
"Sudah lima jam ya? Tapi kita baru mengeliminasi sekitar lima tim," Ares berbicara dengan sedikit helaan napas.
"Tenang saja, walaupun begitu aku yakin kita akan menang di babak ini," Kuro menepuk bahu Ares dan berbicara dengan sangat santai.
"Awas!" Ares dan Kuro melompat ke samping masing-masing saat sebuah anak panah melesat melewati tempat mereka berdiri sebelumnya.
"Siapa?!" Ares dan Kuro berteriak hampir bersamaan sambil melihat arah datangnya anak panah.
"Tidak kena ya?" Seorang pemuda berambut emas yang terlihat mengantuk dengan dua katana di balik jubah emasnya berjalan mendekati Ares dan Kuro.
"Kiniro?!" Kuro berusaha menahan suaranya saat ia berteriak, ia tidak menyangka akan bertemu kelompok Kiniro secepat ini.
"Sebentar jika kamu Kiniro berarti yang menembak tadi... Guree?!" Mata Kuro terbuka lebar saat ia berteriak pada Kiniro.
"Tenanglah bodoh, aku akan menjaganya," Kiniro terlihat kesal di wajah mengantuknya saat ia menanggapi Kuro.
"Lalu dimana Noukon?" Kuro dengan buru-buru mendekati Kiniro dan memegang kedua pundaknya.
Kiniro yang kesal dengan cepat mengeluarkan salah satu katana miliknya untuk menebas Kuro. Kuro yang melihatnya segera merespon dengan melompat agak menjauh dari jangkauan serangan Kiniro.
Ares yang melihatnya hanya melipat kedua tangannya dan tersenyum kecil. Ares juga mulai menggunakan skill Sight untuk mencari keberadaan Guree agar tidak terkena serangan dadakan yang akan berbahaya.
"Apa yang kau lakukan?!" Kuro berteriak pada Kiniro dengan ngeri setelah menghindari serangan Kiniro.
"Disini kita musuh kan?" Kiniro tersenyum tipis sambil melihat ke arah Ares.
"Yaa, benar juga," Ares tersenyum kecil, ia mengeluarkan Dragon Fang dari sarungnya bersiap untuk memulai pertarungannya.
"Ittoryu Kiniro, Arashi!" Kiniro menebas dengan sangat cepat dengan katananya dengan niat yang sangat jelas untuk mengalahkan Ares.
__ADS_1
"Fly," sayap hitam legam tumbuh di punggung Ares yang terlihat indah di bawah sinar matahari. Ares yang tidak berniat untuk menangkisnya memilih untuk menghindar dengan cara terbang.
"Wind Slash!" Kiniro menebaskan katana miliknya secara horizontal untuk menebas Ares yang terbang dengan pedang yang siap untuk menebas.
Untuk menghindari serangan Kiniro, Ares terbang lebih tinggi, lalu menukik dengan Dragon Fang yang mengarah ke Kiniro.
Kiniro yang melihatnya mengambil posisi untuk bertahan, kedua senjata bertabrakan menimbulkan bunga bunga api diantara gesekannya.
"Aku pasti mengalahkanmu kali ini!" Ares dengan tatapan tajam berkata pada Kiniro saat ia mulai terus menambah kekuatannya untuk menekan Kiniro.
"Lakukan saja, jika kamu bisa tentunya," Kiniro menjawab dengan muka mengantuk dan santai, walaupun ia juga terus menambah kekuatannya untuk menahan pedang Ares dalam adu pedang kali ini.
Di waktu yang hampir bersamaan, Ares dan Kiniro terlihat mengambil second weapon mereka dengan tangan kiri, Ares mengambil Storm Cutlass yang ia pegang secara terbalik dan langsung mengarahkannya ke arah Kiniro, Kiniro disisi lain juga sudah mengambil katana keduanya untuk menangkis serangan Ares.
Saat kedua senjata bertemu, Ares melompat dan terbang agak tinggi untuk membuat jarak dengan Kiniro, sedangkan Kiniro hanya diam dengan sepasang katana di kedua tangannya.
"Nitoryu Kiniro: Eien no Yuki," Kiniro menutup matanya, kedua katana miliknya mulai terlihat putih seperti salju.
Ares yang menyadarinya menggunakan Dragon Fang untuk bertahan dari serangan Kiniro, baru saja katana Kiniro mengenai Dragon Fang, Ares buru-buru terbang menjauh. Ia merasakan hawa dingin menyebar dari katana Kiniro saat Dragon Fang menyentuhnya.
"Jika aku tidak bisa mendekat, maka Garuda Sword Technique: Garuda Invansion!" Memfokuskan pandangannya pada Kiniro yang sedang berlari ke arahnya dengan mata terpejam, meskipun mereka berada di langit. Saat pandangannya telah fokus, Ares menghirup udara dan mengeluarkannya. Segera setelah itu Ares melancarkan banyak tebasan yang menghasilkan banyak energi pedang yang bergerak langsung ke arah Kiniro.
Seperti tergerak dengan instingnya Kiniro menghindari tebasan demi tebasan dari Ares dan terus bergerak maju.
"Nitoryu Kiniro: SunÅsurasshu," Masih dengan mata terpejam, Kiniro bergerak cepat di udara ke arah Ares dengan kedua katana yang siap untuk menyerang.
Melihat serangan Kiniro, Ares terbang menukik dan melepaskan skill fly miliknya karena terlalu banyak menghabiskan mana menurutnya.
Setelah kakinya menginjak tanah, Ares segera menebas Kiniro dengan Lightning Slash dan Wind Slash secara bergantian.
__ADS_1
Kiniro terus menghindari serangan Ares sembari mengurangi jarak mereka. Setelah beberapa saat akhirnya katana Kiniro mencapai Dragon Fang milik Ares.
Hanya sebentar, tapi Ares bisa merasakan hawa dingin yang seakan-akan ingin membekukan jiwanya. Dengan tangan yang sedikit kesemutan, Ares melompat mundur.
Setelah sedikit memperlebar jaraknya, Ares mengambil Power Rune dari inventori miliknya yang segera ia pakai. Setelahnya, Ares kembali mengaktifkan Enchant Blade dan Lightning Ball untuk bertarung.
Bola-bola petir yang ada disekelilingnya melaju ke arah Kiniro dengan sangat cepat. Dibaliknya Ares segera mengeluarkan Fireball untuk antisipasi jika Lightning Ball tidak bisa menghentikan Kiniro.
Di luar harapan Ares, Kiniro bisa menghindari semuanya dengan sangat baik dan hanya kehilangan sedikit HP. Masih dengan mata terpejam Kiniro bergerak ke arah Ares dengan katana yang siap menebas kapan saja.
Saat jarak keduanya semakin dekat dan katana Kiniro sudah melancarkan tebasan, itu tiba-tiba berhenti. Kiniro membuka matanya dengan nafas yang memburu, ia terlihat sangat kelelahan. Selain itu, hawa dingin yang dipancarkan olehnya juga sudah tidak bisa dirasakan oleh Ares.
"Itu memiliki batas ternyata?" Ares yang sudah bergerak mundur tersenyum kecil melihat Kiniro yang kelelahan, ia samar-samar mendengar Kiniro mengucapkan sialan.
"Sekarang, giliranku!" Ares maju kembali dengan mata tajam dan niat untuk mengalahkan Kiniro yang terlihat jelas di matanya.
Kiniro yang melihatnya tersenyum dengan wajahnya yang mulai nampak serius, ia menyiapkan kedua katananya kembali dan maju untuk menyerang Ares.
Senjata keduanya kembali bertemu, mata keduanya saling mengamati untuk mencari tahu kelemahan masing-masing.
Setiap serangan Ares yang sangat cepat selalu mengarah ke titik vital Kiniro, tetapi Kiniro juga mulai mengimbangi Ares dan selalu menangkis serangan Ares sekaligus memberikan serangan balik dengan katananya yang lain.
"Akan ku akhiri!"
Setelah hampir lima menit pertempuran mengalami stagnasi Ares dan Kiniro melompat mundur untuk mengambil jarak.
Ares mengangkat Dragon Fang dengan kedua tangannya untuk menyiapkan skill yang bisa dikatakan salah satu yang terbaik miliknya.
Disisi lain, Kiniro menyarungkan salah satu katananya dan memegang katana yang tersisa dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Kiniro memegang katana dengan kedua tangan dengan posisi katana ada di samping kanan tubuhnya.
Keduanya saling tatap dengan intens, tidak ada yang bergerak lebih dulu, seakan mencari celah yang mungkin ditunjukkan oleh lawannya.