Terra Online

Terra Online
67. Naik level dan berpisah


__ADS_3

Saat elemental arrow Jedi hampir mencapai targetnya, Poison Great Toad mengeluarkan lidahnya dan menjulurkannya dengan sangat cepat dan mengubah lintasan panah Jedi yang menyebabkan tembakannya melesat.


"Ah, ini akan susah," Kuro yang sudah menyiapkan belati miliknya dan bersiap menyerang mengeluh perlahan.


Tanpa keraguan Kuro menggunakan hide dan berlari lewat samping mendekati Poison Great Toad yang sudah terlihat sangat waspada.


Begitu juga dengan Ares, ia juga berlari mendekati Poison Great Toad melewati sisi yang lain dengan Bloody War di tangan kanannya.


"Fire Executed!" Saat Poison Great Toad menyerang dengan lidahnya, Ares melompat untuk menghindar sambil menebaskan pedangnya secara vertikal.


-1100


Melihat angka yang muncul Ares tanpa ragu menggunakan wind step dan berlari mendekati Poison Great Toad sambil memegang pedangnya dengan erat.


"Garuda Sword Technique, Garuda Invansion!" Ares dengan sangat cepat mengayunkan pedangnya dan menciptakan banyak energi pedang yang mengarah langsung ke Poison Great Toad.


Seperti saat menahan panah Jedi, Poison Great Toad kali ini juga berusaha bertahan dengan menggunakan lidahnya, akan tetapi saat lidahnya mengenai energi pedang Ares Poison Great Toad mengerang dan HP nya berkurang sekitar 2000.


"Backstab!" Tidak menunggu lama Kuro yang sudah berada di belakang target segera menggunakan Backstab.


-3000


"Iris sekali lagi! Elemental Arrow!" Merasa ada kesempatan Jedi naik ke salah satu dahan pohon dan melompat dari satu dahan ke dahan lain hingga cukup dekat dan melepaskan Elemental Arrow nya yang sudah dilapisi oleh Iris ke arah Poison Great Toad.


"Awas! Controller!" Minerva berteriak dan langsung menarik mundur Jedi hanya sesaat sebelum lidah Poison Great Toad mematahkan dahan yang sebelumnya dijadikan pinjakan oleh Jedi.


"Uh, makasih tapi itu agak mengerikan tubuhku dikendalikan orang lain," Jedi yang terjatuh berbicara pada Minerva dengan senyum pahit.


"Masih mending aku melakukan itu, jika tidak kau akan habis oleh racunnya, dan berhati-hatilah aku sangat yakin dia paling waspada padamu," Minerva memberitahu Jedi apa yang ia pikirkan saat membantu Jedi bangun.


"Kenapa?" Jedi reflek bertanya.


"Levelmu paling tinggi," Minerva menjawab singkat.


"Iris! Keluarkan sihir AoE!" Minerva berteriak saat ia melemparkan cakram miliknya ke arah Poison Great Toad yang langsung dihindari dengan lompatan besar.


Tapi tidak berakhir disitu Minerva sudah menggunakan controller pada cakramnya dan membuatnya bergerak berputar dan menyerang sisi kiri dan kanan tubuh Poison Great Toad dan memberikan 2000 damage.


"Wind blow!" Setelah Iris mengaktifkan skillnya angin disekelilingnya menjadi begitu kuat dan langsung menerjang ke Poison Great Frog yang segera melompat ke arah pepohonan yang berukuran besar yang ia manfaatkan sebagai perisai.


"Tidak semudah itu! Wolfshef sekarang! Wind Cutter, Acceleration, Flash Attack!" Begitu perintah Ares keluar, tubuh Wolfshef mulai sedikit bersinar dan bulunya agak menegak dengan dilapisi angin, disisinya juga lima wind cutter sudah terbentuk secara sempurna.

__ADS_1


Tanpa menunggu apapun Wolfshef melesat menuju Poison Great Toad dan menyerangnya dengan kecepatannya yang sudah meningkat drastis yang membuat Poison Great Toad harus mundur dan keluar dari pohon yang ia jadikan perisai.


Saat itu juga hembusan angin menjadi lebih kuat, berkumpul di sekeliling Poison Great Toad yang membuat HP Poison Great Toad terus berkurang.


Tidak cukup sampai disitu Iris mengangkat tangannya,"Wind Star!" Angin disekeliling Poison Great Toad segera membentuk bintang-bintang kecil yang langsung menyerang Poison Great Toad yang menyebabkannya terluka cukup parah dan kehilangan sekitar 15% HP miliknya.


"Sekarang! Dia dalam keadaan sedikit melemah!" Ares berteriak sambil terus-menerus menyerang menggunakan skillnya.


-2000


-1300


-1111


-1839


-3400


...


"Fuh, akhirnya selesai," Kuro menjatuhkan tubuhnya ke tanah dan memejamkan matanya.


"Iris sihir areamu sungguh hebat," Ares memuji Iris yang sedang mengelus-elus kepala Wolfshef dengan senyum bahagia.


Selesai mengobrol, Ares melihat levelnya yang sekarang sudah menjadi 108 meningkat cukup banyak sebenarnya walaupun hanya membunuh satu monster dibandingkan saat mereka melawan banyak Grand Toad tadi.


"Kalian sekolah kan? Kita lanjut nanti saja," Jedi tiba-tiba berbicara yang membuat Ares dan yang lain melihat ke arah jam yang saat ini menunjukkan pukul 2 pagi waktu nyata.


Dengan terburu-buru Ares dan yang lain segera log out dan tidur agar tidak kesiangan.


***


"Ah," Kevin yang baru bangun tidur melakukan sedikit peregangan sebelum masuk ke kamar mandi untuk mandi.


Selesai mandi Kevin menggunakan seragam sekolahnya dan juga hoodie hitam kesayangannya.


Kevin yang telah selesai menyiapkan apa saja yang akan ia butuhkan di sekolah segera berjalan untuk naik angkutan umum.


***


"Sedang apa Vin?" Di dalam kelas, Farel yang baru datang menghampiri Kevin yang sedang sibuk dengan buku miliknya.

__ADS_1


"Hm? Belajar," dengan acuh Kevin menjawab pertanyaan Farel.


"Ah iya, Farel pagi ini kita ada ulangan matematika kan? Kau sudah belajar?" Menerima pertanyaan Kevin, Farel terdiam senyumnya segera redup.


Melihat itu Kevin menghela napasnya, tidak perlu jawaban dari reaksi itu saja ia sudah tau jika sahabatnya itu belum belajar.


"Hey, kenapa ga ngasih tau daritadi?!" Farel dengan panik berjalan ke tempat duduknya dan mempelajari materi yang akan diujikan.


"Padahal sudah ada info di grup kelas," Kevin bergumam pelan sambil menggelengkan kepalanya.


Tepat jam 07.00 bel masuk berbunyi, guru wali kelas sekaligus wali kelas mereka segera memulai kelas dan ulangan matematika.


Jam 08.45 Kevin telah selesai mengerjakan soal ulangan, ia segera meminta ijin untuk pergi sekitar satu jam.


Meskipun sempat ditanya-tanya oleh gurunya, Kevin akhirnya mendapatkan ijin tetapi ia harus berjanji akan kembali dalam waktu paling lambat jam 11.00 yang tentu saja disetujui Kevin tanpa pikir panjang.


Begitu keluar dari kelas, Kevin segera memesan ojek online untuk mengantarkannya ke bandara.


***


09.12 Kevin tiba di bandara, mengikuti petunjuk yang dikirimkan Liyana.


"Li..." Melihat Liyana yang terlihat fokus dengan smartphonenya, Kevin berjalan mendekat.


"Sudah datang?" Dengan senyuman manis yang selalu ia tunjukkan Liyana melihat ke arah Kevin yang hanya diam.


"Hey, jangan diam saja bukankah ini harusnya menjadi perpisahan yang bagus," masih dengan senyumnya, Liyana berbicara dengan santai pada Kevin.


"Yah, aku harus bilang apa? Sungguh aku tidak paham," dengan senyum pahit, Kevin mulai berbicara.


"Aku merasa jika aku terlalu banyak bicara aku hanya akan tidak bisa mengucapkan selamat tinggal," melihat langsung ke mata Liyana, Kevin baru menyadari teman masa kecilnya ini memiliki mata yang sangat indah.


"Hi...shi...shi...shi... Ayolah Vin, bukankah aku sudah bilang? Aku adalah heroine disini, meskipun kau mengucapkan selamat tinggal tidak akan ada yang berubah, kita akan selalu bersama," Liyana tersenyum tulus yang membuat Kevin ikut tersenyum.


Meskipun ia tidak paham apa maksud sebagian besar kata-kata yang diucapkan Liyana, tapi ia yakin itu adalah sesuatu yang bagus.


Setelah mengobrol beberapa saat, akhirnya waktu perpisahan mereka benar-benar tiba.


"Sampai jumpa lagi, Liyana," Kevin dengan senyum mengucapkan selamat tinggal pada Liyana.


"Sampai jumpa Vin! Sampai akhir kamu tidak memanggilku dengan kak ya?" Sambil melambaikan tangan Liyana yang air matanya sudah menetes pergi dari sana.

__ADS_1


"Selanjutnya kita hanya akan bertemu di game atau telpon," Kevin bergumam kecil saat memperhatikan punggung Liyana yang makin menjauh.


__ADS_2