
"Uahaha, sepertinya kita harus bertempur ya?" Shiro sedikit tertawa saat ia melepaskan nodachi miliknya dari sarungnya.
"Cih, sepertinya begitu," Kuro merasa kesal dengan kejadian saat ini, apalagi musuh berjumlah lebih banyak dengan level kebanyakan berada di atas mereka.
"Conqueror Aura," Ares tanpa memberitahu apapun mengeluarkan salah satu skill miliknya yang membuat beberapa lawannya terjatuh, ada juga beberapa yang menjadi takut.
"Nitoryu Kiniro: 20 Renda!" Kiniro yang melihat perubahan di raut wajah para samurai tanpa basa-basi langsung menyerang mereka di titik vital supaya bisa mengurangi banyak HP mereka.
Yang lain juga tidak mau kalah, mereka terus menyerang para samurai tanpa ampun. Tetapi, mereka hanya menyerang sisi yang mengarah ke kota untuk melarikan diri sambil bertahan.
"Lari ke kota! Ke rumah teleportasi!" Kiniro berteriak untuk memberitahu yang lain apa yang ingin ia lakukan.
"Bagaimana dengan Guree dan Noukon?" Ares mengernyitkan dahinya saat bertanya sambil terus menyerang para samurai.
"Mereka ikut! Mereka tidak mempunyai keluarga," dengan suara rendah Kiniro menjawab pertanyaan Ares.
"Kalo begitu, Kuro bawa mereka ke tempat kita! Aku akan mencoba menahan ini sebentar," Setelah berbicara, Ares bergerak ke bagian belakang yang lain dengan tatapan penuh tekad.
"Aku akan tinggal denganmu, karena aku yang diincar," Kiniro bergerak ke samping Ares setelah membukakan jalan untuk yang lain.
"Oi kalian berdua!" Kuro dengan tidak percaya melihat Ares dan Kiniro yang tinggal, memang tidak masalah jika mereka mati karena bisa hidup kembali, tapi bagaimana jika mereka tertangkap? Itu akan menjadi lebih merepotkan.
"Tenang, kami akan menyusul kalian kesana," Ares dan Kiniro mengacungkan ibu jari mereka sejenak dan memasang kuda-kuda kembali untuk bertarung.
"Sekarang, Napoleon! Wolfshef! Bantu aku!" Ares memanggil Napoleon dan Wolfshef untuk bertarung yang sejak awal belum ia panggil.
"Demon Power," tidak membuang-buang waktu, setelah memanggil Wolfshef dan Napoleon, Ares langsung menggunakan Demon Power. Armor hitam legam miliknya mulai muncul corak bewarna merah darah dan rajah yang tidak dapat dipahami muncul di wajah sebelah kirinya. Dengan aura yang meledak-ledak, Ares menggunakan Power Rune dan berlari menuju para samurai yang masih mengamati Ares dengan bingung.
"Kau punya hal yang menarik," Kiniro tersenyum memuji Ares saat ia masih terus menebas para samurai dengan kekuatan penuhnya.
"Tentu saja!" Ares menanggapi Kiniro dengan senyuman kecil saat ia berlari dan menebas lawannya dengan kekuatan yang besar.
"Bash!"
"Wind Slash!
__ADS_1
"Lightning Slash!"
Ares berkali-kali mengeluarkan skill miliknya untuk menyerang yang membuat serangannya menjadi jauh lebih kuat lagi.
"Garuda Sword Technique: Destroyer!" Ares menebaskan Dragon Fang dengan sangat indah dan penuh perhitungan hampir seperti sebuah tarian yang membuat para samurai kerepotan karena sulit untuk menahannya.
"Nitoryu Kiniro: Furasshu!" Dalam sekejap mata, Kiniro sudah berada di belakang para samurai yang sudah terjatuh. Tidak berhenti sampai disitu, Kiniro juga terus menyerang para samurai yang masih bertahan dengan kuat.
"Fly, Fire Executed!" Ares mengeluarkan sayap di pinggangnya lalu terbang, saat terbang ia merentangkan tangan kirinya untuk menggunakan Fire Executed, api besar yang berkobar dengan sangat liar keluar dari telapak tangan kirinya langsung membakar semua yang ada dihadapannya.
"Jangan pakai api! Kau bisa membakar pohon-pohonnya!" Kiniro meneriaki Ares dengan sangat kesal, ia tidak menduga orang yang sedang bertarung bersama dengannya ini bisa menggunakan sihir.
Ares sama sekali tidak mendengarkan suara Kiniro, matanya mulai menjadi merah, ia mulai mengumamkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti oleh yang lain.
"Perang...perang...perang..." Ares terus bergumam dengan lirih, tetapi masih bisa didengar oleh yang lainnya. Aura Ares menjadi semakin kuat dan tidak stabil, ia terus menerus menyerang para samurai dengan kecepatan yang cukup mengerikan untuk selevel dengannya.
"Apa dia benar-benar orang yang sama?" Kiniro mendadak menjadi ragu apakah orang yang ada dihadapannya benar-benar adalah Ares atau bukan.
"Ada apa dengan orang ini?!" Beberapa samurai mulai berteriak dan menjauhi Ares yang semakin menjadi-jadi yang membuat mereka sedikit takut dan terkejut.
"Dia lepas kendali?!" Kiniro yang tidak sanggup menahan serangan Ares terlempar jauh ke gerbang kota, dengan luka yang cukup parah ia berlari menuju rumah teleportasi untuk pergi.
Disisi lain, Ares masih terus mengamuk tanpa pandang bulu selama satu menit penuh.
"Ah, kepalaku sakit," Ares mengeluh saat waktu penggunaan Demon Power telah habis, disekitarnya sudah tidak ada siapapun lagi kecuali dia, Wolfshef dan Napoleon yang sedikit membuatnya terkejut.
"Wolfshef bawa aku ke rumah teleportasi!" Ares dengan cepat menyuruh Wolfshef tanpa memperdulikan apa yang telah terjadi disekitarnya.
Di rumah teleportasi, Kiniro baru saja tiba saat yang lainnya sudah pergi menuju kota Loka. Masih terkena efek terluka membuatnya sedikit susah untuk bergerak sekarang.
"Kota Loka, Kerajaan Nusantara," dengan susah payah mencapai ke tempat orang yang menjaga rumah teleportasi, Kiniro memberitahu tempat yang ingin ia datangi.
"1 Chip emas dan 15 Chip Perak untuk kesana," wanita yang menjaga counter terlihat sedikit gelisah saat melihat penampilan Kiniro yang penuh dengan luka.
"Ini," memberikan Chip kepada wanita penjaga counter, Kiniro berjalan menuju altar teleportasi dan melakukan teleportasi menuju ke Kota Loka.
__ADS_1
Masih agak jauh dari rumah teleportasi, Ares yang menunggangi Wolfshef berlari dengan sangat cepat untuk mencapai rumah teleportasi.
Sesampainya di rumah teleportasi yang sangat sepi, ada seorang wanita yang menjadi penjaga counter disana.
"Kota Loka, Kerajaan Nusantara," Sebelum ditanya tujuannya, Ares sudah terlebih dahulu menyatakan tempat yang ingin ia datangi.
"Lagi? Kenapa hari ini sepertinya banyak yang kesana?" Wanita penjaga itu mencoba bertanya dengan nada ramah pada Ares.
"Hm? Aku tidak tahu, maaf berapa? Aku buru-buru," Ares menjawab perempuan penjaga counter dengan sedikit tidak sabar.
"Itu 1 Chip Emas dan 15 Chip Perak untuk ke Kota Loka," Setelah mengetahui harga yang harus dibayarkannya, Ares dengan cepat memberikan Chip kepada wanita penjaga counter dan buru-buru memasuki altar teleportasi.
Di dalam Hutan Sakura, seseorang dengan Ras Dwarf yang membawa sebuah kapak dipunggungnya sedang dalam suasana hati yang sangat gembira.
"Hebat! Orang itu bisa menghabisi para samurai yang levelnya ada diatas dirinya!" Ia hampir berteriak saat melihat video pertempuran yang telah ia rekam, video tentang seorang pendekar pedang yang mengalahkan sekelompok samurai yang berlevel lebih tinggi darinya.
"Aku akan upload ini ke internet!" Dwarf yang masih sangat senang membulatkan tekadnya untuk menyebarkan video yang ia rekam ke internet.
---
"Oi oi! Bulannya ini Ares?" Di dalam markas New Olympus, Jedi yang sedang melihat-lihat video terkait Terra Online berteriak saat menemukan video yang menyerupai Ares.
"Mana?" Iris dan Minerva yang juga ada disana bertanya secara serempak dengan nada serius.
"Lihat ini," Jedi mengirim video yang ia tonton ke Minerva dan Iris dengan cepat saat pintu tiba tiba terbuka.
"Siapa?! Kuro?" Jedi berteriak dan saat ia mengetahui jika Kuro yang membuka pintu ia menjadi lebih rileks.
"Dimana Ares? Kuro ****," Iris mendekati Kuro dengan tatapan mata tajam yang mengintimidasi.
"Siapa yang kau panggil bodoh!" Di belakang Kuro, seorang gadis berambut biru muda dengan pakaian ala kunoichi melompat ke depan Kuro mencoba untuk melindunginya dari Iris.
"Mereka siapa?" Minerva dengan sedikit bingung bertanya pada Kuro yang sedang menyentuh dahinya karena pusing dengan pertengkaran Iris dan Aoi.
"Lupakan, yang penting aku titip mereka, Ares sudah setuju. Aku harus menjemput satu orang lagi," Kuro pergi dengan senyum tanpa menunggu jawaban dari teman-temannya yang ada disana.
__ADS_1