Terra Online

Terra Online
31. Pergi


__ADS_3

"Huh...huh...ini sulit...huh...sungguh," Ares dengan terengah-engah bergumam saat ia masih mencoba melakukan teknik yang dipraktekkan oleh Kakek Wasa dua hari yang lalu.


Selama dua hari ini, selain berlatih dan sekolah, Ares juga levelling dan membuat juga menjual rune yang ia anggap akan sangat berguna baginya.


"Berjuanglah Kak Ares!" Dengan sangat ceria Adya yang ada di dekat Kakek Wasa mencoba menyemangati Ares yang berlatih.


Ares yang mendengar Adya tersenyum kecil dan mengganguk untuk menanggapinya dan melanjutkan latihannya.


"Garuda Sword Technique: Garuda Invansion," menapak di atas angin, Ares berlari sebentar sebelum berjalan turun dengan cepat sambil mengangkat Dragon Fang dengan seluruh kekuatannya.


Mengayunkan Dragon Fang secara vertikal dengan seluruh kekuatannya dan dilanjutkan dengan banyak ayunan pedang yang ia fokuskan pada satu tempat.


Saat energi pedang mulai bergerak ke arah yang diincarnya, banyak tebasannya yang meleset dan tidak mengenai titik yang ia incar.


"Gagal? Lagi?" Dengan tampang bingung Ares bertanya pada dirinya sendiri karena kegagalannya untuk yang kesekian kalinya.


"Coba lagi! Kamu sudah hampir bisa!" Kakek Wasa yang sedang bersandar di salah satu pohon mencoba menyemangati Ares.


"Ya!" Dengan tegas Ares menjawabnya dan tersenyum kecil, ia terus mencoba berlatih teknik yang diajarkan oleh Kakek Wasa.


Mengulangi lagi sampai ia lupa sudah berapa banyak ia berlatih, akhirnya Ares bisa memusatkan serangannya ke satu titik.


"Huh...huh...huh..." Ares tersenyum melihat tekniknya yang sudah berhasil ia pelajari.


"Kamu memang hebat," Kakek Wasa yang melihat keberhasilan Ares tersenyum lebar dan memujinya dengan senang.


"Kak Ares hebat!!!" Dengan binar dimatanya, Adya memuji Ares yang tersenyum kecil melihat kelakuan Adya.


"Kamu sudah berusaha, untuk teknik yang satu lagi akan saya ajarkan besok," dengan senyum ramah Kakek Wasa berjalan dan menyentuh pundak Ares lalu pergi, dibelakangnya Adya mengikuti dengan sangat riang.


"Sepertinya aku harus istirahat?" Ares berjalan kembali memasuki kota, menuju ke markas party New Olympus untuk beristirahat.

__ADS_1


"Ares!" Baru saja masuk ke dalam kota, Ares melihat kembali ke belakang karena ada yang memanggilnya.


"Lysa?" Mengenali siapa yang memanggilnya, Ares berdiri diam menunggu orang yang ada dihadapannya mengungkapkan maksudnya.


"Tolong! Tolong antar aku ke tempat Adya!" Lysa meminta tolong pada Ares sambil membungkuk yang sedikit mengejutkan Ares.


"Bukannya kau tau tempatnya?" Ares mengamati Lysa yang sedang membungkuk dengan tatapan aneh dan bingung.


"Sebenarnya, aku lupa rumahnya yang mana," dengan tampang malu, Lysa mengatakan alasannya meminta tolong pada Ares.


"Kau bisa tanya pada warga kan?" Ares sekali lagi menatap Lysa dengan aneh, ia tidak habis pikir bagaimana orang didepannya bisa melupakan tempat yang baru ia kunjungi beberapa hari yang lalu.


"Aku tidak kepikiran!" Lysa seperti disambar petir, ia benar benar tidak terpikirkan untuk bertanya pada warga NPC.


"Apa yang sebenarnya kau pikirkan?" Ares mengangkat satu alisnya sambil menggelengkan kepala dan berbalik untuk pergi.


"Jangan pergi! Antarkan aku dulu!" Melihat Ares yang mulai berjalan menjauh, Lysa berlari dan mencegahnya berjalan lebih jauh lagi.


"Ya ada apa?" Orang yang dipanggil Ares melihat ke arah Ares dengan bingung karena ia sama sekali tidak mengenal Ares.


"Paman mengenal Kakek Wasa?" Ares secara langsung mengatakan niat dan tujuannya memanggil pria paruh baya yang saat ini ada didepannya.


"Tuan Wasa? Tentu aku mengenalnya," mengerutkan keningnya, orang itu menjadi semakin bingung dengan pertanyaan Ares yang memang membingungkan.


"Bagus, ini akan mudah, tolong antarkan gadis pelupa ini ke rumah Kakek Wasa, paman!" Ares meminta tolong pada pria di depannya dengan memasang senyum kecil, Lysa yang mendengarkan perbincangan keduanya hanya bisa terkejut dan tidak percaya apa yang dilakukan oleh Ares.


"Jadi nona mau ke tempat tuan Wasa? Kalo begitu biar saya antar, kebetulan tempat yang akan saya kunjungi berada di wilayah yang sama," mengetahui apa yang diinginkan oleh Ares, pria paruh baya itu tersenyum ramah dan mengatakan jika tempat yang ia tuju juga berada di wilayah yang sama, jadi tidak masalah baginya jika harus mengantarkan Lysa ke tempat Kakek Wasa.


"Ares!" Dengan mata terbuka lebar Lysa berteriak, ia masih tidak percaya Ares akan melakukan hal seperti ini.


Ares yang tidak peduli berjalan pergi dengan cepat tanpa menghiraukan Lysa sama sekali.

__ADS_1


"Hey, Ares!" Sampai di depan markas New Olympus, Ares dipanggil oleh Kuro yang baru saja keluar dari dalam rumah.


"Ayo ikut aku!" Tanpa meminta persetujuan dari Ares, Kuro langsung menariknya untuk ikut dengannya.


"Oi, mau kemana?!" Mencoba melepaskan pegangan Kuro, Ares berteriak dengan kesal, ia hanya ingin beristirahat tapi sepertinya itu akan sulit.


"Rumah teleportasi?" Ares mengernyit heran, kenapa Kuro mengajaknya kesana dan juga ia tidak terlalu menyukai cara kerja dari teleportasi.


"Yah! Kita akan ke Kekaisaran Sakura! Tepatnya ke Kota Ishimori!" Dengan tawa senang, Kuro menarik Ares untuk masuk ke dalam rumah teleportasi yang sedang senggang.


"Kemana tujuan anda tuan?" Saat mencapai counter, mereka ditanyai oleh seorang gadis yang terlihat berusia 20 tahunan.


"Kota Ishimori, Kekaisaran Sakura!" Dengan senyum lebar Kuro menjawab pertanyaan gadis penjaga counter.


"Karena itu perjalanan antar negara, biayanya menjadi 3 Chip Emas dan 30 Chip Perak untuk dua orang," dengan senyuman gadis penjaga counter itu memberitahukan harga yang harus dibayarkan oleh Ares dan Kuro.


Ares yang sudah pasrah mau mengambil chip yang dimilikinya, tapi sebelum bisa mengambilnya, Kuro sudah membayarnya dan menarik Ares ke altar teleportasi.


Saat beberapa detik berlalu, pandangan Ares menjadi kabur dan akhirnya menjadi gelap sepenuhnya.


---


"Bos, kami sudah mencari info dari banyak tempat di sekitar Kota Loka, tapi tidak ada yang tau tentang Dewa Perang yang membuat pengumuman di forum," Seorang pria dengan jubah hitam menghadap pria yang ia panggil sebagai bos dengan gugup.


"Info orang ini memang susah untuk dicari sepertinya," Pria yang dipanggil dengan bos hanya menghela napasnya setelah menerima laporan dari bawahannya.


"Joker, sepertinya si Benjiro itu ingin bertemu," seorang wanita berambut merah dengan kapak besar di punggungnya menatap mata bos yang dipanggilnya dengan nama Joker.


"Dimana? Apa dia tidak tahu aku sedang sibuk? Oh benar juga, Capsa panggil Sol dan Jack juga," Joker memasang muka masam saat ia bertanya dan memerintah Capsa.


"Dia ingin secepatnya, memanggil orang-orang bodoh itu? Kenapa?" Capsa menjawab Joker dengan ketidaksukaan yang terlihat jelas di matanya.

__ADS_1


"Bilang aku akan menemuinya nanti, karena aku butuh pengawal jadi, panggilkan mereka," dengan mata dingin Joker menatap Capsa yang cemberut dan berjalan pergi.


__ADS_2