Terra Online

Terra Online
54. Tiba di Knossos


__ADS_3

Setelah lelang selesai, Ares izin kepada Raja untuk tidak ikut kembali ke Nusantara bersamanya karena mempunyai urusan mendesak di Kreta.


Berhubung kota tempat lelang tidak terhubung ke laut, Ares segera pergi ke rumah teleportasi dan berteleportasi ke Athena.


Di Athena, Ares melihat banyak orang memakai lambang Guild Olympus yang notabene merupakan salah satu guild nomer satu di Kekaisaran Zivia, kekaisaran yang menduduki Semenanjung Balkan.


Tidak berlama-lama Ares langsung menuju pelabuhan dan membeli tiket transportasi kapal untuk ke Kreta, berhubung di pulau Kreta sama sekali tidak ada portal teleportasi satu-satunya cara agar bisa kesana dengan kapal, tentu saja kecuali summoner yang mempunyai makhluk terbang atau makhluk laut besar dan orang yang memiliki tunggangan terbang.


***


Di salah satu restoran wilayah Knossos, seorang Elf berkulit gelap memakan spaghetti sambil sesekali melirik ke jendela yang mengarah ke jalan utama.


Saat itu seorang remaja laki-laki berjalan kearahnya dengan senyum ramah, orang-orang yang melihatnya menatap dengan hormat saat ia berjalan.


"Kamu akhirnya disini," Kuro yang masih makan berkata dengan senyum lelah di wajahnya.


"Yah bagaimana bisa aku tidak membantumu? Setelah semua kamu pernah menyelamatkanku juga," Remaja yang baru datang duduk di depan Kuro dan berkata dengan ramah saat mereka mulai berbincang-bincang.


"Jadi bagaimana?" Kuro bertanya setelah minum beberapa tegukan.


"Dengan statusku sebagai Baron di Kreta aku hanya bisa meminjam 50 orang tentara dan setelah aku mengatakan akan melakukan ekspedisi ke labirin penguasa sepertinya tidak senang. Mereka hanya memberiku 50 prajurit rendah dengan level rata-rata 70 dengan kapten berlevel 100," remaja itu hanya bisa menjawab dengan tidak puas dengan hasil yang didapatnya.


"Tidak apa, aku bahkan menduga mereka tidak akan meminjamkan pasukan, lagipula sejauh ini tidak ada orang yang bisa keluar dari labirin," Kuro menjawab dengan santai untuk menanggapi ketidakpuasan temannya.


"Ah, bagaimana dengan temanmu? Kapan dia akan datang?"

__ADS_1


"Ares sedang dalam perjalanan harusnya sekitar satu jam lagi setelah ia naik kapal kesini," berpikir sejenak, Kuro menjawab.


"Baik, kalo begitu hubungi aku saat kalian akan berangkat, aku harus mengatur para prajurit dan jika bisa membantu mereka levelling sebentar," tidak menunggu lama ia berdiri dan segera akan pergi.


"Tentu Alphios, tapi kamu yakin akan ikut? Bagaimana jika kita tidak bisa keluar dan dipaksa membuat akun baru?" Melihat Alphios yang akan segera pergi Kuro bertanya dengan serius.


"Yah, lalu apa? Kalo begitu buat saja akun baru, lagipula tanpa tantangan seperti ini game tidak akan menyenangkan," dengan seringai lebar Alphios menjawab Kuro dan melambaikan tangan sebelum pergi keluar restoran.


Kuro yang melihatnya hanya bisa menatap punggungnya dengan tidak berdaya, dia dipenuhi dengan pikiran. Saat ini, ia telah melibatkan kedua kawannya untuk sebuah misi yang tergolong sebagai misi bunuh diri dan kawannya sama sekali tidak menolak bahkan setelah mengetahuinya.


Menggelengkan kepalanya Kuro menghela napas dan melanjutkan makan sambil menunggu kedatangan Ares.


***


Satu jam lebih telah berlalu, Ares saat ini berada di dermaga, ia segera memanggil Wolfshef yang ia gunakan sebagai tunggangan menuju Knossos.


Dengan santai saat menunggangi Wolfshef, Ares membuka forum dan melihat-lihat apakah ada berita atau hal menarik.


Saat melihat-lihat Ares menemukan sesuatu yang membuatnya terkejut sebuah artikel dengan judul, "Pasukan Kuil Dewi Freya yang didukung beberapa Valkyrie dipaksa mundur oleh pasukan demon."


Melihat judulnya saja Ares sudah paham bahwa perang melawan demon mengalami kemunduran besar. Pasukan dari Kuil Dewi Freya kebanyakan dari mereka harus menjadi summoner dan panggilan tertinggi mereka Valkyrie, bahkan yang terlemah harus menjadi level 300an meskipun hanya bisa digunakan untuk waktu terbatas, seharusnya mereka tidak mengalami kesulitan. Dari fakta ini saja sudah membuktikan jika pasukan demon cukup kuat, bahkan mungkin ada demon noble yang memimpin pasukan.


Artikel lain yang merebut minatnya berisi tentang pemberontakan di Negara Indian, hanya dalam tiga hari singkat semua petinggi yang berada di Ibukota Negara Indian, Ashapple terbunuh. Di hari berikutnya hampir semua pemimpin wilayah menyerah setelah menerima ultimatum, hanya menyisakan sedikit pemimpin wilayah yang tidak ingin menyerah dan mengambil jalur perang.


Dan begitu pada malam harinya, pemimpin wilayah yang tidak ingin menyerah terbunuh secara misterius dan digantikan orang baru yang secara langsung menyerah mengejutkan banyak orang.

__ADS_1


Yang paling terkejut tentu saja Guild Puma, mereka mendirikan dasar-dasar mereka di Negara Indian dan sekarang Negara Indian lenyap digantikan Negara Sirared yang sepenuhnya memusuhi Puma karena sebelumnya mendukung penuh Negara Indian. Bahkan Guild Puma secara keseluruhan menjadi buron di Negara Sirared dan diblacklist dari semua kota mereka.


Ares yang membacanya mengerutkan keningnya saat berpikir bagaimana bisa sebuah negara besar tidak mendeteksi adanya gerakan pemberontak sampai mereka menjadi besar dan menyebabkan kehancuran?


Tidak ingin memikirkannya, Ares fokus pada satu kalimat, Turunnya Puma! Hanya karena kehilangan markasnya Guild Puma turun ke peringkat lima, mereka juga telah menetapkan Huitor Empire sebuah negara di selatan Hutan Amazon sebagai markas barunya.


Tanpa sadar Ares akhirnya sampai di gerbang Kota Knossos, di depan gerbang ia berhenti dan membayar biaya masuk kepada penjaga dan menjawab beberapa pertanyaan tentang identitasnya sebelum masuk ke kota.


Ia sebelumnya sudah mendapat lokasi dari Kuro yang saat ini berada di sebuah restoran, tanpa ragu ia berjalan ke restoran yang diberitahukan oleh Kuro.


***


Di dalam restoran, Ares dan Kuro duduk berhadap-hadapan, Kuro tersenyum cerah sedangkan Ares hanya tersenyum kecil seperti biasa.


"Jadi apa rencanamu?" Ares bertanya dengan nada serius pada Kuro. Meskipun ia setuju untuk membantu, ia tidak ingin hanya masuk ke labirin tanpa punya rencana apapun, meski ia sudah menyiapkan rencananya sendiri.


"Aku meminta bantuan temanku untuk menyewa pasukan, ada 50 prajurit saat ini bersamanya untuk levelling, kita akan menelusuri labirin sebisa mungkin menghindari Minotaur dan mengingat rute kembali," Kuro dengan sungguh-sungguh menjelaskan apa yang ia pikirkan, Ares hanya mendengarkan dengan diam dengan anggukan sesekali.


"Aku setuju tapi, kita baru bisa berangkat besok atau dua hari lagi, aku ada janji makan malam hari ini," Ares sedikit menyeringai saat ia mengeluarkan undangan makan malam Ariadne yang ia dapatkan dari lelang.


Kuro yang melihatnya membeku sejenak ia tidak paham kenapa Ares disaat seperti ini malah mementingkan sebuah undangan makan malam.


"Aku tau kamu bingung, apa kamu ingat mitologi Yunani? Bagaimana cara Theseus keluar dari labirin?" Ares bertanya dengan tenang sebagai tanggapan saat melihat Kuro bingung.


"Benang? Tapi sudah pernah ada yang mencobanya tapi itu percuma," Kuro mengingat-ingat dan menjawab Ares dengan bingung.

__ADS_1


"Tidak, maksudku bagaimana mungkin semudah itu," Ares mendengus dengan kesal sebelum mulai menjelaskan pada Kuro tentang Ariadne, ia menjelaskan tidak mungkin game ini akan membuatnya mudah seperti dengan benang biasa.


"Ah, benar! Putri Ariadne, aku tidak pernah memikirkan sampai kesana!" Kuro dengan antusias menatap Ares yang hanya dengan santai minum teh yang telah ia pesan.


__ADS_2