Terra Online

Terra Online
60. Unknown


__ADS_3

Setelah hampir semua orang keluar, Shiro mengumpulkan orang-orang yang paling bisa dipercaya di dalam kelompok mereka untuk membahas lebih lanjut.


Orang yang terkumpul termasuk Shiro ada enam orang, dengan yang berlevel tertinggi adalah Gou seorang Shield Warrior berlevel 190, dibawahnya ada Ai dan Aiya bersaudari yang masing-masing memiliki job Wizard dan Hunter berlevel 170, setelah kedua bersaudari Taigen yang mempunyai Special-Class Job Bright Sailor berlevel 130 yang mempunyai keunggulan di laut serta HP yang cukup tebal dan Shiro sendiri mempunyai Special-Class Job General yang didapatkan setelah poin Leadership mencapai titik tertentu.


Class General dibanding Kelas petarung lainnya mempunyai keunggulan dalam memberikan buff kepada pasukan yang dipimpin dan debuff pada musuh saat bertempur. Bisa dibilang General adalah salah satu job paling berguna dalam pertarungan kelompok hanya saja tidak banyak orang yang bisa mengumpulkan poin leadership.


"Apa yang ingin dibicarakan tuan Shiro?" Ai yang tersenyum nakal membuka obrolan diantara mereka sambil mengedipkan sebelah matanya pada Shiro.


Shiro yang tidak memperhatikan mulai menjelaskan kecurigaannya tentang mata-mata dan memberikan tiga identitas orang yang diperkirakan adalah mata-mata.


"Kau yakin Shiro? Jika begitu rencana kita sekarang sudah bocor kan?" Gou bertanya saat ia mengerutkan kening.


"Ya lalu apa?" Shiro tersenyum lebar,"Kita sudah pasti bentrok dengan mereka sekarang! Jadi let's Party!"


"Kau memang selalu gila disaat seperti ini ya," Taigen tersenyum lebar saat melihat Shiro yang masih tersenyum lebar.


Setelah itu Shiro memberitahukan rencana yang ia buat, karena lokasi Kota Miru yang berada di daerah pantai dan dekat pegunungan, jadi ia memberikan perintah pada Taigen untuk memimpin kelompok penyerangan lewat laut dengan kapal, juga Ai dan Aiya yang ia perintahkan untuk mengumpulkan job berbasis jarak jauh untuk menyerang kota lewat pegunungan.


"Tunggu bagaimana dengan penduduk kota?" Aiya yang sedang mengikat rambut merah Ai bertanya saat Shiro tidak menyinggung penduduk NPC sama sekali.


"Hm? Apa? Biarkan saja, berharap mereka bisa selamat lagipula ini perang pasti akan ada korban," Shiro menyeringai dingin saat ia menjawab pertanyaan Aiya.


Setelah mendengar jawabannya, Aiya hanya menghela napasnya, ia sudah tahu jika Shiro memang memiliki sisi kejam yang sedikit membuatnya mengerikan.


Shiro segera melanjutkan setelah melihat tidak ada pertanyaan lagi, ia memberitahukan jika dia dan Gou akan memimpin di garis depan langsung melawan anggota Sunrise disana.


"Baik sekarang pergi!" Shiro menutup rapat mereka dan satu persatu dari mereka mulai pergi hingga hanya Shiro dan Aiya yang tersisa.


"Shiro... Meskipun mereka cuma NPC bukankah terlalu tidak bermoral untuk menyerang langsung ke kota tanpa peringatan?" Aiya memejamkan matanya saat ia bertanya pada Shiro yang menatapnya dengan tidak peduli.


"Ya lalu apa? Jika kita tidak melakukan ini kita akan kalah," Shiro menjawab dengan acuh.

__ADS_1


"Ka-kau! Aku tau kepribadianmu memang buruk tapi aku tidak tahu kau seburuk ini!" Aiya menatap tajam pada Shiro sambil mengepalkan tangannya dengan marah.


"Untuk Kiniro-sama aku akan melakukan apa saja, bahkan jika aku harus membunuh semua yang menghalangi," dengan dingin Shiro melihat ke arah Aiya, tangan kanannya sudah memegang Nodachi miliknya seakan bersiap untuk bertarung.


"Kiniro tidak akan senang jika dia tahu kau dari semua orang mengucapkan kata kata itu."


"Tidak apa, meskipun begitu aku akan terus setia dan melindunginya," Shiro menyeringai lebar saat melihat Aiya menatapnya dengan aneh.


"Kamu memang membingungkan," Aiya bergumam pelan, tetapi masih bisa didengar oleh Shiro yang masih mempertahankan seringainya.


"Uahahaha! Sudahlah ayo kita berangkat sekarang Aiya, lagipula kau harusnya bersama Ai kan," Shiro tersenyum lembut saat ia mengelus lembut kepala Aiya dan berjalan ke arah kota.


"Apa pilihanku memang benar?" Saat Shiro semakin menjauh, Aiya bergumam pelan sebelum berlari untuk mengejar Shiro.


***


Di luar kediaman Daimyo Azuchi banyak tubuh prajurit yang terbaring tak bernyawa di hadapan delapan orang berpakaian hitam yang memegang katana dengan dingin.


"Kalian! Cari dua orang itu Guree dan Noukon!" Salah satu pria berpakaian hitam memberikan perintah dan langsung masuk ke kediaman Daimyo.


"Kalian pikir dimana kalian sekarang," suara besar dan berat menggema di dalam ruangan disaat sang samurai berbicara dengan dingin pada orang-orang berpakaian hitam yang langsung menjadi waspada.


"Siapa kau?!" Salah satu pria berpakaian hitam berteriak untuk menanyakan identitas orang yang dianggap paling berbahaya disana.


"Kalian masuk ke rumahku lalu menanyakan identitasku? Apakah kalian bahkan masih waras?" Sang Samurai berbicara dengan marah pada para penyusup yang bahkan tidak tahu siapa tuan rumahnya.


"Ka-kau?! Daimyo Azuchi, Oda Kazuhiko?!" Melihat salah satu rekannya terkejut orang yang bertanya menjadi bingung, menurutnya walaupun itu daimyo mereka seharusnya tidak lebih kuat dari kapten pasukan elit kekaisaran.


"Surasshu," setelah gumaman pelan Sang Daimyo, salah satu orang berpakaian hitam terjatuh dengan HP mencapai nol.


"A-apa?! Apa itu?!" Melihat rekan mereka terjatuh dengan begitu cepat, mereka segera berkumpul membentuk pertahanan dan meningkatkan kewaspadaan mereka.

__ADS_1


"Apa kalian pikir aku menjadi seorang Daimyo tanpa memiliki kemampuan?" Daimyo Oda Kazuhiko bertanya dengan mengejek pada orang-orang yang berani menyerang kediamannya tanpa tahu kekuatannya.


"Aku tidak tahu tentang ini,"salah satu pria berpakaian hitam bergumam pelan.


"Oda Kazuhiko dia dikenal karena memiliki kecepatan yang tinggi tapi aku tidak menyangka akan secepat ini."


"Lupakan, jika kita kalah disini, kita akan kehilangan level dan respect, tapi yang paling penting kita mungkin menjadi buronan di wilayah ini."


"Kalo begitu? Kita tetap harus melakukannya!"


Setelah mereka mencapai kesepakatan, empat orang berpakaian hitam mengeluarkan katana mereka dan berlari langsung ke arah Daimyo untuk menyerang.


Sedangkan tiga sisanya bergerak ke arah prajurit di belakang Daimyo untuk mengurangi musuh dipihak lawan.


Oda Kazuhiko yang melihat empat orang menyerangnya dengan santai mengayunkan katana miliknya untuk menahan tiap serangan sebelum menyerang balik dengan memotong salah satu lengan penyerang yang menyebabkan si penyerang terkena debuff bleeding dan flaw yang menyebabkan HP nya terus berkurang dan gerakannya menjadi melambat.


"Uh sial!" Dengan kehilangan salah satu lengannya si penyerang tanpa memperdulikan rekannya melemparkan pisau kecil yang telah dilapisi racun kearah Oda Kazuhiko yang masih beradu pedang dengan ketiga rekannya.


Kazuhiko yang melihat pisau kecil terbang kearahnya membuat gerakan kaki untuk menciptakan afterimage dan menyebabkan pisau mengenai salah satu rekan penyerang.


"Apa yang kau lakukan bodoh?!" Pria berpakaian hitam yang terlihat seperti bos mereka marah pada rekannya yang terlalu bodoh hingga menggunakan cara semacam itu dan menjadi bumerang bagi diri mereka.


Saat itulah bola asap bewarna hijau di lemparkan ke dalam ruangan membuat ketiga orang berpakaian hitam tersenyum, hijau artinya misi mereka berhasil.


***


Disisi lain, Kiniro yang diminta oleh Shiro untuk beristirahat dan mengunjungi Kerajaan Nusantara masih berada di Kekaisaran Sakura, ia justru pergi ke Kota Ishimori dan berjalan-jalan melihat pemandangan dimana dedaunan mulai berwarna kuning dan merah yang menandakan datangnya musim gugur.


"Ini harusnya musim gugur kami berenam bersama-sama," Kiniro bergumam pelan, matanya yang biasa terlihat mengantuk menampilkan kesedihan.


Saat Kiniro sedang berjalan tanpa arah ia terhenti di depan sebuah kuil yang bertuliskan Kuil Takemikazuchi.

__ADS_1


"Dewa Takemikazuchi..."Kiniro bergumam pelan sebelum ia masuk ke dalam kuil dan melihat beberapa pemain yang menerima quest dari pendeta kuil.


"Apakah anda ingin bergabung dengan kuil ini tuan?" Seorang gadis cantik dengan rambut hitam agak keunguan yang menggunakan kostum miko bertanya pada Kiniro dengan senyuman lembut.


__ADS_2