Terra Online

Terra Online
69. Rencana


__ADS_3

"eh, Lysa?" Saat berjalan menuju salah satu restoran yang dijadikan tempat janjian dengan Kuro, Ares melihat Lysa yang sedang bermain dengan anak-anak.


"A-ares?!" Terlihat terkejut dengan kehadiran Ares, Lysa langsung berdiri.


"Adya apa kabar?" Tidak menghiraukan keterkejutan Lysa, Ares menyapa Adya, yang sedang tersenyum cantik saat melambaikan tangannya.


"Kak Ares kenapa tidak pernah main ke rumah lagi?" Adya bertanya dengan polos pada Ares sambil memiringkan kepalanya dengan manis.


"Maaf ya, aku belakangan cukup sibuk," sambil mengelus kepala Adya, Ares tersenyum kecil.


"Maaf tapi aku terkacang disini," Lysa yang sedari tadi melihat dan menyimak pembicaraan antara Ares dan Adya hanya cemberut karena merasa telah dilupakan.


"Hehe, Kak Lysa," Mendengar keluhan Lysa, Adya memeluk Lysa dengan manja.


Lysa yang awalnya cemberut setelah dipeluk terlihat senang dan bahkan senyuman mekar di wajahnya.


"Ah, kamu mau kemana?" Sambil mengelus Adya, Lysa bertanya pada Ares.


Setelah berpikir sejenak Ares memutuskan untuk memberitahu Lysa bahwa ia akan bertemu Kuro dan akan pergi dari Kerajaan Nusantara sementara.


"Aku ikut ya?" Lysa tersenyum pada Ares saat mengucapkannya.


"Kenapa?" Ares bertanya dengan bingung, lagipula mereka berdua tidak terlalu akrab.


"Huh, kalian sedang ada masalah kan? Aku bisa tahu itu karena kalian jarang terlihat di kota ini, paling hanya Iris atau Jedi yang sering nampak di kota," Sambil menghela napasnya Lysa berbicara dengan santai.


"Itu tidak bisa dijadikan patokan," Ares bergumam pelan sebelum bertanya,"apa kau tidak berpikir kami pindah kota?"


"Yah itu mungkin sih, tapi aku cukup yakin dengan apa yang kupikirkan," Lysa tersenyum dengan percaya diri yang membuat Ares menghela napasnya.


"Jadi boleh kan?" Lysa bertanya l sambil melihat Ares dengan senyuman.


"Terserahlah," Ares mengangkat bahunya dengan pasrah saat memperbolehkan Lysa ikut dengannya.


"Ah, apa Adya mau ikut?" Melihat ke samping Lysa, Adya yang sedari tadi diam terlihat menatap Ares dengan mata berbinar dan mengganguk cepat untuk menjawab pertanyaan Ares.


***


Setelah sampai di restoran yang menjadi tempat janjian Ares dan Kuro, Ares serta Lysa dan Adya masuk dan langsung mencari tempat duduk yang nyaman.

__ADS_1


"Adya mau makan apa? Biar Kak Ares belikan," Ares tersenyum kecil saat bertanya pada Adya yang sedang terlihat berpikir keras untuk menentukan apa yang akan ia beli.


"Aku? Gak sekalian?" Lysa bertanya pada Ares dengan berharap.


"Beli sendiri."


"Adya mau roti es krim aja," Adya tersenyum manis yang membuat Ares ikut tersenyum saat ia memesankan apa yang Adya inginkan dan juga memesan lumpia untuk dirinya sendiri.


Menunggu beberapa saat makanan yang mereka pesan akhirnya tiba, roti es krim yang dipesan Adya terlihat seperti roti yang digoreng menggunakan tepung dan didalamnya ada krim dari es krimnya sungguh terlihat enak.


"Ares?" Kuro yang baru sampai terlihat bingung dengan pemandangan yang ada didepannya, lagipula Ares tidak memberitahu jika ia akan membawa Lysa dan Adya.


"Tidak apa duduk saja," Ares melihat kearah Kuro dan menyuruh Kuro untuk duduk.


"Bukankah harusnya hanya kita berdua?" Kuro bertanya pada Ares dengan tatapan menyelidik.


"Tenanglah oke? Ini diluar kendaliku, dan mereka akan baik-baik saja kurasa," Ares menjawab Kuro dengan santai sambil memakan lumpia yang ia pesan tadi.


"Jadi gimana?" Ares bertanya pada Kuro yang baru saja memesan minum.


"Pertama-tama kita akan ke Wuling," Kuro memberitahu Ares yang terlihat mengerutkan keningnya.


"Kenapa? Bukankah Wuling ada di dinasti Wei? Sedangkan tujuan kita Kerajaan Naira?" Ares memberikan Kuro banyak pertanyaan sekaligus, karena Wuling cukup jauh letaknya ketimbang kota yang harusnya mereka datangi.


"Jadi begitu, kau akan memanfaatkan itu untuk mendapatkan bantuan," Ares mengganguk seakan mendapatkan pemahaman.


"Jadi kalian akan ke Dinasti Wei?" Lysa yang sedari tadi memakan telur gulung berbicara dengan santai menyebabkan Ares dan Kuro langsung melihat ke arahnya.


"Asal kalian tahu saja, aku punya kenalan di Empire, jika kalian mau aku bisa membantu kalian," Lysa dengan santainya melanjutkan tanpa memperhatikan Ares dan Kuro yang masih terdiam.


Setelah hening beberapa saat tanpa ada yang berbicara sama sekali Adya yang sudah menghabiskan roti es krim miliknya berbicara pada Ares,"Kak Ares boleh minta lagi?"


"Tentu saja," Ares menjawab dengan senyum kecil, bersamaan dengan Ares yang memesankan roti es krim untuk Adya, Kuro dan Lysa mencapai kesepakatan untuk bekerja sama.


Menurut kesepakatan Kuro dan Lysa, mereka bertiga akan berangkat ke Wuling besok untuk pergi ke markas besar Guild Empire, Lysa yang mempunyai kenalan disana akan memimpin dan memperkenalkan mereka berdua. Untuk langkah setelahnya Kuro memilih akan melakukan improvisasi tergantung situasi yang ada disana nantinya.


***


"Lama," Ares bergumam pelan, saat ini ia sudah berada di depan rumah teleportasi Kota Loka untuk menunggu Kuro dan Lysa.

__ADS_1


Disamping Ares, Wolfshef dan Napoleon sedang duduk dengan sangat santai sedangkan White 'berenang' di udara berputar-putar disekitar Ares.


"Yo! sudah nunggu lama?"Kuro yang baru saja datang berjalan dengan santai ke tempat Ares, Wolfshef dan Napoleon yang melihatnya menajamkan pandangannya dan sedikit memperlihatkan taring mereka seakan sedang mengincar mangsa.


"Oi, mereka berdua kenapa?!" Kuro yang menyadari tatapan Wolfshef dan Napoleon buru-buru bertanya pada Ares yang hanya mengangkat bahu.


Baru saja akan membuka mulut White yang memperhatikan mengguyur Kuro dengan air miliknya yang membuat Kuro basah kuyup.


Wolfshef yang melihatnya melolong dengan bahagia dan berguling-guling, sedangkan Napoleon terlihat seperti ia sedang menyeringai saat memperhatikan Kuro.


Pelakunya sendiri White segera menyamarkan keberadaannya dan menggunakan miniaturization dan bersembunyi di belakang Ares.


"Sepertinya mereka marah padamu," Ares berkata singkat sambil menyeringai melihat Kuro yang basah kuyup.


"Uh, ayolah! Yang benar saja," Kuro mengeluh dan terlihat tidak percaya saat melihat Wolfshef dan Napoleon bergantian.


"Oh, mana White? Dia yang membuatku basah kan?" Kuro dengan senyum lebar bertanya pada Ares.


"Ntahlah, White jika sudah seperti ini agak susah dicari," Ares menjawab seadanya sambil menggelengkan kepalanya santai.


"Ta-tapi! Kau bisa memanggilnya kan?!" Kuro dengan wajah tidak percaya bertanya pada Ares dengan putus asa.


"Bisa, bisa kok tapi, aku tidak ingin memanggilnya," Ares dengan santai menjawab dengan sedikit seringai di wajahnya.


"Ah sudahlah," sambil menghela napas Kuro berjalan menuju salah satu toko untuk mengeringkan bajunya.


Setelah beberapa saat Lysa yang menggunakan A-line dress selutut dan terlihat sangat anggun, yah jika saja ia tidak membawa belati di tangannya maka itu akan menjadi sesuatu yang sempurna.


"Hey, kenapa? Apa kau terpesona denganku Ares?" Sambil mengedipkan sebelah matanya Lysa bertanya dengan menggoda.


"Hah? Tidak tentu saja, aku hanya penasaran kenapa kau pake dress?" Ares bertanya pada Lysa yang terlihat berpikir.


"Oh tentu saja karena itu, ada acara yang akan kudatangi lebih dulu," sambil mengibaskan rambutnya dengan senyum percaya diri.


"Sebentar! Bukankah kita akan langsung ke markas Empire?!" Kuro dengan kesal berbicara pada Lysa.


"Hah, kau pikir akan mudah masuk ke markas guild besar seperti Empire?" Sambil memegang dahinya, Lysa menjawab perkataan Kuro dan menyebabkan Kuro diam.


"Sudahlah, yang terpenting ayo kita pergi sekarang," Ares yang sejak tadi memperhatikan memisahkan keduanya dan berjalan masuk ke Rumah Teleportasi.

__ADS_1


...****************...


Yo! ketemu lagi heh, ah maaf baru update ya tugas sekolahku beneran banyak belakangan ini. Silahkan nikmati!


__ADS_2