Terra Online

Terra Online
39. Ronde 2


__ADS_3

Saat keempat peserta sudah memasuki arena, penyihir yang menjadi wasit memulai ronde kedua.


Sesaat setelah dimulai, Kuro segera berlari menuju Huntgames yang sudah menyiapkan tombaknya dan memasang kuda-kuda bertarung.


Saat mencapai jarak sepuluh meter dari Huntgames, Kuro menggunakan skill Illusion of Killer untuk membuat doubleganger yang akan membantunya bertarung karena ia merasa pertarungan yang akan ia jalani saat ini tidaklah mudah.


"Langsung maju? Begitu saja?" Huntgames menjilat bibirnya saat melihat Kuro maju ke arahnya dengan cepat. Ia memajukan tombaknya," Spear Throw!" Huntgames dengan wajah penuh semangat melemparkan tombaknya ke arah Kuro.


Kuro yang terkejut menghindarinya dengan melompat kesamping. Dengan sangat kesal ia melihat ke arah Huntgames yang menyeringai.


"Stealth, Backstab," Kuro menghilang dari tempatnya sedangkan doubleganger miliknya masih berlari menuju Huntgames yang terlihat sangat percaya diri.


Saat doubleganger Kuro menyerang Huntgames, Huntgames menahannya dengan senyum sinis dan berniat menusuknya.


Sebelum Huntgames berhasil menusuk doubleganger Kuro, Kuro yang menghilang muncul dibelakangnya dan menusukkan belatinya ke Huntgames dengan muka datar.


"Double Attack!" Setelah berhasil menusuk Huntgames, Kuro melompat dan mengayunkan belati miliknya dengan cepat ke arah titik vital dari Huntgames.


"Ck," Huntgames menjilat bibirnya yang mengeluarkan darah dan berbalik untuk menahan serangan Kuro dengan tombak miliknya.


Tombak dan belati bertemu, Kuro dengan kecepatannya berusaha membombardir pertahanan Huntgames yang kokoh ditambah lagi dengan fakta Huntgames merupakan ras Orc yang merupakan ras dengan kekuatan dan ketahanan yang kuat.


Kuro melompat untuk membuat jarak, sesaat ia menatap Huntgames dengan tajam dan berlari ke arahnya, sedangkan doubleganger miliknya juga berlari dari belakang Huntgames untuk menyerang secara bersamaan.


Huntgames yang menyadarinya menyeringai lebar,"Stun Attack," ia berkata dengan suara dingin dan membanting tombaknya ke tanahnya.


Kuro yang melihatnya sedikit terkejut dan berusaha untuk bergerak, tapi ia tidak bisa bergerak sama sekali bahkan doubleganger miliknya telah menghilang.

__ADS_1


Tidak bisa menggerakkan tubuhnya, ditambah ia melihat info bahwa ia terkena stun membuatnya menyadari jika pertarungan ini akan lebih sulit dari yang ia bayangkan.


"Forward Thrust," Huntgames berlari ke arah Kuro dengan tombak yang teracung ke arah Kuro siap untuk menusuknya.


Kuro menggigit bibir bawahnya, ia tidak menyangka akan terkena stun dan sekarang ia pasti akan tertusuk oleh Huntgames yang berlari ke arahnya dengan cepat.


Huntgames menusuk dan mendorong Kuro dengan kekuatannya, kemudian ia melemparkan Kuro yang HP nya terus berkurang.


Kuro yang terlempar menabrak dinding arena yang terbuat dari sihir dan membuatnya jatuh ke tanah. Ia melihat ke arah Huntgames yang tersenyum sinis.


"Kau pikir aku akan kalah semudah itu?" Kuro menghapus darah yang ada di bibirnya saat ia mulai berdiri dan memegang kedua belatinya kembali, Huntgames yang melihatnya terlihat sangat tidak senang dan segera bergerak ke arah Kuro.


"Divest Armor," Kuro berbisik dan menyeringai saat ia mengarahkan tangan kanannya ke arah Huntgames. Huntgames yang tidak paham hanya mengerutkan kening dan terus bergerak ke arah Kuro.


"Stealth," Kuro yang senang karena triknya tidak ketahuan segera menggunakan Stealth dan menghilang dari pandangan Huntgames.


"Backstab," di belakang Huntgames, Kuro muncul dan menusukkan kedua belatinya ke tubuh Huntgames yang tidak berarmor yang mengakibatkan Huntgames terkena luka fatal dan efek critikal yang membuatnya kehilangan lebih dari 70% HP miliknya.


"Vital Strike," Kuro menebaskan belati miliknya dan membuat kepala Huntgames terpisah dari tubuhnya. Beberapa detik kemudian tubuh Huntgames menghilang, kemungkinan ia akan dibangkitkan kembali di altar kebangkitan.


Kuro kemudian melihat ke arah dua orang laki laki yang masih bertarung. Salah satunya yang memakai armor putih terlihat seperti pendekar pedang dan yang satunya lagi merupakan elf yang memakai gaun hijau daun dan membawa belati di tangannya dan busur di punggungnya.


Elf yang memegang belati terlihat kewalahan saat bertarung dengan pendekar pedang dalam jarak dekat.


"Kelompok elf itu, apa mereka bodoh mengirim seorang archer di lomba seperti ini?" Kuro bergumam dengan aneh saat ia melihat pertarungan keduanya sambil memulihkan dirinya karena ia kehilangan cukup banyak HP miliknya saat bertarung melawan Huntgames.


Setelah hampir tiga menit akhirnya si elf archer mengaku kalah dan membuat orang yang tersisa di arena hanya Kuro dan pria pendekar pedang.

__ADS_1


Kuro yang sudah cukup pulih mengambil belati miliknya dan bersiap untuk bertarung kembali, sebaliknya pria pendekar pedang terlihat sedikit kesal saat mengetahui Kuro sudah bersiap untuk melawannya.


"Aku akan maju duluan," Kuro berlari dengan cepat menuju ke pria pendekar pedang yang sudah menyiapkan pedangnya dan bersiap untuk menyerang ataupun bertahan.


Saat jarak mereka mencapai 10 meter Kuro melemparkan beberapa pisau yang ia ambil dari inventorinya ke pendekar pedang yang berusaha untuk menahannya dengan menggunakan pedang yang ia miliki.


Walaupun sudah berusaha untuk menahan dan menghindari pisau yang dilemparkan Kuro, tapi salah satu pisau berhasil mengenainya dan memberikannya efek racun.


"Vital Strike," saat kecepatan pendekar pedang menurun, Kuro menjadi semakin cepat hingga akhirnya ia sudah berada di belakang pendekar pedang.


Kuro memutar kedua belatinya dan memasukkannya ke dalam sarungnya kembali, bersamaan dengan itu HP pendekar pedang yang hanya tersisa seperempat langsung habis.


"Pemenang ronde kedua adalah Kuro dari New Olympus!" Wasit mengumumkannya dengan suara keras, bersamaan dengan itu Kuro segera pergi ke tempat kelompoknya untuk beristirahat karena ia sudah banyak menghabiskan stamina miliknya di pertarungan.


"Selamat kau berhasil!" Sampai di tempat kelompoknya, Kuro mendapat ucapan selamat yang membuatnya agak bingung karena mereka belum menang, jadi untuk apa ucapan selamat?


Disaat itu, Ares sempat melihat ke arah Rusty yang terlihat sangat marah mengetahui jika salah satu petarung yang ia percayai bisa dikalahkan oleh tim orang yang ingin dia permalukan.


"Ares, setelah ini kamu yang akan maju kan?" Iris mendekati Ares yang sedang melihat ke arah Rusty dengan tatapan datar.


"Yah, karena aku sudah menerima tantangannya," Ares menjawab pertanyaan Iris dengan lembut dan singkat.


"Semoga kamu menang," dengan suara kecil Iris berucap, Ares yang tidak terlalu mendengarnya berbalik menatap ke arah Iris yang sedikit menunduk.


Setelah waktu istirahat selesai wasit meminta perwakilan tiap tim agar memasuki arena untuk memulai ronde ketiga.


Ares yang sudah bersia segera memasuki arena, di dalam arena selain dia dan Rusty ada seorang elf dengan pakaian hijau daun yang membawa tongkat sihir, selain itu juga ada manusia yang memakai pakaian hitam dengan dua pistol di sisinya.

__ADS_1


Ares memperhatikan elf dengan aneh, ia tidak yakin kenapa timnya mengirimnya, karena menurut Ares elf itu kemungkinan adalah mage dan itu tidak cocok untuk pertarungan seperti ini, kecuali jika memiliki sihir AoE yang bisa menghabisi mereka semua sekaligus dan hal itu hampir tidak mungkin.


Ares menggelengkan kepalanya untuk menghapus pemikirannya dan menunggu wasit memulai ronde ketiga.


__ADS_2