Terra Online

Terra Online
38. Ronde 1


__ADS_3

Beberapa detik telah berlalu dan semua orang yang ada di arena masih saling mengamati tanpa ada yang bergerak.


Seorang peserta pria yang memakai pakaian dengan logo daun yang sedang jatuh berlari dan mengarahkan pedangnya pada Minerva yang tersenyum lebar.


Saat orang itu mengayunkan pedangnya, Minerva dengan sigap menahannya menggunakan cakram yang ada di tangan kanannya, setelahnya Minerva mengayunkan katar di tangan kirinya untuk melakukan serangan balik dengan cepat.


"Jump Shoot!" Minerva melompat sangat tinggi dan cepat, ia mengangkat kedua cakram miliknya dan mengarahkannya pada pria yang tadi ia lawan dengan sangat cepat.


Pria itu segera menggunakan skill defensif yang ia miliki untuk menahan serangan Minerva yang ia rasa sangat berbahaya.


Serangan yang digunakan Minerva sendiri sebenarnya adalah skill umum untuk jobnya. Akan tetapi, karena Minerva memakai ras Demihuman Kelinci yang memiliki keunggulan dalam kecepatan dan kelincahan membuat skill umum yang mengandalkan kecepatan menjadi sangat kuat.


Tring...cring...


Serangan Minerva berhasil menembus pertahanan pria itu yang menyebabkannya mundur beberapa langkah.


"Ck, kau kuat sekali," Pria itu tersenyum dengan angkuh sambil menatap Minerva.


"Dream Dance!" Minerva tanpa menanggapi pria itu kembali menyerang dengan sangat cepat dan lincah.


Dalam seluruh gerakannya tidak ada keraguan sama sekali, ia menyerang secara bertubi-tubi seperti sedang menari dengan gerakan yang indah.


Pria pengguna pedang yang diserang secara bertubi-tubi oleh Minerva berusaha menahan sebisanya, tetapi ia hampir tidak bisa menyamai kecepatan Minerva yang membuat HP miliknya terus menurun dengan cepat.


"Hi...shi...shi... Waktunya penghabisan," Minerva tertawa kecil saat ia melihat lawannya yang terengah-engah.


"Dancer Battle Technique: Minerva art, Ana Dance," Minerva menutup matanya saat ia mengucapkannya, ia menyilangkan kedua tangannya yang masing-masing memegang satu cakram, sedangkan kakinya menekuk untuk mengambil ancang-ancang.


Minerva dengan kecepatan penuh melompat saat ia sudah mulai mengarahkan cakram miliknya.


Pria yang memegang pedang mengerutkan kening melihatnya, ia merasa tidak mungkin untuk menghindari serangan dengan kecepatan seperti itu.


"Exceed Strike!" Tidak ingin kalah tanpa memberikan damage yang berarti, pria itu mengangkat pedangnya tinggi dan membebaskannya secara horizontal dengan kekuatan penuh.

__ADS_1


Cakram dan pedang saling bersinggungan. Saat kedua senjata masih stagnan, Minerva memutar tubuhnya dengan cara yang menawan dan menggunakan cakram yang ada di tangan kirinya untuk menusuk pria pengguna pedang dari samping.


"Fyuh, yang terakhir itu merepotkan kau tau?" Minerva menatap lawannya yang sudah tidak bisa bertarung dengan lega. Tetapi, walaupun ia sudah mengalahkan satu orang bukan berarti sudah berakhir.


Dengan staminanya yang sudah terkuras lumayan banyak, Minerva melihat dua kontestan lainnya.


Saat ia melihatnya, ia benar benar terkejut, yang tersisa bukan tiga kontestan termasuk dia tetapi dua kontestan termasuk dirinya sendiri.


Seorang gadis memakai jubah merah yang menutupi seluruh tubuhnya melihat ke arah Minerva sambil memegang belati di kedua tangannya.


"Sepertinya, aku harus berjuang dengan lebih keras," Minerva bergumam perlahan saat ia menyiapkan kuda-kudanya dan menatap tajam ke arah lawan yang berada di depannya.


"Kau pasti anggota kelompok orang yang ingin dikalahkan tuan Rusty kan?" Gadis itu melihat ke arah Minerva sambil menjilat bibirnya.


"Kalo iya kenapa?" Minerva menjawab dengan nada yang sangat serius, bersiap untuk semua serangan yang akan datang.


"Hihihi, kalo begitu aku Ishina akan mengalahkanmu!" Gadis yang memperkenalkan dirinya sebagai Ishina melesat dengan cepat ke arah Minerva.


Telinga Minerva terlihat tegang saat ia melompat untuk menghindari serangan Ishina.


"Stealth, Backstab," Ishina yang awalnya ada di depan Minerva menghilang, serangan Minerva menjadi tak berguna dan mengenai tanah yang membuat tanah sedikit retak.


Disisi lain, saat Minerva sudah mendarat di tanah, Ishina muncil di belakang Minerva dan akan menusuknya.


"Tidak semudah itu Ferguso!" Minerva menghindari serangan Ishina dengan menggunakan skill dodge dan melakukan roll depan.


"Illusion Dance," saat telah berdiri tegak, Minerva mulai menari dan bergerak ke arah Ishina dengan cepat.


Cakram Minerva di tangan kanannya bergerak ke arah Ishina dengan sangat cepat, Ishina yang melihatnya memposisikan dirinya untuk bertahan.


Saat cakram dan belati hampir bersentuhan, cakram Minerva menghilang yang mengejutkan Ishina. Beberapa detik kemudian cakram Minerva mengenai punggung Ishina yang tanpa penjagaan.


"Bagaimana?" Ishina yang terlihat terkejut melompat ke depan untuk membuat jarak dengan Ishina yang masih terlihat menari dan bergerak mengejarnya.

__ADS_1


"Hi...shi...shi... sepertinya kau tidak pernah bertarung dengan seorang dancer ya?" Minerva tertawa kecil sambil terus menari dan mulai menyerang Ishina dengan banyak serangan yang tidak bisa ditebak dan dihindari.


Setelah durasi skill Minerva habis, Ishina yang menerima banyak serangan mencoba untuk menstabilkan napasnya. Minerva disisi lain merasa cukup lelah karena telah banyak kehilangan stamina sejak pertarungan dimulai.


"Sprinkle sand," Ishina menunduk dengan tangan menggenggam, ia melemparkan pasir ke arah Minerva. Minerva yang tidak menduganya terkena efek blind untuk sementara waktu.


"Si-sialan!" Minerva berkeringat dingin, ia tidak bisa melihat apapun yang membuatnya merasa takut.


"Backstab," Ishina muncul di belakang Minerva yang tidak bergerak, ia menusuk Minerva dengan kedua belati miliknya yang sudah ia beri racun dengan skill envenom yang membuat Minerva terkena efek racun.


Minerva yang tertusuk dari belakang mengeluarkan darah dari mulutnya, telinga kelincinya menjadi tegang dan HP miliknya terus menerus berkurang dengan sangat cepat.


"Pemenangnya adalah Ishina dari tim Red Fire!" Penyihir yang menjadi wasit mengumumkan saat melihat Minerva sudah tidak bisa bertarung, setelah melihat instruksi dari wasit Ares berlari untuk mengambil Minerva dan memberikannya antidote.


Saat ia akan kembali, ia melihat ke arah kelompok Red Fire dan melihat Rusty yang sedang tertawa. Ia merasa ada sesuatu yang aneh dalam dirinya saat ia melihat itu, seperti ada sesuatu yang akan meledak tapi ia tidak tahu apa itu.


Tidak memperdulikannya, Ares mengendong Minerva dan membawanya kembali kr tempat party mereka.


"Maaf aku kalah," Minerva berkata lirih di telinga Ares saat ia digendong.


"Hmm? Tidak masalah, kamu sudah berusaha dengan sangat keras," Ares berkata dengan nada lembut sambil berjalan keluar dari arena.


Tiga menit setelah berakhirnya ronde pertama, perwakilan yang dipilih tiap tim mulai disuruh masuk ke arena untuk memulai ronde kedua.


"Aku akan pergi," Kuro dengan keyakinan dan tekad yang terlihat jelas berjalan masuk ke arena.


"Sukses kawan," Ares mengucapkannya sambil tersenyum kecil. Kuro sendiri yang mendengarnya hanya tertawa kecil dan melambaikan tangannya sambil berjalan.


"Tuan Rusty, kali ini biarkan saya yang menghajar mereka!" Seorang pria besar dengan kulit keabu-abuan dan mulut lebar yang menandakan ia berasal dari ras orc, ia membawa sebuah tombak besar saat ia berbicara.


"Huntgames, jika kau turun tangan sepertinya aku tidak perlu khawatir lagi," Rusty menyeringai saat ia berbicara pada orc yang bernama Huntgames.


"Pergi dan hancurkan mereka hahahaha," Rusty tertawa dengan sangat keras saat ia menyuruh Huntgames.

__ADS_1


"Itu yang kuinginkan tuan," Huntgames menjilat bibirnya sambil menyeringai, ia lalu berjalan masuk ke dalam arena untuk mengikuti permainan.


__ADS_2