
Kota Maja, itu adalah salah satu kota besar yang berada di Kerajaan Nusantara dan karena wilayahnya yang berada di pesisir banyak penduduk kota adalah seorang nelayan, begitu juga pemain disini banyak yang mempunyai job yang memiliki keunggulan di laut.
"Aku baru tau, tempat ini meskipun anginnya cukup kencang tapi tetap saja panas," Jedi mengeluh sesaat setelah mereka keluar dari rumah teleportasi Kota Maja.
"Dan lihat itu, banyak toko yang dioperasikan oleh pemain," Jedi menunjuk ke arah beberapa toko yang dimiliki maupun disewa oleh pemain.
"Yah lagipula di wilayah ini sering ada turis dan cukup terkenal pantainya, tidak mengejutkan jika ada perusahaan yang membangun toko disini," Kuro yang melihat nama-nama toko dan mengenali beberapa diantaranya sebagai nama perusahaan di dunia nyata berbicara dengan pelan.
"Tunggu disini sebentar," Ares memberitahu teman-temannya dan segera berjalan menjauh.
Tidak membuang-buang waktu, Ares segera masuk ke salah satu restoran yang ada di Kota Maja, disana Ares melihat seorang pria yang memakai jubah putih dengan lambang matahari setengah lingkaran dan segera menghampirinya.
"Sudah datang Ares?" Melihat seseorang datang kearahnya, Laks tersenyum sambil melambaikan tangannya.
"Yah," Ares menjawab seadanya dan mengangkat tangan untuk memesan minum dan segera duduk didepan Laks yang saat ini sedang menikmati es kelapa.
"Jadi ada apa Laks?" Ares bertanya pada Laks, karena sebenarnya yang mengajak bertemu adalah Laks, walaupun yang menentukan tempat adalah Ares.
"Kau benar-benar tidak tertarik masuk guild?" Laks bertanya sambil tersenyum pada Ares yang terlihat mengerutkan keningnya.
"Tidak, apa hanya itu? Kalo iya aku akan pergi sekarang," sambil menghela napasnya, Ares bersiap bangkit, ia sedikit tidak menyangka Laks akan menawarinya hal yang jawabannya sudah sangatlah jelas.
"Eh tunggu dulu!" Laks cepat-cepat menghentikan Ares yang hendak berdiri sambil tersenyum canggung.
"Begini, bisakah kau memasok rune lagi? Situasi perang melawan demon benar-benar mengalami kemunduran," Laks dengan wajah serius berbicara dengan Ares yang sudah kembali duduk.
"Apa yang terjadi?" Mendengar ini menyangkut perang dengan demon, Ares tentu saja tidak bisa tidak peduli.
"Banyak, aku tidak bisa menjelaskan semuanya tapi ada beberapa hal yang bisa kuberitahu untuk saat ini," Laks menatap mata Ares dengan sangat serius saat ini.
__ADS_1
Setelah mendengarkan Laks, Ares bisa menyimpulkan beberapa hal yang membuat perang melawan demon semakin memburuk yang pertama adalah Puma, setelah mereka terusir dan pindah ke Kekaisaran Huitor, perkembangan mereka cukup terhambat yang membuat mereka tidak bisa berperan banyak di dalam perang, yang kedua pasukan demon yang makin kuat dan semakin terkikisnya wilayah Kerajaan Atlantis.
"Jadi, apa hubungannya denganku?" Meskipun paham dengan apa yang dikatakan Laks, Ares merasa jika masalah ini tidak ada hubungannya dengan dia.
"Instruktur Reo," mendengar nama Instruktur Reo disebutkan, Ares menatap tajam ke arah Laks.
"Jelaskan, sekarang!"
"Instruktur Reo saat ini dipilih sebagai salah satu komandan pasukan aliansi, itu artinya dia akan sering di garis depan, yah itu tidak masalah. Masalah sebenarnya adalah kami kehabisan power dan escape rune."
Ares hanya mengangguk-angguk meskipun ia sudah paham permasalahannya ia tidak paham kenapa Laks justru datang padanya padahal saat ini banyak yang sudah menjual rune.
"Orang-orang yang bisa membuat rune itu, mereka mematok harga tinggi untuk kami yang ada di garis depan, dan sulit untuk meminta orang lain membelikannya. Jadi Ares! Tolong pasok rune untuk kami! Dengan harga pasar ya?" Laks berucap dengan serius walaupun sangat pelan di bagian akhir.
"Aku bisa tapi untuk sekarang mungkin 500 escape rune dan 400 power rune? Meskipun hampir setiap hari aku membuatnya, aku tetap memiliki kegiatan lain, apalagi akhir-akhir ini aku tidak sempat membuat lagi untuk dua rune itu," setelah menghela napasnya pelan, Ares berbicara pada Laks sambil mengeluarkan kertas kontrak.
"Setuju, eh harganya?" Melihat Ares mengeluarkan kertas kontrak secara reflek Laks bertanya.
"Baik sudah," setelah memberikan rune kepada Laks dan menerima pembayarannya, Ares segera bangkit dan pergi menuju ke tempat teman-temannya.
***
"Sedang apa kalian?" Ares bertanya pada anggota partynya yang sejak beberapa saat lalu ia cari dan mereka justru sedang makan nasi goreng seafood di daerah pantai.
Mendengar pertanyaan Ares mereka hanya terkekeh geli dan melanjutkan makan, ah tidak ternyata Kuro berjalan mendekati Ares dan berbisik bahwa dia sudah memperingatkan jika mereka kemari bukan untuk libura.
"Ares mau?" Dengan senyum manis Minerva menawarkan nasi goreng miliknya pada Ares yang duduk di salah satu dahan pohon.
"Hm? Tidak aku tidak lapar,"Ares menjawab sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Melihat ke arah laut, Ares merasa jika pantai di Terra Online terlihat sangat indah, airnya sangat jernih. Jika itu dunia nyata banyak pantai yang penuh dengan sampah dan airnya mulai tidak jernih yang sungguh sangat disayangkan.
"Jedi! Coba tembak burung itu apakah kena atau tidak," Ares menyeringai kecil saat ia menunjukkan burung yang terbang agak pendek kepada Jedi.
"Eh, Ares ingat kita datang untuk levelling? Kita juga masih harus ke Kerajaan Naira," Kuro dengan bingung berbicara pada Ares yang tersenyum kecil.
"Tidak apa, lagipula istirahat juga diperlukan, kamu juga sudah berjuang sangat keras Kuro, istirahatlah dulu," Ares menepuk-nepuk pundak temannya itu.
"Kena nih, mau diapakan burungnya?" Jedi yang setelah berhasil memanah seekor burung segera mengambil dan membawanya ke tempat Ares dan yang lain dengan wajah bangga.
"Akurasi memanahmu bagus juga ya," sambil tersenyum tipis Ares memuji Jedi dan mengambil burung malang itu.
"Tapi burungnya mau diapakan?" Jedi bertanya dengan agak bingung, awalnya ia mengira jika burung itu akan dimasak tapi karena diambil oleh Ares jelas tebakannya salah karena Ares tidak mempunyai skill untuk itu.
"Hm, ikut aja kalo mau tau," setelah Ares berbicara, Jedi dan yang lain saling tatap sebelum mengikuti Ares.
Beberapa saat berjalan, mereka akhirnya sampai di tempat penyewaan kapal.
"Nona, bisakah aku menyewa kapal yang agak besar? Beserta krunya."
"Kapal yang agak besar? Baiklah untuk berapa lama?" Nona yang merupakan pemilik perahu yang akan disewa tersenyum sambil bertanya pada Ares.
"Mungkin setengah hari tapi bisa kurang," Ares berpikir sejenak dan menjawab pertanyaannya.
"Baik kalo begitu beserta kru jadi 3 koin emas."
"Baik deal!"
Setelah menunggu kru berkumpul sebentar, Ares dan yang lain naik ke atas kapal yang mereka sewa, kapal itu lumayan besar, dengan sebuah kabin cukup luas yang bisa digunakan oleh mereka.
__ADS_1
"Ayo menuju Laut Iria."