Terra Online

Terra Online
82. Phoenix


__ADS_3

"Tempatnya harusnya disini kan?" Phoenix melihat sebuah mansion yang ada di tengah hutan, seperti yang diberitahukan padanya. Ia harus melakukan negosiasi dengan pemilik tempat ini, karena itu ia sempat bilang bahwa ada Seven Commander yang lebih cocok ketimbang dirinya untuk misi ini.


"Lagian Chairman itu bisa-bisanya menyuruhku!" Dengan emosi yang bergejolak, Phoenix masuk kedalam mansion.


Setelah masuk ke dalam mansion, Phoenix secara naluri dapat merasakan banyak tatapan yang mengarah padanya meskipun ia tidak melihat satu orangpun di hadapannya.


"Anda bisa lewat sini," dua orang berbaju serba hitam muncul secara tiba-tiba di depan Phoenix dan menunjukkan jalan dan meminta Phoenix untuk mengikutinya.


Phoenix yang melihatnya segera mengikuti sambil mengamati dua orang yang ada di depannya. Keduanya merupakan laki-laki dengan tubuh tidak terlalu besar dan hawa keberadaan yang tipis, sangat tipikal assassin.


Namun, yang menarik perhatian Phoenix keduanya memakai topeng setengah wajah yang oleh Phoenix dianggap sebagai simbol organisasi mereka sama seperti topeng-topeng yang ada di Shadow.


Sampai di depan sebuah ruangan kedua orang yang di depan Phoenix berhenti dan mempersilahkan Phoenix untuk masuk. Setelah masuk ke dalam ruangan, Phoenix dapat melihat seseorang dengan rambut hitam duduk membelakanginya dirinya.


"Code name, Phoenix. Putri keluarga Chaconas, Zoe Chaconas," laki-laki yang sedang duduk di depan Phoenix dengan tenang menyebutkan tentang identitasnya.


Phoenix yang mendengernya langsung bersikap waspada tinggi, hal ini dikarenakan orang yang mengetahui identitas aslinya hanyalah petinggi Fire dan Chairman.


Saat itulah ia menyadari sesuatu dan dengan ragu-ragu Phoenix mengucapkannya," tidak mungkin kan? Chairman?" Dengan suara bergetar Phoenix melihat ke depan.


"Hum, kamu sadar dengan cepat ya," lelaki yang duduk di depan Phoenix berdiri dan berbalik menghadap ke Phoenix disitu dia bisa melihat topeng hitam yang biasa dipakai oleh Chairman Shadow, Dark Shadow Arsalan.


"Apa maksudnya ini Chairman?" Dengan memberanikan diri Phoenix bertanya pada Arsalan yang hanya diam menatapnya.

__ADS_1


"Kau masih menanyakan hal itu? Meskipun kau sudah tau sendiri apa yang membuatmu disini sekarang?" Merasakan tanda bahaya yang memuncak dengan reflek Phoenix berbalik dan akan membuka pintu yang sebelumnya sebagai tempat ia masuk tadi.


Namun, sebelum ia berhasil keluar dua orang yang tadi mengantarnya kesana sudah berdiri di depan pintu dan mengacungkan belati ke arah Phoenix.


"Kalian serius? Aku lebih dari cukup menghadapi kalian berdua tau?" Dibalik topengnya Phoenix tersenyum getir, jika tidak bisa keluar dari ruangan ini sudah dapat dipastikan ia akan terbunuh hari ini. Dibunuh oleh Chairman karena penghianatan.


Dalam pikirannya ia terus berpikir bagaimana bisa Chairman sampai tau apa yang sedang ia lakukan. Bahkan seven commander yang lain tidak tau apa tepatnya yang ia lakukan.


Setiap laporan juga ia hanya selalu mencantumkan sedang melakukan tugas di Naira Kingdom tanpa menyebutkan apapun yang berkaitan dengan rencana yang sedang ia lakukan. Selain ia, yang mengetahui rencana ini harusnya hanya ia dan petinggi Fire yang juga akan mendapatkan bahaya jika Chairman sampai tahu jadi dapat dipastikan bukan Fire pelakunya.


Saat ia baru terpikirkan olehnya. Kemungkinan besar terdapat seorang mata-mata yang dipasang oleh Chairman yang mendapatkan informasi tentang apa yang sedang ia lakukan. Hal itulah yang membuatnya dalam situasi saat ini.


"Chairman... Jika tebakanku benar, apakah sekarang Kirin akan berhadapan dengan Dragon?" Mengurungkan niatnya untuk kabur, Phoenix berbalik menghadap kembali ke Arsalan dan bertanya tentang rekannya yang sama-sama berada di bawah Petinggi Fire.


Aliansi guild? Pikiran Phoenix berhenti bekerja, jika itu hanya Kirin, harusnya Dragon bisa menahannya untuk sementara waktu. Tetapi jika itu adalah aliansi guild yang ia tidak tahu guild mana saja dan ada atau tidak tokoh kuat yang hadir itu mengganggu perkiraannya.


"Chairman, apakah anda tidak bisa memberikan kesempatan kedua untukku?" Phoenix mencoba untuk bernegosiasi dengan situasinya saat ini,"lagipula yang kulakukan adalah quest guild!"


"Yang tidak menerima perizinan dariku, dan disembunyikan dariku serta akan menimbulkan bahaya besar bukan?" Dengan dingin Arsalan melemparkan fakta-fakta yang menyebabkan Phoenix terdiam.


"Mulai hari ini Seven Commander Phoenix kehilangan tempat dan hak nya sebagai Commander di guild Shadow," Arsalan melanjutkan dengan dingin, dengan ucapannya itu maka Phoenix atau Zoe sudah bukan merupakan anggota Guild Shadow.


Mendengar itu Zoe menggigit bibir bawahnya, ia melepas topeng Phoenix miliknya dan melemparkannya ke samping. Ia sudah tau tidak akan ada kesempatan kedua baginya ataupun negosiasi apapun juga tidak akan berhasil.

__ADS_1


"Hah, kau memang terlihat seperti bangsawan jika tidak memakai topeng," Arsalan mengucapkannya dengan santai. Bagaimanapun ia tidak salah, Zoe yang memang seorang bangsawan memiliki kecantikan diatas rata-rata dan ia seperti memancarkan aura keanggunan.


"Sekarang terimalah akhir dari kisahmu," bersamaan dengan ucapan Arsalan, kedua orang yang awalnya menjaga pintu keluar melesat ke arah Zoe.


Zoe tidak tinggal diam ia mengeluarkan pedang dan perisai miliknya. Dengan cepat ia menangkis serangan keduanya dan menyiapkan serangan balasan.


"Chaconas Sword Art, Mass Stab!" Menggunakan pedangnya Zoe melakukan tusukan bertubi-tubi kepada kedua lawannya yang segera berusaha menghindar dan bertahan.


"Chaconas Sword Art - Zoe Style, Fire Star!" Tidak hanya sampai disitu Zoe kembali melakukan serangan kali ini satu tusukan besar dengan tambahan elemen api yang membuat kedua lawannya harus bertahan karena tidak ada ruang untuk menghindar.


Tidak tinggal diam diserang terus-menerus kedua orang yang memakai topeng setengah melancarkan serangan balik, dengan menggunakan clone dan entah karena apa berhasil menusuk perut Zoe.


Namun, Zoe yang tertusuk justru tersenyum,"Ultimate Fire Technique, Eternal!" Seketika tubuhnya diselimuti oleh api merah membara yang menyembuhkan seluruh luka yang ia terima. Selain itu, kakinya perlahan terangkat dari tanah dan sayap api tumbuh di punggungnya. Ini merupakan salah satu alasan kenapa Zoe menyandang nama Phoenix di Shadow karena ia sendiri sudah seperti perwujudan Phoenix dengan bakatnya yang mengesankan.


Dengan bakatnya itu, seharusnya Zoe dapat menjadi NPC dengan nama besar dimanapun ia berada tanpa bergabung dengan Shadow. Karena untuknya bergabung dengan Shadow sendiri sudah seperti pedang bermata dua yang dapat melukai dirinya sendiri seperti saat ini. Apalagi karena kepribadian Zoe sendiri.


"Akan ku bunuh kalian semua!!!" Zoe berteriak dalam wujud apinya, menurut yang dipahami, Zoe yang sedang dalam mode ini praktis hampir abadi karena mempunyai regenerasi luka yang sangat mengerikan.


Arsalan yang melihat ini tersenyum dibalik topeng miliknya. Saat ini ia seperti melihat langsung ke jiwa yang ada di dalam diri Zoe.


"Zoe, terima saja kematianmu. Aku akan mengantarkan kepalamu langsung ke rumah keluargamu nanti," dengan tenang dan dingin, tanpa adanya perasaan yang tercampur Arsalan mengucapkan hal yang mengerikan, hal itu membuat Zoe bergidik. Ia mulai memikirkan apa yang telah ia lakukan, ia telah melupakan bahwa Chairman Shadow merupakan orang yang mengerikan.


Serta meskipun ia tahu jika Chairman tidak seperti orang dari dunianya, Chairman merupakan seorang pendatang yang tidak dapat mati, karena setiap mati akan selalu hidup kembali, namun sepengetahuannya Chairman Dark Shadow belum pernah sekalipun mati.

__ADS_1


__ADS_2