Terra Online

Terra Online
42. Lawan Pertama


__ADS_3

"Gua ini bagus," saat melihat-lihat ke dalam gua, Minerva dengan senyum cerah berkomentar.


"Bagus? Ini seram!" Iris menimpali dengan kesal saat ia mulai merasa takut karena semakin masuk ke dalam, gua menjadi semakin gelap.


"Tenang saja, disini ada pangeran Kuro yang gagah berani," Kuro mendekati Iris dan membuat pose ala ksatria.


"Jijik," dengan tampang jijik Iris melihat ke arah Kuro," Bagaimana Aoi bisa menyukai manusia model begini," sambil menghela napas Iris bergumam.


"Apa kau bilang?! Dasar nenek lampir," dengan kesal Kuro berkata pada Iris.


"Aku? Nenek lampir katamu?! Awas saja kau," Iris menyeringai lebar saat ia menatap Kuro dengan tatapan tajam yang terlihat seperti tatapan binatang buas terhadap mangsanya.


"Sudahlah, lebih baik kita membahas apa yang akan kita lakukan sekarang," Jedi mencoba melerai keduanya sambil menghela napas panjang.


Saat Kuro dan Iris sudah mulai tenang, mereka mulai mengecek ke sekeliling gua dan kembali berkumpul untuk membahas apa yang akan mereka lakukan.


"Saat ini membawa bola biru kemana-mana sepertinya tidak bagus," Minerva berbicara untuk memulai diskusi mereka.


"Benar, yang paling tepat sepertinya harus ada yang berjaga disini dan ada yang menyerang keluar," Jedi membalas dengan kening yang berkerut.


"Bagaimana jika kalian bertiga tetap disini?" Ares menunjuk pada Iris, Minerva dan Jedi saat ia memberikan sarannya.


"Aku cukup setuju, aku juga bisa membuat jebakan di sekitar sini," Jedi berbicara sambil melihat ke arah Ares dengan serius.


"Kalo begitu kamu akan mencoba mencari dan menghancurkan bola biru musuh kan?" Iris bertanya untuk memastikan pada Ares yang masih terlihat menggigit ibu jarinya dan berpikir.


"Ya, ini keputusan terbaik menurutku," Ares menjawab dengan serius dan senyum kecil di wajahnya.


"Yup! Aku juga akan membantumu Ares!" Kuro dengan senyum bahagia karena tidak harus terus berada di tempat yang sama dengan Iris berbicara sambil menepuk pundak Ares.


"Kita mulai sekarang?" Minerva bertanya saat ia mengamati wajah teman-temannya.


"Tentu."


"Lebih cepat lebih baik."


"Yup!"


"Ya."


Saat mendengar jawaban yang berbeda-beda Minerva hanya bisa tersenyum tenang.


"Hi...shi...shi...shi... Kalo begitu semoga sukses," Minerva melanjutkan dengan senyum di wajahnya saat Ares dan Kuro sudah bersiap pergi.


"Ya," dengan senyum kecil Ares menjawab sedangkan Kuro hanya tertawa renyah sambil melambaikan tangannya dengan senang.


Berjalan ke luar gua, Ares dan Kuro memilih untuk berpencar terlebih dulu dengan tetap saling berhubungan dengan pesan saat mereka menemukan musuh.


Ares yang sudah berpencar dengan Kuro terus berjalan sambil mengamati wilayah sekelilingnya dengan hati-hati.

__ADS_1


"Wolfshef, Napoleon, keluar dan carilah keberadaan musuh," Ares bergumam, bersamaan dengan itu Wolfshef dan Napoleon berlari dengan sangat cepat ke arah yang berlawanan.


Ares setelah itu lanjut berjalan untuk mencari musuh dengan hati-hati karena ia tidak ingin disergap oleh lawannya.


Saat masih berjalan Ares tiba-tiba menjadi diam, ia tidak bergerak sama sekali,"bukankah aku punya skill sight? Kalo aku menggunakan itu kemungkinanku disergap turun ke sekitar 5%" Ares bergumam saat ia mengingat tentang skill sight.


"Sight," tidak ingin terlalu memikirkannya, Ares menggunakan sight untuk berjaga-jaga jika ada musuh di sekitarnya.


Disisi lain, anggota yang tinggal di dalam gua mulai membuat pertahanan. Jedi mulai membuat jebakan-jebakan di area pintu masuk gua, sedangkan Iris mulai membuat pelindung dengan sihir dan Minerva mengecek keadaan sekitar mereka.


"Ada tiga musuh dari selatan," Minerva masuk ke dalam gua untuk memberitahu Iris dan Jedi keadaan di luar gua.


"Mereka kesini?" Jedi bertanya dengan suara tenang setelah mendengar ucapan Minerva.


"Untuk saat ini tidak, tapi menurutku setelah mereka lihat disini ada gua mereka pasti akan kemari," Minerva berkata dengan jujur tentang pemikirannya.


"Kalo begitu tetap waspada," Jedi membalas dengan tenang.


Minerva kembali keluar untuk mengawasi musuh yang sebelumnya ia lihat, sedangkan Jedi menambah jumlah jebakan yang ia pasang dengan bantuan sihir milik Iris.


Di balik pepohonan, Minerva dengan waspada mengawasi musuh yang sedikit demi sedikit mendekat ke arah gua.


Setelah hampir sepuluh menit mengawasi, Minerva dengan buru-buru mengabari Jedi setelah melihat musuh yang ia awasi mulai berlari ke arah gua.


Jedi yang menerima pesan dari Minerva menyuruhnya kembali, sedangkan ia dan Iris menempati posisi mereka.


Jedi bersiap di balik bebatuan dengan busur yang sudah siap untuk menembak dan Iris di belakang dengan sihir support miliknya aktif untuk membantu Jedi.


Ketiga orang yang berdiri di depan


Gua terlihat sedang berdebat sampai seorang pria yang membawa pedang berjalan masuk dengan kesal meninggalkan kedua rekannya.


Duuaaar


Baru beberapa langkah memasuki gua, tanah di bawah pria yang membawa pedang meledak yang membuatnya kaget. Disaat itu kedua rekannya yang tinggal dibelakang hanya menatapnya seakan-akan orang yang baru saja terkena ledakan adalah orang bodoh.


"Orang itu... Apa dia bodoh?" Jedi mengerutkan keningnya, umumnya di situasi seperti ini orang-orang akan terlebih dulu mengecek apakah ada jebakan atau tidak di suatu wilayah dan bukannya secara langsung masuk tanpa mengecek apa-apa.


"Owl eyes, double strafe," Jedi mengarahkan busur miliknya setelah mengambil dua anak panah yang akan digunakan untuk menembak.


"Three, two, one, shot!" Jedi bergumam pelan sebelum melepaskan tembakannya yang ia arahkan ke dua orang yang belum masuk ke dalam gua.


"Awas!" Salah satu orang yang ada diluar mendorong temannya dan mengeluarkan sebuah perisai untuk menahan serangan panah Jedi.


"Nicha, kamu tidak terluka kan?" Pria yang membawa perisai bertanya pada wanita yang tadi ia dorong.


"Ya, aku tidak apa, Ager," Wanita itu mengerutkan kening saat ia melihat ke arah dalam gua," Bagaimana dengan Zee?" Nicha bertanya setelah beberapa saat melihat ke arah gua.


"Dia seharusnya masih hidup, namanya tidak menjadi hitam di dalam party kita," Ager menjawabnya dengan sedikit cemas, karena walaupun ia bisa melihat status temannya, ia tidak bisa melihatnya langsung yang membuatnya agak cemas, apalagi setelah terkena jebakan yang terlihat cukup kuat tadi.

__ADS_1


"Elemental Arrow, Rain Arrow," Setelah melihat serangannya ditahan, Jedi dengan tajam meluncurkan serangan lanjutan dengan membentuk anak panah dengan unsur elemen.


"Iris, perkuat Elemental Arrow milikku," Jedi berkata pada Iris sambil terus meluncurkan serangan bertubi-tubi.


Minerva yang melihat dari luar tersenyum melihat kedua orang yang ingin memasuki gua terkena serangan tanpa ampun dari Jedi.


Saat melihat ke arah orang yang terkena jebakan di pintu masuk gua, Minerva mengerutkan keningnya saat melihat pria dengan pedang di tangannya itu belum mati.


"Maaf sepertinya aku harus mengalahkanmu dengan cara ini, Twist Throw," Minerva bergumam saat ia menyiapkan salah satu cakram miliknya dan melemparkannya ke arah pria dengan pedang yang sedang berusaha berdiri.


Saat cakram mendekatinya, Zee dengan susah payah berusaha mengangkat pedangnya yang ia jadikan tumpuan untuk membelokkan arah cakram yang mengarah padanya.


Saat cakram sudah mulai menjauh dari Zee, pria itu mulai sedikit menstabilkan napasnya hingga beberapa saat kemudian cakram yang ia belokkan tadi kembali ke arahnya dan mengenai sisi perutnya.


Zee yang baru saja bangun terjatuh kembali karena luka dari cakram. Kedua rekannya yang diluar masih sibuk dengan panah-panah Jedi yang datang tanpa henti hingga membuat mereka tak sadar sewaktu cakram Minerva melewati mereka untuk mengincar Zee.


"Mereka tahan juga, hah," Jedi menghela napasnya dengan pasrah saat melihat dua orang yang ada di depan gua hanya kehilangan sedikit HP setelah terkena hujan panah miliknya yang sudah diperkuat Iris.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" Iris bertanya pada Jedi dengan kekhawatiran yang terlihat jelas di matanya.


"Iris, kamu punya mantra sihir serangan area?" Jedi bertanya sambil tersenyum kepada Iris setelah mempertimbangkan beberapa hal.


"Aku ada," Iris menjawab Jedi sambil memiringkan kepalanya karena ia tidak terlalu paham apa yang akan dilakukan Jedi.


"Kalo begitu gunakan! Kita hancurkan mereka dengan sihir!" Dengan senyum lebar Jedi berucap dengan nada yang agak tinggi.


"O-oke, akan kucoba," Iris dengan sedikit keraguan berjalan maju supaya target masuk dalam jarak serangannya.


"Tenanglah, kamu pasti bisa!" Jedi berusaha memberikan semangat walaupun ia tidak tahu bagaimana Iris bisa ragu setelah penyerangan di desa goblin waktu itu.


"Thunder Storm," Iris mengarahkan staff miliknya ke arah dua orang yang ada di depan gua, saat itu juga langit diatasnya mulai gelap dan petir mulai berjatuhan yang membuat kedua orang yang ada di luar cukup terkejut dan tidak sempat menghindar yang membuat mereka terkena serangan Iris secara telak.


Walaupun keduanya terkena serangan telak, mereka tidak langsung mati, tapi HP mereka sekarat di titik merah yang membuat mereka tidak bisa bertarung sama sekali, ditambah mereka terkena debuff setelah terkena serangan Iris.


Minerva yang melihatnya tersenyum, ia mengeluarkan satu cakramnya dan melompat dari dahan pohon untuk mendekati kedua orang yang sekarat dengan cakram di tangan kanannya yang siap untuk digunakan.


"Maaf saja, kalian salah menyerang orang kali ini," Minerva tanpa keraguan menebaskan cakram miliknya ke arah kedua orang yang terkapar yang membuat mereka tewas di tempat dan mulai menjadi serpihan-serpihan kecil yang mulai menghilang ke dalam kekosongan.


Setelah menyelesaikan yang ada di luar, Minerva berjalan masuk ke dalam gua untuk mengambil satu cakramnya yang tadi ia lempar.


"Dia?!" Saat masuk ia terkejut melihat pria yang membawa pedang masih hidup dan memegang cakramnya.


"Karena kau membunuh kedua temanku, aku akan membalasnya," Dengan suara dingin Zee mengeluarkan pedangnya untuk melawan Minerva yang menggertakkan giginya.


"Bash!" Zee langsung mengayunkan pedangnya dengan cukup cepat, Minerva yang melihatnya menghindarinya dan menyiapkan serangan balik.


"Jump Shoot!" Minerva melompat setelah menghindari serangan Zee, ia mengarahkan cakram yang ada di tangan kanannya ke arah Zee dengan kekuatan yang besar cakram miliknya bersentuhan dengan pedang Zee.


Karena kekuatan mereka cukup berimbang, Minerva mengeluarkan jarum dari inventori miliknya dengan tangan kiri.

__ADS_1


Setelah mengambil jarum, Minerva tanpa keraguan melemparkannya langsung ke arah jantung Zee dengan cepat. Zee yang merasakan sakit mengendurkan pegangan pedangnya secara spontan yang membuat cakram Minerva menyerang dan menembus tubuhnya.


"Selesai sudah," Minerva mengambil cakram yang sebelumnya di pegang Zee dan berbalik untuk masuk ke dalam gua untuk menemui Jedi dan Iris.


__ADS_2