
Ares yang sudah menstabilkan pijakannya, mengamati Heath yang terlihat menyeringai dengan mengerikan.
"Dragon Roar!!!" Ares berteriak saat Heath mulai bergerak dan bersiap untuk menyerangnya. Heath yang mendengar teriakan Ares mendadak diam dan terlihat ketakutan.
"Kena kau," Ares tersenyum kecil saat ia menggunakan Power Rune dan Enchant Blade. Di kanan dan kirinya, Wolfshef dan Napoleon juga telah siap untuk membalas apa yang dilakukan oleh Heath kepada tuan mereka.
"Kalian berdua, Thunder Strike dan Wind Cutter!" Ares memberi perintah pada Wolfshef dan Napoleon saat mereka sedang berlari mendekati Heath yang masih diam tidak bergerak sama sekali.
Saat petir menyambar dan angin mulai menyerang Heath, Ares berhenti berlari. Ares menyarungkan Storm Cutlass dan mengangkat Dragon Fang tinggi bersiap untuk melakukan serangan penghabisan pada Heath.
"Dragon Breath!" Ares mengayunkan Dragon Fang secara vertikal dari atas ke bawah dengan seluruh kekuatannya, api besar keluar dengan sangat cepat yang menyerupai napas naga langsung bergerak menuju Heath yang masih tidak bisa bergerak.
Level UP!
Melihat jika Heath sudah kalah, Ares mengambil item yang dijatuhkannya. Item yang ia dapat berupa Werewolf Claw, dan Werewolf Fang yang keduanya setau Ares merupakan bahan penempaan.
Selesai mengumpulkan item, Ares mengecek dan mengatur status miliknya setelah level up.
---
Status
Nama : Ares
Level : 73
Job : Rune Magic Knight
Title : The Top Comer , Talented Swordman , Genius Swordman, Baal Protection
Str (413) Int (329) Vit (324) Dex (338)
Penguasaan gratis:20
Respect : 675
Leadership:100
__ADS_1
Skill : Sword Mastery(Pasif), Rune Mastery(Production), Power of Rune(pasif), Dragon Roar(aktif), Enchant Blade (aktif), Rune Protection (pasif), Beast Training (aktif), Lightning Slash (aktif), Bash(aktif), Exceed Strike(aktif), Sight (Aktif), Lightning Ball (aktif), Wind Slash (Aktif), Frozen Area (Aktif), Fire Executed (Aktif)
Chip : 754 Chip Emas
---
Melihat status yang dimilikinya, Ares merasa cukup senang karena perkembangan statusnya cukup cepat menurut dirinya sendiri.
"Sekarang mari berburu lagi," Merasa sudah cukup beristirahat untuk memulihkan tenaganya, Ares kembali bergerak untuk levelling bersama Wolfshef dan Napoleon yang berada disisinya.
---
Dua jam telah berlalu, Ares saat ini sedang berhadapan dengan dua Crazy Bee yang merupakan lebah berukuran besar, hampir seukuran manusia dewasa atau begitulah menurut Ares.
"Napoleon! Thunder Strike!" Melompat kebelakng, Ares menyuruh Napoleon untuk menyerang, sedangkan ia menyiapkan kuda kudanya.
"Garuda Sword Technique: Destroyer!" Ares mulai mengayunkan pedangnya dengan kuat, setiap ayunan yang dilakukannya membawa seluruh kekuatan yang dimiliknya membuat serangan itu menjadi sangatlah kuat.
Crazy Bee yang terus terkena serangan Ares akhirnya tumbang yang membuat Ares sedikit tersenyum.
"Sudah dua jam?" Melihat kearah jam, Ares segera memutuskan untuk kembali ke Kota Loka dengan menunggangi Wolfshef sedangkan Napoleon berada di atas kepalanya.
Saat masuk ke dalam rumah, Ares bisa melihat Kuro sedang bermain tic tac toe dengan Jedi yang tertawa, mungkin karena Kuro kalah dalam bermain tic tac toe.
Mencoba tidak menghiraukan mereka, Ares mengamati yang ada di dalam ruangan. Selain Kuro dan Jedi, Ares bisa melihat Iris yang sedang bermain dengan Wolfshef dan Napoleon? Entah sejak kapan mereka sampai ke tempat Iris.
"Dimana Minerva?" Duduk di bangku, Ares bertanya dengan datar saat ia tidak bisa melihat Minerva di seluruh ruangan.
"Hi...shi...shi... Aku disini Ares," Demihuman Kelinci yang baru saja masuk berbicara sambil menutup mulutnya dengan punggung tangan.
"Karena sudah lengkap boleh kumulai?" Ares bertanya setelah mengetahui kedatangan Minerva.
"Tidak boleh!" Kuro berteriak dengan seringai lebar yang sedikit mengejutkan Ares.
"Benar Ares, kamu tidak boleh memulai," Jedi yang sedang duduk dengan bersandar menambahi.
"Apa maksud kalian?" Dengan sorot mata tajam, Ares bertanya kepada keduanya.
__ADS_1
"Hi...shi...shi...shi... Aku sudah memberitahu mereka apa yang ingin kau beritahu Ares," Minerva dengan sedikit tertawa memberitahu Ares apa yang sedang terjadi.
"Dan kami sudah memutuskan untuk ikut!" Kuro dengan tersenyum lebar menepuk pundak Ares yang masih diam.
"Huh, terserah kalian deh," Ares menghela napas dan sedikit tersenyum, melihat keempat orang yang ada di ruangan itu, Ares merasa senang. Ia tidak menyangka akan bisa berkumpul dengan seseorang yang bisa ia sebut sebagai teman. Memang benar jika Kuro, Iris dan Minerva merupakan teman baiknya di dunia nyata, tapi meski begitu mereka sangat jarang bahkan hampir tidak pernah berkumpul di dunia nyata.
Saat itu, Ares berjanji untuk berlatih dengan Kakek Wasa dengan lebih giat dan serius untuk menjadi lebih kuat, agar mereka bisa menang lomba yang akan diadakan 13 hari lagi di ibukota Kerajaan Nusantara, Kota Truewill.
"Huh...huh...huh...huh..." Sehari telah berlalu, saat ini Ares masih berlatih dengan Kakek Wasa untuk menggunakan Wind Step yang masih belum bisa ia kuasai.
"Nak Ares, kamu sepertinya berusaha lebih keras dari kemarin ya?" Kakek Wasa yang melihat Ares berlatih tersenyum hangat," Apa ada sesuatu yang terjadi setelah kita berpisah kemarin?" Tambah Kakek Wasa yang penasaran.
"Em, Aku ingin membuat teman temanku menang di lomba yang akan diadakan di Kota Truewill," Ares sedikit tersenyum mendengar pertanyaan Kakek Wasa dan menjawabnya.
"Berjuanglah, kudengar lomba itu cukup sulit dan banyak orang kuat yang ikut serta," Kakek Wasa tersenyum ramah saat ia berjalan mendekati Ares.
"Nak, selamat!" Sampai di depan Ares, Kakek Wasa mengucapkan selamat yang membuat Ares menjadi sangat bingung.
"Kamu berhasil menggunakan Wind Step!" Kakek Wasa melanjutkan sambil tersenyum dengan ramah.
"Eh?" Ares cukup terkejut karena ia bahkan tidak menyadari jika ia sudah menggunakannya, dengan sedikit cepat Ares melihat kakinya yang ternyata sudah tidak menginjak tanah.
Mencoba menguji dengan berjalan ke depan dan mencoba untuk naik keatas, Ares masih tidak menyangka dia berhasil melakukan Wind Step yang sudah ia coba dari kemarin dengan susah payah.
"Sekarang mari saya ajari salah satu teknik pamungkas Garuda Sword Technique," Kakek Wasa yang sudah berada di sebelah Ares mencabut pedangnya dan mulai menyiapkan kuda kuda dengan mantap.
"Garuda Sword Technique: Garuda Invansion," Kakek Wasa dengan sorot mata yang tajam naik menggunakan Wind Step sambil mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat yang membuat banyak energi pedang yang mengarah ke satu titik dan menghancurkannya.
"Pelajari itu dulu," Kakek Wasa dengan ramah mengucapkannya, Ares yang mendengarnya mengganguk meskipun ia sebenarnya agak tidak mengerti dengan teknik yang diajarkan oleh Kakek Wasa kali ini yang terlihat sangat cepat dan hampir tidak bisa ia ikuti.
---
"Seilon, bagaimana perkembangan terbarunya?" Seorang laki-laki yang memakai armor putih dan jubah putih dengan gambar hewan puma bertanya pada seseorang yang berada disebelahnya.
"Perkembangan pasukan Demon benar benar berbahaya, mereka saat ini sudah menguasai tiga pulau di Samudra Atlantik, tapi ada yang ingin kutanyakan Ace, bagaimana kau bisa mendapatkan banyak Escape Rune? Itu sangat berguna sejujurnya kebanyakan NPC jadi terselamatkan karena itu," Seilon menjelaskan pada Ace tentang situasi yang sedang terjadi dan bertanya akan apa yang membuatnya bingung.
"Kau tau penjual di Mall Online yang sedang banyak dibicarakan itu? Aku membelinya dari dia," Ace hanya menanggapi dengan singkat dan masih terlihat merenungkan sesuatu.
__ADS_1
"Dewa Perang? Orang itu sepertinya sangat menarik ya," Seilon dengan senyuman lebar berkata dengan sedikit antusias.
"Lupakan, panggil Rock dan Arche. Kita perlu mengatur strategi lagi!" Ace mengerutkan keningnya, ia sedikit tidak menyangka jika pasukannya harus beberapa kali didorong untuk mundur.