
"Halo semuanya, kita bertemu lagi," Laks dengan seringai lebar menatap empat tim yang tersisa pada lomba di dalam hutan.
"Tidak perlu basa-basi untuk sekarang istirahatlah dulu, setelah itu Final Game akan dilaksanakan! Format pertandingan adalah Team Battle!" Masih dengan seringaiannya Laks melemparkan flintlock nya dan menembak ke udara kosong.
"Berapa lama waktu istirahat yang diberikan?" Salah seorang peserta bertanya dengan alis berkerut.
Mendengarnya tangan Laks yang memegang flintlock menutupi matanya, dan dengan seringai lebar ia mulai berbicara.
"10 menit, itu yang bisa diberikan."
Setelahnya Laks mundur meninggalkan para peserta untuk beristirahat dengan tenang. Walaupun hampir mustahil bagi mereka untuk tetap tenang tanpa pengawasan.
"Ares?"
Iris mendekati Ares saat ia melihat Ares sedang melamun, setelah beberapa saat tidak ada tanggapan, Iris menepuk bahu Ares yang mengagetkannya.
"Eh, kenapa?" Ares yang bingung bertanya-tanya ia berpikir mungkin final game yang dimaksud Laks sudah dimulai. Tapi, saat ia melihat Iris ia segera membuang pikiran itu.
"Kamu melamun," Iris memandang Ares dengan aneh saat ia melihatnya bertanya-tanya.
"Aku hanya kepikiran beberapa hal, tidak ada yang penting," Ares membuat senyum kecil saat ia menjawab pertanyaan Iris dengan beberapa pertimbangan.
"Hem, ini makanlah," Iris menghela napas mendengar jawaban Ares sebelum memberikan jatah makan yang dibuat oleh Jedi.
"Makasih," Ares mengambil sup hangat yang diberikan Iris dan memakannya dengan santai.
"Bagaimana sekarang?" Melihat ke arah Iris, Ares bertanya-tanya apa yang dimaksud oleh Iris.
__ADS_1
Iris memutar bola matanya sambil menghela nafas,"Ayolah, yang kumaksud sudah jelas kita setelah ini akan bagaimana?"
"Kita berusaha menang?" Ares menjawab dengan agak bingung dia masih belum paham apa yang dimaksud oleh Iris.
"Sudahlah huh," Iris dengan jengah berjalan ke tempat teman-temannya yang lain dan meninggalkan Ares bersama semangkuk sup hangat.
---
10 menit berlalu begitu cepat hingga membuat banyak peserta masih beristirahat dan tidak memperhatikan Laks sudah kembali untuk menyampaikan pertandingan berikutnya.
"Oke istirahat selesai," Laks menembakkan flintlock miliknya ke langit untuk mengambil perhatian para peserta yang masih tidak memperhatikan.
"Kali ini kita akan membagi hutan menjadi dua arena untuk final, hutan sisi barat dan timur masing masing akan digunakan bertarung oleh dua tim," Laks menyeringai lebar saat ia mulai memberikan penjelasan.
"Tugas tiap tim mudah saja, jaga bendera kalian dan ambil bendera musuh," Laks melanjutkan sambil memperhatikan perubahan ekspresi dari tiap orang yang hadir,"Oh iya, untuk yang berpikir menaruh bendera sejauh-jauhnya kalian tidak bisa hutan akan dibatasi sihir supaya tidak memakan waktu lama."
"Nah sekarang, ambil bendera dan masuk ke hutan!" Laks berteriak lantang sambil menembakkan flintlock miliknya kembali.
Hampir tidak ada yang berbicara, semua menjadi sunyi senyap Ares masih menatap Laks dengan terpana, hingga salah seorang anggota Danadyaksa menyuruhnya mengambil bendera dan masuk ke hutan barat.
Sebelum masuk, terlebih dahulu ia dan timnya diberikan informasi minimal tentang lawannya supaya mendapat gambaran tentang lawan yang harus dilawan.
"Jadi di tim lawan ada Shira?" Minerva yang melihat informasi yang ada bertanya sembari tersenyum ramah.
"Yah, jika seorang ahli strategi sepertinya ada di tim lawan kita akan sulit," Ares menggigit ibu jarinya sambil memikirkan solusi untuk memenangkan pertarungan kali ini.
"Begini saja, aku akan maju merebut bendera dan kembali lagi kalian tinggal jaga belakang," Kuro menyarankan dengan senyum jail.
__ADS_1
"Apa kau mau bunuh diri? Jelas disini ditulis di tim lawan diperkirakan ada orang yang memiliki job monk dan hunter, berarti disana pasti akan banyak jebakan dan pertahanan mereka pasti kokoh, ditambah Shira adalah seorang Enchanter," Minerva menjelaskan sambil menatap Kuro seakan ia sudah jadi gila entah bagaimana.
"Benar enchanter itu akan merepotkan, buff, debuff dan sihir area miliknya itu benar benar buruk," Ares menambahi sambil masih membolak-balik kertas berisi informasi yang diberikan oleh anggota Danadyaksa.
"Dua yang terakhir adalah thief dan swordman keduanya kemungkinan besar akan maju untuk pertempuran frontal, tapi yang menjadi masalah mereka pasti sudah mendapatkan buff yang akan membuat mereka menggungguli kita," dengan suram Ares memberitahukan pikirannya kepada teman-temannya dan melihat ekspresi masing-masing dari mereka.
Tidak ada yang merasa takut, atau putus asa, yang Ares lihat hanya senyum penuh percaya diri dan tekad mereka.
"Huh, begini saja kita akan lakukan serangan kilat, Iris dan Wolfshef akan menjaga bendera, Jedi akan menyiapkan jebakan di sekitar tempat kita meletakkan bendera setelah itu ia akan maju untuk memberikan bantuan padaku," mengamati wajah teman-temannya Ares mengganguk.
"Aku akan memancing monk dan hunter musuh dengan asumsi mereka yang berjaga sedangkan Minerva dan Kuro akan merebut bendera secepatnya," Ares menghembuskan nafasnya," semua paham?"
Yang lain hanya mengganguk yang menandakan mereka paham, meskipun strategi ini sangatlah berisiko karena bila yang berjaga justru swordman dan thief maka mereka akan kalah karena Iris dan Wolfshef tidak mungkin bisa menghadapi monk dan hunter sedangkan jebakan Jedi akan tidak berguna menghadapi Hunter yang ahli dalam hal jebakan.
Dan lagi jika Kuro dan Minerva terlalu lama untuk mengambil bendera maka ia dan Jedi akan bisa dipastikan tidak akan bertahan lama menghadapi monk dan hunter yang sepenuhnya terkena buff.
Ares yang masih terus berpikir berjalan bersama anggota partynya jauh ke dalam hutan untuk mencari tempat yang sesuai hingga mereka menemukan sebuah sungai kecil dan setelah berembuk sejenak mereka memutuskan untuk meletakkan bendera disana dan Jedi mulai membuat banyak jebakan berbahaya untuk melindunginya.
"Wolfshef jaga bendera itu oke? Ikuti Iris," Wolfshef yang mendapat perintah melolong dengan keras dan berlari ke arah Iris, sedangkan Ares,Kuro dan Minerva mulai berjalan menuju arah sebaliknya untuk mencari lokasi bendera lawan.
"Menunduk!" Dengan hati hati Ares menarik Minerva dan Kuro yang langsung terduduk.
Tanpa ada yang bertanya keduanya memfokuskan pandangan ke arah yang dilihat oleh Ares di dekat pohon besar terdapat dua orang yang bersembunyi diantara bayang bayang seperti sedang melakukan pengintaian.
"Mereka terlalu cepat," gumam Kuro secara tak sadar,"itu harusnya thief dan hunter, tidak mungkin bagi swordman atau monk melakukan itu."
"Aku tau, rencana berubah, Jedi akan tetap didekat bendera bersembunyi diantara pepohonan dan melawan si hunter agar rencana kita tidak rusak total," Ares menjelaskan sambil mengamati. Setelah dua menit kedua orang yang bersembunyi telah pergi ke arah dimana Ares dan yang lain berasal, langsung menuju bendera mereka.
__ADS_1
"Mereka sudah pergi, kita harus cepat," Minerva berdiri diikuti yang lain dan mereka mulai berlari ke arah yang sejak awal mereka tuju, yaitu sekitar pintu masuk hutan.