
Ares yang telah melewati portal melihat sekelilingnya, ia berada di sebuah gedung besar dinding di sekitarnya banyak lukisan prajurit sparta yang sedang bertarung dan simbol simbol dari Dewa Ares seperti Burung Hering, obor, tombak, dan Babi Hutan.
Saat Ares mengikuti Raja dan pengawalnya berjalan ia masih melihat-lihat lukisan di dinding, ia melihat lukisan seorang pemuda telanjang tanpa janggut yang memakai helm dan membawa tombak, ia menganggap itu lukisan Dewa Ares dan dua orang di belakangnya sebagai Phobos dan Deimos yang merupakan Putra Dewa Ares.
Masih sambil melihat sekelilingnya mereka akhirnya sampai ke ruangan yang akan mereka pakai untuk acara lelang.
Ruangan itu sendiri berbentuk kubus yang lumayan besar di salah satu sisi di depan sebuah kursi dan meja dinding disana terbuat dari kaca agar peserta lelang bisa melihat barang yang dilelang di bawah dari ruangan mereka.
Saat Ares melihat melalui kaca selain pembawa acara yang ada di panggung ia bisa melihat banyak peserta lelang yang duduk di bangku-bangku yang telah disiapkan di depan panggung yang artinya tidak semua peserta akan mendapatkan ruangan mereka sendiri.
"Baiklah tanpa basa-basi saat ini kita akan memulai lelang internasional!" Pembawa acara dengan bersemangat mengumumkan pada orang-orang yang hadir, disambut dengan teriakan oleh para tamu di depan panggung.
"Baiklah seperti biasa kita akan melelang banyak barang dimulai dari yang paling kami anggap biasa saja!" Pembawa acara menyebutkan saat ia memberi tanda agar barang pertama di bawa ke atas panggung.
Ares saat ini masih mengamati di samping pengawal Raja, ia sadar jika ia berniat bersaing untuk item bagus di akhir ia tidak akan bisa mengalahkan para pemimpin negara maupun para orang kaya hanya dengan 14.000 emas jadi ia memutuskan untuk melihat-lihat item di awal yang menurutnya akan berguna nanti.
"Baiklah untuk yang pertama ini adalah bayi Blue Eagle, Blue Eagle adalah salah satu spesies burung raksasa yang bisa dijadikan tunggangan! Ataupun teman dalam bertarung!" Melihat seekor elang kecil di dalam sangkar mata banyak orang mulai menunjukkan keinginan kuat untuk memilikinya.
"Tawaran pertama 200 emas!" Mendengar itu setiap orang mulai menawar sendiri Ares juga yang awalnya merasa tergoda tapi mengingat ia mempunyai Beast Rune ia segera melupakannya lagipula ia mungkin juga mendapatkan tunggangan terbang sendiri dengan Beast Rune.
Pada akhirnya bayi Blue Eagle terjual dengan harga 1.200 emas pada seorang yang duduk di depan panggung. Pembawa acara dengan senang segera memperkenalkan barang kedua yang akan di lelang.
"Ini dia Bloody War ini merupakan pedang langka yang ditemukan di salah satu reruntuhan kuil Dewa Ares! Dikatakan dahulu pasukan yang diberkati oleh Dewa Ares memakai pedang ini untuk berperang!" Pembawa acara dengan bersemangat memperkenalkan pedang bewarna hitam dengan sedikit corak merah dengan bersemangat.
Ares yang melihat itu tidak bisa menahan rasa penasarannya dan mulai memeriksa pedang yang diperlihatkan di atas panggung.
{Bloody War(Special)
Level 110
Req: str 400
vit 350
Ketahanan : 150/200
Pedang yang digunakan oleh pasukan yang menerima berkat Dewa Ares.
Kekuatan serangan +40
Crit rate +30%
Peluang 20% untuk damage dua kali lipat.
Frontal Attack(aktif)
Menyerang musuh secara membabi-buta dengan mengabaikan pertahanan diri.
__ADS_1
Memberikan tambahan damage +200%
Durasi: 2 menit
Penggunaan mana: 50
Cooldown: 10 menit}
Ares yang melihatnya seketika merasa tertarik lagipula ia saat ini hanya menggunakan pedang level 95 rare karena dia belum bisa meningkatkan Dragon Fang setelah level 90.
"Baik! Tawaran akan dibuka dengan 200 emas!" Begitu pembawa acara mengucapkan harga awal orang-orang mulai ribut untuk menawar.
Segera saja harga terus naik mulai dari,
400
800
1200
1500
Ares yang tidak mau kalah segera menawar 1800 emas yang membuat banyak orang terdiam.
1800 emas untuk senjata special level 110 sebenarnya agak terlalu mahal bahkan Ares sendiri merasa sakit harus mengeluarkan begitu banyak emas untuk sebuah pedang.
Pada akhirnya tidak ada yang menawar lebih lanjut dan pedang dimenangkan oleh Ares.
"Untuk barang ke 10 ini saya jamin hadirin sekalian akan sangat menyukainya! Lihatlah ini!" Pembawa acara berteriak dengan gembira saat ia memperlihatkan sebuah buku tua yang membuat setiap hadirin terkejut. Bahkan Raja yang sedari tadi tidak menunjukkan ketertarikan melihat buku dengan keinginan keras.
Karena bingung akan hal-hal itu, Ares memutuskan untuk memeriksa buku tua, dan saat ia melihatnya ia tidak bisa tidak menahan napas terkejut.
{Teknik berpedang Peleus(Unique)
Buku yang berisi teknik pertarungan milik Peleus Sang Pahlawan, di dalam buku ini tersimpan teknik berpedang orang yang menguasainya niscaya akan sulit dikalahkan.}
Gila! Benar benar gila!
Ares benar-benar tidak menyangka mereka melelang barang seperti itu! Tidak seperti teknik pertarungan yang ia warisi dari Kakek Wasa yang kekuatannya tergantung pada pengguna, teknik pertarungan yang dibukukan memiliki tingkatan sejak awal dan semakin tinggi tingkatannya akan lebih sulit dikuasai. Tetapi, meskipun sulit itu juga sepadan karena kekuatan yang dikeluarkannya juga akan sangat kuat.
Dan yang ia lihat saat ini sebenarnya adalah peringkat Unique, yang merupakan peringkat cukup tinggi jika dilihat dari urutannya.
---
Common
Uncommon
Rare
__ADS_1
Special
Unique
Legendary
myth
---
Ditambah lagi itu adalah peninggalan dari pahlawan! Itu membuatnya menjadi lebih berharga! Bahkan Ares tergoda untuk ikut menawar tapi setelah memperhatikan bahwa bahkan Raja yang dari awal hanya diam menunjukkan minatnya ia hanya bisa pasrah karena dia pasti tidak akan bisa bersaing.
"Baik tawaran awalnya adalah 1.000 emas!" Mendengarkan pembawa acara Ares sambil menggertakkan giginya menawar dengan 5.000 emas tapi hanya berselang beberapa detik harga itu sudah terlampaui hingga akhirnya dimenangkan dengan harga 100.000 emas yang membuat Ares tersenyum kaku 100.000 emas itu setara 1 milyar! Memikirkannya saja sudah membuatnya hampir pingsan karena ketakutan dengan kekayaan orang-orang yang ada di lelang ini.
Untungnya barang-barang setelah itu kebanyakan tidak sespektakuler teknik berpedang Peleus, sehingga Ares masih bisa bersaing dan mendapatkan dua item undangan makan malam Ariadne dan kertas pelacak jiwa dengan masing-masing menghabiskan 2.000 dan 4.000 emas.
Ares sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan undangan makan malam Ariadne, tetapi ia mendapatkan pesan dari Kuro yang akan pergi ke labirin. Ares yang mengetahui mitos tentang labirin mengingat bahwa Theseus untuk membunuh Minotaur dan keluar dari labirin dibantu oleh Ariadne. Hal itu membuatnya menawar untuk undangan makan malam Ariadne berharap agar bisa mendapatkan bantuannya.
Sedangkan untuk kertas pelacak jiwa ia hanya ingin berjaga-jaga jika mereka benar-benar bertemu Aoi di labirin dan dia tidak ingin kembali paling tidak Kuro akan memiliki tujuan untuk mengejarnya dengan kertas pelacak jiwa.
Akhirnya setelah satu jam saat ini sudah waktunya untuk item terakhir dan yang dianggap paling berharga oleh pembawa acara akan ditampilkan.
"Ini dia Chain of Death," pembawa acara dengan ekspresi tertekan menyebutkan, segera saja rantai merah darah dinaikkan ke atas panggung,"Rantai ini merupakan salah satu senjata terkuat Kuil Dewa Ares untuk melenyapkan demon, akan tetapi sayang Kuil Dewa Ares telah dihancurkan terlebih dahulu oleh seorang Demon Prince," pembawa acara menghela napas berat setelah ia berhenti sejenak dan melihat ke arah orang yang berpartisipasi dalam lelang.
"Saat ini Chain of Death adalah satu-satunya pusaka Dewa Ares yang tersisa karena pusaka yang lain telah hilang yang juga menyebabkan hilangnya berkah Dewa Ares, dan meskipun ini bukanlah pusaka utama bagi siapa saja yang akan berperang dengan Demon ini merupakan senjata terbaik!" Saat mendengarkan pembawa acara Ares secara tidak sadar menghela napasnya.
Ia tau kejadian itu, Kuil Dewa Ares salah satu organisasi yang memiliki kontribusi terbesar dalam melawan pasukan demon di Atlantik, beberapa bulan yang lalu kuil utama mereka diserang oleh Demon Prince dan seluruh orangnya telah dibantai. Bahkan, pemain yang ada disana juga dibantai, yang lebih buruk hukuman kematian yang diterima pemain adalah kehilangan 10 level dan tidak bisa memasuki permainan selama 2 hari yang menyebabkan perkembangan mereka terhambat.
Ditambah lagi setelah itu pusaka Dewa Ares menghilang dan setiap pemain yang bergabung dengan Kuil Dewa Ares kehilangan berkat Sang Dewa yang mengakibatkan kekuatan mereka anjlok dan pasukan aliansi melawan demon mengalami kemunduran hebat.
"Baik harga awal akan menjadi 5.000 emas," pembawa acara dengan tersenyum lemah menyebutkan harganya.
Saat itu juga terjadi keributan banyak orang di depan panggung menawar harga tidak hanya itu orang-orang yang berada di dalam ruangan juga mulai menyebutkan tawaran mereka.
Pada akhirnya Chain of Death terjual dengan harga 300.000 emas kepada salah satu orang yang berada di dalam ruangan.
Untuk terakhir kalinya sebelum Chain of Death di turunkan Ares memutuskan untuk memeriksanya.
{Chain of Death(Legendary)
Level:200-450
Req:???
Ketahanan:???
????}
Sambil menggigit ibu jarinya Ares memeriksa dan tidak bisa tidak tersenyum pahit, ia sama sekali tidak bisa melihat informasinya!
__ADS_1
...****************...
Nah Nah mulai dari arc 2 ini bakal banyak tokoh mitos semacam dewa dewi, monster, ataupun makhluk mitos lain, khusus yunani-romawi bakal ada pahlawan juga karena mitologi lain aku gak bisa nemuin yang kaya gitu yah pokoknya gitu.