mohon bantuannya ya," Ucap Ares saat mendekati kelompok Danadyaksa dengan senyum kecil.
"Terimakasih, saya Ran, pemimpin divisi Danadyaksa, kami juga mohon bantuannya di pertempuran yang akan datang," Demihuman Jaguar yang memimpin kelompok berucap dan memperkenalkan diri pada Ares dan yang lain.
Setelah bercakap-cakap sebentar dengan kelompok Danadyaksa, mereka berniat untuk beristirahat setelah perjalanan.
"Shira! Ares! Tuan Sadawira!" Otty yang baru datang berteriak kepada ketiga orang yang masih berada disana.
"Kenapa Otty?" Shira yang melihatnya sedikit bingung bertanya pada Otty yang masih terengah-engah.
"Ada beberapa party player yang bergerak kesini!" Otty yang telah menstabilkan napasnya berbicara dengan mata berbinar bahagia.
__ADS_1
"Ada yang datang lagi? Sepertinya kita beruntung," Sadawira tersenyum lega karena ada banyak bantuan yang datang, khususnya dari Danadyaksa tadi Ran merupakan player berlevel 100 yang bisa membantunya mengalahkan Goblin Chief yang merupakan masalah utama saat ini.
"Kalo begitu..." Mengamati Sadawira dan Shira yang mengganguk, Ares tersenyum," Pasukan Raid! Bersiaplah kita akan segera bertempur!" Ares berteriak dengan suara keras yang membuat pasukan raid sedikit terkejut tetapi mereka tersenyum setelahnya.
"Untuk strategi, tanya Shira!" Ares segera bergegas pergi setelah mengucapkannya, membebankan tanggung jawab yang dimilikinya kepada Shira yang membeku.
"Kau tidak bisa melakukan itu!" Membetulkan kacamatanya, Shira berteriak pada Ares yang telah menghilang dari pandangan dan menghela napas pasrah.
Shira menjelaskan strategi yang pernah dibuatnya bersama ketua party lain dan beberapa orang yang membantu, yaitu dengan melakukan serangan dua arah yang akan diawali oleh serangan sihir dari belakang Desa Goblin untuk membuat kepanikan yang akan dilanjutkan serangan dari depan secara frontal, sedangkan yang dibelakang juga melakukan penyerangan sekaligus pengepungan.
Merasa bahwa yang lain telah paham strategi yang ia katakan, Shira meminta mereka untuk berjalan mendekati Desa Goblin sesuai dengan rencana yang telah dibuat sebelumnya.
---
Di belakang Desa Goblin, Glasse, Shira, Gulalitone dan Vernan memimpin kelompok yang akan menyerbu dan membuat kepanikan dari belakang Desa Goblin, untuk Lysa dan pasukan thief mereka berada di atas dahan dahan pohon di dekat pasukan yang berada di belakang Desa Goblin, mereka adalah yang menjalankan misi penyelamatan sekaligus sebagai penyerang utama.
Di depan Desa Goblin, Sadawira, Ares, Oscar, Ryoku, Arvil dan Aversea yang memimpin baris depan melihat asap yang mengepul di Desa Goblin segera mempersiapkan diri untuk segera menyerang.
"Pasukan! Serang!!!" Sadawira menarik pedangnya dari sarungnya dan mengarahkannya ke depan, ia berteriak dengan lantang untuk memulai peperangan tahap kedua antara pasukan raid dan Desa Goblin yang telah banyak membuat resah.
Semua orang yang ada dalam pasukan tanpa adanya keraguan segera berlari menuju ke Desa Goblin yang bagian belakangnya telah terbakar. Saat mencapai ke pintu masuk Desa Goblin, mereka telah dihadang oleh beberapa pasukan penjaga goblin yang menjadi bentrokan pertama mereka setelah istirahat.
Walaupun begitu pasukan raid tidak begitu kesulitan untuk menghadapinya karena kebanyakan hanya Goblin Warrior dengan beberapa Goblin Knight, sedangkan pasukan raid saat ini sudah semakin kuat setelah pertempuran pertama sebelumnya, ditambah lagi anggota Danadyaksa juga membantu di baris depan dengan kekuatan yang menakutkan.
__ADS_1
Yang paling menakutkan sebenarnya adalah Ares, setiap kali ia melangkah mendekati goblin, para goblin menjadi bergetar dan bahkan tidak bergerak yang membuat mereka menjadi sasaran empuk. Yang terkena efek bukan hanya Goblin Warrior ataupun Goblin biasa melainkan Goblin Knight juga terkena efeknya yang membuat gerbang masuk menjadi bersih dari goblin.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan entah itu player ataupun NPC, mereka segera masuk ke dalam desa untuk menyerbu para goblin yang sedang kepanikan, untuk para pasukan Count prioritas utama mereka adalah Goblin Captain dan Hob-Goblin yang dinilai oleh mereka sangat berbahaya.
Untuk para Player tidak ada yang menjadi incaran utama, karena mereka akan menyerang goblin apapun yang ada di depan mereka tanpa rasa ampun, sedangkan Sadawira, Ares, dan Ran, mereka mengincar Goblin Chief yang merupakan ancaman utama dalam pertempuran kali ini.
Karena mereka bertiga bergerak bersama, hampir tidak ada gangguan dalam setiap langkah mereka, karena para goblin yang melihat Ares akan segera melarikan diri jika tidak membeku saking takutnya dan hanya sesekali Goblin Captain ataupun Hob-Goblin yang menghadang hanya untuk langsung dihabisi oleh mereka dengan cukup mudah.
---
Disisi lain, Lysa dan beberapa thief yang bersama dengannya masuk kedalam sebuah rumah yang di dalamnya terdapat sangkar burung besar yang merupakan tempat penahanan para wanita dari berbagai ras.
"Syukurlah kalian masih disini," Lysa mengamati para wanita dan anak anak yang ada di dalam sangkar dengan syukur di wajahnya.
"Kami akan menyelamatkan kalian, tenanglah," Lysa menenangkan para wanita yang menangis dan menyuruh salah satu orang yang bersamanya untuk membuka sangkar itu.
"Aku menepati janjiku kan?" Lysa tersenyum lembut dan mengelus kepala anak kecil yang sebelumnya membuat janji dengannya.
"Kak, aku takut," Anak kecil itu memeluk tubuh Lysa dengan gemetar, ia benar benar merasakan rasa takut atau bahkan trauma yang tidak akan hilang dengan mudah, Lysa yang merasa kasian benar benar ingin membantunya. Setelah yang lain keluar, Lysa menggendongnya untuk keluar,"oh ya, namamu siapa?" Lysa yang baru ingat jika ia tidak tahu nama anak kecil itu bertanya dengan senyum lebar saat mereka telah mulai keluar dari dalam rumah dan berlari sambil menghindari para goblin.
"Aku Adya,hik," Gadis kecil yang berada dalam gendongan Lysa menjawab dengan suara kecil.
"Nama yang bagus, namaku Lysa," Lysa yang mendengarnya tersenyum dan memperkenalkan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Kak Lysa?" Adya mencoba memanggil dengan suara kecil yang bahkan hampir tidak didengar oleh Lysa.
"Kamu memanggilku Adya?" Dengan lembut, Lysa bertanya pada Adya yang hanya tersenyum dengan manis, dengan ditemani oleh percakapan keduanya, perjalanan keluar merekapun menjadi tidak berasa saat mereka sudah keluar dari Desa Goblin.