Terra Online

Terra Online
33. Konflik


__ADS_3

"Aku kalah," dengan senyum kecil Ares menyarungkan Dragon Fang kembali ke tempatnya, ia berbalik untuk melihat Kiniro yang juga berbalik.


"Tentu! Kau tidak akan menang melawan orang yang sudah berlatih pedang sejak kecil," keduanya saling bertatapan, Kiniro dengan muka mengantuknya yang khas dan Ares yang tersenyum kecil sampai suara Kuro mencapai pendengaran keduanya yang membuat mereka melihat kearahnya.


"Aku sudah menduganya," Ares mengangkat bahunya dan berjalan menuju salah satu pohon sakura untuk bersandar.


"Uahahaha tontonan yang sangat menarik kalian berdua!" Shiro menurunkan nodachi miliknya dari pundaknya saat ia tertawa dengan gembira.


"Ngajak ribut? Shiro?" Kiniro dengan tampilan mengantuk melihat Shiro yang masih tertawa gembira.


"Kami kembali~" Shiro belum sempat menjawab, dua sosok pendek muncul dari dalam hutan sakura dengan sangat santai dan riang. Keduanya terlihat sangat mirip. Salah satunya terlihat seperti anak laki-laki menggunakan jubah biru tua yang selaras dengan rambutnya dan membawa staff di tangan kanannya, sedangkan yang lain terlihat seperti anak perempuan yang memakai pakaian kulit bewarna abu-abu yang juga sama dengan rambutnya, ia membawa busur dan anak panah di punggungnya.


"Hey Guree! Noukon!" Kuro yang sudah lepas dari dekapan Aoi menyapa Guree dan Noukon yang baru saja tiba dengan senyum lebar.


"Kuro-nii!" Keduanya dengan terkejut berteriak dan berlari untuk memeluk Kuro, Kuro dengan senang hati membalas pelukan hangat keduanya.


"Oh iya, Noukon, Guree, orang yang duduk itu temanku namanya Ares," Kuro menunjuk ke arah Ares dan memperkenalkannya kepada Noukan dan Guree yang baru saja melepas pelukan mereka.


Ares yang diperkenalkan sedikit tersenyum dan berdiri untuk menyapa keduanya.


"Salam kenal! Aku Guree, kembaran dari laki laki bodoh ini!" Dengan riang anak perempuan yang membawa busur memperkenalkan dirinya sambil mengolok-olok saudara kembarnya.


"Hei! Harusnya aku yang bilang begitu!" Dengan kesal Noukon mengejar Guree yang masih tertawa dengan riang. Ares yang melihat keduanya tersenyum karena alasan yang tidak diketahui.


"Mereka terlihat sangat bahagia kan?" Kuro duduk di sebelah Ares yang sudah kembali duduk bersandar di pohon sakura.


"Ya, mereka kelihatan sangat bahagia," Ares melihat Guree dan Noukon yang masih saling bercanda dengan sangat bahagia.

__ADS_1


"Kau mungkin tidak percaya, tapi mereka berdua adalah NPC," Kuro dengan senyum lembut menatap kedua anak yang masih bermain," karena itu, kami berempat selalu menjaga mereka berdua," Kuro melanjutkan dengan nada lembut.


"Mereka NPC?" Ares menatap Kuro dengan tidak percaya, dilihat darimanapun mereka berdua terlihat seperti player.


"Ya, nama asli mereka Tora dan Mayumi, kau tidak akan percaya saat awal mereka bergabung, untuk menyesuaikan diri dengan kami, mereka mengecat rambut mereka sendiri dan membuat nama julukan sendiri," Kuro dengan tampang nostalgia memberitahu Ares tentang Guree dan Noukon lebih lanjut.


"Itu berarti mereka tidak akan hidup lagi jika mati?" Ares dengan tatapan serius bertanya pada Kuro yang memasang ekspresi sedih.


"Ya, tapi aku tidak bisa membiarkan itu terjadi, kami sudah berjanji akan menjaga mereka berdua. Walaupun mereka NPC tapi mereka juga punya perasaan dan impian," Kuro menjelaskan pada Ares yang terdiam, dia tidak tau apa yang harus dikatakannya.


"Huh, aku mengerti," Ares menepuk pundak Kuro dan sedikit tersenyum saat mengatakannya.


"Kalian berdua benar-benar tidak ingin menjadi samurai?" Shiro dengan tampang kesal melirik ke Guree dan Noukon yang hanya memalingkan pandangan mata mereka.


"Sudahlah Shiro, biarkan mereka memilih apa yang mereka suka," setelah menguap Kiniro berbicara pada Shiro yang masih memasang ekspresi kesalnya.


"Terimakasih Shiro-san!" Guree dan Noukon tersenyum lebar pada Shiro yang hanya tersenyum dengan pasrah melihat keduanya.


Saat semua orang masih saling berbincang dan berbagi cerita, seseorang yang memakai pakaian ninja lengkap muncul dan berbicara dengan Kiniro dengan bisik-bisik.


"Kenapa Kiniro?" Kuro bertanya saat melihat ekspresi Kiniro berubah menjadi bingung, karena sangat jarang Kiniro berekspresi bingung dan marah.


"Kakakku sepertinya melakukan hal tidak masuk akal lagi," Kiniro menghela napas dengan kesal saat membicarakan tentang kakaknya.


"Kakakmu? Memang apa yang dia lakukan kali ini?" Aoi yang sedang bermain dengan Guree dan Noukon bertanya pada Kiniro.


"Dia sepertinya akan bertemu ketua Underworld," dengan suara lirih Kiniro memberitahu apa yang akan dilakukan oleh kakaknya.

__ADS_1


"Underworld? Mereka guild penguasa dunia bawah di Terra Online, mereka paling terkenal karena menjadi tentara bayaran yang membantu negara-negara yang sedang berperang," Ares mengucapkan apa yang dia ingat tentang Underworld secara spontan.


"Kau tau banyak rupanya," Kiniro tersenyum kecut menanggapi penjelasan Ares yang cukup lengkap, karena informasi Underworld sendiri memang masih sangat sedikit.


"Karena itu, mereka adalah guild terburuk dari yang paling buruk," Kiniro menjadi lebih serius hingga muka mengantuknya sudah tidak terlihat.


"Mereka akan membunuh NPC tanpa ragu dan kebanyakan dari anggota mereka adalah buronan di beberapa negara," Shiro yang diam berbicara mengenai Underworld.


"Kenapa mereka tidak dikejar player lain? Bukankah kalo menangkap buronan akan mendapat hadiah?" Ares bertanya karena bingung akan satu hal yang tidak ia mengerti.


"Karena siapapun yang mengacaukan anggota Underworld akan diincar sampai akhir oleh Joker," Kiniro menjawab pertanyaan Ares dengan tampang marah saat mengatakan nama Joker.


"Hah, lupakan saja, semoga kakakku tidak terlibat hal merepotkan dengan Underworld," Kiniro menghela napasnya dan mendekati Guree dan Noukon yang terlihat bingung karena tidak memahami apa yang dibicarakan oleh yang lain.


"Benar! Kuro-kun!" Aoi yang dari tadi diam kembali memeluk Kuro yang sangat tidak siap dan berusaha untuk lepas.


Saat semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing, beberapa orang yang terlihat memakai jubah bewarna jingga dengan katana terlihat dipinggang mereka.


"Kenapa?" Saat mereka sudah mulai terkepung, Kiniro bertanya pada orang-orang yang memakai jubah jingga.


"Benjiro-sama ingin anda menemuinya Kiniro-sama," salah satu Samurai berbicara pada Kiniro dengan nada hormat.


"Katakan aku tidak mau," saat Kiniro menjawab, hampir semua samurai mulai menyentuh katana mereka dan siap mencabutnya kapanpun.


"Kalian!!" Kiniro menggeram saat mengamati situasinya saat ini yang sangat tidak diuntungkan.


"Kami harus membawa anda, walaupun harus menggunakan kekerasan, kami juga diperbolehkan membunuh siapapun yang menghalangi," samurai itu kembali berbicara dengan nada datar yang membuat Kiniro menjadi semakin marah.

__ADS_1


"Kalo itu mau kalian," dengan dingin Kiniro berbicara, ia mencabut kedua katananya secara bersamaan. Mengikuti Kiniro, Ares dan yang lain juga mengeluarkan senjata mereka dengan Guree dan Noukon berada di tengah-tengah mereka.


__ADS_2