Terra Online

Terra Online
62. Kegagalan


__ADS_3

"Kin?" Shiro dengan bingung menatap kearah Kiniro yang terlihat sedang mengantuk.


"Sebenarnya kita kemana?"


"entahlah," Kiniro menjawab dengan santai pertanyaan serius Shiro membuat yang bertanya kesal.


"Oi! Yang benar saja! Daritadi kita tidak punya tujuan?!" Shiro yang kesal secara tidak sadar berteriak pada Kiniro menyebabkan orang yang mengikuti dibelakang mereka tersenyum geli.


"Nah ini baru Shiro yang aku tahu, apa-apaan daritadi sopan banget," Kiniro menyeringai lebar sambil terus berjalan hendak meninggalkan Shiro yang masih terdiam.


"Oh iya, kalian berlima kenapa mengikuti kami?" Kiniro bertanya dengan nada tajam sambil berbalik ke arah lima orang yang daritadi mengikuti mereka.


Meskipun sudah tahu daritadi tapi karena kelima orang tersebut ada di pihaknya dan bisa dipercaya ia sebenarnya tidak masalah. Hanya saja, diikuti banyak orang sedikit membuatnya malu.


"Jangan beri alasan dulu, yang terpenting Hwan tumben kau memperlihatkan diri," Kiniro bertanya pada Hwan yang terlihat seperti pemuda berumur 17 tahun yang menggunakan kostum ninja yang serba hitam dan menyembunyikan wajahnya.


Mendapatkan pertanyaan dari Kiniro, Hwan tidak menjawab dan hanya menggaruk tengkuknya dengan canggung.


Melihat hal semacam itu Kiniro tersenyum ramah sebelum berbalik dan kembali berjalan.


Entah apa yang membawa mereka, saat mereka terus berjalan mereka memutuskan untuk pergi ke kota Ishimori dan melihat apakah Guree dan Noukon sudah pulang.


Disaat mereka sampai di rumah yang bergaya Jepang tradisional yang merupakan rumah keluarga Guree dan Noukon, Kiniro dan yang lainnya merasa kebingungan.


Saat ini rumah itu sangat ramai dengan samurai yang seharusnya mustahil karena yang bisa mengerahkan npc samurai sebanyak ini hanyalah Daimyo ataupun perwakilan Daimyo yang jika dilogika tidak mungkin pergi ke rumah Guree dan Noukon apalagi mereka saat ini sedang ke tempat Daimyo itu sendiri.


"Permisi, maaf mengganggu tapi kenapa disini ramai sekali?" Kiniro dengan sopan bertanya pada salah seorang samurai yang sedang berjaga.


"Apa kalian baru datang ke kota ini? Yah anak pemilik rumah ini mereka sungguh berbakat, daimyo menyukai mereka, tapi saat mereka mengunjungi kediaman daimyo mereka diculik, karena hal itu daimyo memerintahkan pasukan untuk mencarinya dan beliau sendiri kemari untuk menemui orang tua mereka," mendapatkan penjelasan panjang dari samurai di depannya Kiniro terdiam, pikirannya kosong tanpa ia sadari saat ini ia merasakan sakit yang terlah lama ia lupakan.

__ADS_1


"Kin," Shiro yang melihat Kiniro diam memutuskan untuk memberinya waktu mencerna informasi terlebih dulu dan mendekati samurai yang barusan berbicara dengan Kiniro.


"Tuan, apakah anda tau siapa orang yang menculik Guree dan Noukon?" Shiro dengan wajah serius bertanya pada samurai yang mengamatinya dari atas hingga bawah.


"Guree? Noukon? Apa kalian teman petualang Tora dan Mayumi?" Shiro yang ditanya balik hanya mengganguk untuk mengiyakan.


Melihat jawaban Shiro samurai yang tadinya berbicara dengan Shiro meminta Shiro dan yang lain menunggu, sedangkan samurai tadi berbalik untuk melapor pada daimyo.


Beberapa saat kemudian, samurai yang sebelumnya berbincang dengan Shiro kembali kali ini ia bersama Sang Daimyo.


"Kalian benar teman petualang Tora dan Mayumi?" Saat ditanya Shiro dan yang lain sempat terdiam saat melihat Daimyo Oda Kazuhiko, mereka terkejut, mereka awalnya berpikir Oda Kazuhiko akan terlihat seperti orang tua dengan rambut putih dan pakaian formal.


Tapi yang mereka lihat saat ini jelas seorang ikemen¹, tubuhnya yang tinggi dikombinasikan dengan rambutnya yang hitam panjang dan wajahnya yang tersenyum ramah terlihat sangat tampan, itu merupakan orang paling tampan yang pernah dilihat Shiro dan teman-temannya.


"Kalian tidak apa?" Sang Daimyo melambaikan tangannya di depan Shiro beliau terlihat bingung akan apa yang terjadi di depannya saat ini.


"Ah, maaf Tuan Daimyo," Shiro yang tersadar secara reflek membungkuk untuk meminta maaf disusul oleh teman-temannya kecuali Kiniro yang saat ini sedang duduk diam dan Ai yang menemaninya.


Shiro dengan cepat menggelengkan kepalanya sebelum memberitahu jika pemimpin partynya adalah Kiniro yang saat ini terlihat tidak bisa diajak berbicara dan ia yang akan mewakilinya.


Setelah berbincang beberapa saat dengan Sang Daimyo, Shiro mendapatkan informasi, sekarang ia tahu jika yang menculik Guree dan Noukon adalah sekelompok orang dengan pakaian hitam yang dikenal sebagai After School Squad, party yang akan bergerak jika dibayar.


Yang jadi masalah sebenarnya adalah jika kelompok itu digerakkan oleh uang maka belum tentu jika menemukan mereka ia dapat tahu lokasi Guree dan Noukon.


"Kalian mau apa sekarang?" Oda Kazuhiko bertanya pada Shiro yang sedang berpikir, Shiro mendengar ini berbalik dan menatap ke arah Kiniro dengan pandangan khawatir.


Oda Kazuhiko yang melihat itu tersenyum dari adegan ini saja ia tahu jika pemimpin kelompok mereka, Kiniro merupakan orang yang baik.


Kiniro yang sejak tadi termenung berdiri, ia menatap ke arah Oda Kazuhiko, matanya yang terlihat mengantuk sudah tidak ada, yang terlihat adalah mata yang penuh tekad dan tajam.

__ADS_1


"Aku akan mencari mereka berdua," setelah kata-kata itu keluar dari mulut Kiniro, Shiro tersenyum dan mengangguk ia juga akan mencari mereka berdua.


"Kalo kalian bisa menemukan mereka berdua saya akan memberikan hadiah untuk kalian," Oda Kazuhiko tersenyum ramah sambil menatap langsung ke arah Kiniro yang hanya mengganguk dan pergi.


***


"Sialan," Alphios mengumpat sambil bersandar pada dinding dekat pintu masuk labirin.


Beberapa waktu lalu, saat mereka berhasil keluar dari labirin, di depan pintu masuk mereka menepukan sekelompok orang yang memakai topeng aneka warna dan beberapa yang menggunakan topeng hewan serta satu orang yang menggunakan topeng putih dengan corak merah yang terlihat seperti api.


Saat itu juga tanpa peringatan apapun pertempuran pecah, para prajurit hampir seluruhnya tewas hanya menyisakan 10 prajurit yang masih hidup dengan luka, Ares dan Kuro keduanya tewas dan kemungkinan akan kembali di altar kebangkitan setelah 2 jam.


Sedangkan orang yang mereka tahan, Blue dan Pink keduanya dibawa pergi, itu artinya upaya mereka menjelajahi labirin semuanya berakhir dengan kegagalan, tidak cukup dengan Lasos yang mengorbankan dirinya sekarang lebih dari setengah prajurit yang dititipkan Kapten Lasos tewas.


Memikirkan hal itu Alphios melihat langit dengan senyum getir dan mengusap wajahnya kali ini ia benar-benar merasakan perasaan tidak berdaya di game ini, dan penyebabnya paling tidak dia tahu siapa yang menyerang mereka, salah satu 10 guild teratas, urutan ke delapan kelompok pembunuh yang ada dalam bayang-bayang, Shadow!


***


Di depan komputer miliknya, Kevin dengan terburu-buru memcari informasi apapun tentang Shadow di internet tapi informasi yang muncul sangatlah sedikit.


Saat ini yang ia tau hanya pemimpin Shadow adalah Arsalan yang memiliki julukan Dark Shadow.


Info lain yang ia dapat adalah anggota Shadow sama sekali tidak diketahui apa id nya bahkan antar anggota, mereka memanggil hanya menggunakan code name yang sesuai dengan topeng yang dipakai, itu dilakukan untuk menjaga kerahasiaannya.


"Ini gila aku tidak bisa menemukan banyak informasi bahkan basis atau lokasi mereka tidak ada yang tahu," Kevin menghela napasnya sambil menggigit ibu jarinya ia sedang berpikir keras bagaimana menemukan Blue atau orang yang ia duga adalah Aoi, karena meskipun ia sudah menggunakan alat pelacak itu tidak menjamin akan bertahan selamanya.


Terlalu lelah untuk lanjut berpikir Kevin memilih untuk tiduran dengan posisi punggung tangan di dahinya.


...****************...

__ADS_1


Hay maaf ya karena lama updatenya, yang ada kritik ataupun saran dipersilahkan untuk komentar


__ADS_2